• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persebaran Marga Pasaribu dan Marga Tambunan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

2.7. Penduduk dan Beberapa Aspeknya

2.7.3. Persebaran Marga Pasaribu dan Marga Tambunan

Tabel 5

Perbandingan Jumlah Marga Pasaribu dan Marga Tambunan (Dalam Satuan KK)

Berdasarkan data kepala desa diatas dapat diketahui bahwa jumlah marga Pasaribu sebanyak 215 kk, dan marga Tambunan sebanyak 33 kk, dan jumlah marga-marga lain selain marga Pasaribu dan marga Tambunan sebanyak 477 kk. Dari jumlah kepala keluarga yang ada di Desa Garoga

Sibargot yaitu 725 kk, marga Pasaribu berkisar 30% dan marga Tambunan hanya berkisar 5% saja dan marga lainnya berkisar 65%. Apabila kita melihat dari jumlah marga Pasaribu dibandingkan dengan marga Tambunan, marga Pasaribu lebih memiliki peluang yang besar dibandigkan marga Tambunan.

Selain marga Pasaribu sebagai marga lokal dan jumlah terbanyak dibandingkan marga Tambunan di Desa Garoga Sibargot, marga pasaribu juga lebih banyak memiliki kerabat dibandingkan dengan marga Tambunan. Marga-marga lain yang ada di Desa Garoga Sibargot lebih banyak memiliki hubungan kekerabatan berdasarkan Dalihan Na Tolu dengan marga Pasaribu, seperti ; hubungan kekerabatan boru marga Pasaribu, hubungan kekerabatan hula-hula marga Pasaribu, dan juga dongan tubu marga Pasaribu.

Sehingga apabila kita melihat dari segi banyaknya hubungan kekerabatan yang dimiliki oleh marga Pasaribu dan marga Tambunan, marga Pasaribu dapat

dipastikan memenangkan pertarungan pemilihan kepala desa tahun 2015 yang lalu.

2.8. Kehidupan Ekonomi Desa Garoga Sibargot

Kehidupan masyarakat Desa Garoga Sibargot jika diperhatikan dari sektor perekonomian tentu sangat majemuk. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Garoga Sibargot secara kasat mata terlihat jelas

perbedaannya antara rumah tangga yang berkategori miskin, sangat miskin, sedang dan kaya. Hal ini disebabkan karena mata pencahariannya di sektor-sektor usaha yang berbeda-beda pula, sebagian besar di sektor non formal seperti buruh bangunan, buruh tani, petani, petani sawah, perkebunan karet dan sebagian kecil di sektor formal seperti PNS, honorer, guru, tenaga medis dll.

2.9. Organisasi Sosial Desa Garoga Sibargot 2.9.1. Organisasi Semarga

Pembentukan organisasi ini merupakan suatu bentuk persatuan dan kesatuan marga pada Orang Batak Toba. Organisasi ini pada dasarnya bertujuan untuk melakukan penguatan identitas marga tertentu dan berusaha untuk membantu setiap anggota semarga yang kurang mampu.

Peranan yang paling penting organisasi semarga ini adalah menghimpun seluruh anggota masayarakat yang memiliki marga yang sama. Selain itu hubungan kekeluargaan yang berdasarkan marga seperti boru, bere, dan ibebere akan tergabung dalam organisasi semarga ini. Organisasi semarga yang terdapat di Garoga Sibargot antara lain: Sutan Sotembalon (Pasaribu), Silahisabungan, Siraja Sonang, Aritonang boru bere, dll.

Organisasi semarga yang dimiliki di masyarakat di Desa Garoga Sibargot dapat berpengaruh terhadap terjadinya penguatan identitas marga. Karena organisasi ini merupakan sebuah cerminan atas rasa cinta terhadap marga sendiri. Nilai-nilai kekerabatan yang dijunjung tinggi

dalam organisasi ini dapat membentuk suatu ikatan yang kuat diantara sesama anggotanya sehingga keberadaan organisasi ini tetap terjaga dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

Dengan berbagai organisasi yang berdiri atas dasar hubungan marga membuat masyarakat memiliki kekuatan sosial yang kuat.

Organisasi berbasis marga tersebut tentu sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap anggotanya, seperti turut memberikan bantuan dalam bentuk jasa maupun dalam materi. Organisasi atas hubungan marga inilah yang digunakan para aktor politik untuk memenangkan pertarungan pemilihan kepala desa di Desa Garoga Sibargot. Maka, dalam pemilihan kepala desa organisasi semarga ataupun punguan marga sangat dilibatkan didalamnya.

2.9.2. Serikat Tolong Menolong

Organisasi serikat tolong menolong yang terdapat dalam lingkungan masyarakat Batak Toba memberikan kontribusi yang besar dalam menjalin dan membina hubungan diantara masyarakat. Peranan organisasi ini akan terlihat ketika terdapat acara-acara adat di lingkungan masyarakat. Seluruh anggota organisasi ini akan bekerjasama membentuk suatu kesatuan yang bertujuan untuk mensukseskan suatu acara.

Organisasi ini akan berperan mulai dari perencanaan hingga akhir pelaksanaan suatu pesta dalam lingkungan masyarakat Toba.

Rasa persaudaraan dan ikatan yang terjalin diantara anggota organisasi serikat tolong menolong ini dalam mempengaruhi terjadinya

kesamaan dalam kehidupan masyarakat Garoga Sibargot. Batas-batas sosial sama sekali tidak terlihat dalam organisasi ini. Organisasi ini menunjukkan adanya perasaan senasib sehingga pada prinsipnya organisasi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap acara adat yang dimiliki setiap anggotanya.

Organisasi serikat tolong menolong di Desa Garoga Sibargot ada dua yaitu STM Saroha dan STM Satahi. Dalam pemilihan kepala desa di desa itu, STM ini juga berperan sebagai sarana untuk bediskusi. Dimana STM Saroha lebih identik memilih calon dari marga Pasaribu karena marga-marga di dalam STM ini berasal dari marga Pasaribu dan pihak boru dari marga Pasaribu. Sedangkan STM Satahi ini lebih identik untuk memilih calon marga Tambunan karena marga-marga yang ada di dalam STM tersebut adalah marga-marga pendatang yang datang ke Desa Garoga Sibargot.

Maka dalam pemilihan kepala desa ini, para calon kepala desa juga berusaha mencari dukungan ke sudut manapun, seperti kepada STM yang ada di wilayah desa itu. Dimana yang kita tahu sebelumnya bahwa STM adalah sarana untuk tolong menolong didalam masyarakat.

2.9.3. Organisasi Kepemudaan

Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang terdapat di Desa Garoga Sibargot. Pembentukan organisasi ini didorong dan didukung oleh pemerintahan desa. Pendirian organisasi ini bertujuan untuk pencapaian visi dan misi

desa. Oleh karena itu seluruh kegiatan dan fasilitas organisasi ini dilakukan oleh pemerintah desa.

2.10. Potensi-Potensi Wilayah Desa Garoga Sibargot

Keadaan topografinya yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan serta udara yang sangat sejuk menjadi salah satu faktor penentu mayoritas pekerjaan masyarakat Desa Garoga Sibargot pada umumnya adalah petani. Beberapa komoditas pertanian unggulan Desa Garoga Sibargot antara lain yaitu getah karet, kemenyan, jagung, kopi, umbi-umbian. Jika ditinjau dari segi geografisnya, tanaman buah-buahan seperti durian juga sangat cocok dikembangkan di daerah ini, rasa dan aroma durian yang berasal dari daerah ini punya ciri khas dibanding durian yang berasal dari daerah lain. Sayangnya untuk durian tidak dijumpai sepanjang waktu karena pembudidayaannya yang masih tradisional mengakibatkan durian tidak bisa dijumpai di sepanjang tahun, masa pemanenan masih musiman. Musim durian biasanya sekitar bulan januari dan februari.

Selain itu, potensi wisata Desa Garoga Sibargot adalah aek tanjung (sungai tanjung) juga cukup menarik dikunjunggi. Selain untuk tempat santai, sungai tanjung ini juga tempat mandi masyarakat Garoga Sibargot. Selain itu juga, ketika musim kemarau datang sungai ini ramai dikunjungi oleh masyarakat Garoga Sibargot untuk mandi, selain tempat mandi disana juga bisa doorsmeer motor maupun mobil.

Disamping itu, aek tanjung ini juga digunakantempat untuk mencuci pakaian oleh para anak gadis yang ada di desa tersebut. Tempat wisata ini tergolong unik, apabila

ingin berenang kita bisa mandi disungai. Dan untuk orang yang tidak bisa berenang, bisa mandi diatas dengan air yang jernih yang keluar dari batu.

Desa Garoga Sibargot juga memiliki petensi sumber daya manusia yang berkualitas. Para pelajar Garoga Sibargot mampu bersaing dengan pelajar-pelajar dari sekolah lain dalam ajang Olimpiade di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Kabupaten bahkan sampai ke Provinsi. Siswa/i SMA sederajat banyak melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di kota Medan dan juga di kota-kota lain diwilayah Indonesia.

2.11. Sarana dan Prasarana Desa Garoga Sibargot 2.11.1. Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan merupakan salah satu sarana yang paling dibutuhkan diberbagai tempat, untuk mendukung proses kelangsungan hidup manusia karena manusia tidak terlepas dari penyakit. Sarana kesehatan yang dimiliki Desa Garoga Sibargot adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS). Disamping itu, di Desa Garoga Sibargot terdapat juga apotek yang dibuka oleh bidan-bidan desa. Fasilitas PUSKESMAS Garoga Sibargot masih sederhana, seperti alat-alat untuk operasi dan juga dokter-dokter spesialis. Oleh karena keterbatasan alat maupun keahlian bidang kesehatan disana, sering kali orang yang menderita penyakit yang parah sering dilarikan ke Rumah Sakit yang ada di Kabupaten yaitu di kota Tarutung bahkan ada juga yang langsung dilarikan keberbagai Rumah Sakit yang ada di Medan. Keterbatasan itu membuat masyarakat

yang mengalami penyakit yang parah tidak dapat tertolong lagi ditambah lagi dengan perjalanan dari Desa Garoga Sibargot menuju kota Tarutung yang memakan waktu yang cukup lama.

2.11.2. Sarana Air Bersih

Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup terlebih bagi manusia, air juga merupakan hal yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari semua makhluk hidup yang ada di bumi. Sarana air bersih yang dimiliki oleh masyarakat Garoga Sibargot adalah air hujan, air galian atau sumur bor, dan juga air yang keluar dari batu. Pada musim penghujan masyarakat Garoga Sibargot menggunakan air hujan dan pada musim kemarau datang masyarakat Garoga Sibargot menggunakan air galian dan masyarakat yang tidak mempunyai air galian, mereka pergi kesungai untuk mandi sekalian membawa air bersih dari sungai itu. Air bersih yang diambil dari sungai bukanlah air aliran sungai itu, tetapi disungai tersebut ada air yang keluar dari batu.

Namun, pada tahun 2015 pemerintah kabupaten Tapanuli Utara membangun sarana air bersih di Desa Garoga Sibargot yang diambil atau dialirkan dari pegunungan yang diberi nama PDAM MUAL NATIO.

Akan tetapi, masyarakat yang ingin memasukkan sumber air PDAM ini, mereka akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1.800.000,-. Karena membutuhkan biaya yang cukup besar, masyarakat disana hanya sedikit yang menggunakan sarana air tersebut.

2.11.3. Sarana Pendidikan

Salah satu tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rangka mewujudkan tujuan nasional tersebut maka penyediaan fasilitas penddikan di desa juga harus terus ditingkatkan. Faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang turut menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu daerah, disamping faktor lainnya. Pada umumnya semakin tinggi tingkat pendidikan suatu daerah, maka daerah tersebut akan lebih cepat berkembang atau lebih maju jika dibandingkan dengan daerah lain yang masih rendah tingkat pendidikan penduduknya.

Selain itu tingkat pendidikan ini juga menentukan kemampuan untuk melakukan pembangunan suatu daerah. Hal ini sejalan dengan penduduk sumber potensi pembangunan suatu daerah dengan memiliki pendidikan dan tingkat pengetahuan serta keterampilan yang lebih baik sudah tentu merupakan suatu jaminan bahwa pendapatan yang diterima juga akan semakin baik. Sehingga dengan pendapatan yang lebih baik, tingkat pendidikan juga lebih baik.

Sarana pendidikan yang ada di Desa Garoga Sibargot adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masyarakat desa ini mayoritas menyekolahkan anaknya mulai dari PAUD sampai SMP di desanya sendiri. Siswa yang bersekolah di SMP itu tidak hanya berasal dari Desa Garoga Sibargot saja, tetapi juga berasal dari desa lainnya.

Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap sekolah di desa ini adalah gedung kelas, dan perpustakaan sekolah. Para orangtua yang berasal dari desa-desa diluar Desa Garoga Sibargot memilih anak-anaknya untuk sekolah di Desa Garoga Sibargot karena desa itu merupakan kota kecamatan. Sarana pendidikan yang ada di Desa Garoga Sibargot dapat dilihat pada tabel di bawah :

Tabel 6

Sarana Pendidikan di Desa Garoga Sibargot

No Sarana Jumlah

1 PAUD 1

2 TK 1

3 SD 4

4 SMP 2

Jumlah 8

Sumber : Data Kepala Desa Garoga Sibargot 2017

2.11.4. Sarana Ibadah

Sarana ibadah merupakan tempat untuk setiap umat beragama untuk menyembah Tuhannya, sarana ibadah ini juga faktor berlangsungnya faktor keagamaan di setiap daerah. Desa Garoga Sibargot juga memiliki sarana ibadah atau tempat ibadah mereka. Sarana ibadah yang ada di desa ini adalah Gereja dan Masjid. Jumlah Gereja di desa tersebut lebih banyak dibanding dengan jumlah Masjid yaitu 11 berbanding 2.

2.11.5. Sarana Transportasi

Sarana transportasi adalah salah satu sarana untuk meningkatkan pembangunan suatu daerah. Karena dengan lancarnya transportasi ke suatu daerah, perekonomian daerah akan cepat berkembang dan harga hasil pertanian daerah tersebut juga akan meningkat juga. Peningkatan transportasi sangat dipengaruhi oleh infrastruktur yang ada. Apabila jalan menuju suatu daerah masih berlobang-lobang atau masih belum ada perbaikan jalan seperti pengaspalan maka transportasi menuju daerah tersebut akan terkendala juga.

Sarana transportasi yang dapat digunakan untuk menuju Desa Garoga Sibargot adalah hanya transportasi darat saja. Karena infrastruktur jalan menuju Desa Garoga Sibargot masih banyak yang berlobang-lobang, perekonomian masyarakatnya juga masih rendah dibandingkan daerah-daerah lain yang ada di kabupaten Tapanuli Utara. Perekonomian yang masih rendah ini diakibatkan juga oleh para toke-toke di desa itu terlalu banyak mengambil untung. Hal ini disebabkan juga karena para toke yang berasal dari luar Desa Garoga Sibargot tidak berani menuju ke desa itu dikarenakan oleh jalan menuju kesana masih sangat memprihatinkan sehingga para toke yang berasal dari luar kecamatan tidak berani mengambil resiko. Selain karena jalannya berlobang-lobang, jalan ke Garoga Sibargot banyak melewati tebing yang curam dan juga sempit.

Jarak antara Desa Garoga Sibargot ke kota Kabupaten adalah 77 km dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke kota Kabupaten

Tapanuli Utara adalah mencapai 4 jam. Hal ini juga disebabkan karena jalannya yang masih banyak yang rusak. Dan apabila kita ingin menuju kota Provinsi yaitu kota Medan adalah kurang lebih mencapai 12 jam perjalanan menggunakan angkutan umum.

BAB III

PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DAN PERTARUNGAN PRIMORDIALISME MARGA DI DESA GAROGA SIBARGOT

3.1. Proses Formal Pencalonan Kepala Desa Garoga Sibargot 3.1.1. Memenuhi Kriteria Calon Kepala Desa Secara Umum

Permohonan Pencalonan Kepala Desa diajukan secara tertulis kepada panitia pemilihan dengan dilampiri berkas persyaratan yang ditetapkan.

Hasil penjaringan setelah dilengkapi dengan berkas persyaratan kemudian dilakukan penyaringan. Proses penjaringan balon kepala desa dilakukan dengan memeriksa kelengkapan data persyaratan masing-masing calon dan syarat kelengkapan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Daerah No.7 Tahun 2007 berupa 64 :

a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Setia dan taat kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c. Tidak Pernah terlibat langsung atau tidak langsung dalam kegiatan yang mengkhianati pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,

d. Berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah lanjutan Tingkat pertama atau sederajat.

e. Berumur sekurang kurangnya 25 (dua puluh Lima) tahun dan setinggi-tingginya 52 (lima puluh dua) tahun.

f. Sehat jasmani dan rohani.

g. Tidak pernah di hukum karena melakukan tindak pidana.

h. Mengenal desanya dan dikenal oleh masyarakat di desa setempat.

i. Bersedia di calonkan menjadi kepala desa.

j. Belum pernah menjabat sebagai kepala desa selama dua kali masa jabatan.

3.1.2. Melengkapi Berkas dan Mendaftar ke KPU

Apabila seseorang yang diusulkan atau berniat mencalonkan diri telah memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya seperti kelengkapan identitas pribadi, dia juga perlu melengkapi berkas-berkas lainnya. Berkas yang dimaksud berupa pernyataan-pernyataan tertulis dari berbagai instansi seperti:

 Surat keterangan sebagai bukti Warga Negara Indonesia dari Camat.

 Surat pernyataan tidak sedang menjalani hukuman pidana penjara dari kantor polisi.

 Surat pernyataan tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

 Surat pernyataan tidak pernah menjadi kepala desa selama tiga kali masa

jabatan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara.

 Surat pernyataan bersedia dicalonkan sebagai kepala desa.

 Surat pernyataan bersedia menanggung biaya seleksi akademis dan biaya pemilihan ulang.

3.1.3. Melaksanakan Kampanye

Kampanye merupakan sebuah tindakan dan usaha yang dilakukan untuk memperoleh dukungan masyarakat. Usaha kampanye dapat dilakukan secara individual dan berkelompok. Kampanye biasanya dibarengi dengan slogan, gambar, suara ataupun dengan bentuk simbol.

Pelaksanaan kampanye dalam pemilihan kepala Desa Garoga Sibargot sama seperti kampanye pada umumnya. Biasanya calon kepala desa memilih simbol berupa gambar buah. Dalam gambar tersebut dicantumkan nama calon serta slogan. Disamping itu pelaksanaan kampanye juga dilakukan dengan berkeliling desa serta diiringi oleh para pendukungnya.

3.2. Tahapan Pencalonan Marga Pasaribu dan Marga Tambunan 3.2.1. Tahapan Pada Marga Pasaribu

Sebelum diadakannya penentuan calon pada Marga Pasaribu, tahapan yang dibuat adalah :

a. Martahi Tataring ( Perkumpulan Sekeluarga)

Martahi tataring adalah tahapan pertama yang dilakukan oleh balon kepala desa dari marga Pasaribu. Dalam tahapan martahi tataring ini, orang-orang yang mengikuti perkumpulan ini adalah semua anggota keluarga dari keturunan oppu yang akan naik menjadi calon kepala desa. Seperti anggota keluarga calon kepala desa tahun 2015 yaitu keturunan dari Oppu Ja Tua. Dalam pertemuan ini, anggota keluarga memilih siapa yang layak untuk dinaikkan sebagai calon kepala desa. Sehingga pada acara

martahi tataring yang dilaksanakan oleh keturunan Oppu Ja Tua menetapkan Pintoruli Pasaribu sebagai calon kepala desa.

b. Paboahon Tu Dongan Tubu (Memberi tahu kepala Saudara Semarga)

Setelah menetapkan calon kepala desa pada acara martahi tataring, tahapan selanjutnya yang dilaksanakan calon kepala desa dari marga Pasaribu adalah Paboahon tu dongan tubu. Pada tahap paboahon tu dongan tubu ini, kelompok keturunan marga yang mendapat giliran mencalonkan kepala desa memberitahukan kepala kerabat satu marganya yaitu kelompok keturunan marga Pasaribu yang ada di Desa Garoga Sibargot.

Maksud dari tahapan paboahon tu dongan tubu yang dibuat oleh kelompok keturunan yang akan naik menjadi calon kepala desa adalah supaya anggota marga Pasaribu yang berasal dari semua anggota kelompok marga Pasaribu yang ada di Desa Garoga Sibargot mengetahui siapa yang akan naik menjadi calon kepala desa dari pomparan dari oppo Ja Tua sekaligus ingin meminta dukungan kepada kerabat semarganya.

c. Paboahon Tu Dongan Sahuta (Memberi tahu kepada saudara sekampung)

Pada tahap ketiga yang dilakukan oleh calon kepala desa dari marga Pasaribu adalah paboahon tu dongan sahuta. Pada tahap ini marga Pasaribu memberi tahu kepada seluruh penduduk Garoga Sibargot bahwa siapa yang akan menjadi calon kepala desa dari marga Pasaribu. Cara memberi tahu yang dilakukan oleh marga

Pasaribu yaitu dengan orasi keliling kampung Garoga Sibargot. Pada saat itu juga marga Pasaribu meminta dukungan kepada seluruh anggota masyarakat desa Garoga Sibargot untuk memilih calonnya.

3.2.2. Tahapan Pada Marga Tambunan

Tahapan yang dilakukan calon dari marga Tambunan adalah sebagai berikut:

a. Martahi Dohot Hahanggi (Mengadakan Perkumpulan dengan Kelompok Marga yang Sama)

Sebelum pencalonan kepala desa Garoga Sibargot marga Tambunan mengadakan pekumpulan dengan kelompok marga mereka yaitu kelompok marga Silahisabungan. Pada acara tersebut Marlan Tambunan mengusulkan dirinya untuk mencalon kepala desa di Desa Garoga Sibargot. Pada acara itu Marlan Tambunan meminta dukungan kepada kelompok marganya untuk memberi dukungan kepadanya pada pemilihan kepala desa pada Tahun 2015 tersebut.

b. Mamakhulingi Tondong (Menjumpai Keluarga)

Setelah marga Tambunan mengadakan perkumpulan dengan kelompok semarganya, kemudian mereka menjumpai keluarganya yang ada di Desa Garoga Sibargot. Keluarga yang dimaksud adalah keluarga marga Tambunan yang ada kaitannya dengan Dalihan Na Tolu marganya. Marlan Tambunan menyuruh anggota keluargnya untuk mengunjungi semua keluarganya untuk memberitahukan bahwa dia mencalonkan kepala desa pada pemilihan kepala desa tahun 2015 itu. Selain menjumpai keluarga yang berkaitan dengan Dalihan Na Tolu, marga Tambunan juga

menjumpai marga-marga lain yang tidak ada kaitan kekeluargaan dengan marga Pasaribu di Desa Garoga Sibargot.

3.3 Bentuk-Bentuk Pelaksanaan Kampanye yang Dilakukan Calon Kepala Desa Garoga Sibargot

3.3.1. Kampanye dari Rumah ke Rumah

Teknik kampanye seperti ini banyak dijumpai diperkampungan yaitu dengan menjumpai keluarga ataupun kerabat dekat. Kampanye seperti ini terlihat jelas di Desa Garoga Sibargot, dimana tim sukses yang dipilih oleh calon kepala desa mendatangi keluarga ataupun kerabatnya langsung kerumah nya langsung. Seperti yang dilakukan oleh tim sukses dari calon marga Tambunan, mereka menjumpai kerabat marganya terlebih orang yang pendatang disana. Ada juga yang berani menjumpai marga Pasaribu di desa itu walaupun mereka jelas tahu bahwa kandidat kepala desa marga Pasaribu mencalonkan diri. Marga Pasaribu yang dijumpainya ini merupakan orang yang masih ada hubungan tali persaudaraan yang dekat karena hubungan perkawinan antara marga pendatang dengan marga lokal. Tidak hanya tim sukses dari marga Tambunan, tim ssukses dari marga Pasaribu juga menjumpai seluruh masyarakat yang ada di Desa Garoga Sibargot terutama di dusun pasar Garoga. Tim sukses dari calon marga Pasaribu menghimbau kepada marga pendatang untuk memilih calonya dalam pemilihan kepala desa nanti karena tradisi dan juga amanah

dari leluhur marga Pasaribu di desa itu bahwa yang akan menjabat sebagai kepala desa di desa itu haruslah berasal dari marga lokal yaitu marga Pasaribu.

3.3.2 Kampanye di Warung Kopi

Kampanye yang dilakukan oleh tim sukses pemilihan kepala desa

Kampanye yang dilakukan oleh tim sukses pemilihan kepala desa