DAFTAR GAMBAR
D. Landasan Teori
11. Produktivitas Tenaga Kerja e. Pengertian Produktivitas
Produktivitas tenaga kerja adalah kemampuan seseorang dalam menghasilkan suatu pekerjaan yang lebih banyak dari pada ukuran biasa yang telah umum, dan secara teknis produktivitas adalah suatu perbandingan antara hasil yaang dicapai (output) dengan sumberdaya yang diiperlukan (input). Produktivitas tidak lain adalah ratio dari pada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang
92 Ibrahim Bafadhol, Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia, Jurnal Pendidikan Islam, Vol.
5, No. 11, Januari2017, hal. 63
39
dipergunakan (input). Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik daripada hari kemaren, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Menurut pandangan filosofis produktivitas kerja dapat di devenisikan sebagai suatu pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Peningkatan produktivitas pada dasarnya adalah usaha yang dilakukan terhadap faktor-faktor masukan dengan cara penambahan atau peningkatan sumber daya yang ada. Pada dasarnya pengukuran produktivitas mempunyai berbagai dimensi sesuai dengan tujuan dan pengukuran yang bersangkutan.
Sehubungan dengan itu, maka keadaan produktivitas yang baik atau meningkat akan dilihat dari ada atau tidaknya faktor-faktor seperti kecakapan, kematangan bawahan, dan lingkungan.93
f. Indikator Produktivitas
Produktivitas merupakan hal yang sangat penting bagi para karyawan yang ada pada perusahaan. Dengan adanya produktifitas kerja diharapkan pekerjaan dan telaksana secara efisien dan efektif, sehingga ini semua akhirnya sangat diperlukan dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan.
Untuk mengukur produktivitas kerja, diperlukan suatu indikator sebagai berikut:
e) Kemampuan
93 Febri Triningsih, Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi PT. Sumber Wawit Sejahtera Pelalawan, Jurnal JOM Fekom, Vol.
1, No.2, Oktober 2014. hal. 45
40
Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas.
Kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja. Ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas-tugas di embannya kepada mereka. 94
f) Semangat kerja
Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin.
Indikator ini dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam suatu hari kemudian dibandingkan hari sebelumnya.
g) Pengembangan diri
Senantiasa mengembangkan diri untuk meningkatkan kemampuan kerja. Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantangan dan harapan dengan apa yang dihadapi. Sebab semakin kuat tantangannya, pengembangan diri mutlak untuk dilakukan. Begitu juga harapan untuk menjadi lebih baik akan sangat berdampak pada keinginan karyawan untuk meningkatkan kemampuan.
h) Mutu
Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu lebih baik dari yang telah lalu. Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualiatas kerja seorang pegawai. Jadi, meningkatkan mutu bertujuan
94 Sudarmin Manik & Nova Syafrina, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bank Danamon Simpan Pinjam, Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Vol. 3, No. 1, Januari – Juni 2018, hal. 53
41
untuk memberikan hasil yang terbaik yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi perusahaan dan dirinya sendiri. 95
g. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Produktifitas kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berhubungan dengaan lingkungan perusahaan maupun dengan kebijakan pemerintah secara keseluruhan seperti pendiidkan, dan keterampilan, disiplin, sikap, dan etika kerja, motivasi, gizi dan kesehatan, tingkat pengahasilan dan iklim kerja, hubungan industrial, teknologi, sarana produksi, manajemen, kesempatan berprestasi dan kebijakan pemerintah dengan pendekatan sistem, faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan perusahaan dapat di golongkan pada tiga kelompok:
4. Menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan
Faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan adalah motivasi kerja, etos kerja, dan sikap mental karyawan. Pemupukan movivasi, etos dan sikap kerja yang berorientasi kepada produktivitas membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan teknik teknik tertentu, antara lain dengan menciptakan iklim dan lingkungan kerja yang mnyenangkan dan hubungan industrial yang serasi.
5. Sarana pendukung
Perbaikan-perbaikan di bidang lingkungan kerja dapat menumbuhkan kegairahan, semangat dan kecepatan kerja. Demikian
95 Sudarmin Manik & Nova Syafrina, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bank Danamon Simpan Pinjam, Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Vol. 3, No. 1, Januari – Juni 2018, hal. 54
42
juga dengan perbaikan-perbaikan di bidang pengupahan dan jaminan sosial dapat menumbuhkan motivasi kerja dan meningkatkan kemampuan fisik karyawan. Disamping itu dengan tingkat upah dan jaminan sosial yang lebih baik semakin banyak anggota keluarga terutama ibu-ibu rumah tangga yang masuk pasar kerja. Adanya kepastian atas kelangsungan dan penghasilan yang akan diperoleh hingga hari tua merupakan daya pendorong yang besar untuk peningkatan produktivitas kerja. Dalam hal ini termasuk adanya jaminan sosial dan kepastian bahwa karyawan dan keluarganya akan mendapat pelayanan kesehatan dan tunjangan khusus pada saat diperlukan.
6. Supra sarana
Kemampuan manajemen menggunakan sumber-sumber secar maksimal dan menciptakan sistem kerja yang optimal akan menentukan produktivitas kerja karyawan. Peranan manajemen sangat strategis untuk meningkatkan produktivitas, yaitu dengan mengkombinasikan dan mendayagunakan semua sarana produksi, menerapkan fungsi-fungsi manajemen, menciptakan sistem kerja, dan pembagian kerja, menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, serta menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
43 h. Upaya Peningkatan Produktivitas
Bahwa peningktan produktivitas kerja dapat dilihat sebagai masalah keperilakuan, tetapi juga dapat mengandung aspek-aspek teknis. Untuk mengatasi hal itu perlu pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor penentu keberhasilan meningkatkan produktivitas kerja, sebagian diantarannya berupa etos kerja yang harus dipegang teguh oleh semua karyawan dalam organisasi.
Yang dimaksud etos kerja dalah norma-norma yang bersifat mengikat dan ditetapkan secara eksplisit serta praktik-praktik yang diterima dan diakui sebagai kebiasaan yang wajar untuk dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan kekaryawanan para anggota suatu organisasi. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:96
d) Perbaikan terus-menerus
Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja salah satu implikasinya ialah bahwa seluruh komponen organisasi harus melakukan perbaikan secara terus menerus. Pandangan ini bukan hanya meruapakan salah satu etos kerja yang penting sebagai bagian dari filsafat manjemen mutathir, pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih jelas apalagi diingat bahwa suatu organisasi selalu dihadapkan pada tuntutan yang terus menerus berubah, baik secara internal maupun external. Tambahan pula, ada ungkapan yang
96 Sudarmin Manik & Nova Syafrina, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bank Danamon Simpan Pinjam, Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Vol. 3, No. 1, Januari – Juni 2018, hal. 52
44
mengatakan bahwa satu-satunya hal yang konstan didunia adalah perubahan. Secara internal, perubahan yang terjadi adalah perubahan strategis organisasi, perubahan pemamfaatan teknologi, perubahan kebijaksanaan, dan perubahan dalam praktik-praktik SDM sebagai akibat diterbitkan perundang-undangan baru oleh pemerintah dan berbagai faktor lain yang tertuang dalam berbagai keputusan manajemen. Adapun perubahan external adalah perubahan yang terjadi dengan cepat karena dampak tindakan suaru organisasi yang dominan perannanya di masyarakat.
e) Peningkatan mutu hasil pekerja
Berkaitan erat dengan upaya melakukan perbaikan secara terus menerus ialah peningkatan mutu hasil pekerjaan oleh semua orang dan segala komponen organisasi. Padahal, mutu tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan dan dipasarkan, baik berupa barang maupun jasa, akan tetapi menyangkut semua jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh semua satuan kerja, baik pelaksana tugas pokok maupun pelaksananan tugas penunjang dalam organisasi. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya penting secara internal, akan tetapi juga secara external karena akan tercermin dalam interaksi organisasi dengan lingkungannya yang pada gilirannya turut membentuk citra organisasi dimata berbagai pihak diluar organisasi.
f) Pemberdayaan SDM
45
Bahwa SDM merupakan unsur yang paling strategis dalam organisasi. Karena itu, memberdayakan SDM merupakan etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh oleh semua eselon manajemen dalam hirarki organisasi. Memberdayakan SDM mengandung berbagai kiat seperti mengakui harkat dan martabat manusia, kekayaan mutu kekaryawaan dan penerapan gaya manajemen yang partisipatif melalui proses demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi.97
12. Hubungan Variabel Terikat Terhadap Variabel Tidak Terikat
Pada bagian ini menjelaskan tentang teori dan hubungan antara variabel indpendend (upah, pengalaman kerja dan tingkat pendidikan) terhadap variabel dependend (produktivitas tenaga kerja) pada UD Suryadi Coco Pariaman.
d. Hubungan Upah dengan Produktivitas Tenaga Kerja.
Upah sangat berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Besar kecilnya upah yang diberikan oleh perusahaan terhadap para pekerja akan mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja. Upah sebagai salah satu fungsi penting dalam manajement sumber daya manusia dan pada dasarnya upah adalah balas jasa dalam bentuk uang yang memberikan kontribusi dari statusnya sebagai seorang karyawan
97 Sudarmin Manik & Nova Syafrina, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bank Danamon Simpan Pinjam, Jurnal Kajian Ekonomi Islam, Vol. 3, No. 1, Januari – Juni 2018, hal. 53
46
yang memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan. Upah dapat berfungsi sebagai stimulus bagi karyawan, adanya upah yang tinggi, maka karyawan akan bersemangat dalam bekerja, maka produktivitasnya akan meningkat karena pekerja merasa diperlakukan dengan adil oleh perusahaan dan mendapatkan upah yang layak.98
e. Hubungan Pengalaman Kerja dengan Produktivitas Tenaga Kerja Pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Pengalaman merupakan faktor utama dalam pengembangan seseorang, semakin banyak pengalaman yang didapatkan oleh seorang pekerja maka akan membuat pekerja semakin terlatih dan terampil dalam melaksanakan pekerjaannya. Semakin lama seeorang melakukan pekerjaannya, maka akan semakin terampil. Keterampilan yang tinggi akan berdampak positif terhadap kinerjanya, seperti waktu yang diperlukan untuk meyelesaikan pekerjaannya menjadi semakin cepat selain itu kualitas hasil pekerjaannya juga semakin baik.99
98 Ardika Sulaiman, Pengaruh Upah Dan Pengalamn Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Kerajinan Ukiran Kabupaten Subang, Jurnal Trikonomika, Vol. 13, No.1, Jinni 2014, hal.
99
99 Ardika Sulaiman, Pengaruh Upah Dan Pengalamn Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Kerajinan Ukiran Kabupaten Subang, Jurnal Trikonomika, Vol. 13, No.1, Jinni 2014, hal.
100
47
f. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Produktivitas Tenaga Kerja Pendidikan dalam suatu perusahaan adalah suatu proses pengembangan kemampuan ke arah yang diinginkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja, karena peningkatan produktivitas tenaga kerja yang bertumpu pada pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja manusia dan untuk meningkatkan taraf hidup manusianya. Pendidikan dipergunakan untuk mempersiapkan tenaga kerja dalam memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi di dalam organisasi. Tingkat pendidikan tenaga kerja yang tinggi serta pelatihan yang berkesinambungan juga harus didukung dengan disiplin kerja yang tinggi, sehingga tingkat pendidikan dan pelatihan yang dilakuakn akan bermanfaat dan mampu mendorong produktivitas tenaga kerja.100
P. Studi Terdahulu
Sebelum melakukan penelitian ini, maka terlebih dahulu penulis mengamati dan mencermati hasil penelitian dahulu yang relevan. Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan judul penelitian ini adalah:
100 Nora Annisa Br Simulingga, Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Peningkatan Produktivitas Kereja Pegawai PT. Ahamrock Corpora, Jurnal Mantik Panusa, Vol. 5, No.
1, Juni 2014, hal. 2
48
No Nama Penulis Tahun Judul Kesimpulan
1. Santa Permata 2019 Pengaruh Upah,
Hasil penelitian ini adalah terdapat Pengaruh Positif Antara Upah, Bahan Baku, Dan Lama Usaha Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja
Di Industri Tahu
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel upah dan pengalamn kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di sentra Industri Tahu Cibuntu Mota Bandung
3. Setiadi 2009 Pengaruh Upah Dan Jaminan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat upah dan
49
jaminan sosial berbanting terbalik dengan produktivitas kerja karyawan di PT.
Semarang Makmur
Semarang. Dengan demikian tingginya tingkat upah dan jaminan sosial tidak menjamin tingginya produktivitas kerja, tetapi hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor lain diluar upah dan jaminan sosial.
Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja.
Hal ini dapat diartikan bahwa tinggi rendahnya pendidikan tidak mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas tenaga kerja. Sedangkan
50 produktivitas kerja karena semakin tinggi upah, lama
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan upah secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di 33 provinsi di Indonesia. Semakin tinggi tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, dan upah maka produktivitas tenaga kerja semakin meningkat.
6. Zakaria 2015 Analisis Pengaruh Hasil penelitian ini
51 berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja, ini berarti bahwa umur tenaga kerja yang lebih tua lebih baik dibandingkan umur pekerja yang masih muda. Pendidikan juga berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja, semakin tingginya
pendidikan maka
produktivitas semakin meningkat karena pendidikan berpengaruh terhadap penalaran pekerja mengenai proses didalam bekerja yang lebih efektif dan efisien. Dan juga upah berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja. Dari ketiga variabel diatas upah mempunyai pengaruh yang dominan
52
terhadap produktivitas tenaga kerja pada Mitra Kerja Industri Rambut Di Kebupaten Purbalingga.
Sumber: Penulis, 2020