TINJAUAN PUSTAKA
5. Produktivitas Tenaga Kerja a. Pengertian Produktivitas
Produktivitas tenaga kerja adalah kemampuan seseorang dalam menghasilkan suatu pekerjaan yang lebih banyak dari pada ukuran biasa yang telah umum, dan secara teknis produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil yaang dicapai (output) dengan sumberdaya yang diiperlukan (input). Produktivitas tidak lain adalah ratio dari pada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input). Produktivitas pada dasarnya
37 Ibrahim Bafadhol, Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 5, No. 11, Januari2017, Hal. 63
l
adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada hari kemaren, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Pengukuran produktivitas tenaga kerja memiliki mamfaat, salah satunya yaitu: tenaga kerja dapat mengolah sumaber daya alam yang terbatas dengan diiringi produktivitas tenaga kerja yang tinggi sehingga dapat tercapai pemenuhan ketentuan pembanguan dengan berbagai keahlian yang dimiliki. Manfaat praktis dari pengukuran produktivitas adalah dalam menentukan pembayaran atau upah bagi para pekerja yang benar-benar berprestasi dengan yang kurang berprestasi dalam melaksanakan tugasnya.
Menurut pandangan filosofis produktivitas kerja dapat di devenisikan sebagai suatu pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Peningkatan produktivitas pada dasarnya adalah usaha yang dilakukan terhadap faktor-faktor masukan dengan cara penambahan atau peningkatan sumber daya yang ada. Pada dasarnya pengukuran produktivitas mempunyai berbagai dimensi sesuai dengan tujuan dan pengukuran yang bersangkutan. Sehubungan dengan itu, maka keadaan produktivitas yang baik atau meningkat akan dilihat dari ada atau
li
tidaknya faktor-faktor seperti kecakapan, kematangan bawahan, ituasional dan lingkungan.38
b. Indikator Produktivitas
Produktivitas merupakan hal yang sangat penting bagi para karyawan yang ada pada perusahaan. Dengan adanya produktifitas kerja diharapkan pekerjaan dan telaksana secara efisien dan efektif, sehingga ini semua akhirnya sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan. Untuk mengukur produktivitas kerja, diperlukan suatu indikator sebagai berikut:
a) Kemampuan
Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas.
Kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja. Ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas-tugas di embannya kepada mereka.
b) Semangat kerja
Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin.
Indikator ini dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam suatu hari kemudian dibandingkan hari sebelumnya.
c) Pengembangan diri
38 Febri Triningsih, Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT. Sumber Wawit Sejahtera Pelalawan, Jurnal JOM Fekom, Vol. 1, No.2, Oktober 2014.
lii
Senantiasa mengembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan kerja. Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang dihadapi. Sebab semakin kuat tantangannya, pengembangan diri mutlak untuk dilakukan. Begitu juga harapan untuk menjadi lebih baik akan sangat berdampak pada keinginan karyawan untuk meningkatkan kemampuan.
d) Mutu
Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu lebih baik dari yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualiatas kerja seorang pegawai. Jadi, meningkatkan mutu bertujuan untuk memberikan hasil yang terbaik yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi perusahaan dan dirinya sendiri.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Produktifitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berhubungan dengaan lingkungan perusahaan maupun dengan kebijakan pemerintah secara keseluruhan seperti pendiidkan, dan keterampilan, disiplin, sikap, dan etika kerja, motivasi, gizi dan kesehatan, tingkat pengahasilan dan iklim kerja, hubungan industrial, teknologi, sarana produksi, manajemen, kesempatan berprestasi dan kebijakan pemerintah dengan pendekatan sistem, faktor yang
liii
mempengaruhi produktivitas karyawan perusahaan dapat di golongkan pada tiga kelompok:
1. Menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan
Faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan adalah motivasi kerja, etos kerja, dan sikap mental karyawan. Pemupukan movivasi, etos dan sikap kerja yang berorientasi kepada produktivitas membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan teknik teknik tertentu, antara lain dengan menciptakan iklim dan lingkungan kerja yang mnyenangkan dan hubungan industrial yang serasi.
2. Sarana pendukung
Perbaikan-perbaikan di bidang lingkungan kerja dapat menumbuhkan kegairahan, semangat dan kecepatan kerja.
Demikian juga dengan perbaikan-perbaikan di bidang pengupahan dan jaminan sosial dapat menumbuhkan motivasi kerja dan meningkatkan kemampuan fisik karyawan. Disamping itu dengan tingkat upah dan jaminan sosial yang lebih baik semakin banyak anggota keluarga terutama ibu-ibu rumah tangga yang masuk pasar kerja. Adanya kepastian atas kelangsungan dan penghasilan yang akan diperoleh hingga hari tua merupakan daya pendorong yang besar untuk peningkatan produktivitas kerja. Dalam hal ini termasuk adanya jaminan sosial dan kepastian bahwa karyawan dan
liv
keluarganya akan mendapat pelayanan kesehatan dan tunjangan khusus pada saat diperlukan.
3. Supra sarana
Kemampuan manajemen menggunakan sumber-sumber secar maksimal dan menciptakan sistem kerja yang optimal akan menentukan produktivitas kerja karyawan. Peranan manajemen sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas, yaitu dengan mengkombinasikan dan mendayagunakan semua sarana produksi, menerapkan fungsi-fungsi manajemen, menciptakan sistem kerja, dan pembagian kerja, menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, serta menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
d. Upaya Peningkatan Produktivitas
Bahwa peningktan produktivitas kerja dapat dilihat sebagai masalah keperilakuan, tetapi juga dapat mengandung aspek-aspek teknis. Untuk mengatasi hal itu perlu pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor penentu keberhasilan meningkatkan produktivitas kerja, sebagian diantarannya berupa etos kerja yang harus dipegang teguh oleh semua karyawan dalam organisasi.
Yang dimaksud etos kerja dalah norma-norma yang bersifat mengikat dan ditetapkan secara eksplisit serta praktik-praktik yang diterima dan diakui sebagai kebiasaan yang wajar untuk dipertahankan
lv
dan diterapkan dalam kehidupan kekaryawanan para anggota suatu organisasi. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a) Perbaikan terus-menerus
Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja salah satu implikasinya ialah bahwa seluruh komponen organisasi harus melakukan perbaikan secara terus menerus. Pandangan ini bukan hanya meruapakan salah satu etos kerja yang penting sebagai bagian dari filsafat manjemen mutathir, pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih jelas apalagi diingat bahwa suatu organisasi selalu dihadapkan pada tuntutan yang terus menerus berubah, baik secara internal maupun external. Tambahan pula, ada ungkapan yang mengatakan bahwa satu-satunya hal yang konstan didunia adalah perubahan. Secara internal, perubahan yang terjadi adalah perubahan strategis organisasi, perubahan pemamfaatan teknologi, perubahan kebijaksanaan, dan perubahan dalam praktik-praktik SDM sebagai akibat diterbitkan perundang-undangan baru oleh pemerintah dan berbagai faktor lain yang tertuang dalam berbagai keputusan manajemen. Adapun perubahan external adalah perubahan yang terjadi dengan cepat karena dampak tindakan suaru organisasi yang dominan perannanya di masyarakat.
b) Peningkatan mutu hasil pekerja
Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara terus menerus ialah peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh semua
lvi
orang dan segala komponen organisasi. Padahal, mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkan, baik berupa barang maupun jasa, akan tetapi menyangkut semua jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik pelaksana tugas pokok maupun pelaksananan tugas penunjang dalam organisasi. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya penting secara internal, akan tetapi juga secara external karena akan tercermin dalam interaksi organisasi dengan lingkungannya yang pada gilirannya turut membentuk citra organisasi dimata berbagai pihak diluar organisasi.
c) Pemberdayaan SDM
Bahwa SDM merupakan unsur yang paling strategis dalam organisasi. Karena itu, memberdayakan SDM merupakan etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh oleh semua eselon manajemen dalam hirarki organisasi. Memberdayakan SDM mengandung berbagai kiat seperti mengakui harkat dan martabat manusia, kekayaan mutu kekaryawaan dan penerapan gaya manajemen yang partisipatif melalui proses demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi.39