• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR GAMBAR

D. Landasan Teori

10. Tingkat Pendidikan d. Pengertian Pendidikan

86 Hana Maskhufatuz Zahro, Pengaruh Pengalaman Kerja Dan Curahan Jam Kerja Terhadap Kinerja Karyawan, Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol. 12, No. 1, 2018, hal. 11

87 Suwarno Ronal Aprianto, Pengaruh Pengalaman Kerja Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Sinar Niaga Sejahtera Kota Lubuk Linggau, Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol. 24, No. 1, April 2019, hal 63

33

Pendidikan secara etimologi berasal dari kata “paedagogie” dari bahasa Yunani, terdiri dari kata “pais” artinya anak dan “again” artinya membimbing, jika diartikan, peadagogie artinya bimbingan yang diberikan kepada anak. Dalam bahasa Romawi pendidikan berasal dari kata “educate” yang berarti dari dalam. Sedangkan dari bahasa Inggris pendidikan diistilahkan dengan kata “to educate” yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu: memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian: proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.

Sedangkan menurut Ahmad D. Marimba mendefinisikan pendidikan sebagai bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Defenisi tersebut menjelaskan bahwa perlunya melakukan pendidikan yang berkaitan dengan aspek jasmani dan rohani sehingga dengan pendidikan jasmani dan rohani yang seimbang akan menghasilkan generasi yang cerdas intelektual serta spriritual.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berfikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita

34

mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berfikir yang ambil bagian tapi juga unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Menurut Abdur Rahman an Nahlawi tentang konsep pendidikan dalam empat unsur:

e) Memelihara pertumbuhan fitrah manusia.

f) Mengarah perkembangan fitrah manusia menuju kesempurnaan.

g) Mengembangkan potensi insani (sumber daya manusia) untuk mencapai kualitas tertentu.

h) Melaksanakan usaha-usaha tersebut secara bertahap sesuai dengan irama perkembangan anak

e. Fungsi Pendidikan

Fungsi dan tujuan pendidikan di Indonesia telah diatur dalam undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasioanl. Di dalam undang-undang tersebut memuat segala hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan pendidikan nasional di Indonesia yang meliputi dari pengertian pendidikan, fungsi dan tujuan pendidikan, jenis-jenis pendidikan, jenjang pendidikan, standar pendidikan dan lain sebagainya.

Dengan demikian arah pendidikan di Indonesia sudah ditentukan dengan sedemikian rupa.

Mengacu pada undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, fungsi pendidikan yaitu pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasioanl berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermatabat dalam rangka

35

mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Selain itu pendidikan mempunyai fungsi:

d) Menyiapkan sebagai manusia e) Menyiapkan tenaga kerja

f) Menyiapkan warga negara yang baik

Dituliskan dalam fungsi pendidikan adalah mnyiapkan tenaga kerja.

Hal ini dapat dimengerti, bahwasanya melalui pendidikan dapat mengembangkan kemampuan karyawan, sehingga dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan serta mengemban wewenang dan tanggung jawab yang diberikan. Untuk mencapai fungsi tersebut, pendidikan diselenggarakan melalui jalur pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan jalur pendidikan luar sekolah (pendidikan non formal). 88

Dari kajian antropologi dan sosiologi secara sekilas dapat kita ketahui adanya tiga fungsi pendidikan:

d) Mengembangkan wawasan subjek didik mengenai dirinya dan alam sekitarnya, sehingga dengannya akan timbul kemampuan membaca (analisis), akan mengembangkan kreativitas dan produktivitas.

88 Wayan Cong Sujana, Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Indonesia, Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 4, No. 1, April 2019, hal. 31

36

e) Melestarikan nilai-nilai insani yang akan menuntun jalan kehidupannya sehingga keberadaannya, baik secara individual maupun sosial lebih bermakna.

f) Membuka pintu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan dan kemajuan hidup bagi individu dan sosial.89

Pendidikan tidak saja menambah pengetahuan, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan bekerja, dengan demikian meningkatkan produktivitas kerja. Pendidikan memberikan pengetahuan bukan saja yang langsung dengan pelaksanaan tugas, akan tetapi juga landasan untuk memperkembangkan diri serta kemampuan memanfaatkan semua sarana yang ada sekitar kita untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi tingkat produktivitas kerja. Peran pendidikan adalah sebagai landasan untuk membentuk, mempersiapkan, membina, dan mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang sangat menentukan dalam keberhasilan pembangunan dimasa yang akan datang. 90

f. Jalur Pendidikan

Menurut pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasioanl, jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan

89 Nurkholis, Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi, Jurnal Pendidikan, Vol. 1, No.

1 November 2013, hal. 27.

90 Ibrahim Bafadhol, Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia, Jurnal Pendidikan Islam, Vol.

5, No. 11, Januari2017, hal. 50

37

informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Penjelasan mengenai jalur pendidikan adalah sebagai berikut:

d) Jalur pendidikan sekolah (formal)

Jalur pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan disekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan bersinambungan (pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi). Sifat jalur pendidikan ini adalah formal, yang diatur berdsarkan ketentuan pemerintah, dan mempunyai keseragaman pola yang bersifat nasional.91

e) Jalur pendidikan luar sekolah (non formal)

Jalur pendidikan luar sekolah adalah pendidikan yang bersifat kemasyarakatan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak berjenjang dan tidak berkesinambungan.

Pendidikan luar sekolah memberikan kemungkinan perkembangan sosial yang dapat dimamfaatkan oleh anggota masyarakat untuk mengembangkan dirinya dan membangun masyarakatnya. Sifat dari pendidikan luar sekolah adalah tidak formal dalam artian tidak ada keseragaman pola yang bersifat nasional.

f) Jalur pendidikan informal

Jalur pendidikan informal adalah melalui pendidikan yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar

91 Ibrahim Bafadhol, Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia, Jurnal Pendidikan Islam, Vol.

5, No. 11, Januari2017, hal. 62

38

secara mandiri. Jalur pendidikan informal ini berfungsi untuk menanamkan keyakinan agama, nilai budaya dan moral, serta keterampilan praktis. Pendidikan ini berlangsung tanpa organisasi yakni tanpa orang tertentu yang diangkat atau ditunjuk, tanpa suatu program yang harus diselesaikan dlam jangka waktu tertentu, tanpa evakuasi yang formal berbentuk ujian. Namun demikian pendidikan informal ini sangat penting bagi pembentukan kepribadian seseorang.

Pengaruh orang tua, orang-orang lain ditemui anak dlam pergaulan sehari-hari dapat menentukan sikap dan nilai-nilai yang dijadikan sebagai pedoman dalam hidupnya. Pendidikan semacam ini tidak mengenal batas waktu dan berlangsung sejak lahir hingga akhir hidupnya.92

11. Produktivitas Tenaga Kerja