LIABILITIES Berikut ini merupakan rangkuman komponen
37. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN (lanjutan)
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND
COMMITMENTS (continued)
Perusahaan (lanjutan) The Company (continued)
d. Pada tanggal 20 Januari 2012, Perusahaan mengadakan perjanjian pembelian dengan East
Genius Limited, Hongkong, dimana
Perusahaan menyetujui untuk membeli produk sebesar AS$3.500.000 setiap bulannya. Uang muka pembelian persediaan dengan East Genius Limited pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebesar AS$nil dan AS$9.249.152 atau setara dengan Rpnil dan Rp119.017.934.733 (Catatan 10).
d. On January 20, 2012, the Company entered into a purchase agreement with East Genius Limited, Hongkong, whereby the Company agreed to purchase products amounting to US$3,500,000 each month. Advances for the purchase of inventory with East Genius Limited as of December 31, 2015 and 2014 amounted to US$nil and US$9,429,152 or
equivalent with Rpnil and
Rp119,017,934,733, respectively (Note 10).
Entitas Anak – MSI Subsidiary – MSI
a. Pada tanggal 3 Oktober 2008, MSI, telah
menandatangani “Master Franchise
Agreement” dengan 7-Eleven, Inc. suatu
perusahaan yang mengoperasikan,
mengusahakan wara laba atau memberikan
lisensi kepada hampir 36.000 outlet
“convenience retailer store” di 15 negara, yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat.
a. On October 3, 2008, MSI has signed a “Master Franchise Agreement” with 7-Eleven, Inc. a corporation that operates, manages franchise or gives license to almost 36,000 “convenience retailer store” outlets in 15 countries, based in Dallas, Texas, USA.
Merujuk pada Peraturan Nomor X.K.1
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
No. Kep-86/PM/1996 tanggal 24 Januari 1996, pada tanggal 15 April 2009 Perusahaan telah memberitahukan kepada Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(BAPEPAM-LK) bahwa MSI telah
menandatangani “Master Franchise
Agreement” dengan 7-Eleven, Inc.
In compliance with Regulation No. X.K.1 the Capital Market Supervisory Agency Decision Letter No. Kep-86/PM/1996 dated January 24, 1996, on April 15, 2009, the Company has informed the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM- LK) that MSI has signed a “Master Franchise Agreement” with 7-Eleven, Inc.
MSI memperoleh hak dan lisensi untuk mengembangkan dan mengoperasikan gerai merek “7-Eleven” di pulau Jawa, Indonesia, untuk masa dua puluh (20) tahun dan masa perpanjangan sepuluh (10) tahun.
MSI obtained the rights and license to develop and operate “7-Eleven” brand outlets in Java island, Indonesia for 20 (twenty) years period and extension period for 10 (ten) years.
Hak dan lisensi untuk mengembangkan
dan mengoperasikan outlet tersebut
direpresentasikan sebagai bagian dari Biaya tangguhan, “Beban Tangguhan – Beban Waralaba Awal” pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Rights and license to develop and operate those store outlets is presented as part of deferred charges, “Deferred Charges – Initial
Franchise Fee” on the Company’s
IKATAN (lanjutan) COMMITMENTS (continued)
Entitas Anak - MSI (lanjutan) Subsidiary - MSI (continued)
b. Pada tanggal 5 Oktober 2009, MSI
mengadakan perjanjian waralaba dengan 7-Eleven, Inc. Berdasarkan ketentuan yang
berlaku dalam perjanjian tersebut,
7-Eleven, Inc., memberikan hak kepada MSI
untuk menggunakan sistemnya dalam
persiapan, pemasaran dan penjualan produk, logo dan merek. MSI harus membayar biaya waralaba awal sebesar AS$1.500.000 yang telah dilunasi dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Tangguhan - Beban Waralaba Awal”.
b. On October 5, 2009, MSI entered into a franchise agreement with 7-Eleven, Inc. In accordance with the terms and conditions of the agreement, 7-Eleven, Inc., granted MSI the right to use its system in preparing, marketing and selling products, logo and brands. MSI has to pay an initial franchise fee amounting to US$1,500,000 which was fully paid and presented under “Deferred Charges - Initial Franchise Fee”.
Selain itu, MSI juga diharuskan membayar beban waralaba dengan nilai persentase tertentu. Berdasarkan perjanjian tersebut, royalti dan beban waralaba awal mulai diamortisasi sejak 1 Januari 2010. Royalti yang
dibebankan pada operasi
sebesar Rp11.721.414.223 dan
Rp9.330.718.217 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, dan dicatat sebagai bagian dari “Beban Operasi - Royalti” pada
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian (Catatan 31). Perjanjian ini akan berakhir dalam 20 tahun sejak tanggal efektif dan dapat diperpanjang.
MSI is also required to pay continuing sales income royalty fee at a certain percentage. Based on the above agreement, royalty and initial franchise cost will be amortized starting January 1, 2010. Royalty charged to operations amounted to Rp11,721,414,223 and Rp9,330,718,217 for the years ended December 31, 2015 and 2014, respectively and are presented as part of “Operating Expenses - Royalty” in the consolidated statement of profit or loss and other comprehensive income (Note 31). The agreement will expire in 20 years since the effective date and can be renewed.
c. Pada tanggal 28 Juli 2009, MSI dan PT DHL
Excel Supply Chain Indonesia (DHL)
mengadakan perjanjian dimana DHL
menyediakan jasa distribusi tertentu dan jasa logistik lainnya kepada MSI. Ruang lingkup layanan termasuk mempersiapkan gudang penyimpanan yang berlokasi di gudang penyimpanan milik MSI, menangani distribusi produk di gudang penyimpanan yang baru dari
pemasok, pengaturan gudang dan
penyesuaian sistem manajemen gudang. MSI dikenakan persentase tertentu dari penjualan 7-Eleven atas jasa tersebut. Perjanjian ini berlaku untuk 7 tahun.
c. On July 28, 2009, MSI and PT DHL Excel Supply Chain Indonesia (DHL) entered into an agreement where DHL provides certain warehousing distribution and other logistics services to MSI. The scope of the service includes set up a warehouse located to the
Company’s warehouse facility, handle
products in the new distribution center from
suppliers, warehouse and domestic
transportation setup for Jabodetabek area for all 7-Eleven outlets and customization to warehouse management system. MSI is charged for the service certain percentage of 7-Eleven sales. This agreement is valid for 7 years.
Pada bulan September 2014, MSI dan DHL mengakhiri perjanjian di atas.
In September 2014, MSI and DHL terminated the above agreement.
37. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN (lanjutan)
37. SIGNIFICANT AGREEMENTS AND
COMMITMENTS (continued)
Entitas Anak - MSI (lanjutan) Subsidiary - MSI (continued)
d. Pada tanggal 1 November 2012, MSI dan PT Iron Bird (IB) mengadakan perjanjian dimana IB menyediakan jasa pengangkutan produk ke
toko-toko 7-eleven kepada MSI. MSI
dikenakan tarif atas setiap pengiriman
ditambah dengan biaya asuransi. Perjanjian ini
berlaku sampai dengan tanggal
31 Oktober 2016.
d. On November 1, 2012, MSI and PT Iron Bird (IB) entered into an agreement where IB provides product transportation to 7-eleven stores for MSI. MSI is charged for tariff of each
delivery plus insurance expense. This
agreement is valid until October 31, 2016.
Entitas Anak - MDS Subsidiary – MDS
Efektif tanggal 1 April 2012, MDS mengadakan perjanjian distribusi dengan Ricoh Asia Pacific
Operations Limited (Ricoh), dimana Ricoh
menunjuk MDS sebagai distributor non-eksklusif atas produknya di Indonesia. Perjanjian kerjasama ini berlaku sejak perjanjian ditanda tangani dan tidak mempunyai batas waktu, kecuali saat kedua pihak sepakat mengakhiri perjanjian.
Effective on April 1, 2012, MDS entered into a distributorship agreement with Ricoh Asia Pacific Operations Limited (Ricoh), whereby Ricoh appoints MDS as its non-exclusive distributor of Ricoh’s products in Indonesia. This agreement is effective from the signing date of the agreement and has no expiry date, unless terminated by both parties.
Entitas Anak – FFI Subsidiary – FFI
Berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan tanggal 11 November 2015 FFI dengan Warabeya Nichiyo Co., Ltd., Jepang (WARABEYA) mendirikan suatu usaha patungan, PT Fresh Food Warabeya Indonesia (FFWI) dengan komposisi kepemilikan saham yaitu sebesar 65% untuk FFI dan 35% untuk WARABEYA sehingga total modal disetor FFI adalah sebesar Rp29.250.000.000 dan WARABEYA adalah sebesar Rp15.750.000.000. Akta pendirian FFWI telah diaktakan dalam akta Notaris No. 02 tanggal 6 Januari 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Kumala Tjahjani Widodo S.H. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0003852.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 12 Januari 2016.
Based on the Joint Venture Agreement dated November 11, 2015, FFI and Warabeya Nichiyo Co., Ltd., Japan (WARABEYA) established a joint venture company, PT Fresh Food Warabeya Indonesia (FFWI) with the composition of shares ownership of 65% for FFI and 35% for WARABEYA therefore FFI’s total paid-in capital amounted to Rp29,250,000,000 and WARABEYA amounted to Rp15,750,000,000. The deed of establishment of FFWI is covered by notarial deed No. 02 of Notary Kumala Tjahjani Widodo S.H. dated January 6, 2016. The Notarial Deed was authorized by the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-0003852.AH.01.11.Year 2016 dated January 12, 2016.
Tabel berikut menyajikan klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015:
The following table sets forth the financial assets and financial liabilities of the Company as of December 31, 2015:
Liabilitas keuangan
Diukur pada nilai yang diukur pada
Pinjaman yang wajar melalui biaya perolehan
diberikan dan laba rugi/ diamortisasi/
piutang/Loan Fair value Financial liabilities
and measured through measured
receivables profit or loss at amortised cost Total
31 Desember 2015 December 31, 2015
Aset Keuangan Financial Assets
Aset lancar Current assets
Kas dan bank 30.650.192.861 - - 30.650.192.861 Cash and banks
Kas yang dibatasi penggunaanya 8.548.876.582 - - 8.548.876.582 Restricted cash
Deposito berjangka 50.000.000.000 - - 50.000.000.000 Time deposits
Piutang usaha, neto Trade receivables, net
- Pihak ketiga 129.921.152.778 - - 129.921.152.778 Third parties -
- Pihak berelasi 310.399.004 - - 310.399.004 Related parties -
Piutang lain-lain, neto 125.857.097.780 - - 125.857.097.780 Other receivables, net
Aset derivatif - 13.948.012.807 - 13.948.012.807 Derivative receivable
Aset tidak lancar Non-current assets
Setoran jaminan 6.579.065.314 - - 6.579.065.314 Security deposits
Total 351.866.784.319 13.948.012.807 - 365.814.797.126 Total
Liabilitas keuangan
Diukur pada nilai yang diukur pada
Pinjaman yang wajar melalui biaya perolehan
diberikan dan laba rugi/ diamortisasi/
piutang/Loan Fair value Financial liabilities
and measured through measured
receivables profit or loss at amortised cost Total
Liabilitas Keuangan Financial Liabilities
Liabilitas jangka pendek Current liabilities
Pinjaman bank jangka pendek - - 313.937.309.700 313.937.309.700 Short-term bank loans
Utang usaha Trade payables
- Pihak ketiga - - 91.720.197.086 91.720.197.086 Third parties -
- Pihak berelasi - - - - Related parties -
Beban akrual - - 27.329.535.943 27.329.535.943 Accrued Expense
Utang lain-lain - - 18.886.202.227 18.886.202.227 Other payables
Utang pihak berelasi - - 566.342.735 566.342.735 Due to a related party
Bagian utang jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun: Current maturities of long-term debts:
Pinjaman bank - - 392.063.881.242 392.063.881.242 Bank loans
Sewa pembiayaan - - 15.502.760.283 15.502.760.283 Obligations under finance lease
Pembiayaan konsumen - - 570.011.631 570.011.631 Consumer finance
Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities
Utang jangka panjang, setelah
dikurangi bagian jatuh tempo Long-term debts, net of current
dalam satu tahun: maturities:
Pinjaman bank - - 225.859.429.575 225.859.429.575 Bank loans
Sewa pembiayaan - - 14.117.406.014 14.117.406.014 Obligations under finance lease
Pembiayaan konsumen - - 167.740.763 167.740.763 Consumer finance
Total - - 1.100.720.817.199 1.100.720.817.199 Total
38. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN