• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permasalahan Penataan Bangunan dan Lingkungan

Berbagai permasalahan umum yang terkait dengan bangunan gedung dan lingkungan di Wilayah Kabupaten Mukomuko dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Belum tertatanya Bangunan dan Lingkungan.

b. Belum adanya penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran

c. Tidak adanya program penataan dan pelestarian bangunan tradisonal/bersejarah. d. Tidak ada penataan dan rencana tindak penanganan terhadap kawasan yang

termasuk kategori kumuh.

e. Belum tertibnya sarana reklame dan belum tertanya perijinan Bis Transmistion System (BTS).

f. Belum adanya penataan yang terpadu terhadap Usaha Pedagang Kaki Lima (UPKL).

g. Belum adanya penataan dan pembangunan sarana prasarana penunjang kawasan pariwisata.

Dari berbagai permasalahan umum tersebut, yang menjadi tantangan dalam penataan bangunan dan lingkungan adalah:

1. Permasalahan dan tantangan di bidang Bangunan Gedung

 Kurang ditegakkannya aturan keselamatan, keamanan dan kenyamanan Bangunan Gedung termasuk pada daerah-daerah rawan bencana

 Prasarana dan sarana hidran kebakaran banyak yang tidak berfungsi dan kurang mendapat perhatian

 Lemahnya pengaturan penyelenggaraan Bangunan Gedung serta rendahnya kualitas pelayanan publik dan perijinan

2. Permasalahan dan tantangan di bidang Penataan Lingkungan

 Kurang diperhatikannya permukiman-permukiman tradisional dan bangunan gedung bersejarah, padahal punya potensi wisata.

 Terjadinya degradasi kawasan strategis, padahal punya potensi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan kota.

 Sarana lingkungan hijau/open space atau public space, sarana olah raga, dan lain-lain kurang diperhatikan hampir di semua wilayah.

3. Tantangan Penataan Bangunan dan Lingkungan

 Amanat Undang-Undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UUBG, bahwa semua Bangunan Gedung harus layak fungsi.

 Komitmen terhadap kesepakatan intemasional MDGs, bahwa pada tahun 2019, Kabupaten/Kota bebas kumuh.

Selengkapnya tentang permasalahan, tantangan dan solusi yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan menurut aspek-aspek pembangunan dapat diperlihatkan seperti pada Tabel 6.7.

6.2.3 Analisis Kebutuhan Penataan Bangunan dan Lingkungan

Sasaran dalam penataan bangunan gedung dan lingkungan adalah penegakan aturan tata bangunan gedung dan lingkungan. Karena itu diperlukan intrumen yang mempunyai legalitas. Selain dari itu juga dalam pelaksanaannya, dibutuhkan kelembagaan dan pembiayaan. Sasaran selanjutnya adalah tercapaian indeks kenyamanan lingkungan (IKL). Terkait dengan sasaran penataan bangunan gedung dan lingkungan tersebut, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan kegiatan spesifik wilayah Kabupaten Mukomuko adalah:

1. Peran dan fungsi Kabupaten, 2. Rencana pembangunan Kabupaten,

3. Memperhatikan kondisi alamiah dan tipologi kabupaten, seperti struktur dan morfologi tanah, topografi, dan sebagainya,

4. Pembangunan dilakukan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,

5. Memperhatikan peraturan dan perundangan serta petunjuk/pedoman yang tersedia, 6. Tingkat kelayakan pelayanan, efektivitas dan efisiensi penataan bangunan dan

lingkungan pada kota bersangkutan,

7. Sebagai suatu prasarana dan sarana yang tidak saja penting bagi peningkatan lingkungan masyarakat, tetapi juga sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan, 8. Kelembagaan yang mengelola penataan bangunan dan lingkungan,

Tabel 6.7

Identifikasi Permasalahan dan Tantangan Penataan Bangunan dan Lingkungan Di Wilayah Kabupaten Mukomuko

No. Aspek Permasalahan Tantangan Solusi

1 Teknis Terbatasnya Ruang Terbuka Hijau Belum tertatanya kawasan tradisional bersejarah Kurang tegaknya peraturan terkait Bangunan Gedung Meningkatnya kebutuhan NSPM terutama yang berkaitan dengan pengelolaan dan penyelenggaraan bangunan gedung (keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan); Implementasi

Peningkatan sarana dan prasarana dasar pendukung revitalisasi kawasan tradisional bersejarah Peningkatan Ruang Terbuka Hijau Sosialisasi dan penegakan peraturan terkait Bangunan Gedung 2 Kelembagaan Terbatasnya kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam Penataan Bangunan & Lingkungan

Reformasi birokrasi dan tuntutan pelayanan prima dalam Penataan

Bangunan & Lingkungan bagi masyarakat

Peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam Penataan Bangunan & Lingkungan

3 Pembiayaan Terbatasnya kapasitas keuangan daerah Potensi alternatif pembiayaan infrastruktur diluar APBN/APBD melalui sumber pembiayaan PHLN & KPS Peningkatan pembiayaan infrastruktur dasar Penataan Bangunan & Lingkungan melalui PHLN & KPS 4 Peran Serta Masyarakat/ Swasta Rendahnya kepedulian masyarakat dalam pemeliharaan infrastruktur dasar Penataan Bangunan & Lingkungan

Rendahnya keterlibatan masyarakat dalam Penataan Bangunan & Lingkungan

Potensi sumber daya masyarakat dalam pengelolaan infrastrukrtur dasar Penataan Bangunan & Lingkungan

Pemberdayaan kelompok masyarakat sebagai upaya meningkatkan peran serta masyarakat dalam Penataan

Bangunan & Lingkungan

5 Lingkungan

Penurunan kualitas lingkungan hidup akibat dari kepadatan

permukiman

Perubahan iklim akibat pemanasan global

Agenda MDGs dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup

Penataan Bangunan & Lingkungan yang berwawasan pelestarian lingkungan hidup dan "Sustainable Human Settlements

Dalam rangka menemukenali kebutuhan penyelenggaraan pembangunan bidang tata bangunan dan lingkungan yang spesifik Wilayah Kabupaten Mukomuko, dapat dikenali akar persoalan yang di klasifikasi menurut aspek-aspek sebagai berikut:

1. Bidang Bangunan Gedung

Dalam bidang penataan bangunan, diperlukan karena tidak tertib dan belum memiliki Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), terutama pada kawasan-kawasan perkotaan. Pertumbuhan kawasan perkotaan yang relatif cepat dan tanpa kendali, memperburuk keadaan karena ketidak jelasan fungsi bangunan (mixuse), sehingga menuntut penataan kawasan yang serasi melalui perencanaan tata bangunan dan lingkungan.

Permasalahan lain yang dihadapi adalah tidak tertangani bencana kebakaran secara maksimal pada bangunan gedung, baik di lingkungan perdagangan, perkantoran dan pemukiman. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK). RISPK diperlukan dalam rangka mengatur tentang penyediaan kebutuhan sarana penaggulangan bahaya kebakaran.

2. Bidang Penataan Lingkungan

Penataan bangunan dan lingkungan diperlukan dalam rangka pengendalian terhadap : a. Keteraturan bangunan dan lingkungan seuai dengan fungsi kawasan.

b. Nilai estetika bangunan dan objek wisata.

c. Penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan. d. Penyediaan fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH);

3. Bidang Ruang Terbuka Hijau

Keberadaan ruang terbuka hijau kota sangat dibutuhkan karena mempunyai fungsi antara lain:

 media dan sarana sosial, misalnya sebagai ruang berkumpul individu-individu masyarakat untuk kegiatan-kegiatan informal

 estetika, yaitu menambah keindahan dan keasrian kota.

 Lingkungan, yaitu mengurangi dampak polusi kota, pemanasan bumi serta daerah resapan kota.

 Secara fisik lingkungan, dapat menyerap polusi udara jalan dan mengurangi panas bumi.

 Secara estetika, dapat menciptakan suasana indah dan asri/sejuk dan dapat meningkatkan citra kawasan.

 Memberikan kenyamanan pengguna jalan serta peneduhan.

4. Bidang Bangunan Tradisional Bersejarah dan Wisata

Kota Mukomuko dikenal sebagai kota transit, yang dengan sendirinya akan berkembang jenis kegiatan perdagangan. Namun demikian, perkembangan perdagangan harus terkendali, agar bangunan-bangunan tetap mempertahankan nilai-nilai dan ornamen, terutama pada bangunan-bangunan tradisional.

5. Sarana Parkir, Reklame dan Bangunan Telepon Selular (BTS)

Sarana reklame, seperti papan iklan, baliho, spandulk dll, merupakan sarana yang diperlukan masyarakat untuk memberikan dan memperoleh informasi. Karena itu perlu ditata secara baik. Agar penataan dapat bersifat menyeluruh dan terpadu, harus dirumuskan dalam bentuk masterplan sarana reklame. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kebutuhan dan lokasi penempatan sarana reklame.

Persoalan parkir juga perlu menjadi perhatian karena, biasanya menjadi keluhan bagi pengguna jalan dan parkir itu sendiri. Sampai saat ini penempatan parkir yang berada di kawasan perdagangan masih menggunakan ruang publik yaitu trotoar dan badan jalan. Ini tentu saja berdampak kepada fungsi jalan sebagai sarana sirkulasi yang tidak berjalan baik. Kecelakaan lalu lintas dan ketidak-nyamanan pejalan kaki.

Saat ini di Kabupaten Mukomuko pada umumnya, khususnya di Kota Mukomuko telah berkembang banyak provider/operator telepon seluler. Persaingan untuk memberikan pelayanan antara lain diwujudkan melalui perluasan jangkauan area sinyal yang terliahat dari pendirian BTS yang terus berkembang. Dalam rangka itu, pembangunan BTS perlu dikonsolidasikan agar terencana dengan baik dengan mempertimbangkan berbagai dampak seperti; aspek sosial, kesehatan serta kualitas lingkungan atau kawasan.

Terkait dengan berbagai permasalahan tersebut, diperlukan beberapa program dibidang Penataan Bangunan dan Lingkungan, antara lain:

a. Diperlukan instrumen penataan dan pengendalian bangunan dan lingkungan di sekitar Pusat Kota dan Kawasan Perkantoran;

b. Diperlukan infrastruktur pendukung seperti; lampu jalan, pedestrian, bak sampah, saluran drainase, dll;

c. Diperlukan Ruang Terbuka Hijau Kota dan ruang publik semacam taman kota; d. Diperlukan pembangunan dan revitalisasi kawasan wisata.

e. Perbaikan prasarana jalan yang mengalami kerusakan; f. Pembuatan jalan permukiman;

6.2.4 Usulan Program dan Kegiatan