• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam setiap pertemuan tidak harus mencakup 12 teknik, dalam satu kompetensi

dasar sikap, ketrampilan, dan pengetahuan

yang pencapaiannya terdiri dari beberapa

pertemuan dapat dilaksanakan 12 teknik,

begitupula dalam satu semester dapat

melaksanakan 12 teknik penilaian tersebut.

Sebaiknya pendidik menggunakan teknik

penilaian yang beranekaragam, karena dapat

memberikan informasi yang lebih akurat.

Semakin akurat informasi, data yang

diperoleh pendidik dapat meningkatkan

akuntabiltas nilai dan akan semakin mudah

dalam membuat keputusan dalam

menentukan nilai peseta didik.

Bagaimana perbedaan Ujian tingkat kompetensi (UTK) dengan Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK)?

Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK)

 Dilakukan satuan pendidikan  Dilakukan pemerintah

 Dilaksanakan pada akhir kelas XI (tingkat 5)  Dilaksanakan pada akhir kelas XI (tingkat 5)

 Menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh

Pemerintah  Menggunakan metode survey

 UTK pada akhir kelas XII (tingkat 6) dilakukan melalui UN.

Di lapangan ditemukan bahwa guru tidak mau disibukkan oleh adanya rubrik penilaian. Sementara rubrik penilaian ini merupakan alat bantu untuk bisa memberikan skor yang sebenarnya dalam konteks penialian autentik. Langkah apakah yang dapat kita tempuh untuk meminimalisir kesenjangan yang ada?

Penyusunan rubrik dapat dilaksanakan bersama rumpun matapelajaran. Pihak Direktorat agar menyusun kegiatan pendampingan terus menerus dan sinkronisasi dengan pelaksana di daerah.

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

70

Bagaimana perbedaan antara penilaian portofolio dan pembelajaran portofolio?

Model pembelajaran berbasis portofolio adalah teori belajar konstruktivisme yang pada prinsipnya menggambarkan bahwa si pelajar membentuk atau membangun pengetahuannya melalui interaksinya dengan lingkungannya (Kamii, dalam Poedjiadi, 1994:4). Langkah-langkah portofolio sebagai model pembelajara meliputi; mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat, memilih masalah untuk kajian kelas, mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji, membuat portofolio kelas, penyajian portofolio, dan merefleksi pengalaman belajar.

Portofolio penilaian diartikan sebagai kumpulan fakta/bukti dan dokumen yang berupa tugas-tugas yang terorganisir secara sistematis dari seseorang secara individual dalam proses pembelajaran. Atau sebagai koleksi sistematis dari siswa dan guru untuk menguji proses dan prestasi belajar. Portofolio penilaian mempunyai beberapa karakteristik yaitu; merupakan hasil karya siswa yang berisi kemajuan dan penyelesaian tugas-tugas secara terus menerus dalam usaha pencapaian kompetensi, merupakan suatu pendekatan kerja sama, mempunyai tujuan menilai diri sendiri, memperbaiki dan mengupayakan prestasi, dan adanya keterkaitan antara penilaian dan pembelajaran.

Apa bedanya pembelajaran projek dan penilaian projek?

Pembelajaran projek adalah adalah metoda pembelajaran yang menggunakan projek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Sedangkan Penilaian projek adalah salah satu teknik penilaian untuk mengukur ketrampilan baik ketrampilan abtrak maupun kongkrit mencakup tiga tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan.

Beda projek dengan portofolio?

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Portofolio adalah kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. Karya dapat berupa tugas-tugas dan projek.

Bagaimana melakukan penilaian sikap? Apabila ditemukan seorang peserta didik menunjukkan sikap yang kurang baik, bagaimana pembinaannya?

Pelaksanaan penilaian kompetensi sikap dilakukan oleh pendidik setiap mata pelajaran. Hasil penilaian diinformasikan kepada masing-masing peserta didik pada setiap akhir pekan dengan tujuan untuk (a) mengetahui kemajuan hasil pengembangan sikapnya, (b) mengetahui kompetensi sikap yang belum dan yang sudah dicapai sesuai kriteria yang ditetapkan, (c) memotivasi peserta didik agar memperbaiki sikap yang masih rendah dan berusaha mempertahankan sikap yang telah baik, dan (d) menjadi bagian refleksi bagi pendidik untuk memperbaiki strategi pengembangan sikap peserta didik di masa yang akan datang.

Tindak lanjut hasil penilaian sikap setiap minggu dijadikan dasar untuk melakukan proses pembinaan dan pengembangan sikap yang disisipkan dalam mata pelajaran yang bersangkutan tanpa harus memperhatikan pencapaian kompetensi dasar terkait dari aspek kompetensi sikap.

Bagaimana cara memperoleh nilai rapor pada aspek pengetahuan dan ketrampilan pada kurikulum 2013?

Berdasarkan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014, nilai akhir pada aspek pengetahuan diperoleh dari rerata capaian kompetensi setiap Kompetensi Dasar dimensi pengetahuan yang diperoleh dari penugasan, Ulangan Harian, Ulangan Tengah semester, dan Ulangan

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

71

Akhir Semester. Nilai akhir aspek keterampilan diperoleh dari rerata capaian optimum dari setiap Kompetensi Dasar dimensi Keterampilan. Berikut adalah contoh pengolahan nilai Pengetahuan dan keterampilan.

Contoh Pengolahan Nilai Pengetahuan:

Tabel 1 Pengolahan Nilai Pengetahuan No Peserta Didik Nama

Penilaian Ke-1 Penilaian Ke-2 Penilaian ke-3

Dst KD 3.1 KD 3.2 KD 3.3 KD 3.2 3.3 KD KD 3.1 KD 3.3 KD 3.4 KD 3.5 1 Adi 3 3 4 2 4 3 4 4 4 2 Budi 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 Dst Keterangan:

4 = sangat menguasai 2 = cukup menguasai 3 = menguasai 1 = kurang menguasai

Tabel 2 Rekapitulasi Pengolahan Nilai

No Nama Peserta Didik KD 1 2 3 Hasil Penilaian ke 4 5 6 7 8 9 Rerata Predikat

1 Adi 3.1 3 3 3,00 B 3.2 3 2 2,50 C+ 3.3 4 3 4 4,00 A 3.4 4 4,00 A 3.5 4 4,00 A Rapor 3,50 B+ 2 Budi 3.1 4 4 4,00 A 3.2 4 4 4,00 A 3.3 3 3 4 3,33 B+ 3.4 4 4,00 A 3.5 4 4,00 A Rapor 3,87 A 3 Dst

Contoh Pengolahan Nilai Ketrampilan:

Tabel 3

Pengolahan Nilai Keterampilan No Peserta Didik Nama

Penilaian Ke-1 Penilaian Ke-2 Penilaian ke-3

Dst KD 4.1 KD 4.2 KD 4.3 KD 4.2 KD 4.3 KD 4.1 KD 4.3 KD 4.4 KD 4.5 1 Adi 3 3 4 2 4 3 4 4 4 2 Budi 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 Dst Keterangan: 4 = sangat terampil 3 = terampil 2 = cukup terampil 1 = kurang terampil Tabel 4

Rekapitulasi Pengolahan Keterampilan

No Nama Peserta Didik KD 1 2 3 Hasil Penilaian ke 4 5 6 7 8 9 Capaian Optimum Predikat

1 Adi 4.1 3 3 3,00 B

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

72

4.3 4 3 4 4,00 A 4.4 4 4,00 A 4.5 4 4,00 A Rapor 3,60 B+ 2 Budi 4.1 4 4 4,00 A 4.2 4 4 4,00 A 4.3 3 3 4 4,00 A 4.4 4 4,00 A 4.5 4 4,00 A Rapor 4,00 A 3 Dst

Tabel Konversi Nilai Pengetahuan dan Ketrampilan

Rentang Huruf

Rentang Huruf

3,85 – 4,00 A 2,18 – 2,50 C+ 3,51 – 3,84 A- 1,85 – 2,17 C 3,18 – 3,50 B+ 1,51 – 1,84 C- 2,85 – 3,17 B 1,18 – 1,50 D+ 2,51 – 2,84 B- 1,00 – 1,17 D

Pada bagian mana di rapor kita bisa memasukkan kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa selama semester tersebut?

Ketentuan tentang rapor (Laporan Capaian Kompetensi) Kurikulum 2013 diatur dalam Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. Komponen rapor terdiri dari halaman identitas peserta didik, capaian kompetensi (sikap, pengetahuan, dan ketrampilan), kolom kehadiran dan ekstra kuruikuler, dan deskripsi capaian kompetensi. Capaian kompetensi kegiatan ekstrakurikuler yang diiukuti peserta didik diisikan dalam kolom ekstralkurikuler dalam bentuk deskripsi.

Bagaimana teknik pembinaan peserta didik yang nilai sikapnya belum memenuhi kategori baik?

Teknik pembinaan diserahkan kepada kebijakan satuan pendidikan masing-masing dan tergantung pada sikap apa yang belum mencapai kategori baik tersebut. Pembinaan terhadap sikap peserta didik dilakukan oleh guru mata pelajaran terkait dan dapat bekerja sama dengan walikelas dan guru BK. Pada prinsipnya pembinaan sikap adalah bentuk pembelajaran remedial untuk aspek sikap peserta didik. Pembinaan sikap peserta didik tidak perlu diacarakan, tetapi dilakukan secara kontinu.

Bagaimana kalau peserta didik pada akhir semester belum tuntas?

Untuk kompetensi yang belum tuntas, kompetensi tersebut dituntaskan melalui pembelajaran remedial sebelum melanjutkan pada kompetensi berikutnya. Untuk mata pelajaran yang belum tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui pembelajaran remedial sebelum memasuki semester berikutnya.

Bagaimanakah kedudukan kepramukaan pada kurikulm 2013?

Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. (permendikbud No. 63 Tahun 2013). Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi kepramukaan setempat/terdekat. Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang

©2014© 2015, Direktorat Pembinaan SMA

73

dilakukan di luar sekolah atau terkait dengan berbagai satuan pendidikan lainnya, seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina kepramukaan dan diatur agar tidak bersamaan dengan waktu belajar kurikuler rutin. Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.

Dalam implementasi kurikulum 2013 kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dapat diimplementasikan dalam 3 model, yaitu:

1. Sistem Blok yang dilaksanakan pada awal masuk sekolah;

2. Sistem Aktualisasi proses pembelajaran setiap matapelajaran ke dalam Pendidikan Kepramukaan; dan

3. Sistem Reguler bagi peserta didik yang memiliki minat serta ketertarikan menjadi anggota pramuka.

Sistem Blok adalah bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada awal peserta didik masuk di satuan pendidikan. Dilakukan dengan alokasi waktu 36 jam pelajaran. Merupakan “Kursus Orientasi Kepramukaan bagi peserta didik” sesuai tingkatan dan usianya.

Sistem Aktualisasi adalah bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan dengan mengaktualisasikan kompetensi dasar mata pelajaran yang relevan dengan metode dan prinsip dasar kepramukaan. Dilakukan dengan mengaktualisasikan kompetensi dasar mata pelajaran yang relevan. Pendidik harus terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap kompetensi dasar mata pelajaran yang relevan untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan pendidikan kepramukaan. Pendidik yang menyampaikan materi pada sistem ini, sekurang-kurangnya telah mengikuti Orientasi Pendidikan Kepramukaan (OPK), dan satuan pendidikan telah memiliki sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Sistem Reguler adalah bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada Gugus depan (Gudep) yang ada di satuan pendidikan dan merupakan kegiatan pendidikan kepramukaan secara utuh. Satuan pendidikan harus terlebih dahulu menyiapkan sistem pengelolaan pendidikan kepramukaan melalui Gudep.

Berikut gambaran Program Kegiatan Kepramukaan pada Kurikulum 2013 di satuan