Tahapan perumusan strategi promosi berdasarkan prioritas terdiri atas tiga bagian. Ketiga bagian tersebut antara lain (1) analisis faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam merumuskan alternatif strategi promosi susu kuda organik Asambugar, (2) analisis subfaktor dari setiap faktor yang yang dipertimbangkan dalam merumuskan alternatif strategi promosi susu kuda organik Asambugar, dan (3) analisis alternatif strategi promosi produk susu kuda organik Asambugar.
Perumusan prioritas strategi promosi mempertimbangkan beberapa faktor antara lain faktor tujuan promosi, faktor perusahaan, faktor karakteristik produk, faktor perusahaan pesaing, faktor konsumen, faktor dana promosi, faktor distribusi, faktor lembaga pendukung, faktor karakteristik pasar, faktor manajemen produksi, dan faktor sumberdaya manusia. Keseluruhan faktor
tersebut diberikan bobot dalam menentukan prioritas faktor dari yang paling dipertimbangkan sebagai prioritas pertama, hingga yang kurang dipertimbangkan sebagai prioritas terakhir (Tabel 14).
Tabel 14. Prioritas Faktor-Faktor yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Susu Kuda Oganik Asambugar
Faktor Pertimbangan Bobot Prioritas
Tujuan Promosi 0,029 5 Perusahaan 0,029 5 Karakteristik Produk 0,170 2 Perusahaan Pesaing 0,017 7 Konsumen 0,242 1 Dana Promosi 0,124 3 Distribusi 0,022 6 Lembaga Pendukung 0,043 4 Karakteristik Pasar 0,124 3 Manajemen Produksi 0,029 5 Sumberdaya Manusia 0,170 2 Rasio Inkonsistensi 0,02
Nilai rasio inkonsistensi pada pembobotan prioritas faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi susu kuda organik Asambugar adalah 0,02 atau 2 persen. Nilai tersebut kurang dari 10 persen artinya pembobotan yang dilakukan menunjukkan konsistensi dimana setiap faktor telah dikelompokkan menurut homogenitas dan relevansinya, serta intensitas relasi antarfaktor yang didasarkan pada kriterianya masing-masing saling membenarkan secara logis.
Setiap faktor yang dipertimbangkan dalam merumuskan alternatif strategi promosi susu kuda organik Asambugar tersebut terdiri atas beberapa subfaktor. Setiap subfaktor tersebut secara spesifik mempengaruhi perumusan dan perumusan alternatif strategi promosi produk susu kuda organik Asambugar (Lampiran 8).
7.2.1. Prioritas Pertama
DH Organik lebih memprioritaskan faktor konsumen sebagai faktor yang paling dipertimbangkan dalam merumuskan alternatif strategi promosi produk Asambugar. Bobot dari faktor tersebut sebesar 0,242.
7.2.1.1. Faktor Konsumen dan Subfaktornya yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Susu Kuda Organik Asambugar
Faktor konsumen menjadi prioritas utama karena sasaran pelaksanaan strategi promosi itu sendiri ditujukan untuk konsumen. Selain itu, DH Organik masih mengalami kendala dalam mempertahankan loyalitas pelanggan produk Asambugar. Sebagian besar pelanggan adalah mereka yang bermasalah dengan kesehatan tubuhnya maupun keluarganya sehingga terbentuk kecenderungan karakteristik konsumen secara umum dimana setelah mereka sembuh akan mengurangi konsumsi atau bahkan berhenti mengkonsumsi produk Asambugar. Kondisi tersebut menuntut perusahaan ini untuk tidak hanya mempertahankan loyalitas pelanggan tetapnya tetapi juga harus senantiasa berupaya mendapatkan konsumen baru dan memudahkan konsumen dalam mencapai tahap kesiapan untuk membeli produk. Bauran promosi yang sesuai dilakukan untuk mempertahankan pelanggan tetap adalah humas dan publisitas, pemasaran langsung dan penjualan pribadi. Promosi penjualan dan periklanan sesuai digunakan untuk mendapatkan konsumen baru.
Subfaktor dari faktor konsumen ditetapkan berdasarkan situasi konsumen sasaran dalam pengambilan keputusan mengkonsumsi produk Asambugar saat ini yang dipertimbangkan dalam perumusan strategi promosi. Subfaktor itu adalah karakteristik konsumen, loyalitas konsumen, dan kesiapan konsumen. Prioritas subfaktor dari faktor konsumen dilakukan dengan pembobotan (Tabel 15).
Tabel 15. Prioritas Subfaktor dari Faktor Konsumen yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Asambugar
Faktor Subfaktor Bobot Prioritas RI
Konsumen
Karakteristik konsumen 0,092 3
0,00
Loyalitas konsumen 0,690 1
Kesiapan konsumen 0,218 2
Subfaktor yang menjadi prioritas pertama adalah loyalitas konsumen dengan bobot sebesar 0,690. Loyalitas konsumen dipertimbangkan karena konsumen yang loyal cenderung akan melakukan pembelian ulang dan mempromosikan produk kepada rekannya baik disadari maupun tidak disadari. Loyalitas tersebut menguntungkan DH Organik sehingga loyalitas tersebut harus dipertahankan. Bauran pemasaran yang sesuai adalah promosi penjualan, humas
dan publisitas, pemasaran langsung, dan penjualan pribadi; karena menciptakan hubungan dan komunikasi langsung antara perusahaan dan konsumen. Perusahaan ini jugadapat memberi pelayanan spesifik sesuai kebutuhan konsumen individual sehingga mereka puas dan loyal.
Subfaktor kesiapan konsumen menjadi prioritas kedua dengan bobot sebesar 0,218 karena DH Organik mengharapkan agar setiap konsumen yang datang dapat menunjukkan kesiapan untuk mengkonsumsi produk Asambugar. Subfaktor tersebut dipertimbangkan karena perusahaan ini mengharapkan agar strategi promosi yang dijalankan mampu membuat setiap pengunjung mencapai tahap kesiapan akhir untuk mengkonsumsi produknya. Selain itu, perusahaan ini tidak bisa hanya bergantung pada pelanggannya yang masih ada saat ini tetapi juga dituntut untuk mendapatkan konsumen baru, sehingga kesiapan konsumen penting terutama dalam pembentukan kesiapan calon konsumen baru untuk mengkonsumsi produk Asambugar. Bauran promosi yang sesuai adalah promosi penjualan karena konsumen cenderung menyukai produk yang menawarkan kemudahan dalam menjangkau harga dan penawaran hadiah jika membeli dalam jumlah banyak. Bauran promosi ini cenderung mendukung konsumen dalam mencapai tahap kesiapan akhir.
Prioritas terakhir adalah karakteristik konsumen dengan bobot sebesar 0,092 karena konsumen produk Asambugar saat ini terdiri atas berbagai jenis usia, jenis kelamin, maupun lokasi yang berbeda-beda dan belum diklasifikasikan secara spesifik. DH Organik mengakui bahwa mayoritas konsumen tetapnya adalah mereka yang membutuhkan produk untuk mengobati penyakitnya. Namun, perusahaan ini berharap agar konsumen yang sehat dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya juga menjadi pelanggan produk yang loyal. Oleh karena itu, karakteristik konsumen menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi promosi produk Asambugar. Seluruh bauran promosi sesuai dengan subfaktor ini tetapi promosi penjualan cenderung diminati oleh DH Organik untuk menarik minat konsumen yang sehat untuk mengkonsumsi produk Asambugar guna menjaga stamina dan kesehatan tubuh mereka.
Nilai rasio inkonsistensi pada pembobotan prioritas subfaktor dari faktor konsumen yang dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi susu kuda
organik Asambugar adalah 0,00. Nilai tersebut menunjukkan konsistensi logis yang sempurna dalam pembobotan subfaktor dari faktor konsumen.
7.2.2. Prioritas Kedua
Faktor karakteristik produk dan faktor sumberdaya manusia menjadi prioritas kedua dengan bobot sebesar 0,170. Kedua faktor ini dinilai sama penting tingkat kepentingannya untuk dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi Asambugar karena sumberdaya manusia yang berperan dalam menangani karakter dari produk dan mempromosikan produk. Produk yang berkualitas tanpa didukung tenaga promosi yang berkualitas, maupun tenaga promosi yang berkualitas tanpa didukung produk yang berkualitas, kedua-duanya dapat menghambat efektifitas dari aktivitas promosi. Selain itu, produk yang berkualitas tidak hanya bergantung dari kualitas bahan bakunya tetapi juga penanganan produknya. Penanganan produk itu sendiri sangat penting sehingga harus dilakukan oleh orang-orang yang berkualitas, mulai dari penanganan produksi hingga pemasarannya, khususnya dalam hal ini adalah promosinya.
7.2.2.1. Faktor Karakteristik Produk dan Subfaktornya yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Asambugar
Faktor karakteristik produk dipertimbangkan sebagai prioritas kedua karena produk Asambugar memiliki ciri khas yang berbeda dengan produk sejenis dari para pesaingnya terutama dengan adanya jaminan sertifikasi organik dan diteliti sendiri oleh Dr. Diana Hermawati. Selain itu, beliau juga menerapkan manajemen mutu produk dengan sangat baik. Sifat produk ini lebih kepada produk konsumsi dengan kemasan food grade yang kedap cahaya dan aman bagi produk maupun kesehatan konsumen. Harga produk pun masih bersaing dan relatif terjangkau . Produk Asambugar sendiri masih berada dalam daur hidup produk untuk pertumbuhan yang slow-growth. Dilihat dari sifat, mutu, harga, kemasan, dan daur hidup produk; karakteristik produk dinilai penting dalam mempengaruhi perumusan alternatif strategi promosi produk Asambugar. Seluruh bauran promosi dapat dimanfaatkan dalam menonjolkan karekateristik produk terutama mutu produk. Namun, perusahaan ini dapat menerapkan promosi
penjualan.untuk membuat produk lebih menarik dengan harga yang bersaing dan lebih terjangkau.
Subfaktor dari faktor karakteristik produk ditetapkan berdasarkan komponen-komponen dari produk susu kuda organik Asambugar saat ini yang dimanfaatkan oleh DH Organik saat mempromosikan produknya. Subfaktor tersebut antara lain sifat produk, mutu produk, harga produk, kemasan produk, dan daur hidup produk. Prioritas subfaktor dari faktor karakteristik produk dilakukan dengan pembobotan (Tabel 16).
Tabel 16. Prioritas Subfaktor dari Faktor Karakteristik Produk yang
Dipertimbangkan dalam Perumusan Strategi Promosi Asambugar
Faktor Subfaktor Bobot Prioritas RI
Karakteristik Produk Sifat produk 0,061 2 0,00 Mutu produk 0,409 1 Harga produk 0,061 2 Kemasan produk 0,061 2
Daur hidup produk 0,409 1
Mutu produk dan daur hidup produk menjadi prioritas pertama dengan bobot sebesar 0,409. Kedua subfaktor tersebut diberikan bobot yang sama karena DH Organik selalu menonjolkan mutu produk dalam aktivitas promosinya, dan daur hidup produk juga tidak kalah penting dalam menggambarkan secara umum kondisi produk di pasarnya saat ini sehingga mempengaruhi pemilihan strategi promosinya. Meskipun seluruh bauran promosi sesuai diaplikasikan dalam menonjolkan mutu produk; tetapi dilihat dari subfaktor daur hidup produk saat ini yaitu slow growth. Perusahaan ini lebih sesuai melakukan promosi penjualan guna meningkatkan penjualan, serta humas dan publisitas untuk memperluas jangkauan target pasarnya.
Subfaktor sifat produk, harga produk, dan kemasan produk menjadi prioritas kedua dengan bobot masing-masing sebesar 0,061. Pembobotan yang sama dari ketiga subfaktor tersebut disebabkan oleh DH Organik menilai bahwa ketiganya memiliki tingkat kepentingan yang sama tetapi tidak lebih penting dibandingkan mutu produk dan daur hidup produk.
Subfaktor sifat produk menjadi pertimbangan karena sifat produk yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda sehingga membedakan bauran
promosinya. Sifat produk Asambugar adalah berwujud cair dan barang konsumsi yang siap dikonsumsi langsung tanpa menuntut konsumen untuk melakukan pengolahan lebih lanjut. Bauran promosi yang sesuai adalah promosi penjualan dan penjualan pribadi, karena orang awam pada umumnya menilai bahwa susu cair biasanya lebih mudah rusak dibanding susu padat berbentuk serbuk sehingga melalui bauran promosi tersebut konsumen mendapatkan produknya secara langsung dari perusahaan dimana perusahaan mengantarkan dan mempromosikan produknya langsung ke lokasi konsumen.
Subfaktor harga produk menjadi pertimbangan karena DH Organik melakukan diferensiasi harga sesuai lokasi penjualan dan kebijakan dari perusahaan sehingga membutuhkan bauran promosi yang berbeda pula. Berdasarkan lokasi penjualannya, harga produk dibedakan menjadi harga jual Pasar Tani dan harga jual non Pasar Tani. Harga produk Asambugar yang dijual di Pasar Tani adalah Rp30.000/250 ml dan Rp60.000/500 ml; sedangkan non Pasar Tani seharga Rp35.000/250 ml dan Rp70.000/500 ml. Berdasarkan kebijakan dari perusahaan, harga produk tidak boleh kurang dari Rp30.000/250 ml. Kebijakan tersebut didasarkan pada batas harga pasar produk susu kuda Sumbawa sekaligus mempertahankan agar produk Asambugar memiliki harga yang bersaing. Bauran promosi yang sesuai untuk subfaktor harga produk secara umum adalah promosi penjualan karena bauran promosi ini memberikan kemudahan kepada konsumen baru dalam menjangkau harga terutama yang masih bertujuan ingin mencoba kesesuaian produk dengan apa yang dipromosikan oleh perusahaan ini.
Subfaktor kemasan produk dipertimbangkan karena kesan pertama seorang calon pembeli saat melihat produk menunjukkan ketertarikannya pada produk sehingga kemasan produk yang menarik cenderung lebih diminati. Selain itu, kemasan produk Asambugar merupakan kemasan khusus jenis food grade yang kedap cahaya dan pengemasan yang steril. Kemasan produk pun dapat sekaligus menjadi media promosi. Bauran promosi yang sesuai adalah penjualan pribadi dan promosi penjualan. Penjualan pribadi memungkinkan perusahaan untuk menjelaskan kualitas kemasannya sebagai bagian dari promosi produk, sedangkan promosi penjualan menciptakan kemasan sebagai media promosi dimana ukuran
kemasan yang lebih kecil cenderung lebih diminati oleh konsumen yang tujuan awalnya ingin mencoba produk.
Nilai rasio inkonsistensi pada pembobotan prioritas subfaktor dari faktor karakteristik produk yang dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi susu kuda organik Asambugar adalah 0,00. Nilai tersebut menunjukkan konsistensi logis yang sempurna dalam pembobotan subfaktor dari faktor karakteristik produk.
7.2.2.2. Faktor Sumberdaya Manusia dan Subfaktornya yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Asambugar
Faktor SDM dipertimbangkan sebagai prioritas kedua karena SDM merupakan sumberdaya yang banyak dibutuhkan khususnya dalam mempromosikan produk. Namun SDM yang dimiliki oleh DH Organik saat ini jumlahnya masih sangat sedikit yakni empat orang termasuk Dr. Diana Hermawati. Setiap orang memiliki banyak tugas dan wewenang atau multijabatan. Jika suatu keadaan memungkinkan seorang karyawan inti tidak dapat bekerja, maka perusahaan ini akan cukup kesulitan dalam menemukan penggantinya untuk sementara waktu. Meskipun jumlahnya terbatas tetapi kualitasnya sangat baik terutama dalam promosi produk. Bauran promosi yang sesuai dengan keterbatasan SDM adalah promosi penjualan, publisitas, dan pemasaran langsung via internet.
Subfaktor dari faktor sumberdaya manusia (SDM) ditetapkan berdasarkan kondisi sumberdaya manusia yang tersedia saat ini dalam mempromosikan produk Asambugar. Subfaktor itu adalah kualitas dan kuantitas SDM. Prioritas subfaktor dari faktor sumberdaya manusia dilakukan dengan pembobotan (Tabel 17).
Tabel 17. Prioritas Subfaktor dari Faktor Sumberdaya Manusia yang
Dipertimbangkan dalam Perumusan Strategi Promosi Asambugar
Faktor Subfaktor Bobot Prioritas RI
Sumberdaya Manusia
Kualitas sumberdaya manusia 0,500 1
0,00 Kuantitas sumberdaya manusia 0,500 1
DH Organik memberikan pembobotan yang sama pada kedua subfaktor yakni masing-masing sebesar 0,500. Hal ini disebabkan oleh keduanya dinilai sama-sama penting karena mayoritas aktivitas promosi produk Asambugar membutuhkan pengetahuan dan skill dalam mempromosikan produk ini karena
produk ini bukan produk kebutuhan pokok yang mudah dikenal dan dipahami fungsi dan manfaatnya.
Subfaktor kualitas sumberdaya manusia dipertimbangkan karena pelaksanaan strategi promosi akan lebih optimal jika didukung oleh SDM yang berkualitas dalam mempromosikan produk Asambugar. Kualitas SDM yang dimiliki oleh DH Organik saat ini termasuk berkualitas karena telah memahami dan mengerti produk serta mampu berkomunikasi dengan baik dan ramah dalam melayani konsumen. Dilihat dari kualitas SDM saat ini, seluruh bauran pemasaran dinilai mampu dijalankan oleh perusahaan.
Subfaktor kuantitas sumberdaya manusia dipertimbangkan karena keterbatasan jumlah SDM dalam menjalankan aktivitas promosi cenderung akan membatasi optimalisasi dari pelaksanaan strategi promosi produk. Kuantitas SDM yang dimiliki saat ini sangat terbatas yaitu empat orang termasuk Dr. Diana Hermawati. Dilihat dari keterbatasan kuantitas SDM saat ini, maka bauran promosi yang paling sesuai adalah promosi penjualan. Hal ini disebabkan oleh bauran promosi tersebut dapat dilakukan dengan keterbatasan kuantitas SDM dan dampaknya positif dalam meningkatkan penjualan.
Nilai rasio inkonsistensi pada pembobotan prioritas subfaktor dari faktor sumberdaya manusia yang dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi susu kuda organik Asambugar adalah 0,00. Nilai tersebut menunjukkan konsistensi logis yang sempurna dalam pembobotan subfaktor dari faktor sumberdaya manusia.
7.2.3. Prioritas Ketiga
Faktor dana promosi dan karakteristik pasar menjadi prioritas ketiga dengan bobot sebesar 0,124. Kedua faktor tersebut dinilai memiliki tingkat kepentingan yang sama dalam mempengaruhi perumusan alternatif strategi promosi produk karena DH Organik menilai bahwa kedua faktor tersebut saling mendukung satu sama lain. Jika dana promosi memadai, maka aktivitas promosi dapat menjangkau ceruk pasar yang lebih luas. Jika ceruk pasar yang dapat dijangkau semakin luas, maka memungkinkan peningkatan penjualan yang berdampak juga pada peningkatan jumlah dana promosi.
7.2.3.1. Faktor Dana Promosi dan Subfaktornya yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Asambugar
Faktor dana promosi dinilai berpengaruh penting dalam perumusan strategi promosi karena dana promosi DH Organik saat ini hanya bersumber dari penjualan sebelumnya sehingga jika penjualan sebelumnya mengalami perubahan maka akan terjadi perubahan anggaran untuk produksi selanjutnya. Jumlah dana yang dialokasikan untuk promosi cenderung disesuaikan dengan kebutuhan, terutama jika terjadi penurunan penjualan maka aktivitas promosi akan semakin digiatkan sehingga akan meningkatkan jumlah dana promosi yang dibutuhkan. Dr. Diana Hermawati mengemukakan bahwa jumlah dana promosi yang tersedia harus dialokasikan kepada setiap strategi promosi yang ada. Dalam hal ini, prioritas alternatif strategi promosi dibutuhkan guna memudahkan alokasi dana promosi tersebut. Bauran promosi yang sesuai dengan alokasi dana yang terbatas adalah promosi penjualan dan publisitas. Kedua bauran tersebut mampu menekan biaya dan biasanya berhasil dalam meningkatkan penjualan produk secara signifikan pada waktu dan kondisi tertentu, bahkan publisitas memungkinkan tanpa dipungut biaya karena peliputan produk dan perusahaan bertujuan sebagai berita yang layak dan menarik untuk dipublikasikan oleh media pers.
Subfaktor dari faktor dana promosi ditetapkan berdasarkan kondisi keuangan DH Organik saat ini yang fluktuatif. Subfaktor tersebut meliputi jumlah dana dan sumber dana. Prioritas subfaktor dari faktor dana promosi dilakukan dengan pembobotan (Tabel 18).
Tabel 18. Prioritas Subfaktor dari Faktor Dana Promosi yang Dipertimbangkan dalam Perumusan Strategi Promosi Asambugar
Faktor Subfaktor Bobot Prioritas RI
Dana Promosi
Jumlah dana 0,500 1
0,00
Sumber dana 0,500 1
Kedua subfaktor diberikan pembobotan yang sama yakni masing-masing sebesar 0,500 karena DH Organik menilai bahwa kedua subfaktor tersebut sama- sama penting tetapi bauran promosi yang sesuai cenderung berbeda. Subfaktor jumlah dana dipilih karena besarnya jumlah dana promosi yang dialokasikan mempengaruhi perumusan alternatif strategi promosi dimana semakin kecil jumlahnya semakin mengurangi kebebasan perusahaan ini untuk melaksanakan
strategi promosi yang disesuaikan dengan kondisi tertentu. Oleh karena itu, bauran promosi yang sesuai dengan jumlah dana promosi saat ini adalah promosi penjualan dan publisitas karena kedua bauran promosi tersebut dinilai mampu menekan biaya dan efeknya cukup positif dalam memasarkan produk.
Subfaktor sumber dana dipilih karena dana promosi hingga saat ini berasal dari hasil penjualan sebelumnya dimana penurunan hasil penjualan sebelumnya akan mempengaruhi penurunan dana promosi yang dialokasikan, sehingga bauran promosi yang ditetapkan harus mampu meningkatkan penjualan sebelumnya. Bauran promosi tersebut adalah promosi penjualan karena bauran promosi ini relatif murah dan mampu meningkatkan penjualan dalam jangka pendek.
Nilai rasio inkonsistensi pada pembobotan prioritas subfaktor dari factor dana promosi yang dipertimbangkan dalam merumuskan strategi promosi susu kuda organik Asambugar adalah 0,00. Nilai tersebut menunjukkan konsistensi logis yang sempurna dalam pembobotan subfaktor dari faktor dana promosi.
7.2.3.2. Faktor Karakteristik Pasar dan Subfaktornya yang Dipertimbangkan dalam Merumuskan Strategi Promosi Asambugar
Faktor karakteristik pasar juga dinilai memberikan pengaruh yang cukup besar dalam perumusan alternatif strategi promosi produk Asambugar. Hal ini disebabkan oleh produk Asambugar bukan produk primer yang dikonsumsi sehari-hari melainkan produk dengan fokus diferensiasi yang melayani ceruk- ceruk pasar tertentu sehingga dalam aktivitas promosinya juga membutuhkan spesialisasi. Target pasar yang dijangkau oleh DH Organik adalah konsumen ekonomi menengah atas yang berlokasi di wilayah Jabotabek serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan. Sedangkan ceruk pasarnya yaitu orang-orang yang sedang menderita penyakit seperti penyakit saluran pencernaan, maag, asam urat, diabetes, lever, ginjal, tuberculosis (TBC), anemia, radang paru-paru dan kanker. Dalam hal ini, Dr. Diana Hermawati tidak hanya sekedar menjual produknya tetapi juga menyediakan pelayanan yang berkualitas karena ceruk pasar membutuhkan spesialisasi yang spesifik dalam penanganannya.
Lokasi ceruk pasar yang telah dijangkau oleh DH Organik antara lain ceruk pasar di Jakarta dengan lokasi pemasaran di wilayah Ragunan Jakarta Selatan, ceruk pasar di Bogor dengan lokasi pemasaran di wilayah Perumahan
Bukit Damai Parung. Perusahaan ini juga mulai menjangkau ceruk pasar di Tangerang dengan lokasi pemasaran di wilayah Taman Jajan Bumi Serpong Damai Tangerang. Dalam penanganan mempertahankan maupun memperluas ceruk pasarnya, perusahaan ini dapat memanfaatkan bauran pemasaran humas dan publisitas melalui pelayanan konsultasi dan publikasi. Publikasi di berbagai media pers dapat membantu DH Organik dalam memperluas jangkauan ceruk pasarnya dikaitkan dengan trend pasar saat ini yaitu back to nature. Selain itu, pemasaran langsung dan penjualan pribadi dapat digunakan untuk menspesialisasi ceruk pasarnya sehingga kepuasan pasar sasarannya dapat terpenuhi dan terbentuk hubungan kekerabatan dengan target pasar secara individual yang saling menguntungkan.
Subfaktor dari faktor karakteristik pasar ditetapkan berdasarkan kondisi pasar yang dijangkau oleh DH Organik dalam mempromosikan produknya saat ini. Subfaktor tersebut adalah target pasar, ceruk pasar, dan trend pasar. Prioritas subfaktor dari faktor karakteristik pasar dilakukan dengan pembobotan (Tabel 19).
Tabel 19. Prioritas Subfaktor dari Faktor Karakteristik Pasar yang
Dipertimbangkan dalam Perumusan Strategi Promosi Asambugar
Faktor Subfaktor Bobot Prioritas RI
Karakteristik Pasar Target pasar 0,465 1 0,00 Ceruk pasar 0,465 1 Trend pasar 0,069 2
Subfaktor target pasar dan ceruk pasar menjadi prioritas pertama dengan pembobotan yang sama yaitu 0,465. Hal ini disebabkan oleh keduanya memiliki tingkat kepentingan yang sama meskipun bauran promosinya relatif berbeda. Subfaktor target pasar dipilih karena target pasar yang berbeda juga membutuhkan strategi promosi yang berbeda baik untuk mempertahankan maupun menarik target pasar tersebut. Dr. Diana Hermawati mengakui bahwa belum ada segmentasi dan target pasar khusus hingga saat ini.
Berdasarkan pengamatan langsung selama penelitian, diidentifikasikan bahwa target pasar produk Asambugar adalah konsumen ekonomi menengah atas yang berlokasi di wilayah Jabotabek serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan. Dr. Diana Hermawati mengharapkan agar konsumen sasarannya memposisikan produknya sebagai produk lokal Indonesia yang bermutu tinggi dan
bermanfaat. Bauran promosi yang sesuai adalah humas dan publisitas, pemasaran langsung dan penjualan pribadi; karena seluruh bauran promosi tersebut mampu