• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka 1. Hakikat Efektivitas

2) Produk Pendidikan

Setelah sebelumnya mengetahui mengenai konsep mutu. Yang pertama adalah apa produknya dan yang kedua adalah siapa pelanggannya. Yang dimaksud dari produk pendidikan adalah pelajar atau peserta didik. Pelajar atau peserta didik seringkali dianggap sebagai produk dari pendidikan. Dalam pendidikan kita sering mengatakan seolah-seolah pelajar adalah hasil dari pendidikan, khususnya dengan merujuk pada penerapan disiplin dan cara bersikap di institusi-institusi tertentu. Pendidikan seolah-olah merupakan sebuah jalur produksi. Masalah dari pernyataan di atas adalah sulitnya menerapkan definisi tersebut dalam dunia pendidikan yang bersifat praktis.

Karena produk adalah sebuah subyek dari proses jaminan mutu, maka hal pertama yang harus dilakukan produsen adalah menentukan dan

commit to user

mengontrol sumber persediaan. Kedua, „bahan mentah‟ harus melewati sebuah atau beberapa proses standar yang telah ditetapkan, dan hasil produksi harus dapat memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dan didefinisikan sebelumnya. Model semacam ini tidak mudah ditetapkan dalam pendidikan. Model semacam itu menuntut adanya suatu seleksi awal bagi pelajar yang hendak diproses. Beberapa sektor pendidikan memang mempraktekkan hal ini, tapi banyak juga yang menerapkan prinsip komprehensif yang terbuka untuk semua kalangan. Walaupun demikian, dari sinilah kemudian analogi tersebut mulai gugur. Saat proses pendidikan, semisal kurikulum nasional serta spesifikasi standar dan kompetensi, telah berhasil mengembangkan standarisasi proses, maka pendidikan akan berubah menjadi apa-apa selain keseragaman.

Menghasilkan pelajar dengan standar jaminan tertentu adalah hal yang mustahil. Edward Sallis mengungkapkan (mengutip dalam Lynton Gray) bahwa, “Manusia tidak sama, dan mereka berada dalam situasi pendidikan dengan pengalaman, emosi, dan opini yang tidak bisa disama ratakan” (2011: 62). Menilai mutu pendidikan sangat berbeda dari memeriksa hasil produksi pabrik atau menilai sebuah jasa”. Kesimpulan dari pernyataan di atas adalah ide tentang pelajar sebagai produk menghilangkan kompleksitas proses belajar dan keunikan setiap individu pelajar.

Lalu bagaimana sebaiknya kita mendefinisikan produk jika dalam konteksnya pendidikan. Oleh karena itu, perlu dipahami lebih lanjut bahwa institusi pendidikan bukanlah sebuah industri yang menghasilkan sebuah produk dalam proses produksi melainkan sebuah bentuk penyediaan jasa atau layanan. Perlunya dengan jelas membedakan kedua hal ini karena ada perbedaan fundamental antara keduanya yang akan melahirkan bagaimana mutu keduanya dapat dijamin.

commit to user

4. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 a. Pengertian ISO 9001:2008

ISO 9000 adalah suatu sistem terpadu untuk mengoptimalkan

efektivitas mutu suatu perusahaan, dengan menciptakan sebuah kerangka kerja untuk untuk peningkatan yang berkesinambungan. Sistem manajemen kualitas formal yang berlaku secara internasional adalah sistem manajemen

ISO 9000. ISO 9000 adalah nama generik untuk sistem manajemen kualitas

internasional yang dikeluarkan pertama kali pada tahun 1987 oleh Organisasi Internasional untuk Standarisasi (The International Organization for

Standardization = ISO) yang bermarkas di Genewa, Switzerland.

ISO 9000 merupakan suatu seri dari standar-standar internasional

untuk sistem kualitas, yang memspesifikasikan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan untuk penilaian dari suatu sistem manajemen dengan tujuan untuk menjamin bahwa perusahaan akan menyerahkan barang atau jasa yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. ISO 9000 bukan merupakan suatu standar produk, karena ISO 9000 tidak memuat suatu persyaratan spesifik yang harus dipenuhi oleh suatu produk (barang atau jasa). ISO 9000 merupakan standar sistem manajemen kualitas internasional, karena ISO 9000 memuat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh sistem manajemen menghasilkan suatu produk (barang atau jasa).

Seri ISO 9000 dapat dikelompokkan kedalam dua tipe dasar standar, yaitu (1) seri-seri ISO 9000 yang memuat persyaratan standar sistem kualitas, dan (2) seri-seri ISO 9000 yang berkaitan dengan petunjuk untuk pedoman manajemen kualitas. Seri-seri ISO 9000 yang tergolong kedalam standar-standar sistem kualitas yaitu ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003. Sedangkan seri-seri ISO 9000 yang tergolong kedalam petunjuk aplikasi manajemen kualitas adalah ISO 9004 beserta bagian-bagiannya.

ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 yang merupakan seri standar

sistem kualitas memiliki elemen-elemen yang diperlukan dan harus dipenuhi, yaitu:

commit to user 2) Sistem Mutu (Quality System). 3) Tinjauan Kontrak (Contract Review). 4) Pengawasan Desain (Design Control).

5) Pengawasan Dokumen dan Data (Document and Data Control). 6) Pembelian (Purchasing).

7) Pengawasan Produk yang Dipasok Pelanggan (Control of Customer

Supplied Product).

8) Identifikasi dan Kemampuan Penelusuran Produk (Product Identification

and Tracebility).

9) Pengendalian Proses (Proces Control).

10) Inspeksi dan Pengujian (Inspection and Testing).

11) Pengawasan Atas Peralatan Inspeksi, Pengukuran dan Pengujian Atau Kalibrasi (Control Of Inspection, Measuring, and Text Equipment Or

Calibration).

12) Status Pemeriksaan dan Pengujian (Inspection and Text Status).

13) Pengawasan dari Produk yang Tak Sesuai (Control of Nonconforming

Product).

14) Tindakan Perbaikan dan Pencegahan (Corrective and Preventif Action). 15) Pengangkatan, Penyimpanan, Pengepakan, Pengepakan, Pengawetan dan

Pengiriman (Handling, Storage, Packaging, Preservation and Delivery). 16) Perekaman dari Pengawasan Mutu (Control of Quality Records).

17) Audit Mutu Iternal (Internal Quality Audits). 18) Pelatihan (Training).

19) Pelayanan (Servicing).

20) Teknik Statistik (StatisticTechniques).

ISO 9001 merupakan model sistem jaminan kualitas dalam

desain/pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan. 2008 merupakan seri terbaru dari sebagai bentuk penyempurnaan atas revisi tahun 2000. Adapun perbedaan antara versi 2000 dengan 2008 secara signifikan lebih menekankan pada efektivitas proses yang dilaksanakan dalam organisasi tersebut. Jika pada versi 2000 mengatakan harus dilakukan corrective dan

commit to user

preventiveaction, maka versi 2008 menetapkan bahwa proses corrective dan preventiveaction yang dilakukan harus secara efektif berdampak positif pada

perubahan proses yang terjadi dalam organisasi. Selain itu, penekanan pada kontrol proses outsourcing menjadi bagian yang disoroti dalam versi terbaru

ISO 9001 ini.

Dari beberapa uraian sebelumnya diatas baik mengenai manajemen, mutu dan SMM ISO 9001:2008 yang memiliki kaitan satu sama lain yang kemudian didapatkan kesimpulan mengenai pengertian SMM ISO

9001:2008.

1) Manajemen adalah ilmu mengenai memanfaatkan dan mengontrol sumber daya manusia dan daya yang lainnya melalui proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan melakukan pengawasan yang dilakukan secara efektif dengan melibatkan seluruh anggota yang berperan di dalamnya untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan.

2) Mutu digunakan sebagai konsep yang relatif tergantung dari kondisi dan situasi penempatannya. Pengertian ini digunakan dalam TQM. Definisi relatif tersebut memandang mutu bukan sebagai atribut produk atau layanan, tetapi sesuatu yang dianggap berasal dari produk atau layanan tersebut. Mutu merupakan sebuah cara yang menentukan apakah produk terakhir sesuai dengan standar atau belum.

3) ISO 9001:2008 merupakan model sistem manajemen kualitas internasional untuk mengoptimalkan efektivitas mutu suatu perusahaan, dengan menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan yang berkesinambungan yang bergerak pada bidang desain/pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan.

Agus Syukur (2010) menyatakan mengenai pengertian SMM ISO

9001:2008 bahwa, “ISO 9001:2008 menetapkan persyaratan untuk

manajemen mutu di mana suatu organisasi harus menunjukkan kemampuannya untuk memberikan produk dan memenuhi persyaratan pelanggan dan pedoman hokum dan peraturan” (hlm. 49).

commit to user

Dari beberapa pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dapat diartikan sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan ukuran baik buruk suatu produk atau hasil kerja, baik berupa barang atau jasa yang bersifat absolut dan relatif yang berkualitas internasional untuk mengoptimalkan efektivitas mutu suatu perusahaan, dengan menciptakan sebuah kerangka kerja untuk peningkatan yang berkesinambungan yang bergerak pada bidang desain/pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan.

b. Prinsip Manajemen Mutu ISO 9001:2008

Dalam menyukseskan proses ada beberapa pilar yang digunakan demi menyukseskan proses implementasi ISO 9001 ini, maka ditetapkanlah delapan prinsip manajemen mutu yang bertujuan untuk mengimprovisasi kinerja sistem agar proses yang berlangsung sesuai dengan fokus utama yaitu

effectivitas continual improvement, delapan prinsip manajemen mutu tersebut

adalah :

1) Delapan Prinsip Manajemen Mutu