• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4. Refleksi

Hasil dari penelitian pada saat sebelum implementasi pengukuran tingkat

motivasi pada sebelum implementasi tidak terdapat siswa yang memiliki

motivasi sangat tinggi (0%) dan 13 siswa yang termasuk dalam kriteria tingkat

hal ini dikarenakan penggunaan model pembelajaran yang monoton yaitu guru

menggunakan metode ceramah dan kurang bervariasi model-model yang

digunakan oleh guru, sehingga siswa cenderung merasa bosan, mudah

mengantuk, dan kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran ekonomi di

kelas.

Namun setelah tindakan penggunaan model pembelajaran accelerated

learning tingkat motivasi siswa kelas XI IPS 2 meningkat. 20 siswa (63%) termasuk dalam kriteria tingkat motivasi sangat tinggi 9 siswa termasuk kriteria

motivasi tinggi (28%) ini berarti total dari ketercapaian setelah tindakan I yaitu

91%. Peningkatan motivasi ini disebabkan karena siswa senang dengan model

pembelajaran yang digunakan oleh guru. Siswa merasa lebih termotivasi di

dalam pembelajaran karena siswa dapat secara bebas cara belajar yang mereka

gunakan serta pembelajaran diselingi dengan musik latar. Model pembelajaran

accelerated learning juga masih sangat jarang digunakan sehingga siswa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran dan lebih mudah berkonsentrasi dalam

mengikuti pelajaran.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sebelum tindakan dikatakan rendah

meskipun secara pencapaian nilai KKM siswa sudah tuntas. Hasil ulangan

harian pertama pada materi ketenagakerjaan 29 siswa tuntas nilai KKM (91%)

dan 3 siswa belum tuntas nilai KKM (3%). Namun dilihat dari aspek

kemampuan berpikir tingkat tinggi sebanyak 19 siswa sudah mampu berpikir

tingkat tinggi (59%) dan 13 siswa belum mampu berpikir tingkat tinggi (41%).

perintah dalam soal adalah menganalisis dan mengevaluasi. Jawaban siswa juga

kebanyakam sama dengan apa yang ada dibuku bukan hasil dari berpikir.

Pada saat setelah implementasi accelerated learning kemampuan berpikir

tingkat tinggi siswa sudah dapat dikatakan meningkat. Sebanyak 29 siswa sudah

mampu berpikir tingkat tinggi (91%) dan 3 siswa belum mampu berpikir tingkat

tinggi (9%). Terlihat siswa yang mampu berpikir tingkat tinggi menjawab

soal-soal dengan tingkatan kesukaran yang berbeda pada aspek kemampuan berpikir

tingkat tinggi. Siswa mampu membahasakan sendiri apa yang sudah dipahami

dari maateri yang telah diajarkan oleh guru untuk menjawab soal kemampuan

berpikir tingkat tinggi tersebut. Hal ini berarti siswa tidak hanya menghafal

namun juga secara langsung mencari dan memecahkan masalah pada soal

ekonomi sesuai dengan apa yang dipahami. Kegiatan diskusi kelompok ikut

berperan dalam peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Cara belajar

masing-masing siswa berbeda, ide yang dihasilkan juga berbeda namun dengan

diskusi kemudian mereka saling bertukar pendapat untuk menjawab pertanyaan

dalam pemecahan masalah pada artikel berita ekonomi. Sesuai dengan tujuan

pembelajaran pada abad 21 ini yang menuntut siswa untuk mampu berpikir

kreatif dan aktif yang akan menciptakan sesuatu yang baru dari apa yang

dipelajari selama kegiatan belajar. Siswa juga akan cepat dan mudah memahami

pelajaran yang disampaikan oleh guru, karena dalam belajar siswa tidak dibatasi

oleh guru untuk mencari informasi dari apa yang dipahami dan

Rasa senang belajar ekonomi siswa pada saat sebelum tindakan penggunaan

model accelerated learning, 2 siswa yang memiliki rasa senang pada kriteria

sangat tinggi (6%) dan 14 siswa memiliki kriteria rasa senang belajar ekonomi

tinggi (44%). Sedangkan pada saat setelah tindakan I rasa senang belajar siswa

meningkat menjadi 30 siswa (94%), terdiri dari 21 siswa berada pada tingkar

tasa senang belajar sangat tinggi (66%) dan 9 siswa memiliki rasa senang

belajar tinggi (38%). Hal ini dikarenakan siswa lebih senang dan nyaman ketika

mengikuti pembelajaran ekonomi di kelas. Guru yang memulai pembelajaran

dengan memberikan salam, menyapa siswa, serta memberikan motivasi siswa

lebih merasa senang karena ada rangsangan dari guru yang mempunyai

semangat serta menghidupkan suasana ketika akan memulai pembelajaran

ekonomi. Musik pengiring yang lembut membuat siswa lebih mudah

berkonsentrasi, interaksi siswa dengan siswa sehingga siswa lebih mudah untuk

mendalami karena ada kegiatan diskusi di dalam kelas, guru mendekati secara

personal untuk menanyakan apa yang menjadi kesulitan pada saat mengerjakan

tugas, dan siswa juga dapat berkreasi untuk memecahkan masalah namun siswa

kurang menyukai poster-poster yang berkaitan dengan mata pelajaran

ekonomi,. Perasaan senang dan nyaman di kelas ini dapat meningkatkan

motivasi dan gairah siswa di dalam pembelajaran.

Model pembelajaran konvensional yang biasanya guru hanya menggunakan

model ceramah di dalam kelas. Model pembelajaran ini hanya berpusat pada

guru, siswa cenderung menghafal apa yang telah dikatakan atau diterangkan

ini kurang menyenangkan sehingga siswa akan malas dalam mengikuti kegiatan

di dalam kelas yang menuntut keaktifan dan interaksi siswa didalam kelas

seperti interaksi antara siswa dengan lingkungan sosial siswa, siswa dengan

lingkungan fisik kelas dan musik dalam kelas.

Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada siklus 1 pelaksanaan pembelajaran

ekonomi di SMA Negeri 1 Depok sudah optimal. Hal tersebut karena model

pembelajaran accelerated learning merupakan model pembelajaran yang

mempunyai unsur untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu siswa

secara sadar belajar ekonomi, kemampuan berpikir tingkat tinggi di mana siswa

mampu berkreatif bukan hanya megkonsumsi dari proses belajar, dan rasa

senang (gembira) siswa dalam belajar ekonomi di mana siswa menggunakan

emosi yang positif dalam kegiatan belajar serta lingkungan belajar dengan

modelaccelerated learning yang menyenangkan dan tidak membosankan yaitu

terdapat musik pengiring dalam kegiatan belajar, kondisi kelas yang

menyenangkan serta siswa mampu menciptakan kondisi sosial dengan guru dan

teman sekelas.

Dokumen terkait