• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE KAMPANYE

PERSIAPAN PENGAWASAN a. Kerawanan-Kerawanan IKP

Bahwa terkait Laporan Hasil Pengawasan Panwaslih Kabupaten Aceh Barat terkait pengadaan logistik pemungutan, penghitungan suara dan kebutuhan logistik lainnya memang tidak terkendala dengan waktu yang artinya cenderung tepat waktu, namun untuk pendistribusian logistik baik untu pemungutan suara maupun logistik lainnya mengalami keterlambatan. b. Fokus, Strategi dan Kegiatan Pengawasan

Panwaslih Kabupaten Aceh Barat dalam Tahapan ini melakukan berbagai perencanaan untuk melakukan pengawasan melekat pada tahapan ini dengan salah satunya melakukan Rapat Koordinasi terkait dengan Pungut hitung di setiap jenjang baik dari TPS hingga ke tingkat Kota, dan melakukan Bimbingan Tekhnis kepada Pengawas TPS yang merupakan ujung tombak dalam pengawasan di tingkat TPS.

 KEGIATAN PENGAWASAN

Dalam sebuah rangkaian kegiatan untuk meminimalisir terjadinya sebuah pelanggaran yang akan terjadi perlu dilakukan pencegahan dan aktivitas pengawasan. Panwaslih Kabupaten Aceh Barat melakukan beberapa

pencegahan dan aktivitas pengawasan untuk mengurangi dan meminimalisir adanya pelanggaran di setiap rangkaian proses dalam tahapan Dana Kampanye di Kabupaten Aceh Barat.

a. Pencegahan dan Aktivitas Pengawasan

Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada Pasal 102 ayat 1 huruf a dan d menyatakan bahwa dalam melakukan pencegahan pelanggaran pemilu dan pencegahan sengketa proses pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 huruf a, Bawaslu Kabupaten/Kota bertugas mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran pemilu di wilayah kabupaten/kota dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu di wilayah Kabupaten/Kota Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Barat mengintruksikan kepada seluruh anggota dan jajaran kesekertariatan Panwaslih Kabupaten Aceh Barat pada satu hari sebelum hari pencoblosan Selasa, 16 April 2019 untuk melakukan supervisi ke tiap-tiap TPS guna memastikan perlengkapan kebutuhan di TPS tersebut sudah terpenuhi dan kotak surat suara yang berisikan logistik Pemilu dalam keadaan aman dan petugas keamanan bertugas sesuai dengan poksinya. Mengecek kembali lokasi TPS tersebut agar aman dari faktor alam seperti misalnya tergenang banjir, longsor dan faktor lainnya yang bisa mengakibatkan TPS itu tidak dapat dipergunakan.

Pada hari pencoblosan dan penghitungan surat suara seluruh Anggota dan jajaran sekertariat kembali melakukan pengawasan di tiap-tiap TPS untuk mengecek langsung terkait teknis tata cara yang sudah

diatur dalam Peraturan KPU oleh Ketua dan anggota KPPS serta memastikan juga tidak ada pengarahan pencoblosan yang dilakukan oleh Calon, Tim Sukses atau masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut, serta memastikan tidak ada money politik.

b. Proses Pelaksanaan Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Aceh Barat.

Adapun rangkaian proses serta hasil dari pengawasan terhadap kegiatan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Aceh Barat adalah sebagai berikut :

1) Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara PPWP, DPR RI, DPD, DPRA Provinsi Aceh, dan DPRK Kabupaten Aceh Barat dimulai dari Kecamatan Bubon dengan Pembacaan Form DA1 yang dibacakan oleh Komisioner KIP Aceh Barat, Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara yang dilaksanakan oleh KIP Aceh Barat sudah sesuai dengan prosedur sebagaimana dimaksud pada Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum.

2) Proses Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara kemudian dilanjutkan untuk Kecamatan Kaway XVI, Panton Reu, Pante Ceureumen, Woyla Barat, Woyla Timur, Sungai Mas, Samatiga, Arongan Lambalek, Meureubo dan Johan Pahlawan dengan pembacaan Form DA1 oleh

Komisioner KIP Aceh Barat, bahwa proses Rekapitulasi untuk masing-masing kecamatan sudah dilaksanakan sesuai prosedur sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Rekapitulasi Tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Umum.

3) Secara umum, proses rekapitulasi perolehan suara ditingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Komisi independen Pemilihan Kabupaten Aceh Barat berlangsung dengan baik dan lancar tanpa suatu kendala yang berarti begitu juga sampai dengan tahapan akhir yaitu proses rekapitulasi perolehan suara ditingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Aceh Barat pada tanggal 1 s/d 4 Mei 2019 di Gedung DPRK Aceh Barat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tabel 41 : hasil perolehan suara PPWP, DPD, DPR, DPRA dan DPRK dalam Kabupaten Aceh Barat

1 2 3 4 5 Jumlah seluruh pemilih Jumlah Pengguna Hak Pilih Jumlah Seluruh Suara Sah/Tdk Sah

DPRK (DAPIL) 1 138,664 138,664 115,912 134,664 44,975 24,070 22,094 27,708 NO KETERANGAN PPWP DPR DPD DPRA 19,817 16,285 24,603 24,603 16,285 21,103 2 3 115,803 115,726 33,349 21,213 21,103 21,213 115,912 115,801 115,803 115,726 33,349 115,912 115,801

 HASIL-HASIL PENGAWASAN a. Temuan

1) Bahwa pada hari pencoblosan tanggal 17 April 2019, telah terjadi kasus dugaan pelanggaran pemungutan di beberapa TPS 10 dan TPS 4 yang ada di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Dugaan Pelanggaran tersebut adalah tidak diberikan Hak Pilih yang dilakukan oleh Kelompok Pemungutan dan Penghitungan Suara (KPPS) atas konsultasi dan atau arahan dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) adalah hasil tindak lanjut arahan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Johan Pahlawan. Korban atas dugaan pelanggara tersebut atas nama Sri Rina Rahayu Safran dan Asnawi.Pada tanggal 22 dan 24 April 2019, kedua korban melakukan gugatan/laporan kepada Panwasli Kabupaten Aceh Barat dengan nomor register

01/LP/PP/Kab/01.06/IV/2019 dan

02/LP/PP/Kab/01.06/IV/2019.

a) Sdri. Sri Rina Rahayu datang ke TPS 10 sekitar pukul 10.00 WIB, dan tidak dapat menunjukkan form C6, dan oleh petugas di arahkan untuk melihat namanya di daftar DPT yang ditempel di papan pengumuman di TPS 10, dan bahwasanya ada nama Sdri. Sri Rina Rahayu di papan Pengumuman dan Sdri. Sri Rina Rahayu Meminta izin petugas untuk dapat memilih pada saat itu, namun oleh petugas Sdri. Sri Rina Rahayu disuruh kembali jam 12 siang, karena yang memilih yang memiliki C6 dahulu. Sdri. Sri Rina Rahayu kembali Ke TPS

10 sekitar pukul 12.00 WIB, di TPS petugasnya mengatakan bahwa Sdri. Sri Rina Rahayu sudah tidak bisa memilih karena mereka hanya menerima kuota 6 orang dan Sdri. Sri Rina Rahayu di arahkan ke kantor Keucik. Dan kemudian dari kantor keucik Sdri. Sri Rina Rahayu di arahkan ke TPS lain, hingga jam 4 sore Sdri. Sri Rina Rahayu tidak bisa memilih karena TPS lain ada yang sudah tutup. Adapun pasal yang dilanggar yaitu Pasal 510 Undang- undang No 7 Tahun 2017.

b) Pada tanggal 17 April 2019 di TPS 4 Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat bahwa pemilih tidak dapat memilih walaupun sudah menunjukkan KTP elektronik ke KPPS, pemilih tetap tidak bisa memilih dengan alasan hanya diterima 6 orang saja. Adapun pasal yang dilanggar yaitu Pasal 510 Undang- undang No 7 Tahun 2017. c) Keberatan dari Partai Amanat Nasional (PAN),

yaitu adanya kekeliruan suara di internal Partai PAN di tingkat DPRA atas nama Fuadri, S.Si, M.Si yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari Ketua KPPS TPS 3 Desa Peribu dan Ketua KPPS TPS 2 Desa Seuneubok Teungoh Kecamatan Arongan Lambalek yang menyatakan bahwa terdapat kekeliruan dalam penempatan suara caleg dengan nomor urut 4 (Fuadri, S.Si, M.Si) yang terisi kedalam caleg dengan nomor urut 3 (Ir. Azneimar) sebanyak 21 suara. Keberatan tersebut di sampaikan oleh saksi di dalam rapat pleno setelah