• Tidak ada hasil yang ditemukan

turn over

METODE PENELITIAN 3.1 . Kerangka Pemikiran

4.1 Objek Penelitian .1 Sejarah Perusahaan

4.1.4 Sistem Produksi di PT Toa Galindra Electronics

Sistem produksi PT Toa Galindra Electronics menggunakan system pesanan, yaitu produsk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan dan pesanan dari customer.

Perencanaan produksi sangat penting untuk menentukan jenis produk yang harus dibuat, berapa banyaknya, dan sumber daya yang perlu digunakn untuk mengasilakan suatu produk. Pada PT Toa Galindra Electronics perencanaan produksi di buat oleh Departemen Production Planning Control (PPC).

Setelah perencanaa dibuat, selanjutnya adalah barang diproses dalam proses produksi.

4.2 Pembahasan

Biaya Standar merupakan biaya yang telah ditetapkan sebelumnya dengan seksama yang dinyatakan atas dasar per unit standar. Biaya standar terdiri dari biaya bahan baku standar, biaya tenaga kerja standar an biaya overhead pabrik standar. Agar biaya standar dapat bermanfaat dengan baik, maka proses penyusunan harus dilakukan dengan akurat. Berkaitan dengan biaya standar, diketahui PT Toa Galindra Electronics sebagai perusahaan manufaktur telah menggunakan biaya standar sebagia bagian pengelolaan biaya produksi.

145 Seperti yang telah disebutkan dimuka, bahwa fungsi biaya standar adalah sebagai alat perencanaan dan pegendalian. Sebagai alat perencanaan biaya produksi standar digunakan sebagai pedoman bagi pelaksanaan untuk menentukan biaya dan tanggung jawab pelaksana. Sebagai pengendali biaya produksi standar, maka biaya standar sebagai alat control perencanaan untuk menilai efisiensi biaya produksi. Untuk itu, bab ini akan berisi pembahasan mengenai analisa atas penentuan biaya produksi standar atas produk microphone pada PT Toa Galindra Electronics, dan peranan biaya produksi standar sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya produksi pada PT Toa Galindra Electronics. Penulis menggunakan data tahun 2009 sebagai dasar proses penyusunan biaya standar, kemudian menggunakan data tahun 2010 sebagai analisa atas peranan biaya produksi standar.

4.2.1 Penentuan Biaya Produksi Standar Atas Microphone.

Proses penyusunan biaya produksi standar atas Microphone melibatkan beberapa bagian yaitu bagian produksi, pembelian, personalia dan keuangan. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa merekalah yang dapat memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penyusunan biaya produksi standar. Dalam penyusunan biaya produksi standar atas Microphone, PT Toa Galindra Electronics mengelompokannya menjadi tiga jenis biaya standar sesuai jenis biaya produksi, yaitu :

1. Biaya bahan baku

Dalam menentukan biaya bahan baku standar atas produk microphone terdapat dua faktor utama yang dipertimbangkan olek manajemen, yaitu :

a. Kuantitas bahan baku yang digunakan.

Kuantias bahan baku yang dugunakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi biaya bahan baku. Penentuan kuantitas bahan baku standar didasarkan pada berapa banyaknya jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit Microphone.

Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa tahun 2009, PT Toa Galindra Electronics mempunyai budget produksi sebanyak 240.000 unit selama setahun atau 20.000 unit microphone dalam satu bulan. List of material Microphone sebagai berikut:

146 Tabel 1.

PT Toa Galindra Electronics

Standar Kuantitas Bahan Baku Produk Microphone untuk 20.000 unit Tahun 2009

Part Number Nama bahan baku (komponen)

Unit(pcs)

102-05-001 ZM-520 NECK RING 20.000

231-10-004 MIC UNIT IM-57 W/SHOCK PROFF 20.000

506-80-501-5B DM-220 MIC ADAPTOR/ZM-420 MIC ADAPTOR (BESI)

20.000

508-02-002 DM-2001 MIC BODY 20.000

515-12-004 DM-2001 MAGNETIC SWITCH W/KNOB 20.000

521-25-003 DM-2001 MIC NET W/SPONGE 20.000

523-05-004 3P MIC SOCKET (GREY) 20.000

525-20-012-90 CABLE 0.12/7 (BLK) L=120 5-3 20.000

525-20-212-90 CABLE 0.12/7 (RED) L=120 5-3 20.000

525-20-613-80 CABLE 0.12/7 (BLUE) L=240 10 – 3 20.000

525-32-008-70 ZM-320/420/520 MIC CORD 1X20 /0.12MM, D=6.0 MM W/ PLUG , W/ CONNECTOR (L=7.5M)(UNIT)

20.000

532-01-515-80 ZM-420/520 OUTER CARTON W/PRINTING 20.000

532-02-515-1A ZM-520 CARTON BOX W/PRINTING 20.000

532-21-012-00 DM-1100 AIR BUBLE PACKING 20.000

533-05-009-30 ZM-320 INSTRUCTION MANUAL 20.000

801-10-002-40 MIC HOLDER (for : ZM260, 320,420,520) (new) W/O screw

20.000

Total Kuantitas bahan baku 320.000

Sumber PT Toa Galindra Electronics

b. Harga Bahan Baku Standar

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari bagian akunting bahwa penetapan biaya standar bahan baku berbasis pada biaya sebenarnya yang terjadi pada tahun sebelumnya yang dicatat dengan menggunakan metode rata-rata.

147 Tabel 2.

PT Toa Galindra electronics

Standar Biaya Bahan Baku Produksi Microphone untuk 20.000 unit Tahun 2009

Part Number Nama bahan baku (komponen) Unit(pcs) Unit

(harga) Total

102-05-001 ZM-520 NECK RING 20.000 12.721,- 254.420.000,-

231-10-004 MIC UNIT IM-57 W/SHOCK PROFF 20.000 36.932,- 738.640.000,-

506-80-501-5B DM-220 MIC ADAPTOR/ZM-420 MIC

ADAPTOR (BESI) 20.000 1.500,- 30.000.000,-

508-02-002 DM-2001 MIC BODY 20.000 42.821,- 856.420.000,-

515-12-004 DM-2001 MAGNETIC SWITCH

W/KNOB 20.000 21.411,- 428.220.000,-

521-25-003 DM-2001 MIC NET W/SPONGE 20.000 36.675,- 733.500.000,-

523-05-004 3P MIC SOCKET (GREY) 20.000 3,.995,- 79.900.000,-

525-20-012-90 CABLE 0.12/7 (BLK) L=120 5-3 20.000 128,- 2.560.000,- 525-20-212-90 CABLE 0.12/7 (RED) L=120 5-3 20.000 128,- 2,560,000,- 525-20-613-80 CABLE 0.12/7 (BLUE) L=240 10 – 3 20.000 89,- 1,780,000,- 525-32-008-70 ZM-320/420/520 MIC CORD 1X20 /0.12MM, D=6.0 MM W/ PLUG , W/ CONNECTOR (L=7.5M)(UNIT) 20.000 15.957,- 319.140.000,- 532-01-515-80 ZM-420/520 OUTER CARTON W/PRINTING 20.000 348,- 6.960.000,-

532-02-515-1A ZM-520 CARTON BOX W/PRINTING 20.000 2,600,- 52,000,000,-

532-21-012-00 DM-1100 AIR BUBLE PACKING 20.000 400,- 8,000,000,-

533-05-009-30 ZM-320 INSTRUCTION MANUAL 20.000 225 ,- 4,500,000,-

801-10-002-40 MIC HOLDER (for : ZM260, 320,420,520)

(new) W/O screw 20.000 3.390,- 67.800.000,-

Total biaya bahan baku untuk 20.000 pcs 179.320,- 3.586.400.000,-

Sumber PT Toa Glindra Electronics

4.2.2. Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung

Standar Biaya tenaga kerja langsung pada PT Toa Galindra Electroncs terdiri atas standar jam kerja dan standar tarif upah langsun untuk penetapan tariff upah, pihak manajemen menetapkan upa berdasarkan data tahun lalu yang diambil dari laporan akunting. Maka berdasarkan data yang diperoleh tahun 2009, PT Toa Galindra Electronics mempunyai budget produksi microphone sebanyak 240.000 unit selama setahun atau 20.000 unit dalam satu bulan, rata-rata penggunaan tenaga kerja adalah 9 (sembilan) orang tenaga kerja yang bekerja selama 8 jam. Berdasarkan jumlah tersebut, maka perhitungan anggaran biaya upah tahun 2009 untuk 20.000 unit adalah sebagai berikut total direct labour Rp. 1.509.063.892,- : 12 = Rp. 125.755.324,- /97 orang atau Rp.1.296.446,64- per tenaga kerja ditambah total Factory Food and Allowances sebesar Rp.163.704.000 : 12 = Rp. 13.642.000/97 orang atau Rp.140.639,17 per tenaga kerja, sehingga diperolah data sebagai berikut:

148 Tabel. 3

PT Toa Gaalindra Electronic

Standar biaya tenaga kerja langsung untuk 20.000 unit Microphone Tahun 2009

No. Keterangan Nilai

1 Direct labour 11.668.020,-

2 Factory food and allowance 1.265.753,-

Anggaran upah tenaga kerja langsung untuk 20.000 unit (9 orang) 12.933.773,- Sumber PT Toa Galindra Electronics

Standar jam tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi 20.000 unit adalah : 9 org x 8 jam x 20 hari = 1.440 jam

Anggaran biaya upah = Rp. 12.933.773,-

Standar biaya upah dapat dihitung sebagai berikut :

- Tarif upah standar/pcs = Rp.12.933.773,- = Rp.646,69/pcs 20.000 pcs - Tarif / Jam = Rp.12.933.773,- = Rp.8.981,79/jam

1.440 jam

Berdasarkan perhitungan jam standar dan tarip upah di atas maka standar biaya tenaga kerja langsung untuk membuat 20.000 unit Microphone adalah :

Biaya upah standar = Jam TKL standar x Tarif upah standar = 1.440 x Rp8.981.78

= Rp.12.933.773-/20.000unit Maka upah per unitnya adalah = Rp.646.69/unit

4.2.3 Biaya Overhead Pabrik Standar

Dalam penyusunan biaya overhead standar, berdasarkan informasi diketahui bahwa biaya overhead belum dialokasikan berdasarkan biaya overhead variabel dan biaya overhead tetap.

Perhitungan biaya overhead pabrik standar yang ditetapkan oleh PT Toa Galindra Electronics untuk memproduksi microphone adalah sebesar 15,32% dari total overhead pabrik yang dianggarkan adalah = total COGS – (Direc labour + Factory Food and Allowances + direct materiall )= Rp.55.961.125.747,00 - ( Rp. 1.509.063.893,- + Rp. 163.704.000,- + Rp. 49.401.938.093 ) = Rp. 4.886.419.761 x 15,32 % = Rp. 748.599.608,00. Perhitungan untuk biaya overhead pabrik sebagai berikut :

149 Tabel. 4

PT Toa Galindra Electronics

Standar Biaya Overhead Pabrik Microphone Tahun 2009

Biaya Overhead Pabrik

BOP standar yang

dibebankan

(15.32%)

- Indirect Labor 84,135,125

- Handling cost 84,982,236

- Indirect materials 86,566,932

- Packing & Shipping 4,841,120

- Factory Energy 57,876,285

- Production Machine Maintenance 37,302,913 - Factory Building Maintenance 9,424,312

- Depreciation machine 66,907,997

- Depreciation tools 78,516,149

- Factory rental 96,627,874

- Duty 82,666,593

- Research & Product Development 58,396,699 - Others' factory overhead 355,271

748.599.508

Sumber PT Toa Galindra Electronics

Biaya Over head Pabrik untuk 20.000 unit adalah = Rp. 748.599.508,- : 12 = Rp. 62.383.292,-

Dari uraian diatas maka dapat dihitung untuk harga pokok produksi 20.000 unit microphone adalah:

Tabel.5

PT Toa Galindra Electronics

Standar Harga pokok produk untuk 20.000 unit Microphone

Keterangan Standar

Biaya Bahan baku

ZM-520 NECK RING 254,420,000

MIC UNIT IM-57 W/SHOCK PROFF 738,640,000

DM-220 MIC ADAPTOR/ZM-420 MIC ADAPTOR

(BESI) 30,000,000

DM-2001 MIC BODY 856,420,000

DM-2001 MAGNETIC SWITCH W/KNOB 428,220,000

DM-2001 MIC NET W/SPONGE 733,500,000

3P MIC SOCKET (GREY) 79,900,000

CABLE 0.12/7 (BLK) L=120 5-3 2,560,000

CABLE 0.12/7 (RED) L=120 5-3 2,560,000

CABLE 0.12/7 (BLUE) L=240 10 – 3 1,780,000

ZM-320/420/520 MIC CORD 1X20 /0.12MM, D= 319,140,000

ZM-420/520 OUTER CARTON W/PRINTING 6,960,000

ZM-520 CARTON BOX W/PRINTING 52,000,000

DM-1100 AIR BUBLE PACKING 8,000,000

150

MIC HOLDER (for : ZM260,320,420,520) (ne 67,800,000

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Direct labour 11,668,020

Factory food and allowances 1,265,753

Biaya Overhead Pabrik

- Indirect Labor 7,011,260

- Handling cost 7,081,853

- Indirect materials 7,213,911

- Packing & Shipping 403,427

- Factory Energy 4,823,024

- Production Machine Maintenance 3,108,576

- Factory Building Maintenance 785,359

- Depreciation machine 5,575,666

- Depreciation tools 6,543,012

- Factory rental 8,052,323

- Duty 6,888,883

- Research & Product Development 4,866,392

- Others' factory overhead 29,606

3,661,717,065

Sumber PT Toa Galindra Electronics

4.2.4 Analisa Perbandingan Antara Biaya Produksi Standar dengan Biaya Produksi Aktual Dalam menganalisis selisih atau varians, penulis lakukan dengan membandingkan antara biaya standar yang telah ditetapkan sebelumnya dengan biaya aktual/biaya yang sesungguhnya terjadi. Dalam analisis ini nantinya akan timbul selisih, baik yang menguntungkan ataupun yang merugikan. Jika standar lebih besar dari aktual maka selisihnya disebut selisih “unfavorable” atau selisih tidak menguntungkan. Sedangkan, jika biaya strandar lebih kecil dari biaya yang sesungguhnya terjadi disebut selisih “favorable” atau selisih menguntungkan. Selisih dapat dihitung berdasarkan pada 3 analisis yaitu :

a. Analisis Selisih Biaya Bahan Baku.

Perhitungan dan analisa selisih biaya bahan baku tahun 2010 adalah sebagai beikut :

Tabel. 6

PT Toa Galindra Electronics

Selisih Biaya bahan baku standar dibandingkan dengan harga Aktual Tahun 2010

Name of Material Harga standar

Harga

aktual Biaya Standar Biaya aktual Selisih ZM-520 NECK RING 12,721 11,635 254,420,000 232,700,000 (21,720,000) MIC UNIT IM-57 W/SHOCK PROFF 36,932 34,421 738,640,000 688,420,000 (50,220,000) DM-220 MIC ADAPTOR/ZM-420 MIC

ADAPTOR (BESI) 1,500 1,418 30,000,000 28,360,000 (1,640,000) DM-2001 MIC BODY 42,821 39,694 856,420,000 793,880,000 (62,540,000) DM-2001 MAGNETIC SWITCH

W/KNOB 21,411 19,913 428,220,000 398,260,000 (29,960,000) DM-2001 MIC NET W/SPONGE 36,675 33,547 733,500,000 670,940,000 (62,560,000) 3P MIC SOCKET (GREY) 3,995 1,229 79,900,000 24,580,000 (55,320,000) CABLE 0.12/7 (BLK) L=120 5-3 128 128 2,560,000 2,560,000 0

151 CABLE 0.12/7 (BLUE) L=240 10 - 3 89 89 1,780,000 1,780,000 0 ZM-320/420/520 MIC CORD 1X20 /0.12MM, D= 15,957 18,422 319,140,000 368,440,000 49,300,000 ZM-420/520 OUTER CARTON W/PRINTING 348 366 6,960,000 7,320,000 360,000 ZM-520 CARTON BOX W/PRINTING 2,600 2,600 52,000,000 52,000,000 0 DM-1100 AIR BUBLE PACKING 400 400 8,000,000 8,000,000 0 ZM-320/420/520 INTRUCTION

MANUAL 225 246 4,500,000 4,920,000 420,000 MIC HOLDER (for : ZM260,320,420,520)

(ne 3,390 1,950 67,800,000 39,000,000 (28,800,000)

Total biaya 20.000 unit microphone 179,320 166,186 3,586,400,000 3,323,720,000 (262,680,000)

Sumber PT Toa Galindra Electronics

Tabel diatas menunjukkan perhitungan selisih harga dan selisih total antara biaya bahan baku standar dengan biaya bahan baku aktual. Berdasarkan table.5 selisih total menunjukkan menguntungkan (favorable) sebesar Rp.262.680.000. Selisih menguntungkan ini terjadi karena ada perbedaan antara harga standar dengan harga aktual. Hasil investigasi penulis menyatakan bahwa faktor yang menyebabkan timbulnya selisih yang menguntungkan yang penulis sampaikan adalah adanya perbedaan kurs pada saat harga standar ditetapkan degan harga yang sesunggguhnya terjadi dan adanya penurunan harga pada biaya bahan baku. Perlakuan terhadap selisih bahan baku dijurnal sebagai berikut:

BDP-biaya bahan baku Rp. 3.586.400.000,-

Selisih kuantitas/harga bahan baku Rp. 262.680.000,- Persediaan bahan baku Rp. 3.323.720.000,- b.Analisa Selisih biaya tenaga kerja (upah langsung)

Perhitungan untuk upah tenaga kerja langsung aktual adalah = direct labour Rp. 1.986.542.733,- : 12 = Rp. 165.545.227,- /97 orang atau Rp.1.706.651,- per tenaga kerja ditambah total Factory Food and Allowances sebesar Rp.201.386.000 : 12 = Rp. 16.782.166,66/97orang atau Rp.173.012,- per tenaga kerja, sehingga diperolah data sebagai berikut:

Tabel. 7

PT Toa Galindra Electronics

Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung untuk 20.000 unit Tahun 2010

No. Keterangan Biaya standar Biaya aktual Selisih

1 Direct labour 11,668,020 15,359,866 3,691,846

2 Factory food and allowances 1,265,753 1,557,108 291,355

Total 12,933,773 16,916,974 3,983,201

Sumber PT Toa Galindra Electronics

Berdasarkan tabel diatas dapat dihitung untuk selisih sebagai berikut : o Biaya upah langsung standar

Jam tenaga kerja normal = 1.440 jam

Produksi normal = 20.000 pcs

152

Jam TKL Standar Tarif Upah Standar Biaya Standar

(Pcs)

1.440 Jam Rp.8.981,79 per Jam Rp.646,69 per pcs

o Biaya upah langsung aktual

Jam tenaga kerja aktual = 1.440 jam

Produksi aktual = 20.000 pcs

Biaya upah aktual = Rp.16.916.974,-

Jam TKL Aktual Tarif Upah Aktual Biaya Aktual

( Pcs )

1.440 Jam Rp.11.747.90 per Jam Rp.845,88 per pcs o Analisa biaya tenaga kerja (upah langsung)

1). Selisih tarif upah

Selisih tarip = (Tust – Tus) x Jam kerja standar Keterangan : Tust = Tarif upah standar

Tus = tarif upah sesungguhnya Selisih tarif = (Rp.8.981,79 – Rp.11.747,90) x 1.440

= (Rp.3.983.198),-/20.000 unit

Selisih tarif upah langsung menunjukkan selisih tidak menguntungkan (unfavorable) sebesar Rp.199,16/unit Hal ini dapat terjadi karena pada setiap tahunnya terjadi kenaikan upah pekerja dan tunjangan.

Perlakuan terhadap selisih tarip upah dijurnal sebagai berikut: Selisih tarip upah Rp. 3,983,201

BDP-Biaya tenaga kerja Rp.3,983,201 c. Analisa selisih biaya overhead pabrik

Dalam menghitung analisis selisih pada biaya overhead pabrik, penulis hanya menggunakan perhitungan model satu selisih karena perusahaan tidak menerapkan variable costing yang memisahkan biaya overhead variabel dan biaya overhead tetap untuk biaya overhead pabrik, sehingga dari selisih yang terjadi tidak dapat dianalisis dengan menggunakan metode dua selisih, tiga selisih ataupun empat selisih yang biasanya digunakan untuk menghitung selisih yang terjadi dalam biaya overhead pabrik.

Berikut adalah perhitungan selisih antara biaya overhead pabrik standar dengan baya overhead pabrik aktual.

153 Tabel.8

PT Toa Galindra Electronics

Selisih Biaya Overhead Pabrik standar dengan Biaya overhead pabrik sesungguhnya Untuk 20.000 unit Microphone, Tahun 2010

Biaya Overhead Pabrik BOP Standar BOP Aktual Selisih BOP

- Indirect Labor 7,011,260 7,395,608 384,348

- Handling cost 7,081,853 8,813,283 1,731,430

- Indirect materials 7,213,911 10,468,353 3,254,442

- Packing & Shipping 403,427 444,280 40,853

- Factory Energy 4,823,024 4,439,647 -383,377

- Production Machine Maintenance 3,108,576 2,845,115 -263,461

- Factory Building Maintenance 785,359 394,602 -390,757

- Depreciation machine 5,575,666 5,547,053 -28,613

- Depreciation tools 6,543,012 8,836,050 2,293,038

- Factory rental 8,052,323 6,989,115 -1,063,208

- Duty 6,888,883 8,684,489 1,795,606

- Research & Product Development 4,866,392 3,483,819 -1,382,573

- Others' factory overhead 29,606 20,427 -9,179

62,383,292 68,361,841 5,978,549

Sumber PT Toa Galindra Electronics

Dalam model ini, selisih biaya overhead dihitung dengan cara mengurangi biaya overhead pabrik standar dengan biaya overhead sesungguhnya.

Selisih total biaya overhead pabrik dapat dihitung dengan rumus :

BOP aktual : Rp.68.361.841,-

BOP standar : Rp.62.383.292,-

Selisih BOP merugikan (unfavorable) : Rp. 5.978.549,-

Pada analisa biaya overhead pabrik di atas, selisih yang terjadi adalah selisih tidak menguntungkan “unfavorable” sebesar Rp.5.978.549,-./20.000 unit.

Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik (BOP) merugikan ini di jurnal : Selisih BOP Rp. 5.978.549,-

Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp. 5.978.549,- Dari data yang diperoleh maka selisih untuk harga pokok produk standar dengan harga pokok produk aktual adalah sebagai berikut :

154 Tabel.9

PT Toa Galindra Electronics

Selisih Perhitungan Harga pokok produk Standar dengan Aktual Untuk 20.000 unit Microphone

Keterangan Standar Aktual Selisih

lebih/kurang Keterangan

Biaya Bahan baku

ZM-520 NECK RING 254,420,000 232,700,000 (21,720,000) Irit MIC UNIT IM-57 W/SHOCK PROFF 738,640,000 688,420,000 (50,220,000) Irit DM-220 MIC ADAPTOR/ZM-420

MIC ADAPTOR (BESI) 30,000,000 28,360,000 (1,640,000) Irit DM-2001 MIC BODY 856,420,000 793,880,000 (62,540,000) Irit DM-2001 MAGNETIC SWITCH

W/KNOB 428,220,000 398,260,000 (29,960,000) Irit DM-2001 MIC NET W/SPONGE 733,500,000 670,940,000 (62,560,000) Irit 3P MIC SOCKET (GREY) 79,900,000 24,580,000 (55,320,000) Irit CABLE 0.12/7 (BLK) L=120 5-3 2,560,000 2,560,000 0 0 CABLE 0.12/7 (RED) L=120 5-3 2,560,000 2,560,000 0 0 CABLE 0.12/7 (BLUE) L=240 10 - 3 1,780,000 1,780,000 0 0 ZM-320/420/520 MIC CORD 1X20 /0.12MM, D= 319,140,000 368,440,000 49,300,000 Boros ZM-420/520 OUTER CARTON W/PRINTING 6,960,000 7,320,000 360,000 Boros ZM-520 CARTON BOX W/PRINTING 52,000,000 52,000,000 0 0 DM-1100 AIR BUBLE PACKING 8,000,000 8,000,000 0 0 ZM-320/420/520 INTRUCTION

MANUAL 4,500,000 4,920,000 420,000 Boros MIC HOLDER (for :

ZM260,320,420,520) (ne 67,800,000 39,000,000 (28,800,000) Irit

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Direct labour 11,668,020 15,359,866 3,691,846 Boros

Factory food and allowances 1,265,753 1,557,108 291,355 Boros

Biaya Overhead Pabrik

- Indirect Labor 7,011,260 7,395,608 384,348 Boros

- Handling cost 7,081,853 8,813,283 1,731,430 Boros

- Indirect materials 7,213,911 10,468,353 3,254,442 Boros

- Packing & Shipping 403,427 444,280 40,853 Boros

- Factory Energy 4,823,024 4,439,647 (383,377) Irit

- Production Machine Maintenance 3,108,576 2,845,115 (263,461) Irit

- Factory Building Maintenance 785,359 394,602 (390,757) Irit

- Depreciation machine 5,575,666 5,547,053 (28,614) Irit

- Depreciation tools 6,543,012 8,836,050 2,293,038 Boros

- Factory rental 8,052,323 6,989,115 (1,063,208) Irit

- Duty 6,888,883 8,684,489 1,795,607 Boros

- Research & Product Development 4,866,392 3,483,819 (1,382,572) Irit

- Others' factory overhead 29,606 20,427 (9,179) Irit

3,661,717,065 3,408,998,815 (252,718,249)

Sumber PT Toa Galindra Electronics

Berdasarkan table.9 terdapat beberapa faktor yang menimbulkan selisih tidak menguntungkan antara lain :

a. Biaya bahan baku :

- Adanya kenaikan harga pada bahan baku Mic Cord sebesar Rp. 2.465,- per unit dikarenakan adanya kenaikan harga sehubungan dengan peningkatan kualita pada

155 produknya, untuk karton dan instruction manual ada kenaikan harga sehubungan adanya kenaikan harga yang diminta oleh pemasok.

b. Tenaga kerja langsung :

- Terjadinya kenailan pada upah dan tunjangan c. Biaya overhead pabrik :

- Indirect labour Adanya kenaikan upah dan tunjangan (tenaga kerja tidak langsung) - Handling cost Tidak adanya standar perhitungan untuk bea masuk barang import - Indirect material adanya kenaikan harga pada bahan baku penolong

- Depreciation tool adanya pembelian peralatan baru pada awal tahun sehingga ada penambahan untuk depresiasi perlengkapan.

- Duty, biaya peizinan untuk tenaga kerja asing. Adapun faktor-faktor yang menguntungkan adalah : a. Biaya bahan baku.

Untuk bahan baku sebagian besar adalah menguntungkan, karena adanya perbedaan kurs saat pembelian dilakukan, adanya potongan harga dan mengganti pemasok baru yang bisa memberikan harga lebih murah.

b. Biaya overhead pabrik

- Factory energy , adanya penghematan pada pemakaian listrik

- Production Machine maintenance dan Factory building maintenance, perawatan mesin dan gedung dengan teratur sehingga adanya penghematan pada biaya perbaikan, sehingga biaya yang dikeluarkan hanya untuk perawatan rutin dengan biaya yang murah.

- Factory rental, adanya perbedaan kurs saat pembayaran.

Seperti telah disebutkan dimuka bahwa biaya standar mempunyai peranan sebagai alat perencanaan dan pengendalian atas biaya produksi. Sebagai perencanaan, berarti biaya produksi standar digunakan sebagai pedoman dan pelaporan masing-masing unit operasional PT Toa Galindra Electronics dalam kegiatan produksi produk Microphone. Sedangkan sebagai pengendalian berarti biaya produksi standar digunakan untuk melihat sejauh mana tingkat efisiensi pada biaya produksi atau besarnya pemborosan biaya produksi, yang kemudian manajemen dapat mengantisipasi terjadinya penyimpangan atau pemborosan biaya produksi tersebut dimasa yang akan datang.

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada PT Toa Galindra Electronics penulis berpendapat bahwa perusahaan telah memanfaatkan biaya standar sebagai standar yang telah ditetapkan dengan maksimal seperti :

a. Standar yang telah ditetapkan dimanfaatkan untuk membantu dalam penyusunan anggaran, karena dapat digunakan untuk mengetahui apakah adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan produksi.

b. Standar yang telah ditetapkan oleh peusahaan telah dimanfaatkan untuk membantu pengendalian biaya produksi, karena penyusunannya dimaksudkan sebagai tolak ukur penilaian terhadap pelaksanaan operasi dan kebijakan yang telah ditetapka dalam anggaran dijadikan pedoman oleh perusahaan untuk mengetahui besarnya biaya yang seharusnya dikeluarkan.

c. Standar yang ditetapkan dapat dijadikan sebagai alat untuk memotivasi serta mengukur efisiensi, maksudnya agar hasil produski dapat dicapai sesuai yang diharapkan.

d. Standar dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh pihak manajemen perusahaan untuk mengetahui dan mengukur biaya-biaya yang berlebihan yang mingkin bisa

156 diketahui atau terjadi tanpa adanya standar yang mungkin merupakan suatu pemborosan bagi perusahaan.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan pada PT Toa Galindra Electronics, mengenai biaya produksi penulis berpendapat bahwa pihak perusahaan telah mengendalikan biaya produksi walaupun tidak sesempurna yang diharapkan tetapi sejauh ini usaha yang dilakukan sudah cukup maksimal.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Pada bagian ini penulis mencoba menarik kesimpulan dari data yang sudah ditampilkan sebelumnya. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah :

1. Dari hasil perhitungan untuk 20.000 unit microphone biaya standar bahan baku Rp. 3.586.400.000,-, biaya standar tenaga kerja langsung Rp. 12.933.773 dan biaya overhead pabrik Rp.62.383.292,- sehingga didapat biaya produksi standar adalah Rp. 3.661.717.065 atau Rp. 183.085,85/unit sedangkan biaya aktualnya adalah biaya bahan baku Rp.3.323.720.000,-, biaya tenaga kerja langsung Rp. 16.916.974,- dan biaya overhead pabrik Rp. 68.361.841,- biaya produksi aktualnya adalah Rp.3.408.998.815,- atau Rp.170.449,94/unit. Maka dari hasil perhitungan jika dibandingkan dengan aktualnya dimana biaya standar sebesar Rp. 183.085,85/unit, sedangkan aktualnya sebesar Rp.170.449,94/unit, artinya biaya standar lebih besar 7% dibandingkan aktulnya, sehingga penulis menyatakan tingkat kesesuaian biaya standar yang telah ditetapkan oleh PT Toa Galindra Electronics sudah baik atau cukup sesuai. Adapun faktor penyebab selisih menguntungkan pada biaya bahan baku adalah adanya penggantian pada pemasok bahan baku dan adanya selisih kurs pada saat pembelian, sedangkan faktor yang merugikan pada biaya tenaga kerja langsung adalah adanya kenaikan UMR dan tunjangan lainnya, selisih merugikan pada overhead pabrik adalah adanya penyusutan pada mesin baru yang dibeli pada diawal tahun 2010.

2. Manfaat biaya standar yang ditetapkan oleh PT Toa Galindra Electronics bermanfaat untuk perbaikan kualitas dengan cara melaksanakan program-program sebagai berikut :

a. Sebagai alat perencanaan yaitu : perusahaan menyusun anggaran yang dapat digunakan di masa yang akan datang yang diwujudkan dalam satuan mata uang, penyusunan tersebut digunakan untuk mengetahui apakah adanya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaannya.

b. Sebagai alat pelaksanaan yaitu : Standar yang ditetapkan oleh perusahaan telah dimanfaatkan dalam pengendalian biaya produksi karena penyusunannya dimaksudkan sebagai tolak ukur bagaimana pekerjaan seharusnya dilaksanakan dan pada tingkat biaya berapa pekerjaan tersebut seharusnya dilaksanakan. c. Sebagai alat pengawasan yaitu : Salah satu pelaksanaan pengawasan yang baik

bagi perusahaan adalah membandingkan hasil pelaksanaan yang sesungguhnya dengan yang seharusnya terjadi. Biaya standar memberikan dasar untuk perbandingan tersebut.

d. Sebagai alat tindaklanjut yaitu : Menindak lanjuti atas apa yang didapatkan selama proses produksi. Arti lainnya adalah mencapai tujuan dan menstandarisasikan proses atau belajar dari pengalaman untuk memulai lagi pada kondisi yang tepat.

157 5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis mengajukan beberapa saran perbaikan yang diharapan dapat bermanfaat bagi perkembangan perusahaan di masa mendatang.

1. Biaya standar yang telah dilaksanakan dengan baik harus dipertahankan dengan mempertimbangkan dengan keadaan-keadaan dieksternal seperti kenaikan kurs, kenaikan upah tenaga kerja dan potongan harga pembelian.

2. Untuk perbaikan kualitas dimasa yang akan datang, maka manfaat dari biaya standar ini dipergunakan sebagai dasar untuk melaksanakan aktifitas sebelum proses produksi dimulai, dimana melaksanakan rapat terlebih dahulu dengan seluruh bagian yang terkait dengan aktifitas produksi.

3. Agar pelaksanaan produksi sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan sebaiknya prosedur kerja menggunakan job sheet production

158 DAFTAR PUSTAKA

Abdul Halim, Dasar-dasar Akuntansi Biaya, Edisi Keempat, Cetakan Ketiga, BPFE-Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1999

Al. Haryono Jusup, Dasar-dasar Akuntansi, Edisi II, STIE YKPN, Yogyakarta, 1994 Carter and Usry, Akuntasi Biaya, Edisi XIII, Jakarta : Salemba Empat, 2005

Firdaus Ahmad Dunia Wasilah, Akuntansi Biaya, Edisi 2, Jakarta : Salemba Empat, 2009 Horngen, Foster, Akuntansi Biaya Suatu Pendekatan Manajerial, Edisi 10 jilid 1, Jakarta,

Erlangga, 2000

Mas’ud Machfoedz, Akuntansi Manajemen, Buku Dua Jogyakarta: BPFE ,1989

Mulyadi, Akuntansi Biaya, Edisi 5 Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan YKPN, 2000 Supriyono, Akuntansi Biaya Pengumpulan Biaya dan Penentuan Harga Pokok, Edisi 2

Buku1, Yogyakarta : BPFE, 1999

Sudjana, Metode Statistika, Bandung, Tarsito, 2002

Usry, Hammer, Akuntansi Biaya Perencanaan dan Pengendalian, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1999

Willson, Cmpbell, Controllership Tugas Akuntansi Manajemen, Jakarta : Salemba Empat,