• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perumusan Analisa SWOT (Strength, Weakness,

BAB V ANALISA DATA

5.3. Perumusan Analisa SWOT (Strength, Weakness,

banyak menggunakan analisis SWOT (Strengths-kekuatan, Weakness-kelemahan, Opportunities-peluang, Threats-ancaman). Konsep dasar pendekatan SWOT ini

tampaknya sangat sederhana sekali sebagaimana dikemukakan oleh Sun Tsu, bahwa “apabila kita telah mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri, dan mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, sudah dapat dipastikan bahwa kita akan memenangkan pertempuran.” 56

Dalam perkembangannya saat ini, analisa SWOT tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran, juga banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan strategi bisnis (strategic business planning) yang

55

bertujuan untuk strategi-strategi jangka panjang. Sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan dalam menghadapi pesaing.57

Berikut ini adalah perumusan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari PT. GBM berdasarkan hasil analisa yang dimasukkan ke dalam matrik SWOT:

i. Kekuatan:

1.Perusahaan rekanan yang memiliki kualitas tinggi

o Hal ini ditunjukan dari adanya perusahaan-perusahaan rekanan yang produknya mendunia serta memiliki jaminan kualitas tinggi dari ISO (International Standard Association).

o Danfoss yang memiliki cabang di hampir seluruh dunia yang meliputi Eropa, Amerika, Asia Pasifik dan Afrika. Danfoss juga memiliki 53 pabrik di 2 negara dan memproduksi 250.000 produk per hari.

o Durametal Coorperation yang berdiri sejak 1948 yang produknya digunakan 1/3 pabrik di seluruh dunia. Untuk masing-masing wilayah, perusahaan memiliki pengaturan serta pengawasan tersendiri. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengevaluasi kebutuhan pelanggan dan menawarkan solusi untuk screening dan refining. Membangun jaringan kerjasama hingga proses

penyelesaian masalah dan membangun kepercayaan dengan

57

pelanggan adalah hal yang terpenting bagi perusahaan. Durametal berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi, yang dilihat dari kualitas teknologi unggulan pada refiner plates dan fielder baskets dan rotors.

o Macnaught yang juga berdiri tahun 1948 yang menangani berbagai produk manufaktur. Macnaught bekerja keras bertahun-tahun untuk dapat menjadi pemimpin pasar di bidang yang digelutinya dengan mengembangkan produk berkualitas tinggi. Dengan pelanggan yang kuat, bagian penelitian dan pengembangan serta fokus di pasar global, Macnaught diprediksikan akan terus bertahan hingga beberapa tahun mendatang.

o KSR Kuebler yang secara konsisten mendirikan anak perusahaannya di Inggris, Singapura, Belanda, Italia dan Skandinavia dan juga Amerika Serikat dan kerjasama dengan Cina untuk menjadi pemain global. Bersama dengan para agen maka selalu dekat dengan pelanggan di semua pasar dunia. Lebih dari 40 tahun yang lalu KSR Kuebler AG memulai membuat reputasi di seluruh dunia dalam bidang “Level Measuring technology on the Archimedes principle“.

o The Moseley Rubber Company sama dengan The British Rubber Industry yang ada sejak 150 tahun, yang berdiri sejak 1845. Sekarang, The Moseley Rubber Company adalah bagian dari Multi-million grup dari Hi tech Rubber company yang merupakan

spesialis dalam bidang teknologi polimer. Moseley Rubber spesialis dalam membuat rubber blankets dengan kualitas tinggi yang meliputi seluruh dunia dan dipadukan dengan industri Rubber Blankets untuk produksi kertas "Clupak", Rubber Sleeves, Belts & Bolsters for Compressive Shrinking (mesin untuk industri tekstil). o K-Tron Hasler memiliki pabrik di Inggris, Swiss, Amerika dan

China. Produk yang ditawarkan oleh K-Tron telah meluas di deluruh dunia.

2.Memiliki pelanggan yang cukup kuat.

o Jumlah pelanggan yang ada saat ini berjumlah 30 perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan, minuman, kosmetik, farmasi, semen, kertas, makanan ternak serta perusahaan air minum. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang industri yang banyak digunakan oleh masyarakat yang membuka peluang untuk terus berkembang. Hal ini juga didukung karena perusahaan seperti PT. Coca-Cola Amatil Indonesia yang merupakan perusahaan minuman yang dikenal hampir di seluruh dunia, PT. Pertamina yang menangani penyaluran bahan bakar di hampir seluruh Indonesia dan perusahaan lain yang juga berpotensi.

3.Memiliki tenaga kerja yang cukup terampil dan berdedikasi tinggi pada perusahaan.

o Hal ini ditunjukan dari tingginya loyalitas karyawan dimana sebagian besar karyawan PT. GBM telah bekerja lebih dari 5 tahun dan karyawan bagian marketing tidak hanya memahami cara untuk mempromosikan produk, tetapi juga memiliki keahlian di bidang teknis yang memahami berbagai produk yang ditawarkan oleh PT. GBM.

4.Struktur keuangan perusahaan cukup kuat

o Setelah inflasi tahun 1998, tingkat penjualan PT. GBM dari tahun 1999 sampai tahun 2005 mengalami perbaikan sekitar 20%-30%. Lalu pada tahun 2006 hingga pertengahan tahun 2007, PT GBM mengalami peningkatan sekitar 10%-20%. Keadaan ini menunjukan bahwa PT. GBM mampu bertahan di dalam krisis dan terus berusaha memperbaiki struktur keuangannya.

5.Mendapat dukungan dari principals (tecnical trainning, seminar, kunjungan).

o Dukungan dari principals dapat menimgkatkan kemampuan teknis karyawan sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Apabila pelanggan merasa

puas dengan pelayanan perusahaan, maka citra perusahaan akan semakin baik dan mendukung peningkatan penjualan. 6.Memiliki pelayanan yang prima.

o Untuk meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan, PT. GBM memberikan pelayanan tambahan yang diberikan setelah pembelian yang sering disebut sebagai after sales service (layanan purna jual). After sales service merupakan hal yang sangat penting selain kualitas dan dapat menambah manfaat dari suatu penawaran produk. After sales service yang diberikan perusahaan meliputi

garansi, perbaikan produk yang dilakukan oleh tenaga ahli (teknisi). Teknisi yang memegang peranan penting dalam after sales service perusahaan merupakan tenaga ahli yang

melakukan pelatihan baik di dalam maupun luar negeri. 7.Memiliki citra merek yang kuat.

o Hal ini didukung oleh adanya perusahaan-perusahaan rekanan yang berumur puluhan tahun dan kompeten di bidang manufaktur sehingga produk mereka dikenal di seluruh dunia dan berhasil menciptakan citra merek yang kuat.

ii. Kelemahan:

1.Pemasaran yang dilakukan kurang meluas.

o Selama ini pemasaran yang dilakukan oleh PT. GBM hanya meliputi wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Padahal masih banyak daerah di Indonesia yang berkembanng di bidang industri misalnya, Kalimantn, Sulawesi dan Irian Jaya. Sedangkan untuk wilayah ASEAN, PT. GBM sebenarnya memiliki peluang untuk memasarkan produknya karena didukung oleh adanya AFTA (ASEAN Free Trade Area) sehingga mempermudah perusahaan untuk melakukan pemasaran yang lebih meluas.

2.Risiko pengiriman tinggi

o Dilihat dari seluruh perusahaan rekanan yang berasal dari luar negeri (Denmark, Amerika, Inggris, Australia) mengakibatkan resiko pengiriman tinggi karena jarak yang ditempuh cukup jauh.

3.Tidak memiliki tenaga kerja yang menangani penelitian dan pengembangan.

o Bagian penelitian dan Pengambangan sangat diperlukan untuk mengetahui keadaan perusahaan meliputi berbagai faktor internal seperti loyalitas karyawan, kelayakan atau standarisasi produk, persaingan harga hingga keadaan

eksternal perusahaan seperti ekonomi dan politik yang mempengaruhi keadaan perusahaan.

4.Tidak ada jalinan kerjasama dengan perusahaan Asia yang idak menutup kemungkinan dapat lebih maju di masa mendatang.

o Hal ini dapat dilihat dari analisa ekternal keadaan ekonomi 15 negara yang memprediksikan bahwa China berada di posisis pertama. Didukung oleh adanya ekspensi besar-besaran di bidang perindustrian China yang merupak indikator kemajuan negara tersebut. Saat ini perusahaan China Wu Xi Cheng Hao juga bekerja sama dengan perusahaan K-Tron Hasler (salah satu perusahaan rekanan PT. GBM) yang dikenal dengan nama Wu Xi K-Tron.58

iii. Peluang:

1.Banyak daerah di Indonesia yang memiliki peluang untuk pembangunan.

o Selama ini pemerintah lebih berkonsentrasi untuk melakukan pembangunan di Pulau Jawa. Namun sebenarnya wilayah Indonesia masih sangat berpeluang untuk berkembang dan memiliki potensi untuk

58

dikembangkan (misalnya: Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya)

2.Melakukan penjualan produk manufaktur di bidang industri yang lain.

o Dapat dilihat dari analisa lingkungan eksternal mengenai peningkatan permintaan peralatan industri Indonesia (2004-2005). Peralatan industri yang ada misalnya mesin uneuk pengamasan produk, mesin pembuat roti, mesin untuk pembuatan spaghetti dan makaroni, cokelat dan lain-lain. 3.Melakukan kerja sama dengan perusahaan pemasok sejenis

o Kerja sama dengan perusahaan pemasok sejenis diperlukan untuk melakukan memperluas pemasaran dan mengurangi pesaing di bidang indutri yang sama. Hal ini dikenal dengan strategi co-opetititon (Co-operation dan Competition) 4.Adanya keunggulan teknologi dari perusahaan pemasok. 5.Adanya kepercayaan dari konsumen dalam negeri terhadap produk luar negeri.

iv. Ancaman:

1.Majunya pengembangan produk Cina, Taiwan, Jepang dengan persaingan harga yang ketat.

o Persainagn yang terjadi saat ini bukan hanya persaingan kualitas saja. Namun persaingan yang terjadi adalah dari

segi harga. Kebanyakan produk Asia menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan produk Amerika atau Eropa. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi PT. GBM apabila perusahaan hanya memikirkan kualitas dan tidak mengutamakan persaingan harga, kemungkinan PT. GBM akan kehilangan pelanggan. Mengingat keadaan ekonomi yang tidak menentu dapat mengakibatkan perusahaan pelanggan terpaksa menggunakan produk dengan harga yang lebih murah akibat kurangnya dana untuk pembaharuan peralatan industri.

2.Keadaan ekonomi di Indonesia yang masih rawan.

o Keadaan ekonomi Indonesia sangat jatuh pada saat inflasi tahun 1998 yang berada di posisi -13,4 (dapat dilihat dari analisa perubahan petumbuhan ekonomi halaman 97) mengakibatkan Indonesia rapuh di bidang perekonomian. 3.Kemajuan teknologi yang sangat cepat (dapat menyebabkan kadaluarsa produk).

o Semakin meningkatnya perkembangan teknologi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kadaluarsa produk. Contohnya seperti mesin tik yang tergeser begitu saja dengan adanya komputer. Hal yang sama dapat pula terjadi pada berbagai produk yang ditawarkan oleh PT. GBM saat ini. Maka PT. GBM harus berupaya untuk terus

memperhatikan perkembangan teknologi yang ada dan tidak menyimpan persediaan produk dalam jumlah yang terlalu banyak.

4.Stabilitas ekonomi internasional yang tidak menentu.

5.Ketidakpastian perkembangan ekonomi dunia yang mempengaruhi perekonomian nasional

o Perekonomian setiap negara berkaitan satu sama lain karena adanya ketergantungan atau hubungan antar negara. Misalnya, apabila terjadi gagal panen gandum di Australia yang merupakan pemasok gandum ke Indonesia, maka harga gandum di Indonesia menjadi lebih mahal.

6.Kemungkinan terjadinya inflasi yang berpengaruh pada daya beli pelanggan.

o PT. GBM adalah perusahaan yang merupakan indikator dari pertumbuhan ekonomi. Apabila perekonomian berkembang, maka industri pun terus berkembang dan banyak pabrik yang memerlukan peralatan industri untuk melakukan proses industri. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya penjualan perusahaan seperti PT. GBM. Namun apabila sebaliknya, keadaaan perekonomian memburuk, maka tidak akan ada pabrik yang melakukan ekspansi yang berdampak pada kemerosotan penjualan PT. GBM.

Diagram 5.1. Analisa dengan Matrik SWOT

IFAS

EFAS

Strengths (S)

1.Perusahaan rekanan yang memiliki kualitas tinggi

2.Memilki pelanggan yang cukup kuat.

3.Memiliki tenaga kerja yang cukup terampil dan berdedikasi tinggi pada perusahaan.

4.Struktur keuangan perusahaan cukup kuat.

5.Mendapat dukungan dari principals (tecnical trainning, seminar, kunjungan).

6.Memiliki pelayanan yang prima.

7.Memiliki citra merek yang kuat.

Weakness (W)

1.Pemasaran yang dilakukan kurang meluas.

2.Risiko pengiriman tinggi 3.Tidak memiliki tenaga kerja yang menangani

penelitian dan pengembangan.

4.Tidak ada jalinan kerjasama dengan perusahaan Asia yang idak

menutup kemungkinan dapat lebih maju di masa mendatang.

Oppotunities (O)

1.Banyak daerah di Indonesia yang memiliki

peluang untuk pembangunan.

2. Melakukan penjualan produk manufaktur di bidang industri yang lain. 3.Melakukan kerja sama dengan perusahaan pemasok sejenis

4.Adanya keunggulan teknologi dari perusahaan pemasok.

5.Adanya kepercayaan dari konsumen dalam negeri terhadap produk luar negeri.

STRATEGI SO

1.Memperluas pangsa pasar diseluruh wilayah Indonesia dan mulai mencari peluang untuk ke mancanegara, misalnya Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura.

2.Menambah jenis barang yang ditawarkan.

3.Memelihara kualitas serta mutu pelayanan.

STRATEGI WO

1.Melakukan kerja sama dengan perusahaan Asia.

2.Menambah perusahaan rekanan.

3.Mengusahakan

pengembangan dan pelatihan SDM.

Threats (T)

1.Majunya pengembangan produk Cina, Taiwan,

STRATEGI TS

1.Memperhatikan

perkembangan perdagangan

STRATEGI TW

1.Menetapkan strategi bisnis baru yang lebih efisien dan

Jepang dengan persaingan harga yang ketat.

2.Keadaan ekonomi di Indonesia yang masih rawan.

3.Kemajuan teknologi yang sangat cepat (dapat menyebabkan kadaluarsa produk).

4.Stabilitas ekonomi imternasional yang tidak menentu.

5.Ketidakpastian

perkembangan ekonomi dunia yang mempengaruhi perekonomian nasional 6.Kemungkinan terjadinya inflasi yang berpengaruh pada daya beli pelanggan.

internasional.

2.Mempersiapkan strategi

Untuk mengantisipasi perubahan ekonomi dan politik.

efektif.

2.Melakukan pemasaran melalui internet (e-commerce)

Berikut ini adalah strategi yang dirumuskan dari masing-masing kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman PT. GBM:

a. Strategi SO

Strategi ini dibuat berdasarkan kekuatan dan peluang perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Perumusan strategi SO sebagai berikut:

1. Memperluas pangsa pasar diseluruh wilayah Indonesia dan mulai mencari peluang untuk ke mancanegara, misalnya Malaysia, Thailand, Brunei, Singapura.

2. Menambah jenis barang yang ditawarkan. 3. Memelihara kualitas serta mutu pelayanan. b. Strategi WO

Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman. Perumusan strategi WO sebagai berikut:

1.Melakukan kerja sama dengan perusahaan Asia. 2.Menambah perusahaan rekanan.

c. Strategi ST

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Perumusan strategi ST sebagai berikut:

1.Memperhatikan perkembangan perdagangan internasional. 2.Mempersiapkan strategi untuk mengantisipasi perubahan ekonomi dan politik.

d. Strategi WT

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Perumusan strategi WT sebagai berikut:

1.Menetapkan strategi bisnis baru yang lebih efisien dan efektif. 2.Melakukan pemasaran melalui internet (e-commerce).

Dokumen terkait