• Tidak ada hasil yang ditemukan

Permukaan Bumi selalu berubah Gunung berapi dapat membentuk

pegunungan dalam waktu beberapa

bulan, namun gerakan dalam kerak

Bumi yang membentuk pegunungan

bisa juga terjadi sangat lamban

sehingga perubahannya sulit diamati.

Kerak Bumi terdiri dari sejumlah besar

lempeng yang bergerak. Tekanan bisa

membuat satu lempengan menyelip di

bawah yang lain sehingga lapisan

batuan terlipat ke dalam daerah

gunung dan mendorong terjadinya

letusan gunung berapi. Bumi

sepanjang patahan lempengan bisa

mengakibatkan gunung bongkah

naik.(Sumber: WWP)

Tahukah Anda

bahwa

permukaan

bumi

selalu

berubah?

48 W a r t a G e o l o g i . M a r e t 2 0 0 7

G e o f a k t a

ontribusi terbesar Alfred Wegener tahun. Seperti orang lain sebelumnya, Wegener tertarik oleh adanya kesesuaian yang luar biasa b a g i d u n i a i l m i a h a d a l a h

kemampuannya merangkai berbagai

K

pada garis pantai Amerika Selatan dengan Afrika.

Tetapi, tidak seperti yang lain, untuk mendukung fakta yang tampaknya berbeda dan tidak

teorinya Wegener mencari banyak rangkaian berhubungan menjadi sebuah teori, yang

bukti-bukti geologis dan paleontologis lainnya melampaui zamannya. Wegener merupakan

bahwa kedua benua tersebut pernah bersatu. salah seorang yang pertama kali menyadari

Dalam masa pemulihannya yang lama itu, bahwa untuk memahami bagaimana kinerja

Wegener mampu sepenuhnya mengembangkan Bumi membutuhkan masukan dan pengetahuan

gagasannya menjadi Teori Apungan Benua dari semua ilmu kebumian.

(Theory of Continental Drift), yang dikemukakan Visi ilmiah Wegener dipertajam pada tahun 1914 secara rinci dalam sebuah buku berjudul Die di sebuah rumah sakit militer pada saat dia Entstehung der Kontinente und Ozeane (Asal- sedang dalam proses penyembuhan atas luka mula Benua dan Samudera), yang terbit tahun yang dideritanya pada Perang Dunia I. Pada saat 1915.

dia sedang istirahat itulah dia berkesempatan

mengembangkan gagasannya yang telah Wegener meraih gelar doktor dalam bidang

membangkitkan minatnya selama bertahun- astronomi planet pada tahun 1905 tetapi di masa kini, namun hasil karyanya di abad 18

pada saat itu amat monumental. Satu prestasi lagi yang dibuat oleh Buffon adalah mengakomodasikan perubahan-perubahan biologi yang diakaitkan dengan proses-proses geologi dalam sejarah bumi.

Nyatanya karya besar Buffon tentang biologi dalam “Natural History” merupakan sandwich

antara dua topik besar geologi: Theory of the Earth (Vol. 1, 1749) dan Epoch of Nature (Suppl., Vol. V, 1778).

Pandangannya mengenai teori evolusi ditindaklanjuti oleh Samuel Buttler yang menerbitkan Evolution, Old and New (1879), yang menjadi tonggak teori evolusi Darwin. Pastinya, Buffon mengembangnkan awal teori mikroevolusi, khususnya adanya variasi pada homo, meskipun ia tidak pernah nyata-nyata mengungkapkan tentang teori makroevolusi. Edward Clodd, dalam Pioneers of Evolution

(1897) merekomendasikan, jika ingin memahami pandangan Buffon yang benar, anda perlu membaca karnya dengan berulang-ulang dan menggarisbawahi dengan hati-hati.

Henry Fairfield Osborn, dalam Greels to Darwin

(1924), menyatakan bahwa pandangan Buffon tentang evolusi adalah “seriously or not is hard to say”. Namun, Gavin de Boer (1969) menyatakan bahwa pandangan Buffon mengenai evolusi amat jelas.

Buffon sangat pandai dalam mengolah kata, bahkan seorang matematikawan, Jean le Rond d' A l e m b e r t m e n j u l u k i n y a “ t h e g r e a t phrasemonger”, ia berkata “saya akan diam mendengarkan...dan biarkan kata-katanya menari-nari dan menyerang”. Tulisannya amat indah, dalam dan berekspresi, menghujam perasaan dan bercita rasa tinggi. Gayanya mencerminkan siapa Ia, kiriman kata-katanya mampu mengubah pandangan manusia seduania. Buffon meninggal di Paris pada 16 April tahun 1788.n

Sumber:

1.http://home.ched.coventry.ac.uk/volume/vol9/history.htm 2 . h t t p : / / e n . w i k i p e d i a . o r g / w i k i / G e o r g e s - Louis_Leclere,_Comte_de_Buffon

Diterjemahkan oleh: Joko Parwata

G e o f a k t a

Geofakta 49

Alfred Lothar Wegener:

Benua yang Bergerak

Alfred Lothar Wegener

Permukaan Bumi selalu berubah.

Gunung berapi dapat membentuk

pegunungan dalam waktu beberapa

bulan, namun gerakan dalam kerak

Bumi yang membentuk pegunungan

bisa juga terjadi sangat lamban

sehingga perubahannya sulit diamati.

Kerak Bumi terdiri dari sejumlah besar

lempeng yang bergerak. Tekanan bisa

membuat satu lempengan menyelip di

bawah yang lain sehingga lapisan

batuan terlipat ke dalam daerah

gunung dan mendorong terjadinya

letusan gunung berapi. Bumi

sepanjang patahan lempengan bisa

mengakibatkan gunung bongkah

naik.(Sumber: WWP)

Tahukah Anda

bahwa

permukaan

bumi

selalu

berubah?

48 W a r t a G e o l o g i . M a r e t 2 0 0 7

G e o f a k t a

50 W a r t a G e o l o g i . M a r e t 2 0 0 7

G e o f a k t a

kemudian menjadi lebih tertarik pada akan orang seperti itu tidak layak duduk di

meteorologi; selama hidupnya, dia kursi dunia ilmu pengetahuan yang luas.” berpartisipasi dalam beberapa ekspedisi

Ironisnya, tak lama setelah dia mencapai meteorologis ke Greenland. Dengan

tujuan akademiknya, Wegener meninggal sifatnya yang ulet, Wegener menghabiskan

dunia dalam sebuah ekspedisi meteorologis sebagian besar masa dewasanya untuk

ke Greenland. Georgi telah meminta mempertahankan teorinya tersebut. Sejak

Wegener untuk mengkoordinasikan dikemukakannya, teori tentang apungan

sebuah ekspedisi untuk mendirikan stasiun

benua sering diserang dengan sengit dan

cuaca musim dingin, guna mempelajari tidak pernah diterima dalam masa

arus jet (serangan badai) di atmosfir bagian hidupnya. Meskipun banyak kritik atas

atas. Dengan enggan Wegener menyetujui dirinya dari para ahli geologi terkenal, yang

permintaan tersebut. Setelah mengalami m e n g a n g g a p n y a

keterlambatan karena cuaca buruk, hanyalah seorang ahli

Wegener dan 14 orang lainnya berangkat m e t e o r o l o g i d a n

menuju stasiun musim dingin pada bulan bukan ahli dibidang

September 1930 dengan 15 kereta luncur geologi, Wegener

dan 4000 pon (± 6000 kg) perbekalan. tidak pernah mundur.

Udara dingin yang ekstrim membuat 13 Dia bahkan semakin

orang Greenland kembali lagi, tetapi bekerja keras untuk

Wegener terus bersikeras untuk sampai di memperkuat teorinya

stasiun tersebut. Di stasiun tersebut Georgi itu.

d a n p a r a p e n e l i t i l a i n n y a a m a t B e b e r a p a t a h u n membutuhkan perbekalan yang dibawa

s e b e l u m Wegener. Dengan berjalan di bawah

k e m a t i a n n y a , kondisi yang membekukan, dengan suhu o

minus 54 Celsius, Wegener sampai di Wegener akhirnya

stasiun tersebut lima minggu kemudian. memperoleh salah

Karena ingin segera pulang, dia memaksa satu tujuan hidupnya,

kembali ke base camp besok paginya. Tetapi yaitu posisi akademik.

tapi tak dia tidak pernah kembali, dan mayatnya Setelah sekian lama mencari (

berhasil) posisi di sebuah universitas di ditemukan pada musim panas. Jerman, dia diterima sebagai profesor di

Pada saat meninggalnya (pada usia 50 Universitas Graz di Austria. Rasa frustrasi

tahun), Wegener masih sebagai seorang dan keterlambatannya dalam memperoleh

peneliti yang energetik dan brilian. Setahun posisi di universitas mungkin berasal dari

sebelum kematiannya, terbit edisi keempat minat ilmiah Wegener yang amat luas.

buku klasiknya yang telah diperbarui Seperti dicatat oleh Johannes Georgi,

(1929); dalam edisi ini dia telah melakukan seorang teman lama dan koleganya,

observasi signifikan, bahwa samudera yang “Berkali-kali dia gagal untuk mendapatkan

lebih dangkal secara geologis umurnya posisi tertentu disebabkan karena, dan

lebih muda. Seandainya dia tidak mungkin pada derajat tertentu, dia tertarik

meninggal dunia pada tahun 1930, bisa juga pada hal-hal di luar ketentuan, seakan-

Alfred Wegener (kiri) dan seorang pemandu Innuit pada 1 November 1930 saat ekspedisi akhir meteorologis di Greenland. Ini merupakan foto terakhir Wegener, yang meninggal kemudian dalam ekspedisi itu.

Geofakta 51 dipastikan Wegener akan menyambut baik data

batimetri Atlantik yang baru, yang didapat oleh kapal peneliti Jerman Meteor pada akhir tahun 1920-an. Data ini menunjukkan adanya lembah tengah yang memanjang, dimana terdapat sebagian besar puncak Punggungan Tengah Samudera Atlantik (Mid-Atlantic Ridge). Dengan pikirannya yang jernih, Wegener mungkin bisa saja mengenali Mid-Atlantic Ridge yang dangkal sebagai fitur yang secara geologis adalah berumur muda, sebagai akibat dari ekspansi termal, dan lembah tengah sebagai palung (rift valley) akibat dari pemekaran kerak samudera. Dari kerak muda yang mekar di tengah samudera hingga pemekaran lantai samudera dan tektonik lempeng (plate tectonics) hanyalah sebuah

lompatan yang pendek bagi pemikir besar seperti Wegener. Menurut Dr. Peter R. Vogt (US Naval Research Laboratory, Washington, DC), seorang ahli di bidang tektonik lempeng, “Wegener mungkin saja menjadi bagian dari revolusi tektonik lempeng, jika dia berumur panjang...”. Bagaimanapun, banyak gagasan Wegener yang menjadi katalis dan kerangka kerja bagi pengembangan teori tektonik lempeng pada tiga dekade kemudian.n

Diterjemahkan oleh: Julianty M sumber: USGS

Dengan sifatnya yang ulet,