HASIL DAN PEMBAHASAN
D. Perubahan perilaku anak jalanan
Berdasarkan hasil uji SEM dipengaruhi oleh sub peubah dari peubah di atas untuk perilaku abnormal. Serta berhubungan dengan sub peubah dari peubah di atas untuk perilaku normal.
Cara mengubah perilaku anak jalanan dengan memperhatikan sub-sub peubah dari peubah eksogen yang cenderung memiliki pengaruh dan hubungan nyata di atas
a.Perilaku normal Berdasarkan hasil uji SEM perilaku normal anak jalanan (1,00) secara nyata berhubungan dengan peubah peubah eksogen
Untuk perilaku normal berhubungan dengan peubah eksogen dengan sub-sub peubah yang memiliki pengaruh dan hubungan nyata, yang akan meningkatkan perilaku normal anak jalanan diantaranya : semangat hidup yang tinggi, keberanian menanggung resiko, mandiri, dan kepekaan.
b.Perilaku abnormal Berdasarkan hasil uji SEM perilaku abnormal anak jalanan (-1,81) secara nyata dipengaruhi oleh peubah independen/peubah eksogen
Untuk perilaku abnormal dipengaruhi oleh peubah eksogen dengan sub-sub peubah yang memiliki pengaruh dan hubungan nyata, yang akan mengubah perilaku abnormal anak jalanan diantaranya : bebas, liar, masa bodoh, curiga, reaktif, dan susah diatur.
Metode yang digunakan dalam
melaksanakan kegiatan
Ada tiga metode alternatif yang dapat digunakan baik secara terpisah maupun simultan pada tiap tahap
1) Metode Pendekatan Perorangan (Personal Approach Method ) 2) Metode Pendekatan Kelompok (Group Approach Method )
3) Metode Pendekatan Massal/Umum (Mass Approach Method)
Penjabaran peranan dari masing-masing pihak terkait dalam “Strategi TRIDAYA Pengentasan Anak Jalanan”, tersaji pada Tabel 31.
Tabel 31. Peran Masing-Masing Pihak Terkait dalam Upaya Pengentasan Anak Jalanan
Pihak Peran
Pemerintah Pusat 1)Memberikan fasilitasi terhadap berbagai pihak yang peduli, baik
dalam bentuk keuangan, dukungan secara politik dan informasi kebijakan serta program terkait dengan upaya pengentasan anak jalanan.
2)Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang peduli terhadap
upaya pengentasan anak jalanan, termasuk dengan pihak daerah.
3)Meningkatkan/menciptakan jaringan kerjasama dan kemitraan
dengan berbagai pihak terkait, untuk dapat konsisten melaksanakan upaya-upaya pengentasan anak jalanan dengan komitmen yang tinggi.
4)Melakukan penyuluhan-penyuluhan melalui media massa
seperti televisi, guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian berbagai pihak untuk mau berbuat dan bertindak nyata dalam upaya mengatasi permasalahan anak jalanan.
5)Memfasilitasi terselenggaranya Training of the Trainers (TOT)
bagi berbagai pihak terkait tentang permasalahan dan upaya pengentasan anak jalanan. Termasuk di dalamnya bagaimana menggalang dan menggali dana baik dari masyarakat yang diorganisir melalui lembaga khusus bekerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah setempat atau murni diorganisir masyarakat. Juga menggalang dan menggali bantuan dana dari luar negeri yang diakses melalui jaringan internet.
6)Melakukan pembinaan secara berkesinambungan.
Pemerintah Daerah 1)Melakukan mediasi antara pemerintah pusat dengan pihak-pihak
terkait yang peduli terhadap upaya pengentasan anak jalanan di daerah.
2)Melakukan mediasi dalam pemanfaatan fasilitas, dukungan dan
informai dari pusat untuk daerah.
3)Berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak-pihak yang
ada di daerah yang peduli terhadap pemasalahan anak jalanan.
4)Memfasilitasi terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan bagi
berbagai pihak terkait di daerah tentang permasalahan dan upaya pengentasan anak jalanan. Termasuk di dalamnya bagaimana menggalang dan menggali dana baik dari masyarakat yang diorganisisr melalui lembaga khusus yang ada di daerah bekerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah setempat atau murni diorganisir masyarakat. Juga menggalang dan menggali bantuan dana dari luar negeri yang diakses melalui jaringan internet. Sebagai kelanjutan dari Training of the Trainers (TOT)
yang dilakukan di Pemerintah Pusat.
5) Mengembangkan kebijakan dan program kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan di daerahnya, dengan mengacu pada kebijakan dan program dari pemerintah pusat.
Tabel 31. (lanjutan)
Pihak Peran
Swasta 1)Memanfaatkan potensi dan sistem sumber yang dimiliki guna
membantu Pemerintah Daerah setempat untuk dapat mengatasi permasalahan anak jalanan.
2)Memanfaatkan dukungan politis serta informasi kebijakan dan
program yang disediakan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah dalam rangka mengatasi permasalahan anak jalanan.
3)Mengembangkan kebijakan dan program kegiatan sesuai
dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan anak jalanan yang ditanganinya, mengacu pada kebijakan dan program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Lembaga Swadaya Masyarakat
1)Memanfaatkan potensi dan sistem sumber yang dimiliki
masyarakat dan penyandang dana lain, guna membantu Pemerintah Daerah setempat untuk dapat mengatasi permasalahan anak jalanan.
2)Memanfaatkan dukungan politis serta informasi kebijakan dan
program yang disediakan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah dalam rangka mengatasi permasalahan anak jalanan.
3)Mengembangkan kebijakan dan program kegiatan sesuai
dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan anak jalanan yang ditanganinya, mengacu pada kebijakan dan program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Masyarakat 1)Memanfaatkan potensi dan sistem sumber yang dimiliki
masyarakat dan penyandang dana lain, guna membantu Pemerintah Daerah setempat untuk dapat mengatasi permasalahan anak jalanan.
2)Memanfaatkan dukungan politis serta informasi kebijakan dan
program yang disediakan Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah dalam rangka mengatasi permasalahan anak jalanan.
3)Mengembangkan kebijakan dan program kegiatan sesuai
dengan situasi dan kondisi serta kebutuhan anak jalanan yang ditanganinya, mengacu pada kebijakan dan program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Diharapkan dengan menggunakan strategi yang refresentatif dan komprehensif, upaya pengentasan anak jalanan dapat lebih berhasil dan berdaya guna, yang dapat memunculkan perilaku-perilaku normal dan menekan bahkan menghilangkan perilaku-perilaku abnormal. Dengan hal tersebut, diharapkan lambat laun terjadi perubahan perilaku yang melembaga terutama dalam diri anak, yang dapat mengantarkannya pada kehidupan normal sebagai anggota masyarakat. Lebih lanjut dengan munculnya perilaku baru yang melembaga dalam diri anak, diharapkan dapat mengantarkan anak untuk keluar dari kehidupannya di jalanan karena kesadaran sendiri dan adanya rasa malu dengan perilaku lamanya.
Pelaksanaan strategi pengentasan anak jalanan dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan perannya, dilakukan dengan memperhatikan situasi, kondisi, kemampuan, kebijakan serta sumber daya yang dimiliki oleh daerah. Penelitian yang dilakukan memberikan strategi/alternatif/solusi berdasarkan pada hasil penelitian bukan keseragaman. Pelaksanaan tergantung pada komitmen daerah, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadi keberagaman dalam pemilihan strategi/alternatf/solusi di tiap wilayah.