• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Perencanaan

Ide awal penelitian ini berawal dari peneliti melihat rendahnya motivasi

belajar siswa, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan rasa senang belajar

ekonomi siswa sebagian siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Depok

Yogyakarta. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian ini untuk

memperbaiki dan meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir

tingkat tinggi, dan rasa senang belajar ekonomi siswa SMA Negeri 1 Depok

Yogyakarta.

b. Temuan Awal

Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat motivasi

belajar siswa dan rasa senang belajar ekonomi siswa pra observasi tindakan

(based-line) dan melihat hasil ulangan harian untuk mengetahui tingkat

kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pra tindakan dengan cara

menganalisis soal ulangan harian I. Soal ulangan harian I ini tidak semua

memuat aspek pertanyaan mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dari 5 soal ekonomi terdapat 3 soal yang termasuk dalam aspek kemampuan

Untuk dapat mengetahui tingkat motivasi siswa sebelum penerapan

tindakan (Base-line), peneliti menggunakan kuesioner yang terdiri dari 22

pernyataan. Berikut data hasil kuesioner motivasi belajar pra tindakan.

Tabel 5. 1

Hasil Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Pra Tindakan (Based-line) Kelas Golongan Motivasi Frekuensi Persetase (%) 81%-100% Sangat tinggi - - 66%-80% Tinggi 13 40% 56%-65% Cukup 15 47% 46%-55% Rendah 4 13% > 45% Sangat Rendah - - Jumlah 32 100%

Sumber : Pra Penelitian, 2016

Dari tabel hasil kuesioner motivasi belajar pra penelitian (based-line)

diketahui bahwa 13 orang memiliki tingkat motivasi tinggi (40%), 15 siswa

memiliki motivasi yang cukup (47%), dan 4 orang siswa memiliki motivasi

yang rendah (13%). Diharapkan hasil kuesioner sesudah proses

pembalajaran dengan model accelerated learning dapat mengalami

peningkatan. Motivasi belajar siswa diharapkan dapat meningkat pada

kriteria sangat tinggi dan tinggi.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pra penelitian (based-line)

dilihat dari nilai ulangan tengah semester siswa. Hasil ulangan harian 1

Tabel 5.2

Nilai Ulangan Harian 1 Siswa Pra Tindakan (Based-line) No Nama Nilai Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mampu Belum Mampu

1 Ahnaf Pratama Jihanuri 78.5 V

2 Alivia Putri Rahmadani 77.5 V

3 Annastazkia Nanda Prawianti 84.5 V

4 Aziz Satria Hutama 93.5 V

5 Benedicta Vembrihani Olsananda 78 V

6 Berlian Bintang Wima Putri 84 V

7 Chika Novioleta Caesarinda 86 V

8 Citra Winda Naomi 85 V

9 Daniel Ananta Bagaskara 85.5 V

10 Dimas Ilham Agus Santoso 86 V

11 Dian Sakti Falahuddin 79.5 V

12 Dianseta Hidayah Ekawati 85.5 V

13 Erlangga Jati Kusuma 83 V

14 Erni Wulandari 82.5 V

15 Gita Kumalasari 87.5 V

16 Irfan Zidni 77.5 V

17 Jennifer Mega Putri 86.5 V

18 Keyvinia Fitri Lamtiur Simamora 79.5 V

19 Muhammad Rifki Nurfauzi 84.5 V

20 Nadia Hasna Rahmadhani 66 V

21 Naufal Rafi Difanka 77.5 V

22 Nia Novita Christianingsih 78 V

23 Pasca Violita Langit 84.5 V

24 Raja Hafiz Amurulloh Akbar 55.5 V

25 Rinening Amartia Piscesta 87 V

26 Riri Rahmawati 93.5 V

27 Sabrina Tessa Adzhani 71.5 V

28 Seila Alfauziah Putri 90 V

29 Sukma Ari Anggun Pratiwi 84.5 V

30 Tabita Titah Dewanti 94.5 V

31 Valentina Sarah Listyarino Putri 95.5 V

32 Wignyo Garjito 84 V

Catatan: Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 76 Sumber : Pra Penenlitian, 2016

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran ekonomi di SMA

harian I dengan materi ketenagakerjaan 29 siswa (91%) sudah tuntas dan

memenuhi keriteria ketuntasan minimal, namun 3 siswa (9%) belum tuntas

memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Soal ulangan harian I tersebut

terdapat dua tipe soal yaitu pilihan ganda dan uraian. Soal uraian tersebut

terdapat tiga soal yang memuat aspek kemampuan siswa untuk berpikir

tingkat tinggi yaitu nomor dua dan tiga mengacu pada kemampuan

menganalisis (c4) dan soal nomor lima mengacu pada kemampuan

mengevaluasi (c5). Namun dilihat dari jawaban siswa kelas XI IPS 2 pada

ulangan harian I, terlihat kemampuan siswa dalam berpikir tingkat tinggi

cenderung lemah. Sebagian siswa sudah dapat dikatakan mampu berpikir

tingkat tinggi dalam menyampaikan jawaban pada soal yang memuat HOTS

yaitu mampu dalam menganalisis dan mengevaluasi serta dengan

menggunakan bahasa sendiri. Siswa yang cenderung belum mampu

menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, di mana siswa hanya

menjawab soal dari hasil hafalan. Menghafal sendiri merupakan salah satu

keterampilan pada kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS).

Dari hasil jawaban soal uraian yang memuat kemampuan berpikir

tingkat tinggi ulangan harian I, masih banyak siswa yang belum mampu

yaitu sebanyak 19 siswa (59%) dan siswa yang sudah mampu berpikir

tingkat tinggi yaitu hanya 13 siswa (41%) dari keseluruhan jumlah siswa di

kelas XI IPS 2. Melihat siswa yang belum banyak menggunakan

kemampuan berpikir tingkat tinggi peneliti menggunakan accelerated

adalah berkreasi, bukan mengkonsumsi maka siswa dituntut untuk lebih

kreatif dalam menyampaikan pendapat serta mampu menciptakan sesuatu

dari hasil temuannya terutama dalam menjawab soal dan bukan hanya

mengkonsumsi materi yang disampaikan guru kemudian dituliskan sama

persis di jawaban siswa. Pada kemampuan berpikir tingkat tinggi terdapat

tingkatan pada c6 yaitu mencipta. Berkreasi berarti menciptakan sesuatu

yang baru dari hasil belajar siswa.

Prinsip kedua yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat

tinggi siswa yaitu pembelajaran langsung pada banyak tingkatan secara

simultan. Tingkatan simultan yaitu siswa secara sadar dan bawah sadar baik

mental ataupun fisik digunakan dalam menyerap pembelajaran. Pada

kemampuan berpikir tingkat tinggi sendiri terdapat 3 tingkatan berpikir

yaitu menganalisis (c4), mengavaluasi (c5), dan mencipta (c6). Maka

dengan menerapkan accelerated learning siswa mampu meningkatkan

kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Tingkat rasa senang belajar ekonomi sebelum penerapan (based-line),

peneliti menggunakan 30 pernyataan. Hasil kuesioner dapat dilihat pada

tabel berikut:

Tabel 5.3

Hasil Kuesioner Rasa Senang Belajar Ekonomi Siswa Pra Tindakan (Based-line)

Kelas Golongan Rasa

Senang Belajar Frekuensi

Persetase (%) 81%-100% Sangat tinggi 2 6% 66%-80% Tinggi 14 44% 56%-65% Cukup 13 41% 46%-55% Rendah 3 9%

> 45% Sangat Rendah - -

Jumlah 32 100%

Sumber : Pra Penelitian, 2016

Dari tabel hasil kuesioner rasa senang belajar ekonomi pra penelitian

(based-line) diketahui bahwa 2 siswa memiliki kriteria rasa senang belajar

ekonomi (6%), 14 siswa memiliki tingkat rasa senang belajar tinggi (44%),

13 siswa memiliki tingkat rasa senang belajar ekonomi cukup (41%), dan 3

siswa memiliki tingkat rasa senang belajar ekonomi rendah (9%).

Dari hasil kuesioner diharapkan tingkat rasa senang belajar ekonomi

siswa setelah proses pembelajaran dengan model accelerated learning dapat

mengalami peningkatan. Tingkat rasa senang belajar ekonomi siswa

diharapkan berada di kriteria sangat tinggi dan tinggi yaitu kelas interval

81%-100% dan 66%-80%.

Pada tahap perencanaan tindakan peneliti menyusun Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bersama dengan guru, menentukan musik

instrumen, menyiapkan poster-poster yang digunakan, menyiapkan lembar

soal siswa yang akan digunakan dalam pembelajaran model accelerated

learning.

1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

dengan model accelerated learning sesuai materi yang diberikan guru

serta lembar soal siswa.

2) Menyiapkan bahan pembelajaran model accelerated learning, musik

digunakan adalah musik yang lembut dan nyaman untuk siswa ketika

mengikuti pelajaran seperti Kintaro & Kenny G serta poster-poster

tokoh-tokoh ekonomi seperti Adam Smith, David Ricadro, siklus

perdagangan internasional.

3) Membuat Hand Out

Setelah menyiapkan bahan untuk pembelajaran ekonomi mengenai

pembangunan ekonomi, kemudian peneliti dan guru pengampu yaitu

membuat hand out. Hand out ini untuk mempermudah para siswa

mempelajari materi yang disampaikan oleh guru pada materi

pembangunan ekonomi yang termasuk sulit untuk dipahami.

Dokumen terkait