• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 1.Hasil Pengamatan Awal Penentuan Lokasi Penelitian

IFAS EFAS

5.4. Parameter Biologi Perairan

5.4.2. Pertumbuhan Rumput Laut

(makro grazer) seperti ikan beronang, bintang laut, bulu babi dan bulu babi duri pendek serta penyu hijau.

5.4.2. Pertumbuhan Rumput Laut

Panjang Thallus

Pertambahan panjang thallus Eucheuma cottonii pada ketiga stasiun memiliki besaran panjang yang berbeda (Tabel 24).

Tabel 24. Data pertambahan panjang thallus (cm) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C Awal 15,8 16,2 17,25 1 17,13±2,47 17,63±2,26 17,25±1,83 2 19,33±3,65 20,05±4,49 19,58±2,71 3 21,50.±3,55 22,70±6,87 22,85±3,44 4 29,80±4,64 26,20±4,75 27,45±5,57 5 26,82±7,78 32,10±7,18 32,86±7,60 6 30,36±4,54 36,02±9,73 37,02±8,00 7 33,16±8,59 39,68±7,40 40,88±8,31 8 35,76±7,44 43,04±9,22 43,81±8,27

Sumber : Data Olah, 2006

Laju pertumbuhan panjang thallus yang ditanam pada Stasiun A, B dan C hasilnya menunjukkan peningkatan dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 8. Pada Stasiun A berdasarkan hasil pengukuran diperoleh pertumbuhan panjang rata-rata minggu ke 1 yaitu 17,13 ± 2,47 cm menjadi rata-rata-rata-rata 35,76 ± 7,44 cm pada minggu ke 8 atau terjadi peningkatan pertumbuhan sebesar 108 %, ada Stasiun B diperoleh pertumbuhan panjang rata-rata minggu ke 1 yaitu 17,63 ± 2,26 cm dan sampai minggu ke 8 rata-rata 43,04 ± 9,22 cm atau terjadi peningkatan pertumbuhan sebesar 144%, Pada Stasiun C berdasarkan hasil pengukuran diperoleh pertumbuhan panjang rata-rata minggu ke 1 yaitu 17,25 ± 1,83 cm dan sampai minggu ke 8 rata-rata sebesar 43,81 ± 8,27 cm atau peningkatan pertumbuhan sebesar 153%, (Tabel 24 dan Gambar 29).

0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00 30.00 35.00 40.00 45.00 50.00 1 2 3 4 5 6 7 8 Minggu Panjang Thallus (cm) A B C

Mei Mei Juni Juni Juni Juni Juli Juli

Gambar 29. Grafik pertambahan panjang thallus (cm) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Berdasarkan hasil pengukuran panjang thallus tersebut pada Stasiun A,B dan C kecenderungan pertumbuhan panjang relatif searah, namun pada Stasiun B dan C pertumbuhan panjang lebih tinggi dibandingkan Stasiun A. Hal ini diduga karena pada stasiun B dan C terdapat adanya pengaruh ruang gerak perairan/posisi rumput laut yang lebih baik karena berada di muara teluk, sinar matahari / unsur cahaya yang lebih besar karena substrat dasarnya yang terdiri dari karang dan pecahan karang sehingga perairannya lebih jernih dan cahaya lebih banyak masuk yang akan melakukan proses fotosentisa serta persaingan yang lebih kecil dalam memperoleh zat hara yang dibutuhkan dalam fotosintesa . Pada stasiun A pengaruh ruang gerak agak lebih sempit karena berada didalam teluk dan sebagian memiliki substrat dasar lumpur dan apabila terjadi pengadukan akan mengakibatkan kekeruhan maka akan berpengaruh terhadap sinar matahari yang masuk sehingga berdampak terhadap tidak optimalnya proses fotosintesa sehingga pertambahan panjang lebih rendah. Selain itu juga diduga faktor rumput laut itu sendiri, seperti sifatnya yang multiseluler, tekstur tubuhnya lunak (kartilagenus), sehingga thallus mudah patah terutama bagian ujung serta faktor usia thallus itu sendiri.

Tabel 25. Data Prosentase pertambahan panjang thallus (%) Eucheuma cottonii

dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C 1 1,20 1,30 1,10 2 1,90 2,10 2,00 3 2,00 2,30 2,90 4 2,10 3,60 4,10 5 2,70 4,60 4,80 6 3,20 3,50 3,70 7 2,50 3,20 3,40 8 2,30 2,90 2,60

Sumber : Data Olah, 2006

Pada stasiun A prosentase kenaikan tiap minggu berkisar 1,2-3,2% dan prosentase optimalnya pada minggu ke 6 sebesar 3,2%. Pada stasiun B prosentase kenaikan tiap minggu berkisar 1,3-4,6% dan prosentase optimalnya pada minggu ke 5 sebesar 4,6%. sedangkan pada stasiun C prosentase kenaikan tiap minggu berkisar 1,1-4,8% dan prosentase optimalnya pada minggu ke 5 sebesar 4,8%. Prosentase (%) harian pertambahan panjang thallus Eucheuma cottonii (Gambar 30), menunjukkan relatif sama untuk stasiun B dan C, tetapi berbeda dengan satsiun A.

0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 1 2 3 4 5 6 7 8 Minggu

Prosentase Panjang Thallus (%)

A B C

Mei Mei Juni Juni Juni Juni Juli Juli

Gambar 30.Grafik prosentasi pertambahan harian panjang thallus (%)

Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Jumlah Cabang Thallus

Perhitungan jumlah cabang pada stasiun A untuk minggu ke 1 rata-rata sebanyak 48,38 ± 8,16 cabang dan sampai minggu ke 8 rata-rata sebanyak 116,68 ± 17,21 cabang atau terjadi peningkatan jumlah cabang sebesar 141%, Perhitungan

jumlah cabang thallus untuk stasiun B pada minggu ke 1 rata-rata sebanyak 51,63 ± 3,81 cabang dan sampai minggu ke 8 rata-rata sebanyak 134,48 ± 15,53 cabang atau terjadi peningkatan jumlah cabang sebesar 160%, serta pada stasiun C jumlah cabang thallus minggu ke 1 rata-rata sebanyak 51,38 ± 5,53 cabang dan sampai minggu ke 8 rata-rata 133,24 ± 17,70 cabang atau terjadi peningkatan jumlah cabang sebesar 159%

Dari ketiga stasiun tersbut pertambahan jumlah cabang thallus Eucheuma cottonii untuk stasiun B dan C relatif sama, tetapi stasiun A sedikit berbeada (Tabel 26).

Tabel 26. Data pertambahan jumlah cabang thallus (buah) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C Awal 39,2 42,9 42,6 1 48,38±8,16 51,63±3,81 51,38±5,53 2 59,25±7,52 62,25±8,60 62,50±7,19 3 68,70±10,36 75,00±11,27 76,45±12,79 4 80,00±7,98 90,30±9,81 89,40±10,58 5 86,92±10,43 102,76±15,14 102,84±14,94 6 98,48±12,38 112,60±16,48 115,66±16,71 7 108,60±17,30 123,32±15,33 127,02±14,21 8 116,71±17,21 134,12±15,53 136,24±17,70

Sumber : Data Olah, 2006

Berdasarkan hasil perhitungan jumlah cabang tersebut pada Stasiun A,B dan C kecenderungan pertumbuhan jumlah cabang relatif searah, namun pada Stasiun B dan C jumlah cabang lebih tinggi dibandingkan Stasiun A. Hal ini diduga karena pada stasiun B dan C untuk faktor habitat perairan mendekati kisaran perairan yang paling cukup layak untuk mempercepat pertambahan thallus selain faktor posisi tumbuh, adanya pengaruh ruang gerak perairan/posisi rumput laut, sinar matahari dan persaingan dalam memperoleh zat hara yang dibutuhkan dalam jumlah kisaran yang mendekati yang layak guna melakukan fotosintesa sesuai keperluan berkembangnya pertambahan cabang. Karenanya unsur hara yang ada pada rumput laut digunakan untuk mempertahankan diri dan pertumbuhan rumput laut khususnya pertambahan jumlah cabang melalui pemenuhuan pembentukan

metabolit primer yang lebih produktif. Rumput laut atau jenis biota lainnya yang terdapat di Teluk juga merupakan kompetitor yang berpengaruh. Selain itu untuk stasiun A unsur hara yang dimilikinya diduga juga memenuhi pembentukan metabolit primernya yang belum optimal sehingga rumput laut tersebut berkurang untuk membentuk cabang baru dibandingkan stasiun B dan C (Gambar 31).

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 1 2 3 4 5 6 7 8 M i n g g u

Jumlah Cabang Thallus (buah)

A B C

Gambar 31. Grafik pertambahan jumlah cabang thallus Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Pada stasiun A prosentase kenaikan tiap minggu berkisar antara 2,90-4,10% dengan prosentase optimalnya pada minggu ke 4 yaitu sebesar 4,10%. Pada stasiun B prosentase kenaikan tiap minggu berkisar antara 2,90-5,10% dengan prosentase optimalnya pada minggu ke 4 yaitu sebesar 5,10% dan stasiun C prosentase tiap minggu berkisar antara 2,90-4,60% dengan prosentase optimalnya pada minggu ke 3 yaitu sebesar 4,60% (Tabel 27).

Tabel 27. Data prosentase pertambahan harian jumlah cabang thallus ( %) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C 1 3,30 2,90 2,90 2 3,90 3,50 3,70 3 3,40 4,20 4,60 4 4,10 5,10 4,30 5 3,30 4,20 4,50 6 3,50 3,50 4,30 7 3,60 3,70 3,80 8 2,90 3,40 3,10

Sumber : Data Olah, 2006

Juni Juni

Juni Juni Juli Juli

Mei

Pertambahan prosentase harian jumlah cabang (Gambar 32), meununjukkan bahwa ketiga stasiun pengamatan memiliki tingkat pertambahan prosentase harian jumlah cabang yang berbeda, namun memliki besaran rata-rata diatas 3%. Hal tersebut berarti tingkat pertambahan prosentase harian j ulah cabang cukup baik.

0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 1 2 3 4 5 6 7 8 M i n g g u

Prosentase Jumlah Cabang

Thallus (cabang)

A B C

Gambar 32.Grafik pertambahan prosentase (%) harian jumlah cabang thallus

Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Pertumbuhan Berat Thallus

Salah satu untuk mengetahui pertumbuhan dari rumput laut Eucheuma cotoonii adalah dengan melakukan pengukuran berat rumput laut tersebut. Pertambahan berat basah Eucheuma cottonii sampai minggu ke 8 dari pertumbuhan menunjukkan besaran diatas 500 gr (Tabel 28).

Tabel 28. Data pertambahan berat basah (gr) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C Awal 80,0 80,0 80,0 1 124,13±4,05 127,50±6,19 126,88±7,88 2 171,58±6,42 176,17±11,26 176,75±12,45 3 230,75±8,36 237,75±8,19 235,90±9,77 4 295,10±10,93 301,00±19,92 300,80±10,47 5 361,04±8,15 368,68±13,59 368,04±15,87 6 426,24±27,52 437,00±9,80 436,20±13,37 7 485,48±9,71 501,92±11,83 493,24±24,11 8 526,64±11,42 549,12±13,38 533,64±10,21

Sumber : Data Olah, 2006

Minggu

Juni Juni Juni Juli

Juni

Mei Juli

Pada grafik pertambahan berat basah Eucheuma cottonii (Gambar 33), menunjukkan ketiga stasiun memiliki besaran searah atau sama besar.

0.00 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 1 2 3 4 5 6 7 8 M i n g g u Berat Basah (gr) A B C

Gambar 33. Grafik pertambahan berat basah (gr) Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Laju pertumbuhan berat (basah) dan prosentasi rumput laut Eucheuma cottonii yang ditanam pada Stasiun A, B dan C hasilnya menunjukkan peningkatan yang relatif searah dan sama besar dari minggu ke 1 sampai dengan minggu ke 8. Bobot awal masing-masing stasiun ditetapkan sama yaitu sebesar 80 gr. Pada Stasiun A diperoleh pertumbuhan berat rata-rata minggu ke 1 yaitu 124,13 ± 4,05 gr, minggu ke 8 sebesar 526,64±11,42 gr pada atau terjadi peningkatan sebesar 324%. Pada Stasiun B diperoleh pertumbuhan berat rata-rata minggu ke 1 yaitu 127,50±6,19 gr dan sampai minggu ke 8 rata-rata sebesar 549,12±13,38 gr atau terjadi peningkatan minggu ke 8 sebesar 330% . Pada Stasiun C diperoleh pertum-buhan berat rata-rata minggu ke 1 yaitu 126,88±7,88 gr dan sampai minggu ke 8 rata-rata sebesar 533,64±10,21 gr, terjadi peningkatan sebesar 320% minggu ke 8.

Tabel 29. Data prosentase pertambahan berat basah (%) harian Eucheuma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

LOKASI PENELITIAN WAKTU PEMELIHARAAN ( MINGGU ) A B C 1 7,80 8,40 8,30 2 8,40 8,60 8,90 3 10,50 10,90 10,50 4 11,50 11,20 11,60 5 11,70 12,00 12,00 6 11,60 12,20 12,10 7 10,50 11,60 10,20 8 7,40 8,40 7,20

Sumber : Data Olah, 2006

Juni

Mei Juni Juni Juni Juli Juli

Prosentase pertambahan berat basah harian Eucheuma cottonii (Tabel 29) rata-rata diatas 3%, berarti ketiga stasiun tersebut cukup baik untuk pertumbuhan rumput laut. Prosentase pengukuran berat yaitu jumlah berat pada minggu terakhir dikurangi berat awal, kemudian dibagi dengan berat awal dan selanjutnya dibagi lagi dengan jumlah hari serta dikali seratus persen, prosentase pertumbuhan berat yang relatif cenderung searah dan sama besar setiap minggu, tetapi masih diatas laju pertumbuhan rata-rata harian minimal 3% (Gambar 34).

0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 14.00 1 2 3 4 5 6 7 8 M i n g g u

Prosentasi Berat Basah (%)

A B C

Gambar 34. Grafik Prosentase pertambahan berat basah (%) harian Eucheu- ma cottonii dari minggu ke 1-8 di Bulan Mei s/d Juli 2006

Pada stasiun A prosentase pertambahan berat harian pada minggu ke 1 sebesar 7,8% dan sampai minggu ke 8 sebesar 7,4% dengan prosentase optimalnya sebesar 11,7% pada minggu ke 5. Pada stasiun B prosentase pertambahan berat harian pada minggu ke 1 sebesar 8,4% dan sampai minggu ke 8 sebesar 8,4% dengan prosentase optimalnya sebesar 12,2% pada minggu ke 6. Pada stasiun C prosentase pertambahan berat harian pada minggu ke 1 sebesar 8,3% dan sampai minggu ke 8 sebesar 7,2% dengan prosentase optimalnya sebesar 12,1% pada minggu ke 6. Hal tersebut diduga karena adanya pengaruh ruang gerak perairan rumput laut seperti adanya arus yang cukup untuk bisa membawa unsur hara menyebar/difusi dengan baik yang bisa diserap oleh thallus dan juga bisa mengikis partikel-partikel tersuspensi/lumpur yang menempel dan menyebabkan tertutupnya thallus sehingga sinar matahari lebih banyak masuk yang dibutuhkan dalam proses fotosintesa untuk pertumbuhan rumput laut tersebut. Nilai salinitas di perairan ini relatif stabil sehingga pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik.

Juni Juni Juni

Juni Juli Juli

Mei Mei

Dengan demikian, pertumbuhan terbaik rumput laut Eucheuma cottonii yang meliputi ; pertambahan panjang pada stasiun A dapat mencapai 35,76 ± 7,44 cm, stasiun B mencapai 43,04 ± 9,22 cm dan stasiun C mencapai 43,81 ± 8,27 cm ; pertambahan jumlah cabang pada stasiun A dapat mencapai 116,68 ± 17,21 cabang, stasiun B mencapai 134,48 ± 15,53 cabang dan stasiun C mencapai 133,24 ± 17,70 cabang. Produksi berat kering dari hasil konversi berat basah rumput laut Eucheuma cottonii menunjukkan peningkatan, pada stasiun A dapat mencapai 121,12 ± 9,58 gr, stasiun B mencapai 134,80 ± 10,76 gr dan stasiun C mencapai 121,48 ± 9,33 gr, sehingga rumput laut yang dibudidayakan di perairan Teluk Tamiang memiliki kondisi baik untuk pertumbuhan rumput laut dengan nilai pertumbuhan diatas 3%.

Dokumen terkait