• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pewadahan (User Interfaces)

Dalam dokumen Referensi Sistem dan Teknologi Sanitasi 2010 (Halaman 99-105)

6 PiLiHan TeKnOLOgi PengOLaHan SaMPaH

6.2 Pewadahan (User Interfaces)

Pewadahan sampah adalah suatu cara penampungan sampah sebelum dikumpulkan, dipindahkan ke tempat penampungan sementara (TPS), diangkut dan selanjutnya dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Berdasarkan fungsinya, yang termasuk dalam kelompok Pewadahan adalah sebagai berikut:

• Tong Sampah (Rumah Tangga);

• Tong Sampah (Jalan).

• Bin Sampah B3 (Rumah Sakit); dan

• Komposter Skala Rumah Tangga

Pilihan teknologi ini akan disajikan pada halaman-halaman berikut. Pilihan teknologi tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan tentang:

Deskripsi dasar

Tingkat aplikasi

Tingkat pengelola

Desain dan proses

Pro dan kontra

Referensi

Keterangan simbol untuk tingkat aplikasi dan tingkat pengelola: (o) : tidak sesuai

(+) : terbatas (++) : sesuai/cocok

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

89

Buku Referensi Opsi Sistem dan Teknologi Sanitasi

Desain dan Proses

Tong sampah untuk rumah tangga dapat didesain dengan 2 kompartemen. Kompartemen 1 - menampung sampah basah (daun-daun), dan kompartemen 2 - menampung sampah kering (kertas, botol kaca dan plastik, serta logam). Pro dan Kontra

+ Sampah mudah dipisahkan.

+ Sampah tidak tersebar kemana-mana.

- Belum diproduksi massal, tergantung pesanan ke pabrik.

- Biaya investasi sedang.

6.2.1 TOng SaMPaH (rUMaH Tangga)

deskripsi dasar

Tong sampah (rumah tangga) adalah tempat untuk menampung sampah rumah tangga, pasar, rumah sakit, biasanya terbuat dari plastik atau pasangan batu bata, karet ban atau hasil produksi pabrik. Tingkat aplikasi Rumah Tangga : (++) Lingkungan : (o) Kota : (o) Tingkat Pengelola Individual : (++) Komunal : (++) Publik : (++) Referensi

1. Pengelolaan sampah di permukiman (Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum 2006).

2. Pedoman tata cara pengelolaan sampah 3R (Damanhuri, Ismaria et al. 2006).

3. Pewadahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah (Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU). 4. Teknis konstruksi sistem pengelolaan persampahan

(Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU 2006).

5. Revisi dari SNI-19-2454-1991Tata cara teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan (Puslitbangkim). Sumber: Dok. ISSDP

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

6.2.2 TOng SaMPaH (JaLan)

deskripsi dasar

Tong sampah adalah tempat untuk menampung sampah pejalan kaki di pinggir jalan dan sampah lainnya. Biasanya terbuat dari plastik atau pasangan batu bata, atau hasil produksi pabrik.

Tingkat aplikasi

Rumah Tangga : (o)

Lingkungan : (++) Kota : (++) Tingkat Pengelola Individual : (o) Komunal : (+) Publik : (++)

Desain dan Proses

Tong sampah di pinggir jalan dapat didesain dengan 2 kompartemen. Kompartemen 1 - menampung sampah basah (daun-daun), dan kompartemen 2 - menampung sampah kering (kertas, botol kaca dan plastik, serta logam). Sedangkan bentuk lainnya dapat didesain dengan 3 kompartemen untuk menampung sampah basah (daun-daun), sampah kertas dan platik, serta sampah botol kaca atau logam.

Pro dan Kontra

+ Sampah mudah dipisahkan.

+ Sampah tidak tersebar kemana-mana.

- Belum diproduksi massal, tergantung pesanan ke pabrik. - Biaya investasi sedang.

Referensi

1. Pengelolaan sampah di permukiman (Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum 2006).

2. Pedoman tata cara pengelolaan sampah 3R (Damanhuri, Ismaria et al. 2006).

3. Pewadahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah (Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU). 4. Teknis konstruksi sistem pengelolaan persampahan

(Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU 2006) 5. Revisi dari SNI-19-2454-1991Tata cara teknik operasional

pengelolaan sampah perkotaan (Puslitbangkim). Sumber: Dok. ISSDP

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

91

Buku Referensi Opsi Sistem dan Teknologi Sanitasi

6.2.3 Bin SaMPaH B3 (rUMaH SaKiT)

deskripsi dasar

Bin sampah B3 (rumah sakit) adalah tempat untuk menampung sampah bekas obat dan operasi dari rumah sakit. Biasanya terbuat dari plastik dan terdapat penutup yang dapat ditutup rapat, tidak mudah dibuka oleh yang tidak berkepentingan.

Tingkat aplikasi

Rumah Tangga : (o)

Lingkungan : (++) Kota : (o) Tingkat Pengelola Individual : (o) Komunal : (o) Publik : (++)

Desain dan Proses

Bin sampah B3 didesain hanya dengan 1 kompartemen, untuk menampung sampah bekas obat dan operasi dari rumah sakit. Sampah ini diangkut oleh alat angkut ke Insinerator yang disediakan Rumah Sakit. Pemerintah Daerah juga bisa menyediakannya dengan mengenakan tarif tertentu per m3 sampah B3.

Pro dan Kontra

+ Sampah mudah dipisahkan.

+ Sampah tidak tersebar kemana-mana.

- Belum diproduksi massal, tergantung pesanan ke pabrik. - Biaya investasi sedang.

Referensi

1. Pengelolaan sampah di permukiman (Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum 2006).

2. Pedoman tata cara pengelolaan sampah 3R (Damanhuri, Ismaria et al. 2006).

3. Pewadahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah (Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU). 4. Teknis konstruksi sistem pengelolaan persampahan

(Direktorat PLP Dirjen Cipta Karya Departemen PU 2006). 5. Revisi dari SNI-19-2454-1991Tata cara teknik operasional

pengelolaan sampah perkotaan (Puslitbangkim). Sumber: http://indonetwork.or.id/cv_piranti_sejahtera

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

Desain dan Proses

Komposter rumah tangga/individual melayani 1 keluarga (5-7 jiwa). Metode Takakura dan modiikasinya adalah metode pengomposan sederhana yang saat ini berkembang untuk skala rumah tangga. Takakura terdiri dari keranjang berpori, bantal sekam, kardus tebal, kain penutup, dan kompos jadi. Bantal sekam dan kardus tebal digunakan untuk mengontrol kelembaban dan mengurangi bau. Sebagai modiikasi, keranjang berpori dapat diganti dengan gentong dari tanah liat, kardus, atau ember yang dilubangi. Karena sirkulasi udara yang cukup dan juga kelembabannya, gentong tanah liat ini dapat disulap menjadi komposter. Pembalikan dan pengadukan juga perlu dilakukan. Apabila menggunakan kardus, harus diganti secara kontinyu setiap 6-8 minggu sekali karena kardus mudah lapuk. Sebaiknya kardus tidak diletakkan langsung di lantai, namun diberi alas berupa kayu atau triplek untuk memperpanjang umur kardus.

Pengoperasian

Bila komposter penuh, diamkan selama 2-4 minggu. Sementara itu, gunakan wadah komposter lain untuk memulai proses baru. Bila sampah telah berubah menjadi kompos, yang ditandai dengan perubahan warna menjadi hitam seperti tanah, keluarkan kompos tersebut. Sisakan bagian yang kasar setebal 2 cm, yang akan berfungsi sebagai starter untuk mempercepat pengomposan selanjutnya. Kompos diangin-anginkan selama 1 minggu untuk pendinginan, di lokasi yang terhindar dari hujan. Kompos yang sudah matang ini dapat dijual atau digunakan sendiri untuk menggemburkan tanah.

Aplikasi dan Eisiensi

• Komposter diletakkan di ruangan yang terlindung dari hujan.

• Hanya cocok untuk skala rumah tangga. • Sudah banyak diterapkan di Surabaya. Pro dan Kontra

+ Mudah dioperasikan oleh ibu-ibu rumah tangga.

+ Dapat dibangun dan diperbaiki dengan material lokal yang tersedia.

+ Biaya investasi dan operasi rendah.

- Bila tidak dioperasikan dengan benar dapat menimbulkan masalah bau dan lalat.

Referensi

1. Spesiikasi kompos dari sampah organik domestik (Badan Standardisasi Nasional).

2. Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (ESP).

3. Pengomposan sampah organik skala lingkungan (Puslitbangkim PU).

4. Spesiikasi Komposter Rumah Tangga Individual Dan Komunal (Puslitbangkim PU).

5. Tata cara pemasangan dan pengoperasian komposter rumah tangga individual dan komunal (Puslitbangkim PU) 6. Engineering Technologies (Kiely 1997) Bab 14 Solid waste

treatment.

6.2.4 KOMPOSTer SKaLa rUMaH Tangga

deskripsi dasar

Pengomposan merupakan proses aerobik di mana

mikroorganisme menguraikan sampah organik (pembusukan).

Produk pengomposan adalah kompos yang dapat

menggemburkan dan meningkatkan produktivitas tanah.

Tingkat aplikasi Rumah Tangga : (++) Lingkungan : (o) Kota : (o) Tingkat Pengelola Individual : (++) Komunal : (o) Publik : (o) Sumber: ESP

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

93

Buku Referensi Opsi Sistem dan Teknologi Sanitasi

PILIHAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH

Dalam dokumen Referensi Sistem dan Teknologi Sanitasi 2010 (Halaman 99-105)