• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi Pengembangan Wilayah .1Kawasan Pertanian .1Kawasan Pertanian

Dalam dokumen RPJMD P 2011 2016 Kab Kulon Progo (Halaman 62-70)

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1 Aspek Geografi dan Demografi .1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah .1Karakteristik Lokasi dan Wilayah

2.1.3 Potensi Pengembangan Wilayah .1Kawasan Pertanian .1Kawasan Pertanian

Untuk kawasan pertanian, kecamatan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pertanian khususnya kawasan pertanian lahan basah dengan luas 10.622 ha pada seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Kokap. Kecamatan yang potensial dikembangkan sebagai kawasan pertanian lahan basah, karena topografi wilayah yang cukup datar, ketersediaan air yang cukup, penggunaan lahan dominan lahan pertanian lahan basah. Untuk kawasan pertanian lahan kering, dikembangkan di seluruh kecamatan

dengan luas 29.704 Ha. Lokasi dan luasan kawasan pertanian lahan kering dan lahan basah dapat dilihat pada tabel 2.15 berikut:

Tabel 2.15

Jenis Pengembangan, Lokasi dan Luasan Pertanian yang Dikembangkan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012

No. Jenis Pengembangan Lokasi Kecamatan Luas (ha) 1. Pertanian lahan basah Temon, Wates, Panjatan, Galur,

Lendah, Sentolo, Pengasih, Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang

10.622 Ha

2. Pertanian lahan kering Seluruh Kecamatan 29.704 Ha Sumber : RTRW Kabupaten Kulon Progo, 2012

Untuk kawasan perkebunan dikembangkan di kecamatan-kecamatan yang mempunyai kesesuaian lahan untuk pengembangan komoditas tertentu seperti yang diuraikan pada tabel 2.16 berikut:

Tabel 2.16

Komoditi Perkebunan yang dikembangkan Kabupaten Kulon Progo

No Komoditi Kecamatan

1. Kakao Pengasih, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 2. Kopi Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang

3. Kelapa Seluruh kecamatan

4. Cengkeh Pengasih, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 5. Tembakau Sentolo, Pengasih, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh 6. Nilam Girimulyo, Samigaluh

7. Lada Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh

8. Teh Girimulyo, Samigaluh

9. Gebang Sentolo, Pengasih, Nanggulan 10. Jambu mete Temon, Wates, Panjatan, Galur

11. Tebu Seluruh Kecamatan

12. Jarak Seluruh Kecamatan

13. Panili Kokap, Kalibawang, Girimulyo, Samigaluh Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo, 2013 (diolah) 2.1.3.2 Kawasan Perikanan

Berdasarkan karakteristik wilayah Kabupaten Kulon Progo yang berpontensi untuk dikembangkan sebagai kawasan perikanan budidaya darat di seluruh kecamatan. Untuk perikanan tangkap (laut) dikembangkan di Kecamatan Temon, Wates, Panjatan dan Galur (sepanjang pantai Selatan hingga 4 mil ke Samudera Hindia), sedangkan untuk budidaya perikanan air payau (tambak) dikembangkan di Kecamatan Galur, Wates dan Temon.

Selain budidaya perikanan juga dikembangkan Kawasan Minapolitan di seluruh desa di Kecamatan Wates dan seluruh desa di Kecamatan Nanggulan.

Selain untuk pengembangan potensi perikanan budidaya laut, kondisi iklim mikro serta kondisi fisik wilayah memungkinkan kawasan pesisir untuk dikembangkan sebagai sentra ekonomi berbasis kelautan seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, industri pengolahan ikan, dan pasar ikan.

2.1.3.3 Kawasan Pariwisata

Untuk kawasan pariwisata di Kabupaten Kulon Progo yang potensial dikembangkan dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah sebagai berikut:

a. Wisata Pantai

Kawasan wisata pantai diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata di pantai dengan memanfaatkan potensi keindahan alam pantai, hasil budidaya pantai dan laut serta kegiatan sesuai karakteristik alam pantai dan kegiatan budidaya berdasarkan sosio kultural masyarakat.

Tabel 2.17

Wisata Pantai Kabupaten Kulon Progo

No Nama Pantai Kecamatan Pemanfaatan 1 Trisik Galur Wisata alam, agrowosata, dan olahraga

2 Bugel Panjatan Wisata alam, konservasi, penyu pantai, agro wisata dan desa pantai

3 Glagah Temon Wisata alam, olah raga, agro wisata dan perkemahan 4 Congot Temon Wisata alam dan agrowisata

Sumber : Dinas Kebudparpora Kabupaten Kulon Progo, 2013

b. Wisata Pegunungan

Wisata pegunungan diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan potensi keindahan alam pegunungan, serta karakteristik sosial budaya masyarakat yang tinggal di pegunungan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan.

Tabel 2.18

Wisata Pegunungan di Kabupaten Kulon Progo

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Pemanfaatan

1 Puncak Suroloyo Samigaluh Wisata alam, agrowisata, petualangan/ jelajah pegunungan 2 Gunung Kucir, Gunung Kelir dan

Goa Kiskendo

Girimulyo Wisata alam

3 Goa Sriti dan Goa Lanang Wedok Samigaluh Wisata alam

4 Kalibiru Kokap Wisata alam

c. Wisata Budaya

Wisata budaya diperuntukkan bagi pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan potensi budaya suatu kawasan dengan lokasi di Kabupaten Kulon Progo dapat dilihat pada tabel 2.19 berikut:

Tabel 2.19

Wisata Budaya Kabupaten Kulon Progo

No Nama Obyek Wisata Kecamatan

1 Makam Nyi Ageng Serang Kalibawang

2 Goa Maria Sendangsono Kalibawang

3 Monumen Nyi Ageng Serang Wates

4 Petilasan Linggo Manik Samigaluh

5 Petilasan Ki Jaragil Samigaluh

6 Makam Pangeran Aris Langu Kalibawang

7 Petilasan Demang Abang Kalibawang

8 Makam Kyai Paku Jati Pengasih

9 Goa Maria Lawangsih Girimulyo

10 Makam Girigondo Temon

11 Petilasan Gunung Lanang Temon

12 Makam Kyai Landuh Lendah

Sumber : Disbudparpora Kabupaten Kulon Progo, 2013

d. Wisata Buatan

Kawasan wisata buatan merupakan obyek buatan manusia dengan lokasi di Kabupaten Kulon Progo dapat dilihat pada tabel 2.20 sebagai berikut:

Tabel 2.20

Wisata Buatan di Kabupaten Kulon Progo

No Nama Obyek Wisata Kecamatan

1 Waduk Sermo Kokap

2 Pemandian Clereng Pengasih 3 Taman Wisata Ancol Kalibawang

4 Jembatan Bantar Sentolo

5 Jembatan Duwet Kalibawang

6 Wisata agro Temon, Galur, Panjatan, Kokap, Kalibawang, Samigaluh

7 Wisata desa kerajinan Galur, Lendah, Sentolo

8 Wisata Kalibiru Kokap

9 Wisata Boro Asri Kalibawang

2.1.3.4 Kawasan Industri

Lokasi wilayah yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri berdasarkan karakteristik wilayah dan sesuai dengan RTRW di Kecamatan Sentolo, Lendah dan Nanggulan seluas 700 ha. Kecamatan Temon juga mempunyai potensi untuk dijadikan kawasan industri bahari dengan luas 500 ha.

Pengembangan industri kecil dikembangkan semua kecamatan dengan jenis industri dapat dilihat pada tabel 2.21 berikut:

Tabel 2.21

Sebaran Industri Kecil menurut Kecamatan Kabupaten Kulon Progo

No Kecamatan Pengolahan Pangan Sandang dan Kulit Kimia dan Bahan Bangunan Logam dan Jasa Kerajinan dan Umum 1 Temon v v v v v 2 Wates v v v v v 3 Panjatan v - v v v 4 Galur v v v v v 5 Lendah v v v v v 6 Sentolo v v v v v 7 Pengasih v v v v v 8 Kokap v - v v v 9 Girimulyo v - v v v 10 Nanggulan v v v v v 11 Kalibawang v v v v v 12 Samigaluh v v v v v

Keterangan : V = ada, - = tidak ada

Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2013

2.1.3.5 Kawasan Perdagangan

Potensi perdagangan yang tersebar merata di seluruh Kabupaten Kulon Progo dengan komoditas perdagangan yang menjadi komoditas perdagangan ekspor sebagaimana.dapat dilihat pada tabel 2.22 berikut.

Tabel 2.22

Komoditas Perdagangan Ekspor Kabupaten Kulon Progo

No Komoditas 1. Arang briket 2. Kerajinan agel 3. Kerajinan kayu 4. Teh 5. Synthetic wigs 6. Gula kristal 7. Minyak atsiri 8. Sabut Kelapa

Selain itu untuk menunjang kawasan perdagangan yang ada, sarana prasarana perdagangan yang mendukung berkembangnya Pasar Negeri dapat dilihat pada tabel 2.23 dan tabel 2.24 berikut.

Tabel 2.23

Data Pasar Tradisional Kabupaten Kulon Progo

No Nama Pasar Lokasi Luas Area (Ha) Kondisi sarana prasarana

1 Glaeng Jangkaran Temon 0,1580 Sedang

2 Pripih Hargomulyo, Kokap 0,3575 Kurang

3 Temon Temon Kulon, Temon 0,4550 Sedang

4 Dondongsari Kaligintung, Temon 0,1150 Kurang

5 Bendungan Bendungan, Wates 0,9050 Baik

6 Gejlik Bojong, Panjatan 0,0072 Kurang

7 Ngaglik Pleret, Panjatan 0,1950 Sedang

8 Ngebung Bugel, Panjatan 0,0630 Kurang

9 Panjatan Gotakan, Panjatan 0,2800 Kurang

10 Panjatan Panjatan, Panjatan na. Sedang

11 Krembangan Krembangan, Panjatan na. Sedang

12 Menguri Hargotirto, Kokap 0,0800 Kurang

13 Pripih Hargomulyo, Kokap Na. Sedang

14 Sewugalur Karangsewu, Galur 0,4000 Sedang

15 Kranggan Kranggan, Galur 0,6300 Baik

16 Brosot Brosot, Galur 0,7150 Sedang

17 Kasihan Ngentakrejo, Lendah 0,2750 Sedang

18 Bangeran Bumirejo, Lendah 0,1600 Sedang

19 Potrogaten Bumirejo, Lendah 0,2550 Sedang

20 Wates Wates 0,8600 Baik

21 Burung Wates 0,2120 Sedang

22 Kelapa Wates 0,2550 Sedang

23 Pengasih Pengasih,Pengasih 0,4260 Sedang

24 Jombokan Tawangsari,Pengasih 0,4000 Sedang

25 Clereng Sendangsari, Pengasih 0,1500 Kurang 26 Ngaggrung Srikayangan, Sentolo 0,1000 Kurang

27 Sentolo Sentolo 0,6175 Sedang

28 Niten Giripurwo, Girimulyo 0,2150 Kurang

29 Nanggulan Jatisarono, Nanggulan 0,2660 Sedang

30 Kenteng Kembang, Nanggulan 0,5000 Sedang

31 Dekso Banjaroyo,Kalibawang 0,5600 Baik

32 Jagalan Banjaroyo,Kalibawang 0,5600 Kurang 33 Klangon Banjaroyo, Kalibawang 0,2000 Sedang 34 Samigaluh Gerbosari, Samigaluh 0,1450 Baik

35 Rumput Wates 0,0550 Kurang

Tabel 2.24

Sarana Prasarana Perdagangan di Kabupaten Kulon Progo

No Kecamatan Warung

(Unit) Toko (Unit)

Minimarket (Unit) Rumah Makan 1 Kecamatan Temon 418 241 6 56 2 Kecamatan Wates 690 284 24 144 3 Kecamatan Panjatan 182 30 2 21 4 Kecamatan Galur 560 126 6 80 5 Kecamatan Lendah 502 232 5 39 6 Kecamatan Sentolo 625 222 7 106 7 Kecamatan Pengasih 398 131 16 77 8 Kecamatan Kokap 225 81 3 37 9 Kecamatan Girimulyo 101 23 1 29 10 Kecamatan Nanggulan 404 188 8 70 11 Kecamatan Kalibawang 170 111 3 27 12 Kecamatan Samigaluh 119 89 5 27 Jumlah 4.394 1.758 86 713

Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2013

2.1.3.6 Kawasan Pertambangan

Potensi pertambangan yang dimiliki Kabupaten Kulon Progo beraneka ragam, karena karakteristik geologinya yang spesifik sebagaimana tabel 2.25 berikut.

Tabel 2.25

Sebaran Potensi Mineral Logam dan Mineral Non Logam Kabupaten Kulon Progo

No. Nama Bahan

Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan

1 Batu Bara Muda

Dusun Kali Songgo Desa Pendoworejo, Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo

12.003.000 m3 Bahan bakar 2 Pasir Besi Pantai Selatan Kulon Progo, sepanjang

20 Km dari muara Kali Progo sampai muara Kali Bogowonto

605 juta ton Bahan baku

pembuatan baja, bijih besi dan semen 3 Emas Gunung Kukusan Hargorejo, alur

sungai Kalibuko – Sungapan, Plampang Desa Kalirejo Kecamatan Kokap

5.887,5 ton bijih

Perhiasan

4 Barit (BaSO4) Dusun Plampang I, II, III, Kalibuko I, Desa Kalirejo Kecamatan Kokap

15.480 ton Sebagai bahan lembar pada proses kimia 5 Mangaan (Mn

O3)

Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Desa Karangsari Kecamatan Pengasih, Gondosuli Desa Banjarsari, Ngrabu, Bangunrejo dan Gunung Jonggol Desa Purwoharjo, Sumoroto, Tetes Desa Sidoharjo Kecamatan Samigaluh

11.500.000 ton Bahan baku industri baterai kering dan bahan campuran baja

6 Bentonit (abu bumi)

Tanjunggunung, Tanggulangin, Turus, Dengok, Klampis, Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan

582.569,25 m3 - Bahan baku lumpur bilas pemboran

- Bahan penghilang

No. Nama Bahan

Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan

Gayam, Pucung, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh 133.560 m3 - Bahan pencampur pasir dalam pengecoran baja - Sebagai zat penghisap dan penyerap 7. Marmer Gunung Jonggol, Gunung Losari, Desa

Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh.

99.798.450 ton Ornamentasi bahan bangunan

Desa Banjarsari, Sidoarjo, Ngargosari Kecamatan Samigaluh

254.496.642,9 ton 8. Batu Gamping Gunung Ampo Kecamatan Sentolo,

Pengasih, Girimulyo, Lendah, Kalibawang dan Desa Banjarsari, Purwoharjo, Ngaliangunung, Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh

214.531.002 ton

- Industri semen - Bahan kapur tohor - Industri

bangunan,dll 9. Tras Pucanggading, Pripih Desa

Hargomulyo, Kec Kokap. Plono, Ngemplak, Kalirejo, Desa Pagerharjo. Karang, Kayugede, Krajan, Jati Desa Gerbosari. Kledrekan,

Kedokan,Jukingan, Ngasinan, Besole, Desa Banjarsari Samigaluh

187.684.114,2 ton Bahan pembuatan batako, genteng, asbes, semen portland pozzolan dan sebagai campuran berbagai industri

10. Andesit Ngargosari, Gerbosari, Purwoharjo Kecamatan Samigaluh.

1.029.334.383 ton

Bahan bangunan, pondasi kereta api, bahan campuran beton, bahan perkerasan jalan, ornamentasi, hiasan dan souvenir Kalirejo, Tangkisan I, II, Pucanggading,

Desa Hargomulyo, Desa Hargotirto, Desa Hargorejo Kecamatan Kokap

11. Andesit Lembaran

Manggis Desa Gerbosari, Puyang Desa Purwoharjo, Kec. Samigaluh

5.804.756 ton Bahan bangunan, untuk konstruksi, hias pada dinding (batu tempel)

Kemiriombo, Desa Gerbosari Kec. Samigaluh, Kedungtawang Desa Purwosari, Karanggede Desa Jatimulyo Kec. Girimulyo

23.083.716,4 ton

12. Mikrodiorit Gunung Kukusan, Gunung Kopek, Gunung Condong, Kalibuko II, Desa Kalirejo, Tangkisan I & II Desa Hargomulyo, Kec. Kokap

71.349.080 ton Untuk semua konstruksi, batu candi, arca dan ubin 13. Sirtu Kaliprogo, Sudu, Kali Tinalah dan Kali

Serang, Jurang Banjarsari, Kembang Wijimulyo, Kali Janti, Desa

Tanjungharjo, Kec Nanggulan

1.377.319,26 m3

Bahan bangunan

14. Pasir Kuarsa Sermo Tengah, Hargowilis Kecamatan Kokap

3.237.512 ton Untuk abrasive, industri kaca, industri kimia, cat, bahan pembuatan semen

No. Nama Bahan

Galian Lokasi Sumber daya Kegunaan

15. Tanah Liat / Lempung

Pucanggading, Grindang, Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap, Kecamatan Kalibawang, Kecamatan Nanggulan dan Kecamatan Lendah

1.972.544 ton Industri keramik, batu bata genteng dan gerabah, bahan semen portland 16. Batu Mulia Tukharjo, Dukuh, Gunung Selosari

Desa Purwoharjo Kec. Samigaluh

930.215 ton Ornamentasi, hiasan, souvenir

17. Fosfat Wadas, Desa Giripurwo, Kec. Girimulyo Belum dilaku-kan penelitian

Untuk bahan pupuk 18. Galena Plampang I, Ds. Kalirejo Kec. Kokap Belum

dilaku-kan penelitian

Bahan galian industri

Sumber : Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, 2011

2.1.4 Wilayah Rawan Bencana

Dalam dokumen RPJMD P 2011 2016 Kab Kulon Progo (Halaman 62-70)