• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prakiraan Maju Pendapatan dan Belanja LPDB-KUMKM

Dalam dokumen R I N G K A S A N E K S E K U T I F (Halaman 100-147)

C. Rencana Bisnis dan Anggaran Tahun 2017

14. Prakiraan Maju Pendapatan dan Belanja LPDB-KUMKM

Dalam kurun 2015-2019 LPDB-KUMKM telah menyusun proyeksi pendapatan dan rencana kebutuhan belanja kepada Bappenas dan Kementerian Keuangan sebagai berikut :

Perkiraan Maju Pendapatan BLU

TA.2016 TA.2017 TA.2018 TA.2019

42413 Pengelolaan Dana Khusus Untuk Masyarakat

424133 Pendapatan Program Modal Ventura 7.344,70 1.844,19 760,57 277,62

424134 Pendapatan Program Dana Bergulir Sektoral 113.420,20 114.781,95 128.927,97 166.154,49

424135 Pendapatan Program Dana Bergulir Syariah 21.565,75 30.000,00 33.000,00 31.000,00 424911 Pendapatan Jasa Layanan Perbankan BLU 63.111,89 16.980,00 20.000,00 23.000,00

205.442,54 163.606,13 182.688,54 220.432,11

Perkiraan Maju Belanja BLU

Peningkatan Daya Saing UMKM

2779 Pengelolaan Dana Bergulir

001 Rencana Program Kerja 3.204,75 2.948,38 3.685,48 3.316,93

dan Anggaran

003 Peraturan dan Petunjuk Teknis 701,70 1.298,13 1.804,40 2.526,16 Pengelolaan Dana Bergulir

005 Publikasi dan Promosi 7.783,95 12.454,32 16.804,50 18.484,95

- - -022 Analisa Pemberian 16.691,93 28.567,52 34.281,02 47.993,43 Pinjaman/Pembiayaan Pengelolaan Risiko

023 Monitoring dan Evaluasi 11.735,52 19.011,55 22.813,86 31.939,40

dan Kajian

025 Dukungan Manajemen dan 75.247,14 99.326,23 103.299,28 116.171,24

Sarana Prasarana

115.365,00 163.606,13 182.688,54 220.432,11

TA.2019

Total Perkiraan Realisasi Belanja

MAP URAIAN

Total Pendapatan BLU

Kode Program/Kegiatan

(Dalam Rp. Juta)

TA.2016 TA.2017 TA.2018

Perkiraan maju baik Pendapatan dan Belanja LPDB-KUMKM tahun 2015-2019 dimaksud bersifat tentative, sangat situasional dengan kondisi perkembangan organisasi dan perekonomian Nasional.

101

BAB III

PENUTUP

1. Rencana Bisnis dan Anggaran LPDB-KUMKM TA.2016, dibuat sebagai dasar acuan untuk mengukur kinerja pelayanan LPDB-KUMKM tahun 2017.

2. Dalam upaya pencapaian kinerjanya, LPDB-KUMKM perlu mendapat dukungan dari para stake holder terkait, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Keuangan.

3. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka melaksanakan kegiatan LPDB-KUMKM TA.2017, antara lain:

a. Penghapusan Piutang;

LPDB-KUMKM akan melaksanakan penghapusan secara bersyarat apabila telah terbit Surat Piutang Negara Sementara Belum Dapat Ditagih (PSBDT) dari Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN)

b. Penghapusan Persediaan;

Belum ada Persediaan yang dihapuskan untuk tahun 2017.

c. Penghapusan Aset Tetap;

Belum ada Aset Tetap yang dihapuskan untuk tahun 2017.

d. Penghapusan Aset Lain-lain;

Belum ada Aset Lain-lain yang dihapuskan untuk tahun 2017.

e. Pemberian Pinjaman

LPDB-KUMKM bertugas melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pembiayaan KUMKM antara lain berupa pinjaman dan bentuk pembiayaan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan KUMKM, dimana ketentuan mengenai kriteria KUKM ditetapkan oleh LPDB-KUMKM, sedangkan tarif layanan ditetapkan oleh Menteri Keuangan.

102

4. Rencana Bisnis dan Anggaran ini dapat di evaluasi dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan terkini oleh Manajemen atau Direksi LPDB-KUMKM, apabila dengan pertimbangan tertentu diproyeksikan sampai dengan akhir tahun kinerja atas Rencana Bisnis dan Anggaran tersebut diyakini tidak optimal pencapaian realisasinya.

Berkaitan dengan itu, Direksi dapat mengajukan perubahan/penyesuaian RBA dimaksud untuk diketahui Dewan Pengawas LPDB-KUMKM dan dilaporkan kepada Menteri Koperasi dan UKM. Apabila Menteri Koperasi dan UKM tidak berpendapat lain maka, dokumen yang terkait dengan perubahan/penyesuaian dimaksud menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari RBA yang sudah disetujui sebelumnya oleh Menteri Koperasi dan UKM.

103

LEMBAGA PENGELOLA DANA BERGULIR

KOPERASI DAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (LPDB-KUMKM)

Jakarta, Desember 2016 Direktur Utama

Dr. Ir. Kemas Danial, MM

NRK. 201008073

Mengetahui : Ketua Dewan Pengawas

Alexander Zulkarnain, A.K., MM, CIA

NIP. 19650913 198603 1 002

M E N Y E T U J U I : An. Menteri Koperasi dan UKM Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM

Ir. Agus Muharram, MSP

NIP. 19580426 199103 1 001

Draft :

1. Dir PU : …/…

2. Dir Keuangan : …/…

3. Dir Umum dan Hukum : …/…

4. Dir Bisnis : …/… 5. Kadiv Bisnis I : …/… 6. Kadiv PDB : …/… 7. Kadiv TLA : …/… 8. Kadiv Perencanaan : …/… 9. Kabag Rengram : …/…

104

LAMPIRAN 1

PERATURAN MENTERI KEUANGAN

NO 75/PMK.05/2011

118

LAMPIRAN 2

PERATURAN MENTERI NEGARA

KOPERASI DAN MENENGAH

REPUBLIK INDONESIA

122

LAMPIRAN

PERATURAN

MENTERI NEGARA KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN

MENENGAH

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR: 21/PER/M.KUKM/IX/2006

TENTANG

STANDAR PELAYANAN MINIMUM BAGI LEMBAGA

PENGELOLA DANA BERGULIR KOPERASI DAN USAHA

123

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Sesuai dengan amanat Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), mengamanatkan agar aparatur negara mampu menjalankan fungsinya secara profesional, produktif, dan transparan dan bebas dari KKN. Perwujudan nyata dari sikap aparatur negara dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan yang diamanatkan oleh Tap MPR tersebut antara lain tercermin dari penyelenggaraan pelayanan publik.

Salah satu bentuk pelayanan publik yang dilakukan pemerintah adalah membantu perkuatan modal usaha Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM). Di samping itu, dalam rangka pemberdayaan KUMKM ini, pemerintah melakukan pembinaan dalam bentuk peningkatan kemampuan kualitas sumber daya manusia, manajemen, organisasi dan teknologi, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong praktik bisnis dan persaingan usaha yang sehat.

Secara operasional pelayanan ini dilaksanakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM yang bertanggung jawab mewujudkan program Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal pelayanan penyaluran Dana Bergulir kepada KUMKM. Pelayanan ini perlu diberikan oleh LPDB-KUMKM secara seragam dan konsisten agar penyaluran Dana Bergulir terhindar dari kesia-siaan, salah sasaran, dan penyimpangan dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, perlu suatu tolok ukur untuk mengetahui seberapa besar derajat pelayanan yang diberikan LPDB-KUMKM kepada KUMKM. Pelayanan yang akan dilaksanakan dalam penyaluran Dana Bergulir disamping mengacu

124

B. Maksud dan Tujuan

C. Pengertian

kepada pedoman–pedoman yang berlaku, juga diperlukan standar pelayanan Minimum. Standar Pelayanan Minimum merupakan spesifikasi teknis tentang tolok ukur layanan Minimum yang diberikan oleh LPDB-KUMKM dalam rangka penyaluran dana bergulir kepada Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

aksud ditetapkannya standar pelayanan minimum ini adalah sebagai pedoman layanan minimum dalam penyaluran dana bergulir yang wajib diberikan oleh LPDB-KUMKM kepada Koperasi, Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Menengah baik dengan atau tanpa lembaga perantara.

Tujuan ditetapkannya standar pelayanan minimum Dana Bergulir adalah : 1. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pelayanan penyaluran dana bergulir guna

memperkuat permodalan Koperasi serta pelaku usaha skala mikro, kecil, dan menengah.

2. Menjamin pengelolaan dana bergulir secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip praktik bisnis yang sehat.

3. Menjamin keseragaman dan konsistensi perencanaan, pelaksanaaan, monitoring dan evaluasi dalam penyaluran dana bergulir.

1. Calon mitra LPDB-KUMKM adalah koperasi atau UKM atau lembaga usaha lain yang dipersamakan dengannya, yang memiliki kepedulian dalam menyediakan akses pemberian pinjaman/pembiayaan kepada usaha mikro dan kecil. Jika dipandang perlu, calon mitra LPDB-KUMKM dapat berupa lembaga keuangan bank atau non bank yang menyediakan akses pembiayaan bagi koperasi atau usaha mikro dan kecil.

2. Proposal pinjaman/pembiayaan adalah dokumen yang dikirimkan oleh calon mitra kepada LPDB-KUMKM yang terdiri dari; surat permohonan

M

125

pinjaman/pembiayaan, rencana penyaluran/penggunaan

pinjaman/pembiayaan, laporan pertanggungjawaban dan keuangan, dokumen-dokumen legal lainnya yang dipersyaratkan oleh LPDB-KUMKM dalam rangka untuk memperoleh pinjam-an/pembiayaan.

3. Analisa awal pinjaman/pembiayaan adalah penilaian terhadap proposal pinjaman/pembiayaan secara desk review atas dokumen-dokumen yang telah diterima oleh LPDB-KUMKM atau jika diperlukan dapat ditambah dengan konfirmasi melalui telepon atau media elektronik lainnya.

4. Kunjungan ke lapangan (OTS) adalah penilaian lanjutan yang dilakukan dengan cara mendatangi calon mitra untuk memperoleh informasi tambahan dengan tujuan lebih menyakinkan informasi yang telah diperoleh pada analisa awal, antara lain kepastian keberadaan tempat usaha/kantor, mengenal pengurus/pengelola, memperoleh informasi keuangan yang dapat mendukung kelayakan usaha, informasi lainnya yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen dalam memberikan persetujuan/penolakan atas proposal pinjaman/pembiayaan dari calon mitra.

5. Surat Pemberitahuan persetujuan Prinsip atau disingkat SP3 adalah surat pemberitahuan/penawaran kepada calon mitra yang berisi persetujuan plafon pinjaman/pembiayaan, ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi/dilaksanakan oleh calon mitra pra dan pasca pencairan pinjaman. 6. Komite Pinjaman/Pembiayaan adalah kegiatan pemberian keputusan

persetujuan atau penolakan atas proposal pinjaman/pembiayaan berdasarkan analisa dari Divisi Bisnis dan opini legal dari divisi yang membidangi legal, serta opini risiko dari divisi yang membidangi risiko, yang dilakukan secara kolektif dan kolegial, baik di tingkat Direksi atau Divisi.

7. Akad Pinjaman/Pembiayaan adalah kegiatan penandatanganan piagam perjanjian pinjaman/pembiayaan antara KUMKM dengan mitra LPDB-KUMKM, baik yang dilakukan secara noktariil atau di bawah tangan.

8. Pencairan Pinjaman/pembiayaan adalah kegiatan pemindahbukuan dana bergulir dari rekening LPDB-KUMKM kepada rekening mitra, baik secara sekaligus atau bertahap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

9. Monitoring dan evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan pasca pencairan pinjaman/pembiayaan yang dapat berupa pengawasan terhadap kewajiban

126

D. Jenis Layanan

pembayaran pokok dan bunga administrasi pelaporan, kunjungan ke mitra, penilaian kecukupan jaminan, dan kegiatan lainnya yang diperlukan dalam rangka memantau perkembangan pinjaman/pembiayaan yang telah disalurkan dan dampaknya bagi koperasi atau usaha mikro dan kecil.

10. Indikator keberhasilan adalah parameter yang menunjukkan bahwa suatu standar sudah (atau belum) tercapai yang dapat bersifat kuantitatif (berupa angka–angka yang menunjukkan jumlah atau persentase) atau kualitatif (berbentuk paparan keadaan atau status) dengan tujuan untuk evaluasi baik dalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan atau dampak atas pemberian pinjaman/pembiayaan.

11. Kolegial adalah pertanggungjawaban secara kolektif yang mengikat semua pihak yang terlibat dalam pembuatan keputusan pemberian pinjaman/pembiayaan.

1. Program Dana Bergulir Sektoral

Program Dana Bergulir Sektoral adalah program jenis layanan pemberian pinjaman yang digulirkan kepada KUMKM baik langsung atau melalui lembaga perantara untuk kegiatan usaha produktif di sektor tertentu dengan pola konvensional, yang harus dibukukan dalam neraca sebagai hutang.

2. Program Dana Bergulir Syariah

Program Dana Bergulir Syariah adalah program jenis layanan pemberian pembiayaan yang digulirkan kepada KUMKM baik langsung atau melalui lembaga perantara untuk kegiatan usaha produktif di sektor tertentu dengan pola syariah, yang harus dibukukan dalam neraca sebagai hutang.

127

E. Kelompok Sasaran Layanan

3. Program Modal Awal dan Padanan (MAP)/Modal Ventura

Program Modal Awal dan Padanan (MAP)/Modal Ventura adalah program jenis layanan pemberian pembiayaan yang digulirkan kepada KUMKM baik langsung atau melalui lembaga perantara untuk kegiatan usaha produktif di sektor tertentu dalam bentuk penyertaan modal/bagi hasil/obligasi konversi.

4. Program Dana Penjaminan

Program Dana Penjaminan adalah program jenis layanan pinjaman/pembiayaan dengan penjaminan yang dilakukan bekerjasama dengan perusahaan penjamin atas pencairan pinjaman/pembiayaan Koperasi dan UKM, dengan komposisi yang secara proporsional ditetapkan dalam perjanjian kerjasama penjaminan.

Pemberian pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan UKM dapat dikelompokan ke dalam 5 sasaran layanan, yaitu:

1. Pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada KSP/USP dan KJKS/UJKS, baik secara langsung maupun melalui koperasi sekunder. Kelompok sasaran layanan yang pertama ini, baik yang langsung maupun melalui lembaga perantara, memiliki sasaran akhir yang sama yaitu pengguna akhir (end user) , yaitu anggota atau calon anggota koperasi primer yang memiliki usaha produktif.

2. Pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada koperasi yang bergerak dalam bidang usaha sektor riil. Kelompok sasaran layanan kedua, seluruh pinjaman/pembiayaan yang diterima oleh koperasi primer digunakan untuk membiayai usaha koperasi primer yang bersangkutan dan tidak dimaksudkan untuk disalurkan kembali kepada para anggotanya (end user). Usaha koperasi primer antara lain perdagangan kebutuhan pokok (sembako), penyediaan pupuk

128

F. Dasar Hukum

dan benih, budidaya ternak, jasa, dan usaha lainnya yang dikelola sendiri oleh koperasi primer.

3. Pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada Usaha Skala Mikro, Kecil, dan Menengah melalui Lembaga Keuangan Bukan bank. Kelompok sasaran layanan yang ketiga, ditujukan untuk pemberian akses permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah dengan menggunakan lembaga perantara, antara lain perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan dan jasa manajemen, pegadaian, dan lembaga keuangan bukan bank yang sejenis.

4. Pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada Koperasi dan UKM melalui Lembaga Keuangan Bank. Kelompok sasaran layanan yang keempat, ditujukan untuk pemberian akses permodalan bagi koperasi dan usaha kecil dan menengah dengan menggunakan lembaga perantara perbankan, baik bank umum nasional, bank umum daerah, BPR, dan lembaga keuangan bank lainnya.

5. Pemberian Pinjaman/Pembiayaan kepada UKM Strategis. Kelompok sasaran layanan yang kelima, pemberian pinjaman/pembiayaan kepada pelaku usaha dalam sekala usaha kecil dan menengah yang memiliki usaha dengan kriteria khusus dengan menggunakan pola channeling (menggunakan lembaga/tenaga konsultan pendamping). Kriteria khusus tersebut antara lain adalah mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, menghasilkan produk yang penjualannya berorientasi pada ekspor, memperkerjakan karyawan yang mengalami cacat fisik atau mental, dan kriteria lain yang ditetapkan oleh Direksi.

eraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penyelenggaraan pelayanan dana bergulir kepada KUMKM yang dilaksanakan LPDB-KUMKM, sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian 2. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

P

129

G. Sistematika Penyajian

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara

5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, Pasal 1 Angka 11 dan Pasal 8 Angka 1,2 dan 3

Standar Pelayanan Minimum Lembaga Pengelola Dana Bergulir ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Bab II Komponen Standar Pelayanan Minimum Bab III Indikator Keberhasilan

Bab IV Sumber Daya

Bab V Monitoring dan Evaluasi Bab VI Penutup

130

Standar pelayanan minimum dalam pemberian pinjaman/pembiayaan kepada calon mitra LPDB-KUMKM, terbagi dalam 9 (sembilan) tahap. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut:

A. Penerimaan proposal pinjaman/pembiayaan B. Penggandaan bahan proposal

C. Analisa awal proposal pinjaman oleh Divisi Bisnis, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Hukum

D. Kunjungan ke lapangan (on the spot)

E. Analisa akhir proposal pinjaman/pembiayaan oleh Divisi Bisnis, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Hukum

F. Komite pinjaman/pembiayaan

G. Penawaran surat pemberitahuan persetujuan prinsip (SP3). H. Pengikatan perjanjian pinjaman/pembiayaan.

I. Pencairan pinjaman/pembiayaan.

Mekanisme kerja dan standar waktu yang diperlukan dalam setiap tahapan/proses penyaluran pinjaman/pembiayaan adalah sebagai berikut:

A. Penerimaan Proposal Pinjaman/Pembiayaan dari Calon Mitra LPDB-KUMKM.

1. Divisi Umum menerima proposal permohonan pinjaman/pembiayaan dana bergulir dari calon mitra LPDB-KUMKM.

2. Apabila proposal lengkap dan persyaratan telah sesuai dengan petunjuk teknis, maka Divisi Umum menyerahkan dokumen kepada Divisi Bisnis dalam waktu paling lambat 1 hari sejak dokumen tersebut diterima.

BAB II

KOMPONESTANDAR

131

3. Apabila persyaratan sebagaimana dalam petunjuk teknis belum lengkap, maka Divisi Umum akan memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada calon mitra untuk memenuhi kekurangan dokumen yang dipersyaratkan. Pemberitahuan tersebut dikirimkan kepada calon mitra paling lambat 3 hari sejak proposal tersebut diterima.

4. Proposal pinjaman/pembiayaan yang belum lengkap akan dilakukan disimpan berdasarkan tanggal dan bulan terima proposal dan dianggap kedaluwarsa (expired) setelah melewati waktu selama 60 hari tidak ditindaklanjuti kelengkapannya oleh calon mitra. Apabila proposal dimaksud sampai dengan waktu yang ditetapkan kekurangannya tidak dapat dipenuhi maka proposal tersebut secara otomatis dianggap gugur (tidak diproses lebih lanjut) dan LPDB-KUMKM tidak wajib memberikan pemberitahuan kepada calon mitra tersebut.

5. Proposal-proposal yang dianggap gugur disimpan oleh Divisi Umum dan secara periodik dilaporkan kepada Manajemen untuk pemusnahannya.

B. Penggandaan Dokumen Proposal Pinjaman/Pembiayaan

1. Proposal-proposal yang telah dianggap layak oleh Divisi Bisnis menurut analisa awal dimintakan penggandaan dokumen kepada Divisi Umum. 2. Divisi Umum melakukan penggandaan dokumen paling lambat dalam

waktu 1 hari.

3. Dalam waktu yang bersamaan Divisi Umum mendistribusikan dokumen tersebut kepada Divisi Bisnis, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Hukum.

C. Analisa Awal Proposal Pinjaman oleh Divisi Bisnis, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Hukum

1. Divisi Bisnis akan melakukan analisa awal terhadap kelayakan proposal permohonan pinjaman/pembiayaan calon mitra yang telah dinyatakan lengkap dalam waktu 1-3 hari sejak dokumen diterima.

2. Proposal yang telah dinilai layak berdasarkan analisa awal, selambat-lambatnya dalam waktu 1 hari berikutnya, Divisi Bisnis meminta kepada

132

Divisi Umum untuk penggadaan dokumen proposal untuk selanjutnya diserahkan kepada Divisi Manajemen Risiko dan Divisi Hukum.

3. Divisi Umum pada hari yang sama melakukan penggandaan dokumen proposal yang diminta oleh Divisi Bisnis dan mendistribusikan dokumen tersebut kepada Divisi Bisnis, Manajemen Risiko, dan Hukum.

4. Terhadap proposal yang dinilai tidak layak, paling lambat 3 hari sejak dokumen diterima, Divisi Bisnis wajib memberitahukan secara tertulis kepada Divisi Umum. Divisi Umum paling lambat 1 hari sejak menerima pemberitahuan dari Divisi Bisnis wajib mengirimkan surat pemberitahuan penolakan kepada calon mitra tersebut.

5. Divisi Bisnis, paling lambat dalam waktu 3 hari, mempersiapkan calon-calon mitra yang siap untuk dikunjungi (OTS) dengan memperhatikan efisiensi biaya dan efektivitas pencapaian target penyaluran pinjaman/pembiayaan secara periodik.

D. Kunjungan ke Lapangan/ On The Spot (OTS)

1. Dalam pelaksanaan OTS, Divisi Bisnis dapat didampingi oleh minimum oleh 1 personel dari Divisi Manajemen Risiko atau Divisi Hukum.

2. Pelaksanaan kunjungan ke calon-calon mitra dilaksanakan dalam waktu 4 hari dengan memperhatikan kondisi wilayah dan geografisnya. Untuk wilayah tertentu dapat dilakukan dengan waktu yang lebih pendek atau lebih panjang.

3. Pelaksanaan kunjungan ke lapangan harus memperhatikan tingkat efisiensi biaya dan efektivitas pencapaian target penyaluran pinjaman/pembiayaan.

E. Analisa Akhir Proposal Pinjaman oleh Divisi Bisnis, Divisi Manajemen Risiko, dan Divisi Hukum

1. Paling lambat 2 hari setelah pelaksanaan OTS, Divisi Bisnis, Divisi Hukum, dan Divisi Manajemen Risiko telah menyelesaikan proposal bisnis, opini hukum, dan opini risiko dan memperoleh kesepakatan

133

terhadap calon-calon mitra yang layak untuk diajukan ke dalam rapat komite pinjaman/pembiayaan.

2. Pada saat yang bersamaan, Divisi hukum selaku sekretaris komite pinjaman/pembiayaan (jika diperlukan) mengagendakan pelaksanaan rapat komite pinjaman/pembiayaan.

3. Terhadap calon mitra yang dinilai tidak layak, paling lambat 3 hari setelah selesai pelaksanaan OTS, Divisi Bisnis wajib memberitahukan secara tertulis kepada Divisi Umum. Divisi Umum paling lambat 1 hari sejak menerima pemberitahuan dari Divisi Bisnis wajib mengirimkan surat penolakan kepada calon mitra tersebut.

F. Komite Pinjaman/Pembiayaan

1. Pengambilan keputusan persetujuan proposal pinjaman/ pembiayaan dapat dilakukan dalam komite pinjaman/pembiayaan level Direksi atau Divisi.

2. Persetujuan proposal yang diajukan kepada komite pinjaman/pembiayaan dapat dilakukan dalam bentuk rapat (meeting) atau sirkulasi (circulate) dan bersifat kolegial.

3. Baik dalam bentuk rapat (meeting) atau sirkulasi (circulate), pelaksanaan komite pinjaman/pembiayaan berikut penyelesaian dokumen pendukungnya dalam waktu 1 hari atau paling lambat 2 hari.

4. Apabila diperlukan, dalam rapat komite pinjaman/pembiayaan dapat mengundang pihak di luar LPDB-KUMKM yang berkompeten.

5. Hasil komite pinjaman/pembiayaan (meeting/circulate) dapat memutuskan sebagai berikut:

a. Menyetujui (seluruh/sebagian) pinjaman/pembiayaan yang diusulkan. b. Menolak memberikan pinjaman/pembiayaan.

6. Apabila hasil komite pinjaman/pembiayaan menyatakan penolakan, pada saat yang bersamaan, Sekretaris Komite Pinjaman/Pembiayaan wajib memberitahukan secara tertulis (berikut dokumen pendukung) kepada Divisi Umum. Divisi Umum paling lambat 1 hari sejak menerima pemberitahuan dari Divisi Bisnis wajib mengirimkan surat penolakan

134

kepada calon mitra tersebut. Keputusan penolakan dan dokumen pendukung diarsip oleh Divisi Umum.

7. Pada saat yang bersamaan, semua notulensi dan dokumen atas proposal yang telah disetujui oleh komite pinjaman/pembiayaan didokumentasikan oleh sekretaris komite pinjaman sebagai dokumen yang tidak terpisahkan dari pengajuan pinjaman, dan untuk selanjutnya diserahkan kepada bagian Hukum untuk pembuatan SP3.

G. Surat pemberitahuan Persetujuan Prinsip (SP3)

1. Divisi Hukum menyelesaikan SP3 dalam waktu paling lambat 2 hari setelah pelaksanaan komite.

2. Pada saat yang bersamaan Divisi Hukum memastikan penandatanganan SP3 oleh pihak yang berwenang internal telah dilaksanakan atau paling lambat 1 hari setelah penyelesaian SP3.

3. Pengiriman SP3 kepada calon mitra akan dilakukan paling lambat 1 hari setelah SP3 diserahkan oleh Divisi Hukum kepada Divisi Umum. Divisi Hukum memastikan penandatanganan SP3 oleh pihak yang berwenang calon mitra telah dilaksanakan atau paling lambat 14 hari setelah SP3 dikirim.

4. Divisi Umum harus memantau pengembalian salinan SP3 yang telah ditandatangani diatas materai selambat-lambatnya 14 hari sejak tanggal pengiriman.

5. Setelah SP3 yang sudah ditandangani oleh semua yang berwenang diterima oleh Divisi Umum, maka selanjutnya Divisi Umum menginformasikan rencana (tempat dan jadwal) penandatanganan akad perjanjian pinjaman/pembiayaan kepada calon mitra paling lambat 1 hari setelah SP3 diterima kembali di LPDB-KUMKM.

6. Pengembalian SP3 yang melewati waktu yang ditentukan dengan alasan yang logis dapat diberikan perpanjangan waktu sampai dengan 2 hari.

H. Perjanjian Pinjaman/Pembiayaan

1. Divisi Hukum mengagendakan penandatanganan akad perjanjian pinjaman/pembiayaan dengan mitra LPDB-KUMKM secara notariil atau

135

intern paling lambat 2 hari sejak tanggal penerimaan SP3 yang telah ditandatangani oleh mitra LPDB-KUMKM.

2. Pada tanggal yang bersamaan, setelah penandatanganan akad perjanjian pinjaman/pembiayaan, Divisi Hukum melakukan checklist kelengkapan dokumen pinjaman untuk selanjutnya diserahkan kepada Divisi Keuangan.

3. Apabila diperlukan, penandatanganan akad perjanjian/pembiayaan dapat ditunda paling lama 7 hari dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan efektivitas pencapaian target penyaluran.

I. Pencairan Pinjaman/Pembiayaan

1. Divisi Umum menerima surat permohonan pencairan dari calon mitra yang sudah melakukan penandatanganan akad perjanjian/pembiayaan. 2. Pada tanggal yang sama, Divisi Umum menyerahkan dokumen

permohonan pencairan kepada Divisi Bisnis untuk selanjutnya dibuatkan memo permintaan pencairan dana.

3. Pada tanggal yang bersamaan permohonan pencairan dari mitra dan memo pencairan yang sudah ditandatangani yang berwenang diserahkan kepada Divisi Keuangan.

4. Pejabat Penguji akan meneliti kelengkapan dan keabsahan

Dalam dokumen R I N G K A S A N E K S E K U T I F (Halaman 100-147)

Dokumen terkait