• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERLU MEMBUKA KURSUS KEPEMIMPINAN

Dalam dokumen Edisi Desember Edit_OK.indd 1 12/01/ :52:01 (Halaman 46-49)

Oleh : Brigjen TNI Hartomo (Komandan Secapa TNI AD)

PENDAHULUAN.

S

etiap permasalahan individu prajurit maupun satuan, akan selalu dikaitkan dengan kepemimpinan seseorang. Prajurit yang melanggar atau prajurit yang hebat (sukses), satuan yang hancur atau satuan yang sukses (berprestasi), pasti akan dievaluasi melalui pemimpinnya. Tidak asing lagi di lingkungan TNI AD telah dikenal dengan semboyan “Bahwa tidak ada

prajurit yang salah, kecuali pimpinan/komandannya yang salah” Sedemikian pentingnya makna/peran

seorang pemimpin didalam lingkungan TNI AD, hal ini juga dikuatkan oleh istilah bahwa setiap prajurit TNI AD didalam melaksanakan perintah harus melalui

“Satu Garis Komando Tegak Lurus”, artinya bahwa

setiap prajurit yang bertugas wajib hanya menjalankan perintah atasannya langsung. Dua kalimat kunci tersebut di atas cukup untuk memberikan gambaran bahwa kepemimpinan sangatlah penting dalam kehidupan dan pengabdian prajurit. Maknanya bahwa setiap kegagalan maupun keberhasilan Satuan akan dilatarbelakangi oleh kepemimpinan seorang pemimpin, bila ini yang telah menjadi keyakinan kita, maka sistem pengembangan kepemimpinan sangat diperlukan dalam TNI AD. Setidaknya ada dua hal dalam membentuk pemimpin yaitu melalui penugasan dalam jabatan komandan/staf dan melalui pendidikan formal yang diselenggarakan di lingkungan TNI AD, kedua peluang tersebut sangat dominan di dalam membentuk seorang perwira agar bisa menjadi pemimpin yang kompeten.

Setiap prajurit pasti telah mengenal sosok pemimpin seperti Jenderal Soedirman, Jenderal Gatot Soebroto, Jenderal Oerip Soemohardjo, Jenderal Ahmad Yani dan masih banyak lagi, beliau sosok pemimpin sejati, nilai-nilai kepemimpinannya akan selalu dikenang dihati bawahannya. Pemimpin sejati, kehadirannya akan selalu didambakan oleh bawahannya, pemimpin sejati perintahnya akan dirindukan oleh prajuritnya dan pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu mengutamakan kemasylahatan (kepentingan) orang banyak. Saat ini Angkatan Darat banyak dihadapkan kepada kasus-kasus di satuan yang terjadi sebagai akibat/dampak dari kepemimpinan yang gagal, misalnya seorang Danki yang menghukum anak buahnya diluar batas, ada seorang Danyon yang tidak mematuhi aturan Kesatuannya sendiri, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dengan prajuritnya sendiri, dan lain sebagainya. Dengan mencermati berbagai kasus yang terjadi di satuan, tentu tidak lepas dari sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat selama ini. Untuk menemukan sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat kedepan yang tepat/ efektif perlu menggali berbagai masalah terhadap kepemimpinan tersebut, antara lain: Pertama, bagaimana sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat saat ini? Kedua, bagaimana kualitas kepemimpinan di lingkungan TNI AD (mulai dari Pemimpin sejati, kehadirannya akan selalu didambakan

oleh bawahannya, pemimpin sejati perintahnya akan dirindukan oleh prajuritnya dan pemimpin sejati adalah pemimpin yang selalu mengutamakan

strata taktis, operasional dan strategis)? Ketiga, apakah pedoman-pedoman tentang pengembangan pimpinan Angkatan Darat sudah mewadahi? Keempat, apakah perlu perubahan mendasar terhadap sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat? dan Kelima, bagaimana mewadahi perubahan sistem pengembangan kepemimpinan dalam konsep transformasi Angkatan Darat.

Bila seluruh permasalahan tentang sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat dapat dipecahkan, mampukah TNI AD menghasilkan pemimpin-pemimpin yang handal dan kompeten? Lantas seperti apa bentuk sistem pengembangan kepemimpinan Angkatan Darat kedepan, siapa yang bertanggung jawab, kapan sistem ini dimulai, dimana sistem ini dilaksanakan, dan mengapa sistem itu dipilih serta bagaimana metode yang digunakan.Melalui sistem pengembangan kepemimpinan yang akan datang diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus yang terjadi di satuan sebagai akibat dari kegagalan kepemimpinan seorang komandan, bahkan akan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang handal dan kompeten.

INTI PEMBAHASAN.

Meyakini bahwa pemimpin itu bukan saja karena

dilahirkan, tetapi pemimpin dapat dibentuk, atas dasar pemahaman terhadap teori tersebut, maka TNI Angkatan Darat kedepan perlu membentuk kader-kader pemimpin melalui pendidikan/kursus kepemimpinan secara terukur dan berjenjang yang dilaksanakan oleh Lemdik di jajaran TNI AD. Karena pendidikan/kursus kepemimpinan adalah salah satu proses pembentukan kepemimpinan yang tepat selain melalui penugasan. Melalui kursus kepemimpinan inilah, nantinya akan terbentuk dan terlahirkan pemimpin-pemimpin sejati, pemimpin yang handal dan pemimpin yang kompeten. Apa itu pemimpin sejati dan apa itu pemimpin handal serta apa itu pemimpin kompeten? Tiga hal tersebut adalah ciri pemimpin yang didambakan oleh TNI AD kedepan. Kursus kepemimpinan ini akan menitikberatkan pada metode, materi pelajaran

kepemimpinan yang bersumber dari pengalaman para

perwira TNI AD dalam penugasan dari berbagai satuan di lingkungan TNI AD, baik pengalaman keberhasilan maupun pengalaman kegagalan dalam memimpin Satuan, kedua pengalaman yang berbeda ini akan mengandung makna atau manfaat bagi kader-kader pemimpin masa depan, yang membedakan adalah kepemimpinan yang baik untuk ditiru atau dicontoh, sedangkan pengalaman kepemimpinan yang buruk

untuk ditinggalkan atau dihindari, penting artinya bagi seorang pemimpin untuk mengetahui kepemimpinan yang baik karena akan membawa dampak keberhasilan, sedangkan mengetahui kepemimpinan yang buruk akan membawa dampak atau dapat mencegah kegagalan, karena sesungguhnya kepemimpinan itu adalah sebuah seni mengajak orang lain untuk bekerjasama dalam mengerjakan tugas. Disini sangat jelas bahwa kepemimpinan dipengaruhi oleh seni/gaya kepemimpinan seseorang dan sangat dipengaruhi pula oleh type-type orang yang dipimpin. Selain metode dan materi pelajaran kepemimpinan, maka peranan

pengajar/Gumil/dosen sangat menjadi dominan dalam

menentukan kualitas kursus kepemimpinan ini, khusus untuk pengajar akan diutamakan dari para perwira/ Komandan Satuan atau mantan Komandan Satuan yang memiliki pengalaman keberhasilan/kegagalan dalam memimpin satuan, selain Gumil yang sudah tersedia di Lembaga Pendidikan (Lemdik) yang ditunjuk.

Bagaimana gambaran sistem pengembangan kepemimpinan TNI AD saat ini, apakah sistem tersebut mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang kompeten? Telah kita ketahui bersama bahwa di dalam mengembangkan kepemimpinan di lingkungan TNI AD minimal ada dua metode yang dapat dilakukan antara lain melalui pendidikan dan melalui penugasan secara berjenjang. Proses pengembangan kepemimpinan melalui penugasan secara umum tidak ada masalah,

karena untuk menempatkan jabatan/menugaskan seseorang perwira dalam jabatan tertentu telah diproses melalui seleksi yang cukup ketat. Sedangkan proses pengembangan kepemimpinan melalui pendidikan/ kursus baik pendidikan pembentukan, pendidikan pengembangan maupun kursus spesialisasi (seperti Secapaad, Akmil, Sepawamil, Selapa I, Selapa II dan Seskoad) belum dapat memberikan bekal/belum dapat membentuk karakter kepemimpinan perwira secara optimal. Kita semua tahu bahwa didalam Kurikulum jenis kursus tersebut di atas memang terdapat materi pelajaran kepemimpinan, tetapi masih bersifat umum dan dengan porsi yang sangat kecil dan metode atau penyampaiannya hanya melalui teori dan diskusi, apalagi materi kepemimpinan memiliki indeks nilai kecil, sehingga materi kepemimpinan cenderung terkalahkan oleh materi pelajaran lain (seperti materi pelajaran taktik/Dinas Staf) dengan demikian perhatian Pasis cenderung lebih mendalami materi yang memiliki indeks nilai besar. Sebagai dampak dari sistem kursus semacam ini tentu belum dapat mentransfer nilai-nilai kepemimpinan kepada para Pasis secara maksimal. Bila TNI AD masih tetap mempertahankan sistem pengembangan kepemimpinan melalui kursus tersebut, maka hasilnya tentu akan tetap seperti yang selama ini kita rasakan.

Bagaimana kualitas kepemimpinan di lingkungan TNI AD, mulai dari strata taktis, operasional maupun

Banyak perwira muda telah mengalami

Dalam dokumen Edisi Desember Edit_OK.indd 1 12/01/ :52:01 (Halaman 46-49)

Dokumen terkait