• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KHATAMAN AL- QUR’AN DAN PEMBACAAN

B. Profil Asrama Darul Qur’an

Asrama Darul Qur’an diperuntukkan bagi santri-santri putri yang menghafal al-Qur’an. Sejarah asrama ini dimulai tahun 2013, ketika KH. Muhammad Fathoni Dimyati yang merupakan putra dari KH. Dimyati Salim mendirikan sebuah asrama putri yang khusus mendalami tahfiz al-Qur’an. Bukan semata inisiatif pribadi, melainkan untuk melanjutkan perjuangan Kyai Yahdi sebagai seorang al-hafiz. Asrama ini diberi nama Darul Qur’an yang artinya kampung al-Qur’an, karena beliau menisbatkan dengan nama pesantren yang beliau tempati di Damaskus Syria.

Asrama Darul Qur’an berdiri dan diresmikan pada tanggal 26 Agustus 2013. Asrama yang cukup besar dan asri ini dalam tempo waktu tiga tahun saja telah dihuni oleh kurang lebih 227 santri putri yang datang dari bermacam daerah, entah dari dalam ataupun luar provinsi Jawa Timur.2

Sejak berdiri hingga sekarang, asrama ini hanya dikhususkan untuk para santri putri dan yang menekuni program menghafal al-Qur’an 30 Juz

1 Nurul Haqiqi, “Peranan Para Hafizah Alumni Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah Mojogeneng dalam Pemberdayaan Ritual Keagamaan di Masyarakat” (Skripsi Program Sarjana STIT Raden Wijaya Mojokerto, 2018).

tentunya disertai bacaan yang benar. Walaupun santri diperbolehkan merangkap dengan program sekolah di MTS (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), dan sekolah MADIN (Madrasah Diniyah), namun target yang paling dituntut oleh pengasuh adalah hafal al-Qur’an 30 Juz dengan baik. Maka dari itu, santri yang tidak bermaksud menghafalkan al-Qur’an, tidak dapat diterima di Darul Qur’an.

Selain program menghafal al-Qur’an, Darul Qur’an juga mengadakan program-program penunjang antara lain:3 (1) pendalaman Ilmu Tajwid baik teori maupun praktik, (2) bimbingan bacaan tartil dengan bermacam-macam lagu, (3) seni baca al-Qur’an (Taghonni), (4) tashih sekaligus program mendapat sanad guru-guru al-Qur’an, (5) nasyid ‘araby (Lagu-lagu Arab Islami), (6) Ilmu Qira’ah Sab’ah, (7) Kajian ilmu-ilmu agama (Tafsir, Fiqih, Akhlak, dsb).

Walaupun saat ini hampir semua asrama memiliki program tahfidz, tetapi yang khusus hanya diperuntukkan bagi santri yang menghafalkan al-Qur’an ialah asrama Darul Qur’an, sedangkan asrama lainnya disertai dengan pendalaman kitab kuning. Dengan dibangunnya beberapa asrama dan juga adanya sekolah formal dan non formal, maka semakin lengkaplah Bidayatul Hidayah dalam melayani kebutuhan pendidikan masyarakat dengan asrama dan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungannya.

Selain diajarkan ilmu syariat Islam, santri juga di didik menjadi insan yang berjiwa sosial tinggi dalam kehidupan bermasyarakat serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar, karena pesantren ini menyatu dengan masyarakat. Artinya mereka harus sama-sama membangun sarana dan prasarana di lingkungan pesantren.

Asrama Darul Qur’an sejak berdirinya dan untuk selamanya adalah asrama santri putri di bawah yayasan pondok pesantren Bidayatul Hidayah

yang program utamanya adalah mencetak ahli-ahli al-Qur’an, yang penghuninya selalu menyibukkan diri bersama al-Qur’an dan berakhlak dengan akhlak al-Qur’an.

Sebagaimana VISI dan MISI asrama Darul Qur’an, yaitu “Melahirkan para penghafal al-Qur’an yang berkualitas, baik dalam hafalan ataupun ilmu-ilmu al-Qur’an. Berprestasi, berakhlak al-Qur’an serta siap menjadi penerus guru-guru al-Qur’an”, dan “Membekali santri dengan hafalan, seni lagu Qur’an, juga berbagai macam ilmu-ilmu al-Qur’an.”4

Asramanya dibuat indah, bersih, dan nyaman karena penghuninya adalah orang-orang yang sangat layak untuk diberi penghormatan. Hubungan antara para pengasuh dengan santri seperti hubungan antara orangtua dengan anak-anaknya, dan hubungan antara sesama santri seperti hubungan antara sesama saudara-saudari kandung.

Selain itu, untuk menjalankan semua program yang disediakan di asrama Darul Qur’an agar dapat terlaksana dengan baik, maka dibentuklah beberapa sistem, antara lain struktur kepengurusan, peraturan-peraturan, sarana dan prasarana, sebagai berikut:5

Tabel 3.1 Struktur Kepengurusan

No Jabatan Nama

1 Ketua Asrama Sofiyatul Lailiyah 2 Wakil Ketua Al Badrotus Tsaniyah 3 Sekretaris 1. Elva Rohmatillah K.

2. Hullatul Ummah Q. F. 4 Bendahara 1. Habibah Nur Islamia

2. Alfina Nazwa 5 Sie Pendidikan 1. Rohmatin Nur

Khumairoh 2. Khusnu Khitamimah 12. Muhimmatul Aliyah 13. Titin Suroya Hasanah

4 Buku Agenda Santri Angkatan 2014

3. Putri Nadzirotus S. 4. Eka Virlian Saski 5. Mita Dwi Novitasari 6. Hilyatul Mutadaffiqoh 7. Nilna Zaeda 8. Safinatunnaja 9. Fatimah Az Zahro 10. Naila Khoironi S 11. Silvia Khaoironi S 14. Niswatus Syaidah 15. Salsabila Nurir R. 16. Ayu Amalia R. 17. Maysyatul Aisyiyah 18. Yasma Aulia 19. Nadzirotul Musyarofa 20. Nur Afiatul Ilmi 21. Azkiatus Sholihah 6 Sie Jama’ah 1. Pranindya Resmi

W.A 2. Firdatin Nadzifah 3. Habiibarrohmah 4. Khoridhotul K 5. Luthfia Eri 6. Ni’matul Mu’arofah 7. Adillah Qoyyumillah 8. Chusnina Fithrotin Nada 9. Nafilatul Azizah 10. Aminatun Nasichah 11. Khurin In Nailil R. 12. Latifatunnisa’ 13. Mauludfi Hilda Yasnah 14. Nadira Najelita 15. Siti Nabilatul Isroiyah 16. Durrotul Ainiyah 17. Ainur Rohmah 18. Intan Dwi Oktavia 19. Istibsyaroh

20. Ilmi 7 Sie Keamanan 1. Fina Azmul

Mushoffi

2. Zahida Nurul Hikma 3. Mustafidatus S 4. Laila Anzarrohmah 5. Mawaddah Azzahroh 6. Nadhinnindya L Z 7. Umdah Nafisa 8. Aufi Mila Thoyyibah 9. Fanida Ainaul M. 10. Khoirunnisa’ 11. Robbi Rodliyah 12. Aghitsna Mahya A. 8 Sie Kesehatan 1. Kholilatur Rohmah

2. Yeni Putri Auliya 3. Sindi Rahma K.S 4. Putri Rifaatul F.Z 5. Izzatul Fajrinnida 6. Mishbakhul Ummah 7. Jama’atin Masrikha 1. Lailatul Fathiyah 2. Nabila Khofidhotul 3. Aisyah Dina 4. Nadia Mieke 5. Maulina Wulandari 6. Indana Karimatun N. 7. Arum Maghfiroh 9 Sie Kebersihan 1. Robi’atus Salamah

2. Miftahul Ulum

7. Rifdah Zuhairotun N.

3. Rohmawati

4. Adinda Zidni Ilma 5. Salwa Naqiyah 6. Vanesha 8. Istimaroh 9. Mamluatul Karimah 10. Fitria Nur Khamidah 11. Rohmatul Udiyatus 12. Nurul Hidayatul Masulah

10 Sie Operator & Perlengkapan

1. Fatimah Syarifatul Ummah

2. Tri Margareta Hajir 3. Asyroqot Nur Kemala 4. Ananda Tri Qodriyah 5. Zilvi Muhimmatul J. 6. Ika Puspita S.

1. Peraturan Asrama Darul Qur’an6 a. Sie Jama’ah

Untuk membentuk ketertiban santri dalam beribadah, maka dibentuklah Sie jama’ah, adapun peraturannya antara lain: (1) Santri wajib mengikuti salat jamaah di mushollah, (2) Dilarang ramai mulai sejak selesainya azan sampai selesainya wiridan, (3) Wajib memakai dalaman mukena, (4) Wajib berkumpul di mushollah sebelum salawat pujian selesai, (5) Izin wajib lapor, (6) Izin istihadhoh, maka setelah azan langsung salat di kamar, saat wiridan diharuskan ke mushollah, (7) Tempat perizinan/pencatatan udzur dan perizinan yang lain bertempat di kotak depan kantor.

b. Sie Kebersihan

Lingkungan yang bersih tentunya sangat membantu dalam kenyamanan santri dalam menghafal, Sie kebersihan sebagai koordinator dalam menjalankan beberapa peraturan kebersihan, antara lain: (1) Wajib piket kamar setiap hari, (2) Wajib piket pondok per kamar setiap hari, (3) Area piket pondok pagi: depan kamar atas bawah, musholla, lapangan,

buang sampah, depan asrama, seluruh kamar mandi, jemuran, (4) Area piket pondok sore: semua area piket pondok pagi kecuali jemuran, (5) Bagi yang piket kamar mandi, lantainya harus disikat dan sampahnya juga dibuang, (6) Diwajibkan kepada semua kamar untuk punya alat kebersihan sendiri (tidak diperbolehkan meminjam sie kebersihan), (7) Bagi yang piket pondok, area depan koperasi disapu dan disikat. Apabila ada najis di musholla, aula, depan aula, dan bawah meja kos, harap disucikan, (8) Di pertegas masalah buang pembalut, harus dicuci dulu hingga bersih baru dibuang ke tempat sampah khusus pembalut, (9) Bagi yang piket depan kamar atas, harus mengembalikan tempat sampah, dan diletakkan disebelah kamar 16, (10) Tidak boleh meninggalkan barang pribadi di mushollah dan aula.

c. Sie Keamanan

Dibentuknya peraturan kemanan di sini sangat membantu dalam ketertiban di asrama Darul Qur’an, peraturan-peraturan itu antara lain: (1) Santri wajib memiliki buku izin keluar/pulang, (2) Wajib izin ke ndalem ketika izin pulang, (3) Keluar asrama wajib lapor apapun keperluannya, (4) Batas keluar asrama sampai selesai salat isya, (5) Keluar asrama hanya diperbolehkan dihari libur Jum’at, hanya sekitar komplek Bidayatul Hidayah, (6) Jam menulis sms 24 jam (selain jam jaga hp). Jadi ketika petugas handphone sudah datang, maka tidak boleh menulis sms, (7) Buku sms bertempat di depan kantor, satu kotak dengan buku udzur. Dilarang masuk ke dalam kantor, kecuali petugas jaga handphone dan santri yang menerima telpon (meskipun minta ditelpon, menunggunya harus di luar kantor), (8) Apabila dijenguk, tidak diperbolehkan mengajak teman, kecuali saudara, (9) Diadakan pengontrolan buku pulang dan buku keluar (setiap 1 bulan sekali). Bagi yang tidak memiliki, wajib membeli, (diberi waktu 1 minggu), setelah 1 minggu apabila masih ada yang hilang harus

membeli dengan harga Rp.50.000, (10) Mempertegas lagi, pulang sehabis kegiatan malam tidak boleh mampir-mampir.

d. Sie Pendidikan

Sie pendidikan sangat dibutuhkan dalam kedisiplinan santri di asrama, maka ada beberapa peraturan antara lain: (1) Santri wajib mempunyai buku setoran, (2) Wajib izin ketika berhalangan setoran, buku perizinan berada di kotak depan kantor, (3) Dilarang menggunakan kaos saat setoran, (4) Tidak boleh memakai sarung laki-laki saat setoran, (5) Deresan bersama hari sabtu dimulai dari perwakilan kamar wustho sampai seterusmya, (6) Jadwal menata bangku dibuat piket harian dan membawa cangkir ke kantor, (7) Batas tanda tangan BTQ pagi: 07.00-09.30 WIB, waktu sore:15.30-17.00 WIB, dan malam: 20.00-22.00, (8) Wajib memiliki buku simaan, dan wajib berkumpul di majelisnya masing-masing, (9) Buku simaan dikumpulkan di ketua majelis masing-masing-masing, jika berhalangan harap izin ke ketua majelis masing masing, (10) Dilarang mengaji sendiri ketika jam simaan masih berlangsung. Jika tidak hadir di majelis maka dianggap tidak simaan. Wajib simaan setengah juz (boleh ¼ 2 kali), (11) Dilarang simaan di tangga mushollah menghadap taman, (12) Wajib memiliki kitab sehari-hari, (13) Dilarang mengaji al-Qur’an saat pengajian kitab berlangsung, (14) Akan ada pengabsenan untuk mengaji kitab, (15) Diba’, burdah, dan hizib mulai dari kamar 1 sampai seterusnya, (16) Istighatsah dan perolehan juz mulai dari perwakilan kamar 18 sampai seterusnya.

2. Sarana dan Prasarana

Untuk menunjang terlaksananya program aktivitas yang dilaksanakan, asrama Darul Qur’an menyiapkan sarana fasilitas bagi santri, antara lain adalah: satu mushollah, satu aula, satu koperasi, satu pos, satu ruang tamu, satu kantin yang terdapat dapur mini, satu kantor

sekretariat, dua kamar pengurus/ustadzah, 21 kamar santri, 22 kamar mandi, satu halaman lapangan.