• Tidak ada hasil yang ditemukan

PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) SHORT-TERM LOANS (Continued) ii. Untuk pinjaman tetap yang digunakan

9. INVESTMENTS IN ASSOCIATED COMPANIES (Continued)

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) SHORT-TERM LOANS (Continued) ii. Untuk pinjaman tetap yang digunakan

untuk pembelian efek, tingkat bunga tahunan sebesar 2% di atas yang lebih tinggi antara tingkat bunga overdraft bank

yang berlaku atau biaya pinjaman

(ditentukan oleh Bank) untuk mata uang yang relevan.

ii. For Fixed Advances that are used for the purchased of Acceptable Securities, annual interest of 2% above the Bank’s Cost of Funds for the relevant acceptable currency plus, in case of Singapore Dollars, reserve costs (as determined by the Bank) shall apply.

Fasilitas ini dijamin dengan saham yang dimiliki Perusahaan pada BSP, BUMI, EMP dan BTel masing-masing sejumlah 200 juta, 455 juta, 508 juta dan 781,54 juta.

The facility is secured by shares owned by the Company in BSP, BUMI, EMP and BTel in the amount of 200 million, 455 million, 508 million and 781.54 million, respectively.

Saldo fasilitas pinjaman ini pada tanggal 30 Juni 2010 sebesar US$55 juta (Rp499,56 milyar).

The Outstanding balance of this loan facility as of June 30, 2010 amounted to US$55 million (Rp499.56 billion).

i. Credit Suisse AG, Cabang Singapura i. Credit Suisse AG, Singapore Branch Pada tanggal 16 Desember 2009, BTel

menandatangani perjanjian pinjaman dengan Credit Suisse AG, cabang Singapura (Credit Suisse) dengan jumlah pinjaman sebesar US$25 juta untuk jangka waktu dua belas (12) bulan sejak tanggal penarikan pinjaman. Pinjaman ini dikenakan bunga 9% p.a. ditambah LIBOR untuk bulan Januari sampai dengan Juni 2010 dan 11% p.a. untuk bulan Juli sampai dengan Desember 2010 dan dijamin dengan aset tetap BTel.

On December 16, 2009, BTel entered into a loan agreement with Credit Suisse, Singapore branch (Credit Suisse) with an aggregate amount equal to US$25 million payable in twelve (12) months. This loan is subject to annual interest of 9% plus LIBOR for January up to June 2010 and annual interest of 11% for July up to December 2010 and secured by BTel’s fixed assets.

Pinjaman tersebut hanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

The loan proceeds may only be used for the following:

1. Membayar jasa dan biaya-biaya

sehubungan dengan fasilitas kredit;

1. Payment of any fees and expenses under or in connection with the credit facility; 2. Mendanai Debt Service Accrual Account

(DSAA) sampai dengan jumlah yang sama dengan jumlah Debt Service

Accrual Required Amount (DSARA)

tersebut;

2. Funding of the Debt Service Accrual Account (DSAA) up to an amount equal to the Debt Service Accrual Required Amount (DSARA) amount;

3. Mendanai pengeluaran modal BTel. 3. Funding capital expenditures of BTel

Sesuai dengan perjanjian pinjaman, BTel diwajibkan untuk memenuhi batasan-batasan tertentu, antara lain batasan rasio keuangan.

In accordance with loan agreement, BTel is required to comply with certain covenants, such as financial ratio covenants.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

j. Raiffesen Zentralbank, Osterreich AG (RZB-Austria), Singapore

j. Raiffesen Zentralbank, Osterreich AG (RZB-Austria), Singapore

Pada tanggal 13 Agustus 2007, PT Grahadura Leidong Prima (GLP), Anak perusahaan,

memperoleh pinjaman dari Raiffesen

Zentralbank Osterreich AG (RZB - Austria), cabang Singapura dengan fasilitas kredit keseluruhan adalah sebesar US$15 juta. Pinjaman tersebut digunakan GLP untuk membiayai modal kerjanya. Fasilitas ini dikenakan bunga pinjaman sebesar LIBOR tambahan 2,75% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2008.

On August 13, 2007, PT Grahadura Leidong Prima (GLP), a Subsidiary, entered into a

bank loan agreement with Raiffesen

Zentralbank Osterreich AG (RZB - Austria), Singapore branch with a loan facility amounting to US$15 milion. This loan facility was used to finance its working capital. This facility bears interest of LIBOR plus 2.75% per annum and was due on August 12, 2008.

Pada tanggal 27 Juli 2009, GLP melakukan perpanjangan hutang selama satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 30 Juli 2010. Pinjaman ini dijaminkan dengan piutang dan klaim asuransi serta hak tanggungan pertama atas tanaman perkebunan.

On July 27, 2009, GLP rolled over the bank loan for one year and due date to July 30, 2010. This loan is secured by fiduciary of receivables and any claims of insurance and first ranking mortgage of plantations.

k. Harus Capital Limited k. Harus Capital Limited

Pada tanggal 14 September 2009,

Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman

dari Harus Capital Limited. sebesar

US$25 juta yang dikenakan tingkat suku bunga sebesar 15% per tahun. Pinjaman ini akan jatuh tempo dalam satu tahun dan dijamin dengan saham BUMI dengan harga yang setara dengan US$50 juta.

On September 14, 2009, the Company obtained a loan facility from Harus Capital Limited amounting to US$25 million that bears annual interest of 15%. This loan facility will be due in one year and was secured by BUMI shares equivalent of US$50 million.

l. PT Bank Syariah Mandiri l. PT Bank Syariah Mandiri

Pinjaman dari PT Bank Syariah Mandiri, merupakan pinjaman modal kerja back to back

yang diperoleh PT Bakrie Construction

(BCons) sebesar US$2 juta yang dijamin

dengan deposito milik BCons senilai

US$2 juta. Periode pinjaman adalah

tanggal 4 September 2008 sampai dengan 4 September 2010.

Loan from PT Bank Syariah Mandiri

represents back-to-back working capital loan obtained by PT Bakrie Construction (BCons) amounting to US$2 million with time deposit amounting to US$2 million owned by BCons as collateral. The period of loan is from September 4, 2008 until September 4, 2010.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

m. PT Trust Indonesia m. PT Trust Indonesia

Pada tanggal 21 Januari 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Trust Indonesia, sebesar US$3,5 juta. Pinjaman ini dibebani tingkat suku bunga sebesar 12% yang dibayar sekaligus di depan. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 21 Desember 2010. Dari tanggal 21 Januari 2010 sampai dengan 23 Maret 2010, pinjaman ini dijamin dengan saham BLD sebanyak 253.235.294 lembar dan saham BSP sebanyak 12.418.269 lembar, dan dari tanggal 24 Maret 2010 sampai dengan 21 Desember 2010, pinjaman ini dijamin dengan saham BUMI sebanyak

36,3 juta lembar saham. Perusahaan

diwajibkan untuk menjaga rasio jaminan sebesar 200% dari jumlah pinjaman, sehingga jumlah saham yang dijaminkan dapat berubah sehubungan dengan perubahan harga saham.

On January 21, 2010, the Company received a loan facility from PT Trust Indonesia, amounting to US$3.5 million. This loan is charged with interest of 12% to be paid in advance. This agreement is valid until December 21, 2010. From January 21, 2010 to March 23, 2010, this loan is secured by 253,235,294 BLD shares and 12,418,269 BSP shares, and from March 24, 2010 to December 21, 2010, this loan is secured by BUMI shares amounted of 36.3 million shares. As the Company has to maintain a pledge ratio of 200% of the loan amount, the amount of shares being secured is subject to change due to changes in share prices.

n. PT Recapital Securities n. PT Recapital Securities

Perusahaan mempunyai berbagai fasilitas

pinjaman dari PT Recapital Securities

(Recapital) sebagai berikut:

The Company has various loan faciliies from PT Recapital Securities (Recapital) as follows:

Pada bulan Pebruari 2009, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 25 miliar, fasilitas pinjaman repo ini dijamin dengan saham BUMI sebanyak 18,4 juta lembar saham. Fasilitas ini telah jatuh tempo pada Pebruari 2010 dan sedang dalam proses negosiasi antara Perusahaan dan Recapital.

In February 2009, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 25 billion, repo facilities was secured with 18.4 million BUMI shares. This facility was due in February 2010 and is currently in the process of negotiation between the Company and Recapital.

Pada tanggal 15 Maret 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 50 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 266,7 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 15 Desember 2010.

On March 15, 2010, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 50 billion, repo facility was secured with 266.7 million BSP shares. The repo facility will due date on December 15, 2010.

Pada tanggal 24 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 10 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BLD sebanyak 127,4 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 24 Nopember 2010.

On May 24, 2010, the Company obtained repo

facilities from Recapital amounted to Rp 10 billion, repo facility was secured with 127.4 BLD shares. The repo facility will due date on 24 November 2010.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

Pada tanggal 24 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 20 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 148,2 juta lembar saham. Fasilitas telah jatuh tempo pada 24 Agustus 2010, dan perusahaan telah menyelesaikan kewajiban yang muncul atas transaksi tersebut.

On May 24, 2010, the Company obtained repo

facilities from Recapital amounted to Rp 20 billion, repo facility was secured with 148.2 million BSP shares. The repo facility will due date on August 24, 2010, and the company has completed the obligations that arise on the transaction.

Pada tanggal 24 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 20 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 119,4 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 24 September 2010.

On May 24, 2010, the Company obtained repo

facilities from Recapital amounted to Rp 20 billion, repo facility was secured with 119.4 million BSP shares. The repo facility will due date on September 24, 2010.

Pada tanggal 4 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 6 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 32 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 8 Desember 2010.

On June 4, 2010, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 6 billion, repo facility was secured with 32 million BSP shares. The repo facility will due date on December 8, 2010.

Pada tanggal 8 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 10 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 54,8 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 20 September 2010.

On June 8, 2010, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 10 billion, repo facility was secured with 54.8 million BSP shares. The repo facility will due date on September 20, 2010.

Pada tanggal 17 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 30 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 155,8 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 21 Desember 2010.

On June 17, 2010, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 30 billion, repo facility was secured with 155.8 million BSP shares. The repo facility will due date on December 21, 2010.

Pada tanggal 21 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Recapital sebesar Rp 10 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BLD sebanyak 144,9 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 21 Desember 2010.

On June 21, 2010, the Company obtained repo facilities from Recapital amounted to Rp 10 billion, repo facility was secured with 144.9 million BLD shares. The repo facility will due date on December 21, 2010.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

o. PT Bapindo Bumi Sekuritas o. PT Bapindo Bumi Sekuritas

Pada tahun 2009, PT Petromine Energy Trading memperoleh berbagai hutang repo dari PT Bapindo Bumi Sekuritas yang berjangka waktu 3 bulan.

In 2009, PT Petromine Energy Trading

obtained various Repo payable with

PT Bapindo Bumi Sekuritas with maturity of 3 months

p. PT Sarijaya Permana Sekuritas p. PT Sarijaya Permana Sekuritas

Pada bulan September 2008, Perusahaan mengadakan beberapa perjanjian pinjaman dengan PT Sarijaya Permana Sekuritas (Sarijaya). Berdasarkan perjanjian tersebut, Sarijaya memberikan pinjaman sebesar Rp35 milyar kepada Perusahaan dengan jangka waktu 3 bulan dengan jaminan saham BSP milik Perusahaan. Namun pada bulan yang sama, Sarijaya melakukan forced sell atas semua saham BSP tersebut, dan Perusahaan hanya menyetujui dan mengakui forced sell atas 74.407.000 saham BSP yang setara Rp15 mlyar. Perusahaan telah menyatakan keinginannya untuk membeli kembali dan

meminta Sarijaya untuk mengembalikan

178.215.000 saham BSP yang setara Rp20 milyar. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan

dan Sarijaya masih belum mencapai

kesepakatan atas perkara ini (Catatan 41a).

In September 2008, the Company entered into loan agreements with PT Sarijaya Permana

Sekuritas (Sarijaya). Based on the

agreements, Sarijaya gave loan amounting to Rp35 billion to the Company for a period of 3 months pledged with the Company’s BSP shares. However, on the same month, Sarijaya executed forced selling of all the BSP shares to third parties, and the Company only accepted and acknowledged the forced sell of 74,407,000 shares of BSP which worth Rp15

billion. The Company has expressed

willingness to buy back and is still demanding Sarijaya to return 178,215,000 BSP shares that worth Rp20 billion. Until the completion date of the consolidated financial statements, the Company and Sarijaya have not reached any agreement to solve the dispute (Note 41a).

q. PT BinaArtha Parama q. PT BinaArtha Parama

Pada tanggal 15 September 2009,

PT Petromine Energy Trading memperoleh hutang repo dari PT BinaArtha Parama sebesar Rp10 milyar. Jangka waktu hutang repo selama 6 bulan. Hutang repo ini menggunakan 54,054 juta saham BLD yang dimiliki Perusahaan.

On September 15, 2009, PT Petromine Energy

Trading obtained a repo payable from PT BinaArtha Parama amounting to Rp10 billion. The period of the lrepo payable is 6 months. This repo payable use 54.054 million BLD shares owned by the Company.

r. PT Trust Securities r. PT Trust Securities

Pada tanggal 7 Januari 2010, PT Petromine Energy Trading memperoleh fasilitas hutang repo sebesar Rp5 milyar. Jangka waktu hutang repo selama 3 bulan.

On January 7, 2010, PT Petromine Energy Trading obtained a repo payable amounting to Rp5 billion. The period of the repo payable is 3 months.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

s. PT Gemilang Investama s. PT Gemilang Investama

Pada bulan September 2008, Perusahaan

memperoleh hutang repo dari

PT Gemilang Investama (GI), dengan nilai pinjaman sebesar Rp30 milyar. Pinjaman ini berjangka waktu 3 bulan dan dijamin dengan saham BSP dan BTel yang dimiliki oleh Perusahaan .

In September 2008, the Company obtained a hutang repo from PT Gemilang Investama (GI) amounting to Rp30 billion. The period of the loan is 3 months and secured by BSP and BTel shares owned by Company.

Sehubungan dengan forced sale yang

dilakukan GI atas 218.856.000 saham BTel dan 222.222.222 saham BSP yang dijaminkan untuk transaksi saham senilai Rp30 milyar yang jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2008, pada tanggal 17 Desember 2008, Perusahaan mengirimkan surat kepada GI, yang merupakan

konfirmasi penyelesaian kewajiban dan

penolakan forced sale tersebut. Pada tanggal

yang sama, Perusahaan,

melalui kuasa hukumnya, mengirimkan surat mengenai rencana Perusahaan untuk membeli kembali saham-saham tersebut.

In connection with the forced sale conducted by GI in respect of 218,856,000 shares of BTel and 222,222,222 shares of BSP pledged over the shares transaction amounting to Rp30 billion which matured on December 18, 2008, on December 17, 2008, the Company sent a letter to GI, stating settlement confirmation and refusal of the forced sale. On the same date, the Company, through its legal attorney, sent a letter regarding the Company’s plan to buy back the shares.

Berdasarkan Perjanjian Restrukturisasi tanggal 21 April 2009, Perusahaan dan GI sepakat

mengenai hal-hal berikut ini untuk

menyelesaikan perselisihan tersebut:

Based on a Restructuring Agreement dated April 21, 2009, the Company and GI agreed on the following matters to settle the dispute:

- Pinjaman yang diberikan oleh GI beserta

bunganya sebesar Rp32.092.500.000

diselesaikan dengan 218.856.000 saham

BTel dan 38,454.000 saham BSP

(Catatan 3).

- This loan given by GI and its interest amounting to Rp32,092,500,000 were settled with 218,856,000 shares of BTel and 38,454,000 shares of BSP (Note 3).

- GI wajib mengembalikan kepada

Perusahaan seluruh kekurangan

183.768.222 saham BSP

selambat-lambatnya tanggal 20 Januari 2012, dengan jaminan pribadi dari direktur GI.

- GI was obliged to return to the Company all of the remaining 183,768,222 shares of BSP at the latest by January 20, 2012, with a private guarantee from GI’s director.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pada tanggal 21 April 2009, Perusahaan mencatat kerugian atas penjualan saham tersebut sejumlah Rp24,54 milyar untuk saham BTel dan Rp1,37 milyar untuk saham BSP.

Based on the agreement, on April 21, 2009, the Company recorded a loss on sale of shares amounting to Rp24.54 billion and Rp1.37 billion for BTel and BSP shares, respectively.

Pada tanggal 4 Mei dan 5 Oktober 2009, GI telah mengembalikan kepada Perusahaan

masing-masing 1.942.500 saham dan

11.480.500 saham BSP.

On May 4 and October 5, 2009, GI has returned to the Company 1,942,500 shares and 11,480,500 shares of BSP, respectively.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

t. PT Sekuritas Indo Pasifik Investasi t. PT Sekuritas Indo Pasifik Investasi

Perusahaan mempunyai beberapa fasilitas pinjaman dari PT Sekuritas Indo Pasifik Investasi (Indo Pasifik) sebagai berikut:

The Company has various loan faciliies from PT Sekuritas Indo Pasifik Investasi (Indo Pasifik) as follows:

Pada tanggal 15 April 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Indo Pasifik sebesar Rp 20 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BUMI sebanyak 9,4 juta lembar saham, saham BLD sebanyak 88 juta lembar saham dan saham BSP sebanyak 29,8 juta lembar saham. Fasilitas telah jatuh tempo pada 15 Juli 2010, dan Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.

On April 15, 2010, the Company obtained repo facilities from the Indo-Pacific amounted to Rp 20 billion, repo facility was secured with 9.4 million BUMI shares, 88 million BLD shares and 29.8 million BSP shares. The repo facility will due date on July 15, 2010, and the Company has fulfilled its obligation.

Pada tanggal 30 April 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Indo Pasifik sebesar Rp 25 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 138,9 juta lembar saham. Fasilitas telah jatuh tempo pada 30 Juli 2010, dan Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.

On April 30, 2010, the Company obtained repo facilities from the Indo-Pacific amounted to Rp 25 billion, repo facility was secured with 138.9 million BSP shares. The repo facility will due date on July 30, 2010, and the Company has fulfilled its obligation.

Pada tanggal 4 Mei 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari Indo Pasifik sebesar Rp 25 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BLD sebanyak 144,9 juta lembar saham. Fasilitas telah jatuh tempo pada 4 Agustus 2010, dan Perusahaan telah menyelesaikan kewajibannya.

On May 4, 2010, the Company obtained repo facilities from the Indo-Pacific amounted to Rp 25 billion, repo facility was secured with 144.9 million BLD shares. The repo facility will due date on August 4, 2010, and the Company has fulfilled its obligation.

u. PT Wanteg Securindo u. PT Wanteg Securindo

Pada tanggal 16 Juni 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman repo dari PT Wanteg Securindo sebesar Rp 20 miliar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP sebanyak 108,1 juta lembar saham. Fasilitas akan jatuh tempo pada 16 September 2010.

On June 16, 2010, the Company obtained repo facilities from PT Wanteg Securindo amounted to USD 20 billion, repo facility was secured with 108.1 million BSP shares. The facility will due date on September 16, 2010.

17. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 17. SHORT-TERM LOANS (Continued)

v. PT Sucorinvest Central Gani v. PT Sucorinvest Central Gani

Rupiah dan Dolar AS Rupiah and US Dollar

Pada tanggal 23 April 2010, Anak perusahaan BEI memperoleh fasilitas pinjaman repo dari PT Sucorinvest Central Gani sebesar USD 5 juta, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BSP dan tingkat bunga 15% per tahun. Fasilitas akan jatuh tempo pada 18 April 2011.

On April 23, 2010, BEI’s subsidiaries obtained repo facilities from PT Sucorinvest Central Gani amounted to USD 5 million, repo facility was secured with BSP shares and interest rate 15% per annum. The facility will due date on April 18, 2010.

Pada tanggal 16 Juni 2010, Anak perusahaan BEI memperoleh fasilitas pinjaman repo dari PT Sucorinvest Central Gani sebesar Rp 3,5 milyar, fasilitas pinjaman ini dijamin dengan saham BTel dan tingkat bunga 21% per tahun. Fasilitas akan jatuh tempo pada 16 September 2010.

On June 16, 2010, BEI’s subsidiaries obtained repo facilities from PT Sucorinvest Central Gani amounted to Rp 3.5 bilion, repo facility was secured with BTel shares and interest rate 21% per annum. The facility will due date on September 16, 2010.

18. HUTANG USAHA 18. TRADE PAYABLES

Akun ini terdiri dari:  This account consists of:

2010 2009

Pihak ketiga Third parties

Rupiah Rupiah

Deparpostel 40.785.824 42.160.494 Deparpostel

PT Dian Mentari Pratama 21.901.958 23.105.415 PT Dian Mentari Pratama

KUD Wahana Jaya 20.224.143 - KUD Wahana Jaya

PT Subur Buana Raya 15.712.795 - PT Subur Buana Raya

PT NEC Indonesia 14.278.814 5.944.718 PT NEC Indonesia

PT Andika Multi Karya 13.666.667 - PT Andika Multi Karya

PT Perusahaan Listrik Negara PT Perusahaan Listrik Negara

Indonesia 8.504.372 1.282.858 Indonesia

PT XL Axiata Tbk 8.343.518 - PT XL Axiata Tbk

PT Trio Ajaya Tunggal 7.046.554 14.568.872 PT Trio Ajaya Tunggal

PT Bumi Kaya Steel PT Bumi Kaya Steel

Industries 6.941.579 8.491.403 Industries

PT Aria Pratama Jaya 6.604.106 - PT Aria Pratama Jaya

Golden Marine 6.258.164 1.854.211 Golden Marine

Ericsson Nikola Tesia d.d 5.732.592 5.732.592 Ericsson Nikola Tesia d.d

PT KHI Pipe Industry 5.551.639 5.008.738 PT KHI Pipe Industry

PT Nortel Networks PT Nortel Networks

Indonesia 5.118.393 8.976.032 Indonesia

PT Seragam Serasi Perkasa 4.374.991 4.305.829 PT Seragam Serasi Perkasa

PT Sempurna Delapan 4.033.949 - PT Sempurna Delapan