II. PENGAMBILAN CONTOH BENIH 2.1 Tujuan
2.5.2 Prosedur Memperoleh Contoh Kerja .1 Ukuran minimal contoh kerja
Ukuran minimal contoh kerja setiap pengujian telah ditentukan pada tiap bab. Berat contoh kerja untuk analisis kemurnian dapat dilihat pada Tabel 2.3 [setelah dihitung paling sedikit berjumlah 2.500 butir benih]. Berat ini direkomendasikan untuk penggunaan standar dalam analisis kemurnian [lihat bagian 4.5.1].
Contoh kerja benih yang dibungkus/dikapsul (coated seeds) [kecuali yang didefinisikan sebagai benih yang diberi perlakuan (treated seed)] harus mengandung setidaknya beberapa pelet, benih, atau butiran yang diindikasikan pada kolom 3 Tabel 2.4. Apabila jumlah contoh yang digunakan lebih sedikit; jumlah pelet, benih, atau granul pada contoh tersebut harus dilaporkan.
2.5.2.2 Metode pengurangan contoh
Hal pertama kali yang harus dilakukan untuk memperoleh contoh kirim atau contoh kerja ialah mencampur benih agar homogen. Contoh kirim/contoh kerja diperoleh dengan membagi dan memisahkan campuran tersebut menjadi beberapa bagian kecil secara acak [selanjutnya, peralatan dan metode untuk pengurangan contoh ditentukan dalam bahasan di bagian 2.5.2.2.1 sampai 2.5.2.2.4]. Lebih dari satu metode pengurangan contoh benih dapat digunakan pada prosedur pengurangan satu contoh. Apabila menggunakan salah satu dari alat pembagi untuk benih berpelet, jarak jatuh benih tidak boleh lebih dari 250 mm. Setelah mendapatkan satu contoh kerja atau setengah contoh kerja, sisa benih harus dicampurkan kembali sebelum diambil contoh kerja kedua atau setengah dari contoh kerja tersisa.
Subcontoh untuk penetapan kadar air dapat diambil dengan cara-cara sebagai berikut:
Sebelum mengambil subcontoh, contoh dicampurkan dan diaduk dalam wadah dengan sendok, atau wadah contoh ditutup kemudian dibolakbalikkan isinya.
Minimal tiga subcontoh diambil dengan sendok dari berbagai posisi dan dicampurkan menjadi subcontoh dengan volume yang sesuai.
Selama pengurangan, benih tersebut jangan terkena udara lebih dari 30 detik.
2.5.2.2.1 Metode pembagi mekanik
Metode pembagi mekanik cocok untuk semua jenis benih, kecuali jenis benih lengket. Alat dapat membagi contoh menjadi dua atau lebih bagian yang sama. Contoh kirim dapat dicampur dengan divider. Kemudian, seluruh contoh dari bagian yang sama digabung untuk kedua kalinya, begitu pula untuk ketiga kalinya [jika memang dibutuhkan]. Contoh akan berkurang dengan proses yang berulang-ulang dan perpindahan bagian
dilanjutkan sehingga diperoleh berat contoh kerja yang mendekati, tetapi ukurannya tidak boleh kurang dari yang ditentukan.
Pembagi contoh yang dijelaskan berikut ini merupakan contoh alat yang sesuai.
a. Conical Divider
Conical divider (tipe Boerner) terdiri atas corong (hopper), kerucut, dan rangkaian penyekat yang mana benih langsung masuk ke dalam dua celah. Bentuk rangkaian penyekat memiliki saluran dan ruang yang sama lebar. Saluran masuknya benih disusun dalam bentuk lingkaran dan berujung pada celah yang berlawanan. Sebuah katup atau pintu pada bagian dasar corong menahan benih. Ketika katup dibuka, benih akan jatuh akibat gaya gravitasi melalui kerucut dan akan disebar secara merata pada saluran-saluran dan ruangan-ruangan, kemudian mengalir melalui celah menuju wadah benih. Conical divider tersedia dalam dua dimensi, yaitu sekitar 38 saluran dengan lebar masing-masing sekitar 25 mm untuk benih yang lebih besar dan sekitar 44 saluran dengan lebar masing-masing 8 mm untuk benih kecil yang dapat mengalir bebas.
b. Soil Divider (sinonim: Riffle Divider)
Soil divider terdiri atas sebuah corong dengan sekitar 18 saluran atau saluran lain yang mengarah ke sisi yang berlawanan. Selain itu, terdapat pula sebuah saluran dengan lebar sekitar 13 mm sesuai kebutuhan penggunaan. Dalam menggunakan divider, benih ditempatkan secara merata ke dalam wadah penuang, kemudian dituangkan ke dalam corong dengan kecepatan yang hampir sama di sepanjang corong. Benih akan melewati saluran dan dikumpulkan dalam dua wadah penerima.
Gambar 2.3 Alat Pembagi Contoh (Seed Sample Divider) Lubang pembagi Saluran ke arah kanan Saluran ke arah kiri Pelindung Wadah Pelindung menutup untuk melindungi penyebaran benih.
c. Centrifugal Divider
Dalam centrifugal divider (tipe Garnet), benih mengalir ke bawah melalui sebuah corong di atas [semacam] cangkir pendek atau spinner. Selama perputaran spinner yang digerakkan oleh motor listrik, benih akan terlempar keluar karena gaya sentrifugal dan jatuh ke bawah. Lingkaran atau area benih jatuh terbagi menjadi dua bagian yang hampir sama oleh sebuah pelat sehingga sekitar setengah benih jatuh di saluran yang satu dan setengah lagi di saluran yang lain. Centrifugal divider cenderung memberikan hasil yang beragam, kecuali jika spinner dioperasikan setelah benih dituangkan secara memusat ke dalam corong.
d. Rotary Divider
Rotary divider terdiri atas sebuah mahkota yang dapat berputar yang dilengkapi 6–10 wadah subcontoh benih, sebuah saluran benih yang bergetar, dan corong. Dalam penggunaan divider, benih dituang ke dalam corong, kemudian rotary divider dihidupkan sehingga bagian mahkota berputar dengan kecepatan sekitar 100 rpm. Selanjutnya, benih meluncur melalui saluran yang bergetar dan mulai mengisi ceruk tabung/silinder dari mahkota. Kecepatan dan lama operasi pengisian benih dapat disesuaikan menurut jarak antara corong dan saluran tempat meluncur benih dengan intensitas getaran dari saluran tempat meluncur benih. Terdapat dua prinsip pengoperasian alat: 1) tabung mengisi benih secara memusat ke distributor dalam mahkota yang berputar untuk menyebarkan benih pada semua wadah secara terus-menerus, dan 2) tabung mengisi benih secara menyebar pada ceruk dari wadah yang berputar di bawah tabung sehingga aliran benih dibagi lagi menjadi subcontoh.
e. Variable Sampel Divider
Alat ini terdiri atas corong penuang dan tabung di bawahnya yang berputar dengan kecepatan 40 rpm. Tabung menyebarkan aliran benih dari corong ke permukaan yang lebih dalam dari corong selanjutnya yang terpasang dengan
baik ke corong ketiga secara konsentris. Pada corong kedua dan ketiga, terdapat lubang yang meliputi 50% garis keliling corong. Sebanyak 50% benih akan melewati dua corong menuju wadah pengumpul. Kedua corong dapat saling berpilin dan berakhir pada lubang yang lebih sempit. Dampaknya adalah persentase benih yang lebih kecil akan masuk melalui lubang. Baik contoh yang lebih kecil di bagian luar corong maupun contoh yang lebih besar di dalam corong, hasil ini dapat digunakan sebagai contoh yang diperlukan. Posisi dua corong yang saling berhubungan satu sama lain dapat disesuaikan dengan tepat hingga menghasilkan volume subcontoh kerja yang telah ditentukan sebelumnya.
2.5.2.2.2 Metode paruhan dimodifikasi
Alat yang digunakan ialah sebuah nampan dan sebuah kotak yang terbagi atas beberapa bagian berbentuk kubus dengan ukuran yang sama. Setengah dari jumlah kubus-kubus tersebut bagian bawahnya tidak beralas dan diatur secara berselang-seling dengan yang beralas. Cara kerjanya dengan meletakkan kotak tersebut di atas nampan, kemudian benih yang telah dicampur atau dihomogenkan sebelumnya ditebarkan merata di atasnya. Dengan mengangkat kotaknya, lebih kurang separuh dari contoh benih akan tertinggal di nampan. Pekerjaan dapat diulang beberapa kali hingga benih yang tertinggal mencapai jumlah berat contoh kerja yang ditentukan.
2.5.2.2.3 Metode sendok
Metode ini direkomendasikan untuk pengurangan contoh benih pada pengujian kesehatan benih, sedangkan untuk pengujian yang lain hanya digunakan untuk benih-benih yang mempunyai ukuran sangat kecil, seperti Anthocephalus spp dan Eucalyptus spp. Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain sebuah nampan, spatula, dan sendok yang bersisi lurus. Setelah dihomogenkan, benih ditebarkan merata di atas nampan, tetapi jangan
spatula bersama-sama untuk mengambil benih minimal dari lima tempat secara acak hingga tercapai berat contoh kerja. 2.5.2.2.4 Metode pengambilan paruhan dengan tangan (hand
halving)
Metode ini terbatas untuk genera dari chaffy seeds dan genera tanaman hutan, seperti Castanea spp, Tectona spp, dan Quercus spp. Benih berukuran kecil hingga besar lainnya, seperti Falcataria moluccana, Enterolobium cyclocarpum, Gmelina arborea, dan Melia azedarach dapat menggunakan metode ini. Selain jenis benih tersebut, metode ini hanya dapat digunakan untuk memperoleh contoh kerja pengujian kesehatan benih. Teknik yang dilakukan ialah benih dituang dan disebar merata di atas permukaan yang bersih dan halus, kemudian diaduk dengan sempurna menjadi suatu gundukan menggunakan spatula dengan ujung datar. Gundukan tersebut dibagi menjadi dua bagian, lalu masing-masing bagian dibagi dua lagi menjadi empat bagian, seterusnya dari empat bagian dibagi lagi menjadi dua lagi hingga menjadi delapan bagian. Bagian-bagian ini disusun dalam dua baris sehingga masing-masing barisan terdiri dari empat bagian. Bagian-bagian tersebut digabungkan bergantian, contohnya bagian yang pertama dan ketiga digabungkan dalam barisan pertama, dan bagian yang kedua dengan keempat di dalam barisan kedua. Kemudian, empat bagian yang tersisa dipindahkan. Prosedur diulangi dengan menggunakan bagian yang tersisa hingga memperoleh ukuran contoh yang diperlukan.
Keterangan:
- Contoh kirim dan komposit dihamparkan, kemudian dibagi menjadi 4 bagian, yaitu 1, 2, 3, dan 4.
- Bagian 1 dan 3 dicampur, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi menjadi 4 bagian, yaitu 5, 6, 7, dan 8.
- Bagian 6 dan 8 dicampur, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi menjadi 4 bagian lagi, yaitu 9, 10, 11, dan 12.
- Bagian 10 dan 12 dijadikan contoh kerja.
- Pemilihan dua bagian tersebut dilakukan secara acak.
Gambar 2.5 Proses Pembuatan Contoh Kerja dengan Acak Parohan 2.5.3 Penyimpanan Contoh Setelah Pengujian
Tujuan utama dari penyimpanan contoh benih setelah pengujian ialah sebagai bahan pengujian ulangan dari contoh kirim. Kondisi penyimpanan benih seminimal mungkin tidak
1 2 4 3 5 6 8 7 9 10 12 11 1+2+3+4 1+3 5+6+7+8 6+8 9+10+11+12 10+12 Contoh kerja
menyebabkan perubahan mutu benih. Misalnya untuk analisa kemurnian, contoh benih harus disimpan sedemikian rupa sehingga identitas fisiknya terjaga. Pada kasus pengujian daya berkecambah, viabilitas, atau pengujian kesehatan untuk benih ortodoks; contoh harus disimpan dalam kondisi kering dan dingin. Sementara itu, penyimpanan jangka panjang tidaklah memungkinkan pada pengujian benih rekalsitran dan intermediate dari jenis benih tropis dan subtropis. Semua faktor-faktor penyimpanan perlu ditetapkan menurut jenis tanamannya. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah perlindungan terhadap serangga dan pengerat.
Apabila diperlukan pengujian kembali di laboratorium yang berbeda, sebagian benih dapat diambil dari contoh yang disimpan. Selanjutnya, contoh benih diserahkan ke laboratoium pengujian yang ditunjuk dan sisanya dapat disimpan kembali. 2.6 Penghitungan dan Penulisan Hasil
Penghitungan dan penulisan hasil dilakukan hanya untuk uji heterogenitas [disajikan pada bagian 2.9].