B. Uji t Statistik
5.2 Analisis SWOT
5.2.1 Permasalahan UMKM Kota Jambi
66 ha diterima, artinya bahwa pada tingkat signifikansi 0,05 persen variabel pinjaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia.
Variabel modal berpengaruh terhadap keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia, karena nilai sig sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan nilai t hitung sebesar 4.757 > t Tabel 2,030 maka ho ditolak dan ha diterima, artinya bahwa pada tingkat signifikansi 0,05 persen variabel modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia.
Variabel tenaga kerja berpengaruh terhadap keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia, karena nilai sig sebesar 0,016 < 0,05, sedangkan nilai t hitung sebesar 2.543 > t Tabel 2,030 maka ho ditolak dan ha diterima, artinya bahwa pada tingkat signifikansi 0,05 persen variabel tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia.
67 pemerintah serta strategi meningkatkan keuntungan yang perlu dilakukan oleh UMKM. Berikut dipaparkan hasil analisis SWOT dan arah kebijakan dalam meningkatkan pendapatan yang perlu dilakukan pelaku UMKM, maka dapat diderivasikan hasil analisis SWOT sebagai berikut:
Tabel 5.8
Matriks Analisis SWOT
Sumber : Data diolah, 2022
Berdasarkan tabel 5.8 dipaparkan hasil analisis SWOT dan arah kebijakan dalam meningkatkan pendapatan yang perlu dilakukan oleh pelaku UMKM maka untuk menemukan rancangan strategi peningkatan pendapatan UMKM yang perlu dilakukan, maka dari hasil strategi analisis SWOT pada tabel tersebut selanjutnya pemberian bobot dan rating pada faktor-faktor internal dan eksternal, berikut adalah Internal Factors Analysis Strategy yang dijelaskan pada tabel 5.9 yaitu :
HELPFUL
(FOR YOUR OBJECTIVE)
HARMFUL
(FOR YOUR OBJECTIVE)
INTERNAL (WITHIN ORGANISATION)
EXTERNAL (OUTSIDE ORGANISATION)
Strenghths Weaknesses
1. Pengalaman UMKM lebih dari 5 tahun (telah dikenal dan cukup banyak pelanggan)
2. Memiliki staf yang berpengalaman
3. Owner memiliki hubungan baik dengan beberapa pemasok komoditas
4. Produk yang bermacam-macam 5. Harga yang kompetitif
6. Memiliki produk berkualitas
1. Modal usaha yang terbatas untuk pengembangan usaha
2. Belum memiliki badan usaha resmi dari pemerintah
3. Ruang dan fasilitas terbatas 4. Belum memiliki staf ahli dalam
teknologi
Opportunities Threats
1. Kebutuhan dan kecenderungan masyarakat dalam membeli produk
2. Adanya tawaran untuk mendapatkan sewa lokasi strategis
3. Adanya tawaran dari pihak bank untuk pinjaman modal usaha 4. Memiliki target pasar yang luas
1. Berkembangnya ecommerce sehingga daya saing lebih luas 2. Harga sewa untuk tempat stategi
cukup tinggi
3. Jika pindah lokasi adanya kemungkinan pelanggan lama akan berhenti dan tidak mengetahui
68 Tabel 5.9 Analisis Faktor Strategi Internal (IFAS)
Faktor-Faktor Strategi Bobot Rating Bobot x Rating Strenghths (S)
• Pengalaman UMKM lebih dari 5 tahun (telah dikenal dan cukup banyak pelanggan)
0.09 4 0.36
• Memiliki staf yang berpengalaman 0.06 4 0.24
• Owner memiliki hubungan baik dengan beberapa pemasok komoditas
0.09 4 0.36
• Produk yang bermacam-macam 0.09 4 0.36
• Harga yang kompetitif 0.06 3 0.18
• Memiliki produk berkualitas 0.06 4 0.36
Jumlah 0.5 1.86
Weaknesses (W)
• Modal usaha yang terbatas untuk pengembangan usaha
0.26 3 0.78
• Belum memiliki badan usaha resmi dari pemerintah
0.08 3 0.24
• Ruang dan fasilitas terbatas 0.08 3 0.24
• Belum memiliki staf ahli dalam teknologi 0.08 3 0.24
Jumlah 0.5 1.50
Total 1
Sumber : Data diolah, 2022
Setelah melakukan analisis internal factor analysis selanjutnya adalah melakukan analisis external factors analysis strategy pada tabel 5.10 yaitu :
Tabel 5.10 Analisis Faktor Strategi Eksternal (EFAS)
Faktor-Faktor Strategi Bobot Rating Bobot x Rating Opportunities (O)
• Kebutuhan dan kecenderungan masyarakat dalam membeli produk
0.12 4 0.48
• Adanya tawaran untuk mendapatkan sewa lokasi strategis
0.12 4 0.48
• Adanya tawaran dari pihak bank untuk pinjaman modal usaha
0.12 4 0.48
• Memiliki target pasar yang luas 0.12 3 0.36
Jumlah 0.5 1.80
Threats (T)
• Berkembangnya ecommerce sehingga daya saing lebih luas
0.30 3 0.90
• Harga sewa untuk tempat stategi cukup tinggi 0.10 3 0.30
• Jika pindah lokasi adanya kemungkinan pelanggan lama akan berhenti dan tidak mengetahui
0.10 2 0.20
Jumlah 0.5 1.40
Total 1
Sumber : Data diolah, 2022
69 Setelah memberikan bobot dan rating pada faktor-faktor internal dan eksternal, kemudian merumuskan alternatif-alternatif strategimenggunakan matrik SWOT. Berikut penulis sajikan tabel matrik SWOT:
Tabel 5.11
Matriks Strategi Analisis SWOT
HELPFUL
(FOR YOUR OBJECTIVE)
HARMFUL
(FOR YOUR OBJECTIVE)
INTERNAL (WITHIN ORGANISATION)
Strategi ( S – O) Strategi ( W – O) 1. Memperluas relasi pemasok
barang dengan harga terjangkau
2. Diferensiasi dan pengembangan produk yang beorientasi kualitas
3. Segmentasi pasar,khsusunya pada pasardomestik
4. Pengembangan produksi berbasis sumber dayalokal
1. Meningkatkan kualitas SDM 2. Membuat legalitas izin usaha 3. Pengembangan desain produk
yang lebih variatif
4. Pengembangan prosesproduksi dengan revitalisasi mesin dan peralatan yang lebihmodern
Strategi (S – T) Strategi (W – T) 1. Mencari lokasi usaha yang
mudah terjangkau
2. Pengembangan produk yang berdaya saing tinggi dengan muatan ciri khaslokal
3. Kebijakan kredit dengan bunga lebih murah danproses lebih sederhana
1. Membuat informasi ke pelanggan dengan media massenger
2. Peningkatan kualitas infrastruktur fisikmaupun non fisik
3. Pengembangan promosi ke e-commerce denganmedia sosial 4. Moderenisasi pengembangan proses produksi dengan revitalisasi mesin danperalatan yang lebihmodern
EXTERNAL (OUTSIDE ORGANISATION)
70 Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil pembobotan dan rating faktor strategi internal (IFAS) serta faktor strategi eksternal (EFAS), dapat diketahui sebagai berikut :
• Skor total kekuatan = 1.86
• Skor total kelemahan = 1.50
• Skor total peluang = 1.80
• Skor total ancaman = 1.40
Dari data di atas, kemudian dilakukan penentuan titik koordinat analisis internal dan eksternal. Berikut perhitungan penentuan titik koordinat:
• Koordinat Analisis Internal
= (Skor total kekuatan – Skor total Kelemahan
= 1.86 – 1.50
=0.36
• Koordinat Analisis Eksternal
= (Skor total peluang – Skor total ancaman)
= 1.80 – 1.40
=0.40
Setelah proses perhitungan untuk mendapatkan bobot indikator IFAS dan EFAS dilakukan, langkah selanjutnya adalah merumuskan alternatif strategi dalam bentuk penentuan posisi kuadran dalam diagram analisis SWOT. Penentuan koordinat dalam diagram analisis SWOT berfungsi untuk menentukan posisi strategi pengembangan UMKM, apakah terletak dikuadran I, II, III, atau IV. Hal ini berfungsi untuk mengidentifikasi apakah strategi pengembangan UMKM bersifat Agresif, Diversifikasi, Turn-Aroud atau Difensif. Berikut penulis paparkan gambar diagram posisi strategi pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia Jambi.
71 Gambar 5.2
Diagram Analisis SWOT Peluang
Y
III. Mendukung Strategi I. Mendukung Strategi
Turn-around Agresif
Sumber : Data diolah, 2022
Berdasarkan gambar 5.2 di atas, dapat diketahui posisi strategi UMKM binaan Bank Indonesia berada di kuadran I yakni mendukung Strategi Agresif, artinya pada situasi kuadran 1, berada pada situasi yang paling menguntungkan.
Posisi pada kuadran 1, berarti umkm mempunyai peluang dan kekuatan. Strategi yang harus diambil dalam kondisi seperti ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif atau growth oriented strategy dengan memanfaatkan peluang yang ada serta kekuatan internal yang dimiliki setiap pelaku usaha UMKM binaan Bank Indonesia.
Pertumbuhan yang agresif yang ditunjukan oleh UMKM binaan Bank Indonesia memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk merebut peluang yang ada sehingga hal itu dapat meningkatkan keuntungan pendapatan UMKM binaan Bank Indonesia dan mampu bersaing dalam dunia bisnis. Menurut Freddy Rangkuti (2013) berada pada posisi kuadran I merupakan situasi yang
1
0.5
0.5 1
X Kekuatan Kelemahan
Ancaman IV. Mendukung strategi
Defensif
II. Mendukung strategi Diversifikasi (0.36, 0.40)
72 sangat menguntungkan. Usaha tersebut memiliki banyak peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang sebaiknya diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy).
Dalam hal ini, UMKM binaan Bank Indonesia sebaiknya melakukan strategi SO, dimana dalam strategi SO, dengan memadukan berbagai kekuatan dengan peluang yang dimiliki oleh setiap usaha. Berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut, maka strategi meningkatkan keuntungan UMKM binaan Bank Indonesia di Kota Jambi yang meliputi:
1) Memperluas relasi pemasok barang dengan harga terjangkau.
2) Diferensiasi dan pengembangan produk yang beorientasi kualitas.
3) Segmentasi pasar, khsusunya pada pasar domestik.
4) Pengembangan produksi berbasis sumber daya lokal.
Sehingga dengan analisa yang diperoleh dari strategi S-O pada pelaku usaha UMKM binaan Bank Indonesia ada pada kuadran I (satu) pada diagram SWOT, dengan posisi situasi yang sangat menguntungkan, pelaku usaha tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Melalui analisis tersebut maka pelaku usaha memiliki kekuatan secara internal dan memanfaatkan peluang yang ada meskipun memiliki kelemahan dan ancaman dalam perusahaannya.