• Tidak ada hasil yang ditemukan

turn over

2.LANDASAN TEORI

2.1 Perencanaan dan Pengendalian .1 Perencanaan

Fungsi perencanaan pada hakekatnya adalah proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan terbentuknya hasil yang diharapkan, penggunaan sumber daya, serta pembentukan sistem komunikasi yang memberikan pelaporan dan pengendalian terhadap hasil aktual serta perbandingan hasil-hasil tersebut dengan rencananya. Hal yang erat hubungannya dengan perencanaan yang baik adalah penetapan tujuan perusahaan, perencanaan yang efektif didasarkan pada analisis atas fakta-fakta yang dikumpulkan, analisis seperti itu membutuhkan pemikiran reflektif, imajinatif, dan pandangan kemasa depan dalam membuat keputusan rasional.

Rencana disusun untuk masa kini dan masa-masa mendatang, tindakan yang terkendali dilaksanakan, umpan balik diperoleh dari operasi, rencana disesuaikan, dan demikian terjadi berulang-ulang.

Supriyono (1999:7) mendefinisikan perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang akan dicapai perusahaan dan mengatur strategi yang akan dilaksanakan.

Perencanaan ini dapat disusun untuk jangka pendek atau jangka panjang dan akan dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan perusahaan.

Milton Usry dkk (2005:4) mengemukakan Perencanaan : Perencanaan merupakan proses perabaan atas peluang dan ancaman dari luar, penetapan tujuan yang diinginkan, dan pemanfaatan sumber-sumber daya guna mencapai tujuan tersebu.

126 Perencanaan bermanfaat sebagai pedoman kerja memberikan arah sekaligus memberikan sasaran yang harus dicapai perusahaan di waktu yang akan datang yang dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Sebagai dasar tindakan melalui pengkajian, penelaahan, dan penelitian yang mendalam.

b. Untuk mengerahkan bantuan dari seluruh organisasi dalam menetapkan jalan yang paling menguntungkan.

c. Berguna sebagai perumusan kebijaksanaan. d. Berfungsi untuk merumuskan tujuan.

e. Sebagai alat untuk menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. f. Memungkinkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif

.

2.1.2 Pengendalian

Dalam melaksanakan pengendalian harus diadakan komparasi (perbandingan) antara hasil sesungguhnya yang dicapai dengan proyeksi yang ditetapkan dalam perencanaan. Untuk menilai prestasi masa lalu dan meletakkan tanggung jawab adanya penyimpangan yang terjadi, salah satu bentuk pengendalian yang dapat dilakukan ialah dengan mengadakan pengendalian internal yang merupakan aktivitas penilaian independent yang ada di dalam organisasi perusahaan. Tujuannya adalah untuk mereview dan menyelenggarakan pengawasan manajemen yang efektif dan cukup memadai atas pencatatan akutansi, keuangan, produksi dan kegiatan lainnya di dalam perusahan.

Milton Usry dkk (2005:6) mengemukakan Pengendalian : Pengendalian merupakan usaha sistematis perusahaan untuk mencapai tujuan dengan membandingkan prestasi kerja dengan rencana dan membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan yang penting.

Supriyono (1999:8) mendefinisikan bahwa pengendalian adalah : proses untuk memeriksa kembali, menilai dan memonitor laporan-laporan apakah pelaksanaan tidak menyimpang dari tujuan yang telah ditentukan.

Pengendalian sebagai alat pengawasan kerja, dimana anggaran juga meliputi bidang pengendalian sebagai alat pengawasan kerja, dimana biaya standar berfungsi sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan. Dari perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab penyimpangan antara biaya standar dan biaya aktual yang terjadi, hingga dapat pula diketahui kelemahannya dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun anggaran selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat.

2.2 Biaya

2.2.1 Definisi Biaya

Menurut Mulyadi (2000:8) Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu, ada 4 unsur pokok dalam definisi biaya tersebut diatas :

a. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi. b. Diukur dalam satuan uang.

c. Yang telah terjadi atau yang akan secara potensial akan terjadi. d. Pengorbana tersebut untuk tujuan tertentu

127 Dalam arti sempit biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva, untuk membedakan biaya dalam arti luas. Pengorbanan sumber ekanomi untuk memperoleh aktiva ini disebut dengan istilah cost

2.2.2 Penggolongan Biaya

Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut. Karena dalam akuntansi biaya dikenal konsep “Different costs for different purpose”

Menurut Mulyadi (2000:14-17) biaya dapat digolongkan menurut : 2.2.2.1 Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran :

Dalam cara penggolongan ini, nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama objek pengeluaran adalah bahan bakar maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut biaya bahan bakar.

2.2.2.2 Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok Dalam Perusahaan : Dalam perusahaan manufaktur ada tiga fungsi pokok yaitu:

a. Biaya Produksi : Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi yang siap untuk dijual.

Contoh : biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya penyusutan.

b. Biaya pemasaran : merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.

Contoh : biaya iklan, biaya promosi dan biaya angkut ke konsumen

c. Biaya administrasi dan umum : merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk.

Contoh : biaya gaji bagian keuangan dan biaya gaji bagian HRD.

2.2.2.3 Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya Dengan Sesuatu yang Dibiayai: Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai dikelompokan menjadi dua golongan :

a. Biaya langsung (Direct cost) adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

b. Biaya tidak langsung (Indirect cost) adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost)

2.2.2.4 Penggolongan Biaya Menurut Prilakunya Dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan

Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi:

a. Biaya Variable adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya biaya bahan baku, biaya tenaga kerja. b. Biaya Semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan

perubahan volume kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variable.

c. Biaya Semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingakt volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.

128 d. Biaya Tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume

kegiatan tertentu. Contohnya biaya gaji direktur produksi. 2.2.2.5 Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangka Waktu Manfaatnya

Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua yaitu : a. Pengeluaran Modal (Capital Expenditures) adalah biaya yang mempunyai

manfaat lebih dari satu periode akuntansi (biasanya periode akuntansi adalah satu tahun kalender). Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai biaya aktiva dan dibebankan dengan cara didepresiasi, diamortisasi dan dideplesi. Contohnya pengeluaran pemebelian aktiva tetap, reparasi besar terhadap aktiva tetap, promosi besar-besaran, dan pengeluaran untuk riset dan pengembangan suatu produk.

b. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditures) adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Contohnya adalah biaya iklan, biaya telex, dan biaya tenaga kerja.

2.2.3 Biaya Produksi

Menurut Supriono (1999:19) biaya produksi merupakan semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan kedalam :

a. Biaya bahan baku, adalah biaya harga perolehan bahan baku yang dipakai dalam pengolahan produk.

b. Biaya tenaga kerja, adalah semua balas jasa yang diberikan perusahaan kepada semua karyawan. Biaya tenaga kerja dibagi menjadi dua, yaitu :

1). Biaya tenaga kerja langsung (direct labour), adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik yang manfaatnya dapat diidentifikasikan pada produk tertentu yang dihasilkan perusahaan.

2). Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labour), adalah balas jasa yang diberikan kepada karyawan pabrik, akan tetapi manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada produk tertentu yang dihasilakn perusahaan.

c. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost), adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan tenaga kerja.