BAB IX Sunan Muria
2. Perj uangan Sunan Gunung Jat
dinamakan sesuai dengan put ri Pangeran Cakrabuana yait u Pakungwat i.
Dal am wakt u singkat Negeri Caruban Larang t elah t erkenal ke sel uruh Tanah Jawa, t erdengar pul a ol eh Prabu Sil iwangi sel aku penguasa daerah Jawa Barat . Set el ah menget ahui negeri baru t ersebut dipimpin put ranya sendiri, maka sang Raj a t idak keberat an walau hat inya kurang berkenan. Sang Prabu akhirnya j uga merest ui t ampuk pemerint ahan put ranya, bahkan sang Prabu memberinya gelar Sri Manggana.
Sement ara it u dal am usia muda Syarif Hidayat ul l ah dit inggal mat i ol eh ayahnya. Ia dit unj uk unt uk menggant ikan kedudukannya sebagai Raj a Mesir, t api anak muda yang masih berusia dua pul uh t ahun it u t idak mau. Dia dan ibunya bermaksud pul ang ke t anah Jawa berdakwah di Jawa Barat . Kedudukan ayahnya it u kemudian diberi kan kepada adiknya yait u Syarif Nurul l ah.
Sewakt u berada di negeri Mesir, Syarif Hidayat ul l ah berguru kepada beberapa ulama besar didarat an Timur Tengah. Dal am usia muda it u ilmunya sudah sangat banyak, maka ket ika pul ang ke t anah l el uhurnya yait u Jawa, ia t idak merasa kesul it an mel akukan dakwah.
2. Perj uangan Sunan Gunung Jati
Sering kal i t erj adi kerancuan ant ara nama Fat ahil l ah dengan Syarif Hidayat ul l ah yang bergel ar Sunan Gunung Jat i. Orang menganggap Fat ahil l ah dan Syarif Hidayat ul l ah adal ah sat u, t et api yang benar adal ah dua orang. Syarif Hidayat ul l ah cucu Raj a Paj aj aran adal ah seorang penyebar agama Islam di Jawa Barat yang kemudian disebut Sunan Gunungj at i.
Sedang Fat ahil l ah adal ah seorang pemuda Pasai yang dikirim Sul t an Trenggana membant u Sunan Gunungj at i berperang mel awan penj aj ah Port ugis.
Bukt i bahwa Fat ahil l ah bukan Sunan Gunungj at i adal ah makam dekat Sul t an Gunungj at i yang ada t ul isan Tubagus Pasai Fat hul l ah at au Fat ahil l ah at au Fal et ehan menurut l idah orang Port ugis. Syarif Hidayat ul lah dan ibunya Syarif ah Muda’ im dat ang di negeri Caruban Larang Jawa Barat pada t ahun 1475 sesudah mampir dahul u di Guj arat dan Pasai unt uk menambah pengal aman. Kedua orang it u disambut gembira oleh Pangeran Cakrabuana dan kel uarganya. Syekh Dat uk Kahf i sudah waf at , guru Pangeran Cakrabuana dan Syarif ah Muda’ im it u dimakamkan di Pasambangan. Dengan al asan agar selal u dekat dengan makam gurunya, Syarif ah Muda’ im mint a agar diij inkan t inggal di Pasambangan at au Gunungj at i.
Syarif ah Muda’ im dan put ranya yait u Syarif Hi dayat ul l ah meneruskan usaha Syekh Dat uk Kahf i membuka Pesant ren Gunungj at i. Sehingga kemudian dari Syarif Hidayat ul lah l ebih dikenal dengan sebut an Sunan Gunungj at i.
Tibalah saat yang dit ent ukan, Pangeran Cakrabuana menikahkan anaknya yait u Nyi Pakungwat i dengan Syarif Hidayat ul l ah. Sel anj ut nya yait u pada t ahun 1479, karena usianya sudah l anj ut Pangeran Cakrabuana menyerahkan kekuasaan Negeri Caruban kepada Syarif Hidayat ul l ah dengan gel ar Susuhunan art inya orang yang dij unj ung t inggi. Disebut kan, pada t ahun pert ama pemerint ahannya Syarif Hidayat ul l ah berkunj ung ke Paj aj aran unt uk mengunj ungi kakeknya yait u Prabu Sil iwangi. Sang Prabu diaj ak masuk Isl am kembal i t api t idak mau. Mest i Prabu Sil iwangi t idak mau masuk Isl am, dia t idak menghal angi cucunya menyiarkan agama Isl am di wil ayah Paj aj aran. Syarif Hidayat ul l ah kemudian mel anj ut kan perj al anan ke Serang. Penduduk Serang sudah ada yang masuk Isl am dikarenakan banyaknya saudagar dari Arab dan Guj arat yang sering singgah ke t empat it u.
Kedat angan Syarif Hidayat ul l ah disambut baik ol eh adipat i Bant en. Bahkan Syarif Hidayat ul l ah dij odohkan dengan put ri Adipat i Bant en yang bernama Nyi Kawungt en. Dari perkawinan inil ah kemudian Syarif Hidayat ul lah di karuniai orang put ra
yait u Nyi Rat u Winaon dan Pangeran Sebakingking. Dal am menyebarkan agama isl am di Tanah Jawa, Syarif Hidayat ul l ah at au Sunan Gunungj at i t idak bekerj a sendirian, bel iau sering ikut bermusyawarah dengan anggot a wal i lainnya di Masj id Demak. Bahkan disebut kan bel iau j uga membant u berdrinya Masj id Demak. Dari pergaulannya dengan Sul t an Demak dan para Wal i l ainnya ini akhirnya Syarif Hidayat ul l ah mendirikan Kesul t anan Pakungwat i dan ia memproklamirkan diri sebagai Raj a yang pert ama dengan gel ar Sult an.
Dengan berdirinya Kesul t anan t ersebut Cirebon t idak l agi mengirim upet i kepada Paj aj aran yang biasanya disal urkan l ewat Kadipat en Gal uh. Tindakan ini dianggap sebagai pembangkangan ol eh Raj a Paj aj aran. Raj a Paj aj aran t ak pedul i siapa yang berdiri di bal ik Kesul t anan Cirebon it u maka dikirimkannya pasukan praj urit pil ihan yang dipimpin ol eh Ki Jagabaya. Tugas mereka adalah menangkap Syarif Hidayat ul l ah yang dianggap l ancang mengangkat diri sebagai raj a t andingan Paj aj aran. Tapi usaha ini t idak berhasil , Ki Jagabaya dan anak buahnya mal ah t idak kembal i ke Paj aj aran, mereka masuk Isl am dan menj adi pengikut Syarif Hidayayul l ah.
Dengan bergabungnya praj urit dan perwira pil ihan ke Cirebon maka makin bert ambah besarl ah pengaruh Kesul t anan Pakungwat i. Daerah-daerah l ain sepert i : Surant aka, Japura, Wana Giri, Tel aga dan lain-l ain menyat akan diri menj adi wi l ayah Kasul t anan Cirebon. Lebih-l ebih dengan diperl uasnya Pel abuhan Muara Jat i, makin bert ambah besarlah pengaruh Kasul t anan Cirebon. Banyak pedagang besar dari negeri asing dat ang menj al in persahabat an. Diant aranya dari negeri Tiongkok. Sal ah seorang kel uarga ist ana Cirebon kawin dengan Pembesar dari negeri Cina yang berkunj ung ke Cirebon yait u Ma Huan. Maka j al inan ant ara Cirebon dan negeri Cina makin erat .
Bahkan Sunan Gunungj at i pernah diundang ke negeri Cina dan kawin dengan put ri Kaisar Cina yang bernama Put ri Ong Tien. Kaisar Cina yang pada saat it u dari dinast i Ming j uga beragama Isl am. Dengan perkawinan it u sang Kaisar ingin menj al in erat hubungan baik ant ara Cirebon dan negeri Cina, hal ini t ernyat a mengunt ungkan bangsa Cina unt uk dimanf aat kan dal am dunia perdagangan.
Sesudah kawin dengan Sunan Gunungj at i, Put ri Ong Tien di gant i namanya menj adi Nyi Rat u Rara Semanding. Kaisar ayah Put ri Ong Tien ini membekali put ranya dengan hart a benda yang t idak sedikit , sebagian besar barang-barang peninggal an put ri Ong Tien yang dibawa dari negeri Cina it u sampai sekarang masih ada dan t ersimpan di t empat yang aman. Ist ana dan Masj id Cirebon kemudian dihiasi dan diperl uas l agi dengan mot if -mot if hiasan dinding dari negeri Cina. Masj id Agung Sang Cipt arasa dibangun pada t ahun 1480 at as prakar sa Nyi Rat u Pakungwat i at au ist ri Sunan Gunungj at i. Dari pembangunan masj id it u mel ibat kan banyak pihak, diant aranya Wal i Songo dan sej uml ah t enaga ahl i yang di kirim ol eh Raden Pat ah. Dal am pembangunan it u Sunan Kal ij aga mendapat penghormat an unt uk mendirikan Soko Tat al sebagai l ambang persat uan ummat .
Sel esai membangun masj id, diserukan dengan membangun j al an-j al an raya yang menghubungkan Cirebon dengan daerah-daerah Kadipat en l ainnya unt uk memperl uas pengembangan Isl am di sel uruh Tanah Pasundan. Prabu Sil iwangi hanya bisa menahan diri at as perkembangan wil ayah Ci rebon yang semakin l uas it u. Bahkan wil ayah Paj aj aran sendiri sudah semakin t erhimpit .
Pada t ahun 1511 Mal aka diduduki ol eh bangsa Port ugis. Selanj ut nya mereka ingin mel uaskan kekuasaan ke Pul au Jawa. Pel abuhan Sunda Kel apa yang j adi incaran mereka unt uk menancapkan kuku penj aj ahan. Demak Bint oro t ahu bahaya besar yang mengancam kepulauan Nusant ara. Ol eh karena it u Raden Pat ah mengirim Adipat i Unus at au Pangeran Sabrang Lor unt uk menyerang Port ugis di Mal aka. Tapi usaha it u t ak membuahkan hasil , persenj at aan Port ugis t erl al u l engkap, dan mereka t erl anj ur mendirikan bent eng yang kuat di Mal aka.
Ket ika Adipat i Unus kembal i ke Jawa, seorang pej uang dari Pasai (Mal aka) bernama Fat ahil l ah ikut berl ayar ke Pul au Jawa. Pasai sudah t idak aman l agi bagi mubal igh sepert i Fat ahil l ah karena it u bel iau ingin menyebar kan agama Isl am di Tanah Jawa.
Raden Pat ah waf at pada t ahun 1518, berkedudukannya digant ikan ol eh Adipat i Unus at au Pangeran Sabrang Lor, baru saj a bel iau dinobat kan muncul l ah pemberont akanpemberont akan dari daerah pedal aman, didal am usaha memadamkan pemberont akan it u Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia, gugur sebagai pej uang sahid. Pada t ahun 1521 Sul t an Demak di pegang ol eh Raden Trenggana put ra Raden Pat ah yang ket iga. Di dal am pemerint ahan Sul t an Trenggana inil ah Fat ahillah diangkat sebagai Pangl ima Perang yang akan dit ugaskan mengusir Port ugis di Sunda Kel apa.
Fat ahil l ah yang pernah berpengal aman mel awan Port ugis di Mal aka sekarang harus mengangkat senj at a lagi. Dari Demak mul a-mula pasukan yang dipimpinnya menuj u Cirebon. Pasukan gabungan Demak Cirebon it u kemudian menuj u Sunda Kel apa yang sudah dij arah Port ugis at as bant uan Paj aj aran.
Mengapa Paj aj aran membant u Port ugis ? Karena Paj aj aran merasa iri dan dendam pada perkembangan wil ayah Ci rebon yang semakin l uas, ket ika Port ugis menj anj ikan bersedia membant u merebut wilayah Paj aj aran yang dikuasai Cirebon maka Raj a Paj aj aran menyet uj uinya.
Mengapa Pasukan gabungan Demak-Cirebon it u t i dak dipimpin ol eh Sunan Gunungj at i ? Karena Sunan Gunungj at i t ahu dia harus berperang melawan kakeknya sendiri, maka diperint ahkannya Fat ahil l ah memimpin serbuan it u. Pengal aman adal ah guru yang t erbaik, dari pengal amannya bert empur di Mal aka, t ahul ah Fat ahil l ah t it ik-t it ik l emah t ent ara dan siasat Port ugis. It u sebabnya dia dapat memberi komando dengan t epat dan set iap serangan Demak-Cirebon sel al u membawa hasil gemilang.
Akhirnya Port ugis dan Paj aj aran kalah, Port ugis kembal i ke Mal aka, sedangkan Paj aj aran cerai berai t ak menent u arahnya. Sel anj ut nya Fat ahi l lah dit ugaskan mengamankan Bant en dari gangguan para pemberont ak yait u sisa-sisa pasukan Paj aj aran. Usaha ini t idak menemui kesul it an karena Fat ahillah dibant u put r a Sunan Gunungj at i yang bernama Pangeran Sebakingking. Di kemudian hari Pangeran Sebakingking ini menj adi penguasa Bant en dengan gel ar Pangeran Hasanuddin.
Fat ahil l ah kemudian diangkat segenap Adipat i di Sunda Kel apa. Dan merubah nama Sunda Kel apa menj adi Jayakart a, karena Sunan Gunungj at i sel aku Sul t an Cirebon t el ah memanggil nya unt uk mel uaskan daerah Cirebon agar Isl am l ebih merat a di Jawa Barat . Bert urut -t urut Fat ahil l ah dapat menakl ukkan daerah TALAGA sebuah negara kecil yang dikuasai raj a Budha bernama Prabu Pacukuman. Kemudian keraj aan Gal uh yang hendak meneruskan kebesaran Paj aj aran l ama. Raj a Galuh ini bernama Prabu Cakraningrat dengan senopat inya yang t erkenal yait u Aria Kiban. Tapi Gal uh t ak dapat membendung kekuat an Cirebon, akhirnya raj a dan senopat inya t ewas dalam peperangan it u.
Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih Fat ahil l ah. Akhirnya Sunan Gunungj at i memanggil ulama dari Pasai it u ke Cirebon. Sunan Gunungj at i menj odohkan Fat ahil l ah dengan Rat u Wul ung Ayu. Sement ara kedudukan Fat ahi llah sel aku Adipat i Jayakart a kemudian diserahkan kepada Ki Bagus Angke. Ket ika usia Sunan Gunungj at i sudah semakin t ua, bel iau mengangkat put ranya yait u Pangeran Muhammad Arif in sebagai Sul t an Cirebon ke dua dengan gel ar Pangeran Pasara Pasarean. Fat ahillah yang di Ci rebon sering disebut Tubagus at au Kyai Bagus Pasai diangkat menj adi penasehat sang Sul t an.
` Sunan Gunungj at i l ebih memusat kan diri pada penyiaran dakwah Isl am di Gunungj at i at au Pesant ren Pasambangan. Namun lima t ahun sej ak pengangkat annya mendadak Pangeran Muhammad Arif in meninggal dunia mendahul ui ayahandanya. Kedudukan Sul t an kemudian diberikan kepada Pangeran Sebakingking yang bergel ar sul t an Maul ana Hasanuddin, dengan kedudukannya di Bant en. Sedang Cirebon wal aupun masih t et ap digunakan sebagai kesul t anan t api Sul t annya hanya bergel ar Adipat i. Yait u Adipat i Carbon I. Adpat i Carbon I ini adalah menant u Fat ahil l ah yang diangkat sebagai Sul t an Cirebon ol eh Sunan Gunungj at i.
Adapun nama asl inya Adipat i Carbon adal ah Aria Kamuning.
Sunan Gunungj at i waf at pada t ahun 1568, dalam usia 120 t ahun. Bersama ibunya, dan pangeran Carkrabuasa bel iau dimakamkan di gunung Sembung. Dua t ahun kemudian waf at pul a Kyai Bagus Pasai, Fat ahil l ah dimakamkan dit empat yang sama, makam kedua t okoh it u berdampingan, t anpa diperant arai apapun j uga.
Demikianl ah riwayat perj uangan Sunan Gunungj at i.