• Penciptaan adalah sebuah perintah.
• Penciptaan disahkan hanya dalam pernikahan. • Makna penciptaan telah ditetapkan secara ilahi. • Kehidupan adalah kudus.
• Suami dan istri memiliki tanggung jawab kudus untuk mengasihi dan memelihara satu sama lain dan anak-anak mereka.
Tulislah ajaran-ajaran tersebut di papan tulis dan bahas-lah bersama anggota kelas.
MAKSUD
Membantu siswa memahami bahwa “keluarga merupa-kan inti dalam rencana Sang Pencipta bagi tujuan kekal anak-anak-Nya” dan untuk memperkuat mereka dalam memilih untuk memenuhi peranan mereka dalam ren-cana itu.
SEBELUM PEMUTARAN VIDEO
PENGANTAR Ini merupakan bagian kedua dari dua bagian pelajaran yang dirancang untuk memperluas pemahaman siswa tentang pernyataan mengenai kelu-arga dan memotivasi mereka untuk memenuhi tujuan ilahi mereka dalam rencana itu. Bagian 2 membahas ajaran-ajaran pernyataan mengenai apa yang harus kita lakukan agar memiliki keluarga yang berhasil.
KEGIATAN Tulislah kutipan berikut di papan tulis, tetapi hapuslah kata-kata yang berhuruf miring dan biarkan kosong:
“Jika peranan orang tua merosot, kebutuhan akan polisi meningkat. Dan polisi akan selalu kurang jika ada keku-rangan orang tua yang efektif! Tetapi, tidak akan ada cukup penjara jika tidak ada cukup rumah tangga yang baik” (Penatua Neal A. Maxwell, dalam Conference Report, April 1994, 119; atau Ensign, Mei 1994, 89; huruf miring ditambahkan).
Tanyakan: Menurut Anda kata-kata apa yang sebaiknya dimasukkan ke tempat yang kosong? Biarkan siswa memberikan saran-saran, lalu menulisnya di tempat yang kosong. Tanyakan: Menurut Anda apakah Pena-tua Maxwell berbicara mengenai perlunya orang Pena-tua yang baik?
MENGGUNAKAN VIDEO Pentingnya Keluarga, Bagian 2 9:25
KEGIATAN “MENCARI” Mintalah siswa mencari
hal-hal yang hendaknya mereka lakukan untuk memba-ngun keluarga yang berhasil.
MEMPERLIHATKAN SEGMEN 1 Segmen 1 (3:35)
menyebutkan sembilan hal yang tertera dalam alinea ketujuh dalam pernyataan yang penting bagi keluarga yang berhasil. Contoh-contoh dari dua yang pertama diberikan untuk membantu siswa mengetahui bagai-mana hal ini berlaku bagi keluarga.
PEMBAHASAN Arahkan siswa ke alinea ketujuh
dalam pernyataan itu. Mintalah mereka menyebutkan sembilan asas di atas mana keluarga yang berhasil dapat dibangun. Dua yang pertama, iman dan doa, dibahas dalam video. Pertimbangkan untuk membagi kelas men-jadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dan tugasi setiap kelompok satu atau dua asas yang tersisa. Min-talah mereka menyiapkan dan mengajarkan kepada ang-gota kelas bagaimana asas-asas yang ditugaskan kepada mereka dapat membangun keluarga yang berhasil. Mintalah siswa melanjutkan membaca alinea ketujuh. Mintalah mereka menemukan tiga tanggung jawab para ayah. (Memimpin, menyediakan nafkah, dan melin-dungi). Kemudian, mintalah mereka menemukan apa yang ditentukan pernyataan tersebut sebagai tanggung jawab utama para ibu. (Mengasuh anak-anak mereka). Akhirnya, mintalah mereka menemukan apa kewajiban para ayah dan ibu. (Saling membantu sebagai pasangan yang setara).
KEGIATAN “MENCARI” Mintalah siswa membuat
tiga kolom pada selembar kertas. Berilah label pada yang pertama memimpin, yang kedua menyediakan
nafkah, dan yang ketiga melindungi. Ketika mereka
menyaksikan segmen berikutnya, mintalah mereka menuliskan contoh-contoh yang mereka lihat di bawah kolom mana saja yang menurut mereka paling sesuai. (Beberapa contoh mungkin paling sesuai di bawah lebih dari satu judul).
MEMPERLIHATKAN SEGMEN 2 Segmen 2 (2:15)
memperlihatkan cara-cara bahwa seorang ayah memim-pin, menyediakan nafkah, dan melindungi keluarganya.
PEMBAHASAN Ajukan pertanyaan-pertanyaan
beri-kut kepada anggota kelas mengenai tanggung jawab para ayah:
• Apakah contoh-contoh yang Anda temukan untuk masing-masing dari ketiga judul?
• Apakah Anda menemukan contoh apa saja yang menurut Anda sesuai dengan ketiga judul? Yang mana? Mengapa?
KEGIATAN “MENCARI” Sebelum Anda
memperlihat-kan segmen berikutnya mengenai para ibu, tanyamemperlihat-kan: Apakah artinya mengasuh? (Jawaban yang mungkin mencakup mendidik atau membantu tumbuh). Mintalah 22 Pernyataan mengenai Keluarga PENTINGNYA KELUARGA, BAGIAN 2
siswa mencari hal-hal di dalam video yang sebelumnya tidak dianggap sebagai contoh mengasuh.
MEMPERLIHATKAN SEGMEN 3 Segmen 3 (1:50)
memperlihatkan cara-cara seorang ibu mengasuh keluarganya.
PEMBAHASAN Tanyakan kepada siswa: Apakah
contoh-contoh yang Anda lihat yang sebelumnya tidak Anda anggap sebagai mengasuh?
MEMPERLIHATKAN SEGMEN 4 Segmen 4 (1:45)
mengajarkan asas bahwa suami dan istri adalah pasangan yang setara dalam pertumbuhan keluarga mereka.
SETELAH PEMUTARAN VIDEO
PEMBAHASAN Tanyakan: Mengapa penting bagi
orang tua untuk membagikan tanggung jawab mereka? Keadaan-keadaan apa yang dapat Anda pikirkan menge-nai kapan seorang ibu akan dipanggil untuk melindungi keluarganya atau seorang ayah untuk memelihara anak-anaknya?
Bacalah alinea keenam dalam pernyataan tersebut ber-sama siswa Anda. Mintalah mereka membuat daftar bagi tanggung jawab orang tua. (Mereka harus menga-sihi serta memelihara satu sama lain dan anak-anak mereka, mendidik anak-anak mereka dalam kasih dan
kebenaran, serta menyediakan kebutuhan jasmani dan rohani bagi anak-anak mereka. Mereka juga harus mengajar anak-anak mereka untuk saling mengasihi dan melayani, menaati perintah-perintah Allah, dan menjadi warga negara yang taat hukum). Mintalah siswa membagikan gagasan-gagasan mengenai orang tua mereka yang menghormati tanggung jawab terse-but, dan bagaimana orang tua semacam itu akan memberkati keluarga mereka, lingkungan huni, masyarakat, negara, dan dunia.
Bacalah dua alinea terakhir dalam pernyataan tersebut bersama anggota kelas Anda. Mintalah siswa menyebut-kan tiga hal yang melanggar kesucian dan solidaritas keluarga.
• Melanggar hukum kemurniaan akhlak • Merundung anak-anak atau pasangan • Gagal memenuhi tanggung jawab keluarga
Tanyakan: Apa yang akan terjadi jika kita gagal mengin-dahkan nasihat dari para nabi ini?
Berikan kesaksian mengenai kebenaran dari asas-asas tersebut, dan imbaulah siswa Anda untuk mempersiap-kan diri memenuhi tanggung jawab mereka sebagai pasangan suami-istri dan orang tua.
KE LUARGA
Pernyataan ini dibacakan oleh Presiden Gordon B. Hinckley sebagai bagian dari pesannya pada Pertemuan Lembaga Pertolongan Umum yang diadakan pada tanggal 23 September 1995, di Salt Lake City, Utah.
P
RESIDENSIU
TAMA DAND
EWAND
UAB
ELASR
ASULG
EREJAY
ESUSK
RISTUS DARIO
RANG-
ORANGS
UCIZ
AMANA
KHIRK
AMI, PRESIDENSI UTAMAdan Dewan Dua Belas Rasul Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa pernikah-an pernikah-antara seorpernikah-ang pria dpernikah-an seorpernikah-ang wpernikah-anita ditetapkpernikah-an oleh Allah dan bahwa keluarga merupakan inti dalam rencana Sang Pencipta bagi tujuan kekal anak-anak-Nya.S
ELURUH UMAT MANUSIA—pria dan wanita—diciptakan menurut rupa Allah. Masing-masing adalah putra atau putri roh terkasih dari orang tua surgawi, dan, karenanya, masing-masing memiliki sifat dan tujuan yang ilahi. Jenis kelamin merupakan ciri mutlak dari identitas dan tujuan pradunia, kehidupan fana, dan kekal setiap orang.D
ALAM ALAM PRADUNIA, para putra dan putri roh me-ngenal dan memuja Allah sebagai Bapa Surgawi mereka dan menerima rencana-Nya melalui mana anak-anak-Nya dapat memperoleh tubuh jasmani dan mendapatkan pengalaman duniawi untuk maju ke arah kesempurnaan dan pada akhirnya mencapai tujuan ilahinya sebagai seorang ahli waris kehidupan kekal. Rencana kebahagia-an ykebahagia-ang ilahi memungkinkkebahagia-an hubungkebahagia-an keluarga untuk dilanjutkan setelah kematian. Tata cara dan perjanjian kudus yang tersedia di bait-bait suci yang kudus memungkinkan setiap orang kembali ke hadirat Allah dan keluarga disatukan secara kekal.P
ERINTAH PERTAMA YANGdiberikan Allah kepada Adam dan Hawa berkaitan dengan potensi mereka untuk men-jadi orang tua sebagai suami dan istri. Kami menyatakan bahwa perintah Allah bagi anak-anak-Nya untuk ber-anak cucu dan memenuhi bumi tetap berlaku. Kami selanjutnya menyatakan bahwa Allah telah memerintah-kan agar kuasa penciptaan yang kudus ini digunamemerintah-kan hanya antara pria dan wanita, yang telah dinikahkan secara resmi sebagai suami dan istri.K
AMI MENYATAKANcara dengan mana kehidupan fana diciptakan telah ditetapkan secara ilahi. Kami mene-gaskan kekudusan dan pentingnya dalam rencana kekal Allah.S
UAMI DAN ISTRImemiliki tanggung jawab kudus untuk mengasihi dan memelihara satu sama lain dan anak-anak mereka. ‘Anak-anak ... adalah milik pusaka daripada Tuhan’ (Mazmur 127:3). Orang tua memiliki kewajiban kudus untuk membesarkan anak-anak mereka dalamkasih dan kebenaran, menyediakan kebutuhan fisik dan rohani mereka, mengajar mereka untuk saling mengasihi dan melayani, untuk mematuhi perintah-perintah Allah dan menjadi penduduk yang mematuhi hukum di mana pun mereka tinggal. Para suami dan istri—para ibu dan ayah—akan bertanggung jawab di hadapan Allah atas pelaksanaan kewajiban-kewajiban tersebut.