A. Pendahuluan
Profil Pendidikan Tinggi (Profil PT) disusun berdasarkan pada Statistik Perguruan Tinggi, Tahun 2012/2013 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sesuai dengan Statistik Perguruan Tinggi maka Profil PT juga menyajikan data pada tahun akademik 2012/2013.
Profil PT mengacu pada visi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) 2014. Berdasarkan visi tersebut terdapat layanan prima pendidikan nasional yang dijabarkan menjadi misi pendidikan 5K. Visi Kemdiknas 2014 adalah terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional. Indikator pendidikan yang dimaksud disesuaikan dengan Rencana Strategi (Renstra) Kemdiknas dalam rangka Pembangunan Pendidikan 2010-2014 yang terdiri dari tiga pilar kebijakan dan dijabarkan dalam misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri atas 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan.
Profil PT terdiri atas data dan indikator pendidikan. Data pendidikan dirinci
menjadi lima variabel, yaitu 1) lembaga pendidikan, 2) mahasiswa baru, 3) mahasiswa, 4) lulusan, dan 5) dosen. Kelima variabel data tersebut dirinci
menurut jenis lembaga dan status lembaga. Pendidikan tinggi terdiri dari lima
jenis lembaga PT, yaitu 1) universitas, 2) institut, 3) sekolah tinggi (ST), 4) akademi, dan 5) politeknik. Pendidikan tinggi dirinci menurut status lembaga,
yaitu negeri dan swasta.
Indikator pendidikan dirinci berdasarkan misi pendidikan 5K. Untuk misi K-1 adalah rasio mahasiswa per lembaga yang dirinci menurut jenis dan status lembaga PT. Untuk misi K-2 adalah daerah terjangkau yang dihitung dari daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Daerah yang bisa dijangkau oleh mahasiswa dalam jarak 25 km2. Oleh karena itu, daerah terjangkau lembaga adalah jari-jari dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan lembaga sedangkan daerah terjangkau mahasiswa adalah jari-jari
dikalikan 25 km dan dikalikan dengan kepadatan penduduk 19-23 tahun. Untuk misi K-3 terdiri dari empat jenis, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, dan angka produktivitas menurut status jenis dan status, sedangkan kelayakan mengajar dosen menurut status lembaga. Untuk misi K-4 terdiri dari tiga jenis, yaitu perbedaan gender APK, indeks paritas gender APK, dan persentase mahasiswa swasta menurut jenis lembaga. Untuk misi K-5 terdiri dari dua jenis, yaitu APK dan AM ke PT menurut jenis lembaga. Dengan demikian, jumlah indikator yang digunakan untuk menilai kinerja pendidikan tinggi sebanyak 11 jenis indikator pendidikan.
Oleh karena 11 indikator tersebut memiliki satuan yang berbeda maka diperlukan standar untuk menyatukan nilainya seperti disajikan pada Tabel 1. Hanya ada empat indikator yang menggunakan ideal, yaitu %DL, PG APK, IPG APK, dan AM PT. Berdasarkan perhitungan kinerja maka nilai kinerja menurut jenis disajikan pada Tabel 2.
Tabel 1
Standar untuk Melakukan Konversi
Tabel 2 Jenis Kinerja
B. Data Pendidikan
Gambaran umum pendidikan tinggi disajikan pada Tabel 3 yang dirinci menurut variabel pendidikan, status lembaga, dan jenis lembaga.
No. Misi Indikator Standar Penjelasan
1 Misi K-1 Ketersediaan Rasio M/L 2.000 Asumsi 2 Mis K-2 Keterjangkauan DT 8.500 Asumsi 3 Misi K-3 Kualitas R-M/D 25 Asumsi R-D/L 100 Asumsi Aproduk 25 Asumsi %DL 100 Ideal 4 Misi K-4 Kesetaraan PG APK 0 Ideal IPG APK 1 Ideal %MhsSwt 75 Asumsi 5 Misi K-5 Kepastian APK 30 Asumsi AM PT 100 Ideal
No. Jenis Kinerja 1 Paripurna 2 Utama 3 Madya 4 Pratama 5 Kurang 80.00-84.99 kurang dari 80.00 Nilai 95.00 ke atas 90.00-94.99 85.00-89.99
Tabel 3
Gambaran Umum Pendidikan Tinggi Provinsi Bengkulu Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP
Berdasarkan Tabel 3, pada tahun 2012/2013 jumlah lembaga PT provinsi Bengukulu adalah lembaga PT dengan rincian 5 universitas (29.41%), 5 akademi (29,41%), dan 1 politeknik 5,58%). Dengan demikian, jenis lembaga terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah politeknik. Untuk status lembaga negeri hanya memiliki 1 universitas sehingga jumlah lembaga negeri sebesar 1 lembaga sedangkan untuk lembaga swasta terdapat 4 universitas, 6 sekolah tinggi, 5 akademi, dan 1 politeknik sehingga jumlahnya 16 lembaga. Dengan demikian, jenis status lembaga negeri terbesar adalah universitas sedangkan status lembaga swasta terbesar adalah sekolah tinggi dan terkecil adalah politeknik.
Grafik 1
Jumlah Lembaga Menurut Jenis dan Status Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
No. Variabel Universitas % Institut % ST % Akademi % Politeknik % Jumlah
1 Lembaga 5 29,41 - 0,00 6 35,29 5 29,41 1 5,88 17 a. Negeri 1 100,00 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 1 b. Swasta 4 25,00 - 0,00 6 37,50 5 31,25 1 6,25 16 2 Mahasiswa Baru 9.306 83,97 - 0,00 1.245 11,23 352 3,18 179 1,62 11.082 a. Negeri 4.911 100,00 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 4.911 b. Swasta 4.395 71,22 - 0,00 1.245 20,18 352 5,70 179 2,90 6.171 3 Mahasiswa 42.989 80,75 - 0,00 6.969 13,09 2.115 3,97 1.161 2,18 53.234 a. Negeri 16.935 100,00 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 16.935 b. Swasta 26.054 71,78 - 0,00 6.969 19,20 2.115 5,83 1.161 3,20 36.299 4 Lulusan 6.220 84,46 - 0,00 802 10,89 227 3,08 115 1,56 7.364 a. Negeri 3.388 100,00 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 3.388 b. Swasta 2.832 71,23 - 0,00 802 20,17 227 5,71 115 2,89 3.976 5 Dosen 1.479 80,47 - 0,00 223 12,13 101 5,50 35 1,90 1.838 a. Negeri 719 100,00 - 0,00 0 0,00 0 0,00 0 0,00 719 b. Swasta 760 67,92 - 0,00 223 19,93 101 9,03 35 3,13 1.119
Jumlah mahasiswa baru PT provinsi Bengkulu sebesar 11,082 orang, berada di negeri sebesar 4.911 orang lebih kecil daripada di swasta sebesar 6.171 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa baru universitas yang terbesar sebesar 9,306 orang atau 93,97% dan terkecil pada politeknik sebesar 179 orang atau 1,62%. Bila dilihat menurut status lembaga maka mahasiswa baru PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 4.911 orang atau 100% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 4,395 orang atau 71,22%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah politeknik sebesar 179 orang atau 2,90%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa baru PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas. Dapat dikatakan bahwa universitas masih menjadi idola banyak orang ketika melanjutkan ke PT.
Grafik 2
Jumlah Mahasiswa Baru dan Mahasiswa PT Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Jumlah mahasiswa PT provinsi Bengkulu sebanyak 53,234 orang berada di PT negeri sebanyak 16,935 orang dan di PT swasta sebanyak 36,299 orang. Bila dilihat menurut jenis lembaga, jumlah mahasiswa terbesar di universitas sebanyak 42,989 orang atau 87,75% dan terkecil di politeknik sebanyak 1,161 orang atau 2,18%. Bila dilihat menurut status lembaga, mahasiswa PT negeri pada universitas yang terbesar sebesar 16,935 orang atau 100% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 26,054 orang atau 71,78%. Sebaliknya, yang terkecil PT swasta adalah politeknik sebesar 1.161 orang atau 3,20%. Dengan demikian, dominasi mahasiswa PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.
Grafik 3
Jumlah Lulusan dan Dosen PT Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Jumlah lulusan PT provinsi Bengkulu sebanyak 7,364 orang dengan lulusan dari PT negeri sebanyak 3,388 orang dan dari PT swasta sebanyak 3,976
orang. Bila dilihat per jenis lembaga maka lulusan terbanyak juga pada universitas sebesar 6,220 orang atau 84.46% dan terkecil pada politeknik sebesar universitas yang terbesar sebesar 115 orang atau 1,56% dan PT swasta juga pada universitas sebesar 2,832 orang atau 71,23%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah politeknik sebesar 115 orang atau 2,89%. Dengan demikian, dominasi lulusan PT negeri pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.
Jumlah dosen PT provinsi Bengkulu sebanyak 1.838 orang dengan dosen dari PT negeri sebanyak 719 orang dan dari PT swasta sebanyak 1,119 orang. Bila dilihat per jenis lembaga, jumlah dosen terbanyak juga pada universitas sebesar 719 orang atau 100% dan terkecil pada politeknik sebesar 35 orang atau 13,13%. Bila dilihat menurut status lembaga, dosen PT swasta terbesar pada universitas sebesar 760 orang atau 67,92% dan PT negeri juga pada universitas sebesar 719 atau 100%. Sebaliknya, yang terkecil untuk PT swasta adalah politeknik sebesar 35 orang atau 3,13%. Dengan demikian, dominasi dosen PT negeri juga pada universitas dan PT swasta juga pada universitas.
Secara rinci, pembangunan pendidikan di setiap jenis dan status lembaga PT tidak sama. Oleh karena itu, dilakukan penjabaran pada setiap jenis variabel pendidikan, seperti lembaga, mahasiswa baru, mahasiswa, lulusan, dan dosen. 1. Lembaga
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lembaga adalah sekolah atau tempat belajar pada tingkat pendidikan tinggi.
Jumlah PT provinsi Bengkulu sebanyak 17 lembaga dengan rincian menurut status lembaga adalah PT negeri sebanyak 1 lembaga dan PT swasta sebanyak 16 lembaga. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka terdapat 1 universitas atau 100%, 6 ST atau 37,50%, 5 akademi atau 31,25%, dan 1 politeknik atau 6,25%.
Bila dirinci menurut status lembaga maka pada PT negeri terdiri dari 1 universitas sedangkan PT swasta terdiri dari 6 ST, 5 akademi, dan 1 politeknik.
2. Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru adalah pendaftar pada pendidikan tinggi yang telah lulus dalam seleksi ujian masuk ke perguruan tinggi. Mahasiswa baru dirinci menurut tiga jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa baru juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Tabel 4
Jumlah Mahasiswa Baru menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin, Perguruan Tinggi
Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP
Tabel 4 merupakan jumlah mahasiswa baru PT provinsi Bengkulu sebanyak 11.082 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program tersebut yang terbanyak diterima menjadi mahasiswa baru pada program S-1 sebesar 9.353 orang atau 84,40% dengan rincian di PT negeri sebanyak 4.067 orang atau 82,81% dan PT swasta sebanyak 5.286 orang atau 85,66%.
Berdasarkan jenis kelamin, jumlah mahasiswa baru laki-laki terbesar pada program S-1 sebesar 5.132 orang atau 54,87%, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 4.221 orang atau 45,13%. Jumlah mahasiswa baru laki-laki terkecil pada program profesi sebesar 2 orang atau 16,67% jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 10 orang atau 83,33%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak
No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %
1 S-0 362 35,32 663 64,68 1.025 9,25 a. Negeri 62 35,43 113 64,57 175 3,56 b. Swasta 300 35,29 550 64,71 850 13,77 2 S-1 5.132 54,87 4.221 45,13 9.353 84,40 a. Negeri 2.100 51,64 1.967 48,36 4.067 82,81 b. Swasta 3.032 57,36 2.254 42,64 5.286 85,66 3 S-2 370 53,47 322 46,53 692 6,24 a. Negeri 355 53,06 314 46,94 669 13,62 b. Swasta 15 65,22 8 34,78 23 0,37 4 S-3 0 - 0 - 0 0,00 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 0 - 0 - 0 0,00 5 Profesi 2 16,67 10 83,33 12 0,11 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 2 16,67 10 83,33 12 0,19 6 Jumlah 5.866 52,93 5.216 47,07 11.082 100,00 a. Negeri 2.517 51,25 2.394 48,75 4.911 100,00 b. Swasta 3.349 54,27 2.822 45,73 6.171 100,00
bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti minat perempuan melanjutkan ke jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.
3. Mahasiswa
Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada jenjang pendidikan tinggi. Mahasiswa dirinci menurut empat jenis program, yaitu S-0 atau diploma, S-1 atau sarjana, S-2 dan S-3 atau pascasarjana. Mahasiswa juga dirinci menurut jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan.
Tabel 5 menunjukkan jumlah mahasiswa PT provinsi Bengkulu sebesar 53.234 orang, bila dirinci menurut lima jenjang program, mahasiswa yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 45.116 orang atau 84,75% dengan rincian di PT negeri sebanyak 14.023 orang atau 82,80% dan PT swasta sebanyak 31.093 orang atau 85,66%. Besarnya mahasiswa di PT swasta karena memang lembaga PT swasta lebih besar jika dibandingkan dengan lembaga PT negeri.
Berdasarkan jenis kelamin, jumlah mahasiswa laki-laki terbesar pada jenjang S-2 sebanyak 1.316 orang atau 53,85% jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 1.128 orang atau 46,15%. Jumlah mahasiswa laki-laki terkecil pada jenjang profesi sebanyak 14 orang atau 19,18% dan lebih besar jika dibandingkan dengan perempuan sebanyak 59 orang atau 80,82%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa makin tinggi jenjang pendidikan laki-laki ternyata makin banyak bersekolah di PT. Sebaliknya, makin rendah jenjang pendidikan makin banyak perempuan bersekolah di PT. Hal ini berarti minat perempuan bersekolah di jenjang yang paling tinggi ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.
Dilihat dari penduduk usia PT maka penduduk usia 19-23 tahun provinsi Bengkulu sebesar 167.900 orang dengan rincian laki-laki sebesar 84.738 atau 50,47% lebih besar daripada perempuan sebesar 83.162 orang atau 49,53%.
Tabel 5
Jumlah Mahasiswa menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin serta Penduduk Usia 19-23 tahun menurut Jenis Kelamin
Perguruan Tinggi, Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP
4. Lulusan
Lulusan adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya berdasarkan pada hasil ujian dan paper/tesis/disertasi yang disiapkan pada suatu jenjang pendidikan tinggi. Lulusan dapat dirinci menurut empat program, yaitu S-0, S-1, S-2, dan S-3. Lulusan S-0 juga dirinci menurut diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4. Lulusan diploma 1 dengan masa kuliah selama 1 tahun, diploma 2 selama 2 tahun, diploma 3 selama 3 tahun, dan diploma 4 selama 4 tahun. Lulusan S-1 dengan masa kuliah selama 4 tahun sedangkan lulusan S-2 dan S-3 selama 2 tahun.
Tabel 6 merupakan jumlah lulusan PT provinsi Bengkulu sebanyak 7.364 orang, dari kelima jenjang program tersebut, jumlah lulusan yang terbanyak pada jenjang S-1 sebesar 6.211 orang atau 84,34% dengan rincian di PT negeri sebanyak 2.805 orang dan PT swasta sebanyak 3.406 orang. Jumlah lulusan terkecil adalah pada jenjang S-2 pada PT sebanyak 477 orang atau 7,67% dengan rincian PT negeri sebesar 217 orang dan PT swasta sebanyak 5 orang.
Berdasarkan jenis kelamin, lulusan laki-laki terbesar pada jenjang S-1 sebesar 3.402 orang atau 54,77%, jika dibandingkan dengan perempuan sebesar 2.809 orang atau 45,23%. Jumlah lulusan laki-laki terkecil pada program S-2 sebesar 462 orang atau 7,43%, jika dibandingkan dengan lulusan perempuan sebesar 15 orang atau 0,24%. Hal ini berarti seperti halnya mahasiswa maka lulusan perempuan di jenjang yang lebih tinggi ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan laki-laki.
No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %
1 S-0 1.977 35,30 3.624 64,70 5.601 10,52 a. Negeri 214 35,43 390 64,57 604 3,57 b. Swasta 1.763 35,28 3.234 64,72 4.997 13,77 2 S-1 25.077 55,58 20.039 44,42 45.116 84,75 a. Negeri 7.240 51,63 6.783 48,37 14.023 82,80 b. Swasta 17.837 57,37 13.256 42,63 31.093 85,66 3 S-2 1.316 53,85 1.128 46,15 2.444 4,59 a. Negeri 1.225 53,08 1.083 46,92 2.308 13,63 b. Swasta 91 66,91 45 33,09 136 0,37 4 S-3 0 - 0 - 0 0,00 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 0 - 0 - 0 0,00 5 Profesi 14 19,18 59 80,82 73 0,14 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 14 19,18 59 80,82 73 0,20 6 Jumlah 28.384 53,32 24.850 46,68 53.234 100,00 a. Negeri 8.679 51,25 8.256 48,75 16.935 100,00 b. Swasta 19.705 54,29 16.594 45,71 36.299 100,00 7 Penduduk 19-23 th 84.738 50,47 83.162 49,53 167.900
Tabel 6
Jumlah Lulusan menurut Jenjang Program, Status Lembaga, dan Jenis Kelamin Perguruan Tinggi, Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP
5. Dosen
Dosen adalah tenaga pengajar pada perguruan tinggi. Dosen dapat dikategorikan sebagai dosen tetap dan tidak tetap. Dosen juga dirinci menurut enam tingkat pendidikan yang pernah diikuti, yaitu < S-1, S-1/D-4, S-2, S-3, spesialis, dan profesi menurut status kepegawaian.
Berdasarkan Tabel 7, jumlah dosen PT Provinsi Bengkulu sebanyak 1.838 orang, dari keenam tingkat pendidikan tersebut, dosen yang terbanyak adalah lulusan S-2 sebesar 970 orang atau 52,77% dengan rincian di PT negeri sebanyak 507 orang atau 27,58% dan PT swasta sebanyak 463 orang atau 25,19%. Jumlah dosen terkecil adalah lulusan <S-1 sebanyak 8 orang atau 0,44%. Dengan demikian, sebagian besar dosen sudah memiliki ijazah sesuai dengan ketentuan kelayakan mengajar, yaitu S-2 dan yang lebih tinggi.
No. Jenjang Program Laki2 % Perempuan % Jumlah %
1 S-0 236 35,33 432 64,67 668 9,07 a. Negeri 43 35,54 78 64,46 121 3,57 b. Swasta 193 35,28 354 64,72 547 13,76 2 S-1 3.402 54,77 2.809 45,23 6.211 84,34 a. Negeri 1.448 51,62 1.357 48,38 2.805 82,79 b. Swasta 1.954 57,37 1.452 42,63 3.406 85,66 3 S-2 255 53,46 222 46,54 477 6,48 a. Negeri 245 53,03 217 46,97 462 13,64 b. Swasta 10 66,67 5 33,33 15 0,38 4 S-3 0 - 0 - 0 0,00 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 0 - 0 - 0 0,00 5 Profesi 2 25,00 6 75,00 8 0,11 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 2 25,00 6 75,00 8 0,20 6 Jumlah 3.895 52,89 3.469 47,11 7.364 100,00 a. Negeri 1.736 51,24 1.652 48,76 3.388 100,00 b. Swasta 2.159 54,30 1.817 45,70 3.976 100,00
Tabel 7
Jumlah Dosen menurut Pendidikan Tertinggi, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP
Dosen layak mengajar adalah tenaga pengajar yang memiliki ijazah tertinggi S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen layak mengajar di program diploma dan S-1 adalah dosen lulusan S-2 dan yang lebih tinggi sedangkan dosen layak mengajar di program pascasarjana adalah dosen lulusan S-3. Oleh karena keterbatasan data yang dimiliki maka dosen layak dimaksud adalah dosen yang memiliki ijazah S-2 dan yang lebih tinggi. Dosen dirinci menurut layak mengajar dan tidak layak mengajar serta menurut status kepegawaian.
Tabel 8
Jumlah Dosen menurut Jenis Kelayakan Mengajar, Status Lembaga, dan Status Kepegawaian Perguruan Tinggi, Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Sumber: Statistik PT 2012/2013, PDSP 1 < S-1 6 75,00 2 25,00 8 0,44 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 6 75,00 2 25,00 8 0,44 2 S-1/D-4 465 73,11 171 26,89 636 34,60 a. Negeri 47 100,00 0 0,00 47 2,56 b. Swasta 418 70,97 171 29,03 589 32,05 3 S-2 915 94,33 55 5,67 970 52,77 a. Negeri 507 100,00 0 0,00 507 27,58 b. Swasta 408 88,12 55 11,88 463 25,19 4 S-3 178 99,44 1 0,56 179 9,74 a. Negeri 153 100,00 0 0,00 153 8,32 b. Swasta 25 96,15 1 3,85 26 1,41 5 Spesialis 32 72,73 12 27,27 44 2,39 a. Negeri 12 100,00 0 0,00 12 0,65 b. Swasta 20 62,50 12 37,50 32 1,74 6 Profesi 1 100,00 0 0,00 1 0,05 a. Negeri 0 - 0 - 0 0,00 b. Swasta 1 100,00 0 0,00 1 0,05 7 Jumlah 1.597 86,89 241 13,11 1.838 100,00 a. Negeri 719 100,00 0 0,00 719 39,12 b. Swasta 878 78,46 241 21,54 1.119 60,88 Jumlah %
No. Pendidikan Tertinggi Tetap
L+P % Tidak Tetap L+P % 1 Tidak layak 471 29,49 173 71,78 644 35,04 a. Negeri 47 6,54 0 0,00 47 6,54 b. Swasta 424 48,29 173 71,78 597 53,35 2 Layak 1.126 70,51 68 28,22 1.194 64,96 Negeri 672 93,46 0 0,00 672 93,46 Swasta 454 51,71 68 28,22 522 46,65 3 Jumlah 1.597 100,00 241 100,00 1.838 100,00 Negeri 719 45,02 0 0,00 719 39,12 Swasta 878 54,98 241 100,00 1.119 60,88 Jumlah %
No. Kriteria Tetap
L+P %
Tidak Tetap
Tabel 8 menunjukan jumlah dosen layak mengajar sebesar 1.194 orang atau 64,96% lebih besar jika dibandingkan dengan tidak layak mengajar sebesar 471 orang atau 29,49%. Selain itu, dosen layak di PT negeri sebesar 672 orang atau 93,46% lebih besar daripada di PT swasta sebesar 522 orang atau 46,65%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dosen layak di PT negeri lebih baik jika dibandingkan dengan PT swasta, terutama untuk dosen tetap. Oleh karena itu, peningkatan kelayakan dosen mengajar di PT swasta sangat diperlukan.
C. Analisis Indikator Pendidikan Tinggi
Indikator pendidikan merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang sangat penting dalam upaya mengetahui tercapainya tujuan sistem pendidikan nasional. Indikator pendidikan dapat digunakan sebagai peringatan awal terhadap permasalahan pendidikan yang ada di lapangan.
Indikator pendidikan disusun untuk mengetahui kinerja suatu daerah dengan mendasarkan pada data kuantitatif pendidikan. Kinerja pendidikan diukur dengan menggunakan misi pendidikan 5K. Misi pendidikan 5K terdiri dari 1) misi K-1 meningkatkan ketersediaan layanan pendidikan, 2) misi K-2 memperluas keterjangkauan layanan pendidikan, 3) misi K-3 meningkatkan kualitas dan relevansi layanan pendidikan, 4) misi K-4 mewujudkan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan, dan 5) misi K-5 menjamin kepastian memperoleh layanan pendidikan. Penggabungan kelima misi pendidikan tersebut menghasilkan kinerja program pendidikan.
Berdasarkan kelima misi pendidikan tersebut, disusun enam jenis komposit indikator, yaitu 1) ketersediaan layanan, 2) keterjangkauan layanan, 3) kualitas layanan, 4) kesetaraan layanan, 5) kepastian layanan, dan 6) kinerja program pendidikan. Analisis misi K-1 digunakan untuk mengukur ketersediaan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-2 digunakan untuk mengukur keterjangkauan layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-3 digunakan untuk mengukur kualitas layanan pendidikan pada suatu daerah. Analisis misi K-4 digunakan untuk mengukur kesetaraan layanan pendidikan. Analisis misi K-5 digunakan untuk mengukur kepastian memperoleh layanan pendidikan. Kinerja program pendidikan untuk mengukur sejauh mana ketercapaian program pembangunan yang telah dilakukan pada tahun berjalan. 1. Ketersediaan Layanan Pendidikan: Misi K-1
Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan tahun 2010-2014, diperlukan indikator pendidikan yang dapat menilai kemajuan pendidikan, termasuk kemajuan program pembangunan PT. Indikator ketersediaan layanan PT digunakan rasio mahasiswa per lembaga. Indikator keterjangkauan layanan PT digunakan daerah terjangkau. Indikator kualitas layanan PT digunakan empat jenis indikator, yaitu rasio mahasiswa per dosen, rasio dosen per lembaga, angka produktivitas, dan kelayakan dosen mengajar. Indikator kesetaraan layanan
digunakan tiga jenis indikator, yaitu PG APK, IPG APK, dan persentase mahasiswa swasta. Indikator kepastian layanan pendidikan digunakan dua jenis indikator, yaitu APK dan AM ke PT.
Tabel 9
Indikator Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Grafik 4
Ketersediaan Layanan Pendidikan Misi K-1 Provinsi Bengkulu,Tahun 2012/2013
Rasio mahasiswa per lembaga menggambarkan kepadatan mahasiswa pada suatu lembaga baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Semakin besar nilainya berarti semakin padat mahasiswa yang ada pada lembaga tersebut. Berdasarkan Tabel 9 dan Grafik 4, rasio mahasiswa per lembaga sebesar 3.131 dengan rincian di negeri sebesar 16.935 orang dan di swasta sebesar 2.269 orang. Bila dirinci menurut jenis lembaga maka PT terpadat pada universitas sebesar 8.598 dan terjarang pada akademi sebesar 423 Bila dirinci menurut status dan jenis lembaga maka PT negeri pada universitas yang terpadat sebesar 16.935 sedangkan PT swasta pada universitas yang terpadat sebesar 6.514. dan terjarang pada akademi sebesar 423. Persentase rasio swasta terhadap negeri rata-rata sebesar 0,13%.
2. Keterjangkauan Layanan Pendidikan: Misi K-2
Untuk melihat keterjangkauan layanan maka digunakan indikator kepadatan lembaga dan kepadatan penduduk usia PT dengan daerah terjangkau lembaga dan mahasiswa. Daerah terjangkau dihitung dari jarak 25 km2 dengan rincian daerah terjangkau mahasiswa dibagi dengan daerah terjangkau lembaga. Bila
No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2
1 Rasio Mahasiswa per Lembaga 8.598 0 1.162 423 1.161 3.131 a. Negeri 16.935 0 0 0 0 16.935 b. Swasta 6.514 0 1.162 423 1.161 2.269
nilainya tinggi maka keterjangkauan makin luas, bila nilainya rendah maka keterjangkauannya makin kecil. Oleh karena itu, makin tinggi nilainya berarti makin baik karena jangkauannya makin luas.
Tabel 10
Indikator Keterjangkauan Layanan Pendidikan Misi K-2 Provinsi Bengkulu Tahun 2012/2013
Berdasarkan Tabel 10 maka kepadatan lembaga hanya sebesar 0,0009 lembaga per km2 sedangkan kepadatan penduduk usia 19-23 sebesar 8,43 orang per km2. Daerah terjangkau lembaga dalam radius 25 km2 sebesar 2,00 lembaga per km2 sedangkan daerah terjangkau mahasiswa sebesar 16.557 mahasiswa per km2. Dengan demikian, daerah terjangkau sebesar 8.279 mahasiswa per km2. 3. Kualitas Layanan Pendidikan: Misi K-3
Analisis indikator peningkatan mutu dan relevansi pendidikan digunakan untuk mengukur mutu pendidikan suatu daerah. Peningkatan mutu bisa dilakukan melalui proses belajar mengajar yang efektif dan ditunjang oleh sumber daya, sarana/prasarana serta biaya yang memadai. Proses belajar yang bermutu akan menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Sejalan dengan ketersediaan layanan maka peningkatan mutu untuk semua program pendidikan tinggi juga dilaksanakan.
Berdasarkan Rencana Strategi Pembangunan Pendidikan 2010-2014 dan kualitas layanan pendidikan maka indikator pendidikan yang digunakan untuk pendidikan tinggi dapat dilihat dari tiga jenis, yaitu mahasiswa, dosen, dan lembaga. Berdasarkan ketiga jenis strategi tersebut maka dijabarkan menjadi empat indikator, yaitu 1) rasio mahasiswa per dosen (R-M/D), 2) rasio dosen per lembaga (R-D/L), 3) angka produktivitas (APro), dan 4) persentase dosen layak (%DL). Indikator 1, 2, dan 4 dilihat dosen, dan indikator 3 dilihat dari mahasiswa.
Tabel 11
Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Bengkulu Tahun 2012/2013
Daerah
Lembaga P19-23 Lembaga Mahasiswa terjangkau
1 Daerah terjangkau 0,0009 8,43 2,00 16.557 8.279
Kepadatan Daerah terjangkau
No. Indikator
No. Indikator Universitas Institut ST Akademi Politeknik Rata2
1 Rasio Mahasiswa per Dosen 29 0 31 21 33 29
a. Negeri 24 0 0 0 0 24
b. Swasta 34 0 31 21 33 32
2 Rasio Dosen per Lembaga 296 0 37 20 35 108
a. Negeri 719 0 0 0 0 719
b. Swasta 190 0 37 20 35 70
3 Angka Produktivitas 14,47 0,00 11,51 10,73 9,91 13,83
a. Negeri 20,01 0,00 0,00 0,00 0,00 20,01
Tabel 11 (lanjutan)
Indikator Kualitas Layanan Pendidikan Misi K-3 Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Grafik 5
Rasio Mahasiswa per Dosen menurut Jenis Lembaga Perguruan Tinggi Provinsi Bengkulu, Tahun 2012/2013
Rasio mahasiswa per dosen menggambarkan layanan dosen terhadap mahasiswa baik untuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Rasio ini diperlukan untuk mengetahui efektivitas belajar mengajar. Semakin tinggi nilainya berarti semakin banyak mahasiswa yang dilayani oleh dosen atau dosen makin kurang. Berdasarkan Tabel 11 dan Grafik 5 dapat diketahui efektivitas belajar mengajar di PT provinsi Bengkulu di mana rata-rata seorang dosen melayani 29 mahasiswa, setelah dirinci menurut status lembaga ternyata dosen negeri melayani 24 mahasiswa sekitar sama dengan dosen swasta. Pada universitas negeri seorang dosen melayani 24 mahasiswa sedangkan universitas swasta melayani 34 mahasiswa. Untuk politeknik dosen melayani mahasiswa swasta sebesar 33 mahasiswa. Makin besar nilainya berarti makin kurang dosennya.
Rasio dosen per lembaga menggambarkan ketersediaan dosen pada setiap lembaga dan diterapkan baik di universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik. Semakin banyak jumlah dosen di setiap lembaga maka diharapkan proses belajar mengajar akan makin meningkat dan pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan bisa tercapai.
No. Indikator Laki2 Perempuan Rata2 PG IPG
4 Angka Produktivitas 13,72 13,96 13,83 -0,24 1,02 a. S-0 11,94 11,92 11,93 0,02 1,00 b. S-1 13,57 14,02 13,77 -0,45 1,03 c. S-2 19,38 19,68 19,52 -0,30 1,02 d. S-3 - - - - -e. Negeri 20,00 20,01 20,01 -0,01 1,00 f. Swasta 10,96 10,95 10,95 0,01 1,00 5 Kelayakan Mengajar Dosen Rata-rata
Rata-rata 1.126 70,51 68 28,22 64,96 a. Negeri 672 93,46 - 93,46 b. Swasta 454 51,71 68 28,22 46,65
Berdasarkan Tabel 11 dan Grafik 6 rasio dosen per lembaga PT provinsi