BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
2.1 Aspek Geografi dan Demografi .1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah .1Karakteristik Lokasi dan Wilayah
2.1.3 Potensi Pengembangan Wilayah .1Kawasan Pertanian .1Kawasan Pertanian
Untuk kawasan pertanian, kecamatan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pertanian khususnya kawasan pertanian lahan basah dengan luas 10.622 ha pada seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Kokap. Kecamatan yang potensial dikembangkan sebagai kawasan pertanian lahan basah, karena topografi wilayah yang cukup datar, ketersediaan air yang cukup, penggunaan lahan dominan lahan pertanian lahan basah. Untuk kawasan pertanian lahan kering, dikembangkan di seluruh kecamatan
dengan luas 29.704 Ha. Lokasi dan luasan kawasan pertanian lahan kering dan lahan basah dapat dilihat pada tabel 2.15 berikut:
Tabel 2.15
Jenis Pengembangan, Lokasi dan Luasan Pertanian yang Dikembangkan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012
No. Jenis Pengembangan Lokasi Kecamatan Luas (ha) 1. Pertanian lahan basah Temon, Wates, Panjatan, Galur,
Lendah, Sentolo, Pengasih, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang
10.622 Ha
2. Pertanian lahan kering Seluruh Kecamatan 29.704 Ha Sumber : RTRW Kabupaten Kulon Progo, 2012
Untuk kawasan perkebunan dikembangkan di kecamatan-kecamatan yang mempunyai kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas tertentu seperti yang diuraikan pada tabel 2.16 berikut:
Tabel 2.16
Komoditi Perkebunan yang dikembangkan Kabupaten Kulon Progo
No Komoditi Kecamatan
1. Kakao Pengasih, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 2. Kopi Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang
3. Kelapa Seluruh kecamatan
4. Cengkeh Pengasih, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 5. Tembakau Sentolo, Pengasih, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 6. Nilam Girimulyo, Samigaluh
7. Lada Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh
8. Teh Girimulyo, Samigaluh
9. Gebang Sentolo, Pengasih, Nanggulan 10. Jambu mete Temon, Wates, Panjatan, Galur
11. Tebu Seluruh Kecamatan
12. Jarak Seluruh Kecamatan
13. Panili Kokap, Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, 2013 (diolah) 2.1.3.2 Kawasan Perikanan
Berdasarkan karakteristik wilayah Kabupaten Kulon Progo yang berpontensi untuk dikembangkan sebagai kawasan perikanan budidaya darat di seluruh kecamatan. Untuk perikanan tangkap (laut) dikembangkan di Kecamatan Temon, Wates, Panjatan dan Galur (sepanjang pantai Selatan hingga 4 mil ke Samudera Hindia), sedangkan untuk budidaya perikanan air payau (tambak) dikembangkan di Kecamatan Galur, Wates dan Temon.
Selain budidaya perikanan juga dikembangkan Kawasan Minapolitan di seluruh desa di Kecamatan Wates dan seluruh desa di Kecamatan Nanggulan.
Selain untuk pengembangan potensi perikanan budidaya laut, kondisi iklim mikro serta kondisi fisik wilayah memungkinkan kawasan pesisir untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi berbasis kelautan seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, industri pengolahan ikan, dan pasar ikan.
2.1.3.3 Kawasan Pariwisata
Untuk kawasan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo yang potensial dikembangkan dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah sebagai berikut:
a. Wisata Pantai
Kawasan wisata pantai diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata di pantai dengan memanfaatkan potensi keindahan alam pantai, hasil budidaya pantai dan laut serta kegiatan sesuai karakteristik alam pantai dan kegiatan budidaya berdasarkan sosio kultural masyarakat.
Tabel 2.17
Wisata Pantai Kabupaten Kulon Progo
No Nama Pantai Kecamatan Pemanfaatan 1 Trisik Galur Wisata alam, agrowosata, dan olahraga
2 Bugel Panjatan Wisata alam, konservasi, penyu pantai, agro wisata dan desa pantai
3 Glagah Temon Wisata alam, olah raga, agro wisata dan perkemahan 4 Congot Temon Wisata alam dan agrowisata
Sumber : Dinas Kebudparpora Kabupaten Kulon Progo, 2013
b. Wisata Pegunungan
Wisata pegunungan diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan potensi keindahan alam pegunungan, serta karakteristik sosial budaya masyarakat yang tinggal di pegunungan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan.
Tabel 2.18
Wisata Pegunungan di Kabupaten Kulon Progo
No Nama Obyek Wisata Kecamatan Pemanfaatan
1 Puncak Suroloyo Samigaluh Wisata alam, agrowisata, petualangan/ jelajah pegunungan 2 Gunung Kucir, Gunung Kelir dan
Goa Kiskendo
Girimulyo Wisata alam
3 Goa Sriti dan Goa Lanang Wedok Samigaluh Wisata alam
4 Kalibiru Kokap Wisata alam
c. Wisata Budaya
Wisata budaya diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan potensi budaya suatu kawasan dengan lokasi di Kabupaten Kulon Progo dapat dilihat pada tabel 2.19 berikut:
Tabel 2.19
Wisata Budaya Kabupaten Kulon Progo
No Nama Obyek Wisata Kecamatan
1 Makam Nyi Ageng Serang Kalibawang
2 Goa Maria Sendangsono Kalibawang
3 Monumen Nyi Ageng Serang Wates
4 Petilasan Linggo Manik Samigaluh
5 Petilasan Ki Jaragil Samigaluh
6 Makam Pangeran Aris Langu Kalibawang
7 Petilasan Demang Abang Kalibawang
8 Makam Kyai Paku Jati Pengasih
9 Goa Maria Lawangsih Girimulyo
10 Makam Girigondo Temon
11 Petilasan Gunung Lanang Temon
12 Makam Kyai Landuh Lendah
Sumber : Disbudparpora Kabupaten Kulon Progo, 2013
d. Wisata Buatan
Kawasan wisata buatan merupakan obyek buatan manusia dengan lokasi di Kabupaten Kulon Progo dapat dilihat pada tabel 2.20 sebagai berikut:
Tabel 2.20
Wisata Buatan di Kabupaten Kulon Progo
No Nama Obyek Wisata Kecamatan
1 Waduk Sermo Kokap
2 Pemandian Clereng Pengasih 3 Taman Wisata Ancol Kalibawang
4 Jembatan Bantar Sentolo
5 Jembatan Duwet Kalibawang
6 Wisata agro Temon, Galur, Panjatan, Kokap, Kalibawang, Samigaluh
7 Wisata desa kerajinan Galur, Lendah, Sentolo
8 Wisata Kalibiru Kokap
9 Wisata Boro Asri Kalibawang
2.1.3.4 Kawasan Industri
Lokasi wilayah yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri berdasarkan karakteristik wilayah dan sesuai dengan RTRW di Kecamatan Sentolo, Lendah dan Nanggulan seluas 700 ha. Kecamatan Temon juga mempunyai potensi untuk dijadikan kawasan industri bahari dengan luas 500 ha.
Pengembangan industri kecil dikembangkan semua kecamatan dengan jenis industri dapat dilihat pada tabel 2.21 berikut:
Tabel 2.21
Sebaran Industri Kecil menurut Kecamatan Kabupaten Kulon Progo
No Kecamatan Pengolahan Pangan Sandang dan Kulit Kimia dan Bahan Bangunan Logam dan Jasa Kerajinan dan Umum 1 Temon v v v v v 2 Wates v v v v v 3 Panjatan v - v v v 4 Galur v v v v v 5 Lendah v v v v v 6 Sentolo v v v v v 7 Pengasih v v v v v 8 Kokap v - v v v 9 Girimulyo v - v v v 10 Nanggulan v v v v v 11 Kalibawang v v v v v 12 Samigaluh v v v v v
Keterangan : V = ada, - = tidak ada
Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2013
2.1.3.5 Kawasan Perdagangan
Potensi perdagangan yang tersebar merata di seluruh Kabupaten Kulon Progo dengan komoditas perdagangan yang menjadi komoditas perdagangan ekspor sebagaimana.dapat dilihat pada tabel 2.22 berikut.
Tabel 2.22
Komoditas Perdagangan Ekspor Kabupaten Kulon Progo
No Komoditas 1. Arang briket 2. Kerajinan agel 3. Kerajinan kayu 4. Teh 5. Synthetic wigs 6. Gula kristal 7. Minyak atsiri 8. Sabut Kelapa
Selain itu untuk menunjang kawasan perdagangan yang ada, sarana prasarana perdagangan yang mendukung berkembangnya Pasar Negeri dapat dilihat pada tabel 2.23 dan tabel 2.24 berikut.
Tabel 2.23
Data Pasar Tradisional Kabupaten Kulon Progo
No Nama Pasar Lokasi Luas Area (Ha) Kondisi sarana prasarana
1 Glaeng Jangkaran Temon 0,1580 Sedang
2 Pripih Hargomulyo, Kokap 0,3575 Kurang
3 Temon Temon Kulon, Temon 0,4550 Sedang
4 Dondongsari Kaligintung, Temon 0,1150 Kurang
5 Bendungan Bendungan, Wates 0,9050 Baik
6 Gejlik Bojong, Panjatan 0,0072 Kurang
7 Ngaglik Pleret, Panjatan 0,1950 Sedang
8 Ngebung Bugel, Panjatan 0,0630 Kurang
9 Panjatan Gotakan, Panjatan 0,2800 Kurang
10 Panjatan Panjatan, Panjatan na. Sedang
11 Krembangan Krembangan, Panjatan na. Sedang
12 Menguri Hargotirto, Kokap 0,0800 Kurang
13 Pripih Hargomulyo, Kokap Na. Sedang
14 Sewugalur Karangsewu, Galur 0,4000 Sedang
15 Kranggan Kranggan, Galur 0,6300 Baik
16 Brosot Brosot, Galur 0,7150 Sedang
17 Kasihan Ngentakrejo, Lendah 0,2750 Sedang
18 Bangeran Bumirejo, Lendah 0,1600 Sedang
19 Potrogaten Bumirejo, Lendah 0,2550 Sedang
20 Wates Wates 0,8600 Baik
21 Burung Wates 0,2120 Sedang
22 Kelapa Wates 0,2550 Sedang
23 Pengasih Pengasih,Pengasih 0,4260 Sedang
24 Jombokan Tawangsari,Pengasih 0,4000 Sedang
25 Clereng Sendangsari, Pengasih 0,1500 Kurang 26 Ngaggrung Srikayangan, Sentolo 0,1000 Kurang
27 Sentolo Sentolo 0,6175 Sedang
28 Niten Giripurwo, Girimulyo 0,2150 Kurang
29 Nanggulan Jatisarono, Nanggulan 0,2660 Sedang
30 Kenteng Kembang, Nanggulan 0,5000 Sedang
31 Dekso Banjaroyo,Kalibawang 0,5600 Baik
32 Jagalan Banjaroyo,Kalibawang 0,5600 Kurang 33 Klangon Banjaroyo, Kalibawang 0,2000 Sedang 34 Samigaluh Gerbosari, Samigaluh 0,1450 Baik
35 Rumput Wates 0,0550 Kurang
Tabel 2.24
Sarana Prasarana Perdagangan di Kabupaten Kulon Progo
No Kecamatan Warung
(Unit) Toko (Unit)
Minimarket (Unit) Rumah Makan 1 Kecamatan Temon 418 241 6 56 2 Kecamatan Wates 690 284 24 144 3 Kecamatan Panjatan 182 30 2 21 4 Kecamatan Galur 560 126 6 80 5 Kecamatan Lendah 502 232 5 39 6 Kecamatan Sentolo 625 222 7 106 7 Kecamatan Pengasih 398 131 16 77 8 Kecamatan Kokap 225 81 3 37 9 Kecamatan Girimulyo 101 23 1 29 10 Kecamatan Nanggulan 404 188 8 70 11 Kecamatan Kalibawang 170 111 3 27 12 Kecamatan Samigaluh 119 89 5 27 Jumlah 4.394 1.758 86 713
Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2013
2.1.3.6 Kawasan Pertambangan
Potensi pertambangan yang dimiliki Kabupaten Kulon Progo beraneka ragam, karena karakteristik geologinya yang spesifik sebagaimana tabel 2.25 berikut.
Tabel 2.25
Sebaran Potensi Mineral Logam dan Mineral Non Logam Kabupaten Kulon Progo
No. Nama Bahan
Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan
1 Batu Bara Muda
Dusun Kali Songgo Desa Pendoworejo, Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo
12.003.000 m3 Bahan bakar 2 Pasir Besi Pantai Selatan Kulon Progo, sepanjang
20 Km dari muara Kali Progo sampai muara Kali Bogowonto
605 juta ton Bahan baku
pembuatan baja, bijih besi dan semen 3 Emas Gunung Kukusan Hargorejo, alur
sungai Kalibuko – Sungapan, Plampang Desa Kalirejo Kecamatan Kokap
5.887,5 ton bijih
Perhiasan
4 Barit (BaSO4) Dusun Plampang I, II, III, Kalibuko I, Desa Kalirejo Kecamatan Kokap
15.480 ton Sebagai bahan lembar pada proses kimia 5 Mangaan (Mn
O3)
Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Desa Karangsari Kecamatan Pengasih, Gondosuli Desa Banjarsari, Ngrabu, Bangunrejo dan Gunung Jonggol Desa Purwoharjo, Sumoroto, Tetes Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh
11.500.000 ton Bahan baku industri baterai kering dan bahan campuran baja
6 Bentonit (abu bumi)
Tanjunggunung, Tanggulangin, Turus, Dengok, Klampis, Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan
582.569,25 m3 - Bahan baku lumpur bilas pemboran
- Bahan penghilang
No. Nama Bahan
Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan
Gayam, Pucung, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh 133.560 m3 - Bahan pencampur pasir dalam pengecoran baja - Sebagai zat penghisap dan penyerap 7. Marmer Gunung Jonggol, Gunung Losari, Desa
Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh.
99.798.450 ton Ornamentasi bahan bangunan
Desa Banjarsari, Sidoarjo, Ngargosari Kecamatan Samigaluh
254.496.642,9 ton 8. Batu Gamping Gunung Ampo Kecamatan Sentolo,
Pengasih, Girimulyo, Lendah, Kalibawang dan Desa Banjarsari, Purwoharjo, Ngaliangunung, Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh
214.531.002 ton
- Industri semen - Bahan kapur tohor - Industri
bangunan,dll 9. Tras Pucanggading, Pripih Desa
Hargomulyo, Kec Kokap. Plono, Ngemplak, Kalirejo, Desa Pagerharjo. Karang, Kayugede, Krajan, Jati Desa Gerbosari. Kledrekan,
Kedokan,Jukingan, Ngasinan, Besole, Desa Banjarsari Samigaluh
187.684.114,2 ton Bahan pembuatan batako, genteng, asbes, semen portland pozzolan dan sebagai campuran berbagai industri
10. Andesit Ngargosari, Gerbosari, Purwoharjo Kecamatan Samigaluh.
1.029.334.383 ton
Bahan bangunan, pondasi kereta api, bahan campuran beton, bahan perkerasan jalan, ornamentasi, hiasan dan souvenir Kalirejo, Tangkisan I, II, Pucanggading,
Desa Hargomulyo, Desa Hargotirto, Desa Hargorejo Kecamatan Kokap
11. Andesit Lembaran
Manggis Desa Gerbosari, Puyang Desa Purwoharjo, Kec. Samigaluh
5.804.756 ton Bahan bangunan, untuk konstruksi, hias pada dinding (batu tempel)
Kemiriombo, Desa Gerbosari Kec. Samigaluh, Kedungtawang Desa Purwosari, Karanggede Desa Jatimulyo Kec. Girimulyo
23.083.716,4 ton
12. Mikrodiorit Gunung Kukusan, Gunung Kopek, Gunung Condong, Kalibuko II, Desa Kalirejo, Tangkisan I & II Desa Hargomulyo, Kec. Kokap
71.349.080 ton Untuk semua konstruksi, batu candi, arca dan ubin 13. Sirtu Kaliprogo, Sudu, Kali Tinalah dan Kali
Serang, Jurang Banjarsari, Kembang Wijimulyo, Kali Janti, Desa
Tanjungharjo, Kec Nanggulan
1.377.319,26 m3
Bahan bangunan
14. Pasir Kuarsa Sermo Tengah, Hargowilis Kecamatan Kokap
3.237.512 ton Untuk abrasive, industri kaca, industri kimia, cat, bahan pembuatan semen
No. Nama Bahan
Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan
15. Tanah Liat / Lempung
Pucanggading, Grindang, Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap, Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Nanggulan dan Kecamatan Lendah
1.972.544 ton Industri keramik, batu bata genteng dan gerabah, bahan semen portland 16. Batu Mulia Tukharjo, Dukuh, Gunung Selosari
Desa Purwoharjo Kec. Samigaluh
930.215 ton Ornamentasi, hiasan, souvenir
17. Fosfat Wadas, Desa Giripurwo, Kec. Girimulyo Belum dilaku-kan penelitian
Untuk bahan pupuk 18. Galena Plampang I, Ds. Kalirejo Kec. Kokap Belum
dilaku-kan penelitian
Bahan galian industri
Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2011
2.1.4 Wilayah Rawan Bencana