C. Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Basis di
1. Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Basis
PPW
Berdasarkan gabungan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA), Komoditas pertanian yang diprioritas untuk dikembangkan dalam penelitian ini dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu komoditas prioritas pertama, komoditas prioritas kedua, dan komoditas prioritas alternatif. Komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan adalah komoditas pertanian dengan nilai LQ > 1, PP positif, dan PPW positif. Komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas kedua untuk dikembangkan adalah komoditas pertanian dengan nilai LQ > 1, PP negatif, dan PPW positif atau LQ > 1, PP positif, dan PPW negatif,. Sedangkan komoditas pertanian basis yang menjadi alternatif pengembangan adalah komoditas pertanian dengan nilai LQ > 1, PP negatif, dan PPW negatif. Prioritas pengembangan komoditas pertanian basis di Kabupaten Karanganyar berdasarkan pendekatan LQ, PP, dan PPW dapat dilihat pada Tabel 22 berikut.
Tabel 22. Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Basis di Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Analisis Location
Quotient, Pertumbuhan Proporsional dan Pertumbuhan Pangsa Wilayah
Tahun 2009-2010
Komoditas Prioritas Pertama Komoditas Prioritas
Kedua
Komoditas Prioritas Alternatif
Kecamatan
Kacang Tanah, Durian, Rambutan, Jati, Mahoni, Ayam Buras, Itik, Kambing, Sapi Potong
Jagung, Ketela Pohon, Petai, Sawo, Pisang, Kencur, Cengkeh, Kelapa, Kapuk, Domba, Ikan Lain
Jatipuro
Keteka Pohon, Rambutan, Jahe, Cengkeh, Kelapa, Mahoni, Domba, Ikan Lain
Padi Sawah, Jagung, Bawang Putih, Kacang Panjang, Buncis, nangka, Alpukat, Kopi Arabica, Kopi Robusta, Kapuk,
Ayam Buras, Itik,
Kambing, Sapi Potong
Jatiyoso
Kacang Tanah, Mete, Kapuk Jagung, Ketela Pohon, Pepaya, Sukun, Rambutan, Lada, Domba, Kambing, Tebu
Jumapolo
Petai, Jengkol, Belimbing, Durian, Jambu Biji, Sirsak, Sawo, Pepaya, Nanas, Mangga, Duku/Langsat, Kencur, Mete, Jati, Ayam Ras Petelur
Ketela Pohon, Melinjo, Manggis, Ayam Pedaging, Tebu
Jumantono
Cabe, Terong, Sawi, Pepaya, Mangga, Duku/Langsat, Jeruk Keprok, Kencur, Kopi Robusta, Jati, Kambing, Kelinci, Gurami, Tawes, Nila, Ikan Lain
Padi Sawah, Ketela Rambat, Jengkol, Melinjo, Kacang Panjang, Buncis, Manggis, Belimbing, Durian, Jambu Biji, Sirsak, Alpukat, sawo, nanas, Salak, Sukun, Rambutan, Cengkeh, Kayu Lain, Kerbau, Ayam Buras, Itik, Domba, Sapi Potong, Lele
Tomat Matesih
commit to user
Lanjutan Tabel 22. Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Basis di Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Analisis Location
Quotient, Pertumbuhan Proporsional dan Pertumbuhan Pangsa Wilayah
Tahun 2009-2010
Komoditas Prioritas Pertama Komoditas Prioritas Kedua
Komoditas Prioritas Alternatif
Kecamatan
Jagung, Ketela Rambat, Alpukat, Jeruk Keprok, Cengkeh, Kopi Robusta, Kelapa, Ayam Buras, Domba, Kambing, Puyuh, Sapi Potong, Lele, Karper
Wortel, Tomat, Padi Sawah, Ketela Pohon, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe, Kunis, Sawi, Buncis, Durian, Jambu iji, Pepaya, Pisang, Mete, Jati, Kayu Lain, Itik, Kelinci, Gurami, Tawes, Nila, Ikan Lain
Kentang, Ngargoyoso
Jagung, Ketela Pohon, Bawang Putih, Durian, Cengkeh, Kuda, Kambing, Ayam Pedaging, Kelinci, Nila
Ketela Rambat, Bawang Merah, Cabe, Kentang, Kubis, Sawi, Buncis, Nangka, Alpukat, Pisang, Salak, Jeruk Keprok, Kayu Lain, Ayam Buras, Domba, Sapi Potong, Lele, Ikan Lain
Wortel Tawangmangu
Padi Sawah, Ketela Rambat, Terong, Buncis, Belimbing, Jambu Biji, Alpukat, Salak, Duku/Langsat, Kerbau, Ayam Buras, Domba, Sapi Potong, Karper
Cabe, Nangka, Durian, Sukun, Rambutan, Jahe, Cengkeh, Ayam Ras Petelur, Itik, Kambing, Kelinci, Lele, Gurami, Tawes, Nila, Ikan Lain
Tomat Karangpandan
Padi sawah, Jati Ayam Ras Petelur, Gurami,
Tawes, Tebu
Karanganyar
Melinjo, Belimbing, Jambu Biji, Pepaya, Pisang, Jati, Kayu Lain, Kerbau, Ayam Buras, Itik, Domba, Kelinci, Sapi Potong, Lele, Gurami
Padi Sawah, Ayam Pedaging, Nila, Ikan Lain
Tebu Tasikmadu
Sawo, Itik, Sapi Potong Padi Sawah, Kayu Lain,
Kerbau, Aayam Buras,
Domba, Ayam Pedaging, Kelinci, Lele, Nila, Ikan Lain
Angsa Jaten
Lanjutan Tabel 22. Prioritas Pengembangan Komoditas Pertanian Basis di Masing-masing Kecamatan di Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Analisis Location Quotient, Pertumbuhan Proporsional dan Pertumbuhan Pangsa Wilayah Tahun 2009-2010
Komoditas Prioritas
Pertama Komoditas Prioritas Kedua
Komodit as Prioritas Alternatif
Kecamatan
Kapuk, Kerbau, Gurami, Ikan Lain
Melinjo, Sirsak, Tembakau, Jati, Kuda, Puyuh, Tawes, Nila
Tebu Colomadu
Padi Gogo, Ayam Pedaging, Lele
Kacang Tanah, Mete, Kapuk, Ayam Ras Petelur, Sapi Potong
Tebu, Gondangrejo
Mahoni Padi Sawah, Melinjo, Lele,
Gurami
Tebu Kebakkramat
Padi Sawah, Kancang Panjang, Kapuk, Kunyit, Mahoni, Kerbau, Itik, Gurami
Kedelai, Kacang Tanah, Sukun, Jahe
Tebu Mojogedang
Padi Sawah, Cabe, Sawi, Manggis, Nangka, Sukun,
Jeruk Keprok, Mahoni,
Domba, Kelinci, Sapi Potong
Jagung, Ketela Pohon, Ketela Rambat, Kacang Tanah, Petai, Terong, Melinjo, Tomat, Kacang Panjang, Belimbing, Durian, Sirsak, Alpukat, Sawo, Pepaya, Rambutan, Jahe, Kencur, Cengkeh, Mete, Kunyit, Jati, Kayu Lain, Ayam Buras, Itik, Kambing, lele, Gurami, Tawes, Nila, Karper, Ikan Lain
Tomat Kerjo
Bawang Merah, Bawang Putih, Petai, Cabe, Wortel, Melinjo, Sawi, Kubis, Buncis, Nangka, Pisang, Salak, Sukun, Kencur, Kopi Robusta, Panili, Kelapa, Kayu Lain, Ayam Buras, Sapi Potong, Lele
Jagung, Ketela Pohon, Ketela Rambat, Kacang Panjang, Belimbing, Jambu Biji, Sirsak, Alpukat, Pepaya, Nanas, Rambutan, Jeruk Keprok, Jahe, Cengkeh, Kunyit, Jati, Itik, Domba, Kambing, Kelinci, Tawes, Nila, Karper, Ikan Lain, Kentang
Jenawi
Sumber: Diolah dan Diadopsi dari Lampiran 10
Komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas pertama merupakan komoditas yang sebaiknya mendapatkan diprioritaskan terlebih
commit to user
dahulu untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan. Komoditas prioritas kedua dan alternatif bisa dijadikan komoditas pendukung komoditas prioritas pertama, atau apabila suatu kecamatan tidak mempunyai prioritas pertama untuk dikembangkan maka kecamatan tersebut bisa mengembangkan komoditas prioritas kedua dan atau prioritas alternatif.
Berdasarkan Tabel 22 di atas, dapat diketahui bahwa tiap kecamatan mempunyai komoditas pertanian basis prioritas pertama, sehingga komoditas prioritas kedua dan komoditas prioritas alternatif bisa dijadikan pendukung komoditas prioritas pertama. Kecamatan yang paling banyak mempunyai komoditas pertanian basis prioritas pertama untuk dikembangkan adalah Kecamatan Jenawi yaitu sebanyak 23 komoditas. Semua kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar memiliki komoditas pertanian prioritas pertama untuk dikembangkan, yaitu: Kecamatan Jatipuro dengan 9 komiditi prioritas pertama, 11 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Jatiyoso dengan 8 komiditi prioritas pertama, 14 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Jumapolo dengan 3 komiditi prioritas pertama, 9 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Jumantono dengan 15 komiditi prioritas pertama, 5 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Matesih dengan 16 komiditi prioritas pertama, 25 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Tawangmangu dengan 10 komiditi prioritas pertama, 18 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Ngargoyoso dengan 14 komiditi prioritas pertama, 23 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Karangpandan dengan 14 komiditi prioritas pertama, 16 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Karanganyar dengan 2 komiditi prioritas pertama, 4 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Tasikmadu dengan 15 komiditi prioritas pertama, 4 komoditas prioritas kedua dan 1
komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Jaten dengan 3 komiditi prioritas pertama, 10 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Colomadu dengan 4 komiditi prioritas pertama, 8 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Gondangrejo dengan 3 komiditi prioritas pertama, 5 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Kebakkramat dengan 1 komiditi prioritas pertama, 4 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Mojogedang dengan 8 komiditi prioritas pertama, 4 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Kerjo dengan 11 komiditi prioritas pertama, 31 komoditas prioritas kedua dan 1 komoditas prioritas alternatif; Kecamatan Jenawi dengan 21 komiditi prioritas pertama, 25 komoditas prioritas kedua dan 0 komoditas prioritas alternatif;
Kecamatan yang mempunyai komoditas pertanian basis prioritas kedua yang paling banyak adalah Kecamatan Kerjo, yaitu dengan 31 komoditas, sedangkan kecamatan yang paling sedikit mempunyai komoditas pertanian basis prioritas kedua adalah Kecamatan Tasikmadu dengan 3 komoditas. Kecamatan yang merupakan kecamatan dengan komoditas prioritas alternatif berjumlah 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Matesih, Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Karangpandan, Kecamatan Tasikmadu, Kecamatan Colomadu, Kecamatan Gondangrejo, Kecamatan Kebakkramat, Kecamatan Mojogedang dan Kecamatan Kerjo
Komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas pertama di satu kecamatan bisa menjadi prioritas pertama juga di kecamatan lain. Komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas pertama di banyak kecamatan antara lain ketela pohon, padi sawah, ketela rambat, ayam ras , itik, domba dan sapi potong. Namun ada juga komoditas pertanian basis yang menjadi prioritas pertama hanya di satu kecamatan saja, misalnya komoditas mete di Kecamatan Jumapolo; padi gogo di Kecamatan Gondangrejo dan jeruk keprok di Kecamatan Kerjo. Komoditas yang
commit to user
menjadi komoditas basis prioritas pertama di satu kecamatan bisa dijadikan trade mark atau ciri khas kecamatan bersangkutan.
Setiap kecamatan mempunyai peluang dan kesempatan untuk mengembangkan komoditas pertanian sesuai dengan kondisi yang dimiliki kecamatan bersangkutan. Bagi kecamatan yang mempunyai banyak komoditas pertanian basis prioritas pertama akan mempunyai banyak alternatif pilihan dalam menentukan komoditas andalan yang dapat mendukung pembangunan di daerahnya. Kecamatan yang memiliki banyak komoditas prioritas utama tersebut perlu mempertimbangkan aspek-aspek lain yang juga dimiliki oleh kecamatan lain, seperti akses pasar, fasilitas atau sarana dan prasana produksi pertanian. Selain itu, besarnya nilai PPW komoditas pertanian basis dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan, semakin besar nilai PPW menunjukkan adanya keuntungan lokasional yang besar yang dimiliki kecamatan yang bersangkutan dalam menghasilkan suatu komoditas pertanian tertentu, sehingga kecamatan tersebut mempunyai daya saing yang lebih besar dalam menghasilkan komoditas pertanian tertentu dibandingkan dengan kecamatan lain.
Berdasarkan analisis LQ, PP, dan PPW masing-masing kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Komoditas pertanian yang perlu dipertimbangkan untuk di kembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut:
a. Jatipuro: Kacang Tanah, Durian, Rambutan, Jati, Mahoni, Ayam Buras, Itik, Kambing, Sapi Potong
b. Jatiyoso: Ketela Pohon, Rambutan, Jahe, Cengkeh, Kelapa, Mahoni, Domba, Ikan Lain
c. Jumapolo: Kacang Tanah, Mete, Kapuk
d. Jumantono: Petai, Jengkol, Belimbing, Durian, Jambu Biji, Sirsak, Sawo, Pepaya, Nanas, Mangga, Duku/Langsat, Kencur, Mete, Jati, Ayam Ras Petelur
e. Matesih: Cabe, Terong, Sawi, Pepaya, Mangga, Duku/Langsat, Jeruk Keprok, Kencur, Kopi Robusta, Jati, Kambing, Kelinci, Gurami, Tawes, Nila, Ikan Lain
f. Ngargoyoso: Jagung, Ketela Rambat, Alpukat, Jeruk Keprok, Cengkeh, Kopi Robusta, Kelapa, Ayam Buras, Domba, Kambing, Puyuh, Sapi Potong, Lele, Karper
g. Tawangmangu: Jagung, Ketela Pohon, Bawang Putih, Durian, Cengkeh, Kuda, Kambing, Ayam Pedaging, Kelinci, Nila
h. Karangpandan: Padi Sawah, Ketela Rambat, Terong, Buncis, Belimbing, Jambu Biji, Alpukat, Salak, Duku/Langsat, Kerbau, Ayam Buras, Domba, Sapi Potong, Karper
i. Karanganyar: Padi sawah, Jati
j. Tasikmadu: Melinjo, Belimbing, Jambu Biji, Pepaya, Pisang, Jati, Kayu Lain, Kerbau, Ayam Buras, Itik, Domba, Kelinci, Sapi Potong, Lele, Gurami
k. Jaten: Sawo, Itik, Sapi Potong
l. Colomadu: Kapuk, Kerbau, Gurami, Ikan Lain m. Gondangrejo: Padi Gogo, Ayam Pedaging, Lele n. Kebakkramat: Mahoni
o. Mojogedang: Padi Sawah, Kacang Panjang, Kapuk, Kunyit, Mahoni, Kerbau, Itik, Gurami
p. Kerjo: Padi Sawah, Cabe, Sawi, Manggis, Nangka, Sukun, Jeruk Keprok, Mahoni, Domba, Kelinci, Sapi
q. Jenawi: Bawang Merah, Bawang Putih, Petai, Cabe, Wortel, Melinjo, Kentang, Kubis, Buncis, Nangka, Pisang, Salak, Sukun, Kencur, Kopi Robusta, Panili, Kelapa, Kayu Lain, Ayam Buras, Sapi Potong, Lele.
Pengembangan komoditas pertanian bisa dilakukan dengan meningkatkan produksi dengan memanfaatkan lahan yang belum digunakan (ekstensifikasi), program intensifikasi, pemberian bantuan modal dan fasilitas pada petani dan nelayan, dan dapat juga dengan pengembangan agroindustri untuk menambah nilai jual produk dan
commit to user
pendapatan masyarakat. Selain itu pemberian bantuan modal pada industri kecil berbahan baku komoditas pertanian yang sudah ada perlu dilakukan untuk mengembangkan industri tersebut dan memacu peningkatan produksi pertanian yang digunakan sebagai bahan bakunya.
Kabupaten Karanganyar selalu surplus beras. Sayangnya, kondisi ini belum didukung dengan penyebaran teknologi pada para petani. Padahal Kabupaten Karanganyar mempunyai lahan pertanian yang sangat luas, terdata di Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, Karanganyar memiliki sekitar 48.783 hektar sawah. Peningkatan produksi melalui intensifikasi pertanian, pengembangan teknologi seperti padi hibrida dan penguasaan teknologi oleh petani mutlak diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan surplus beras di kabupaten ini. Untuk itu perlu dibentuk Badan Penyuluhan Pertanian untuk menyebarkan dan mengenalkan teknologi baru pada petani.
Kabupaten Karanganyar memiliki kondisi alam berupa perbukitan yang rentan terhadap bahaya erosi dan tanah longsor menyebabkan beberapa daerah ini potensial untuk pengembangan komoditas kehutanan seperti jati dan mohoni. Kedua jenis komoditas ini, selain dapat mengurangi bahaya erosi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi (harganya mahal) karena kualitasnya yang bagus dan permintaannya yang besar baik di pasar domestik maupun dunia sehingga dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang bisa diandalkan. Jati dikenal sebagai kayu yang memiliki struktur dan karakteristik kuat sehingga sangat cocok digunakan untuk berbagai keperluan, seperti: furniture, konstruksi bangunan, dek kapal dsb. Sementara mahoni merupakan kayu terbaik dunia untuk furniture kelas tinggi. Kebutuhan kayu jati dan mahoni di pasar dunia dan pasar domestik cukup besar seiring dengan tingkat kemajuan masyarakat terhadap barang berkualitaskritis di wilayah bagian Timur, karena banyak hutan yang rusak, padahal di Wilayah Karanganyar bagian Timur tersebut rawan bahaya banjir dan longsor. Untuk itu pengembangan komoditas kehutanan di Wilayah Karanganyar bagian
timur perlu dilakukan melalui program rehabilitasi. Peningkatan produksi komoditas kehutanan melalui rehabilitasi hutan rakyat terdapat potensi lahan yang tersebar di daerah Karanganyar bagian Timur. Selain itu, jumlah produksi hasil hutan rakyat yang cukup besar berupa kayu jati dan mahoni terbuka peluang di bidang industri permebelan/furniture.
Kabupaten Karanganyar memiliki tanah yang gembur, subur serta potensi alam yang cukup besar dengan keberadaan posisi Kabupaten Karanganyar di lereng Gunung lawu yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur, namun pemanfaatannya masih belum optimal, sehingga masih banyak komoditas pertanian yang hanya menjadi prioritas kedua dan prioritas alternatif berdasarkan nilai LQ, PP, dan PPW. Hal ini disebabkan karena kurangnya modal dan fasilitas yang dimiliki oleh pelaku usaha tani di Kabupaten Karanganyar.
2. Perbandingan Komoditas Pertanian yang Diunggulkan antara Versi