a) Prosedur Operasional Standar Asuransi Aset Beresiko digunakan Untuk mengamankan sset-aset vital perusahaan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak dan/atau mengganggu kinerja aset tersebut.
b) Model Prosedur Asuransi Aset Beresiko
LOGO dan KOP UNIT SPAM:
PENGELOLAAN ASPEK NON TEKNIS NO. POS
17
JUDUL POS Asuransi Aset Beresiko
REVISI KE: HALAMAN: 1. Tujuan
Untuk mengamankan sset-aset vital perusahaan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak dan/atau mengganggu kinerja aset tersebut.
2. Ruang Lingkup
Lingkup kegiatan asuransi aset beresiko meliputi :
a. mempersiapkan pendataan daftar aset-aset perusahaan yang beresiko;
b. melaksanakan kegiatan dengan mengajukan permohonan asuransi aset beresiko untuk disetujui direksi, menyeleksi perusahaan asuransi yang dapat bekerjasama serta mengajukan besaran premi yang harus dikeluarkan perusahaan untuk disetujui direksi; dan c. menyusun pelaporan.
3. Definisi 3.1
Penghapusan aset
tindakan penghapusan aset dari daftar barang dengan menerbitkan surat keputusan dari pejabat yang berwenang yang membebaskan pengguna dan/atau Kuasa Pengguna dan /atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik barang yang berada dalam penguasaannya. 3.2
Barang inventaris milik daerah
semua barang inventaris yang dikuasai oleh daerah dalam hal ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
3.3 Aset
harta/kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan merupakan sumber ekonomi yang diberdayakan untuk memberikan manfaat usaha di kemudian hari.
133
3.4
Asuransi
istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.
3.5
Asuransi dalam Undang-Undang No.2 Th 1992 tentang usaha perasuransian perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
3.6 Risiko
suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan.
3.7
Inventarisasi
kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang milik negara/daerah.
3.8
Pelaporan
kegiatan pengumpulan dan penyajian data kinerja dan informasi penyelenggaraan SPAM untuk mengetahui kemajuan pekerjaan dan kualitas pelayanan air minum serta dijadikan dasar untuk perbaikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.
4. Referensi/Dokumen Terkait
Referensi/dokumen yang berkaitan dengan prosedur ini meliputi: a. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER/04/MEN/1980 tentang
Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan.
c. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
d. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penetapan Status Penggunaan, Pemanfaatan,
134
Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.
g. Kepmeneg Otoda Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum.
5. Perlengkapan K3L (Kesehatan dan Keselamatan di Lingkungan Kerja) Perlengkapan K3l yang diperlukan disesuaikan dengan kegiatan masing-masing.
6. Uraian Prosedur 6.1 Persiapan
Tahap persiapan yang diperlukan meliputi:
a. membuat daftar inventaris sset-aset vital perusahaan yang rentan terhadap resiko kerusakan dan kehilangan serta resiko-resiko lainya yang dapat mengganggu operasional dari sset tersebut; dan
b. menetapkan daftar sset perusahaan yang akan diasuransikan dan mengusulkan ke direksi untuk disetujui.
6.2 Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan meliputi:
a. Kerjasama dengan Perusahaan Asuransi
• membuat dan menyeleksi daftar perusahaan asuransi yang tepat untuk mengasuransikan sset-aset perusahaan;
• menetapkan perusahaan asuransi untuk mengasuransikan
sset-aset perusahaan; dan
• menyepakati besarnya premi dan ketentuan-ketentuan lain sebagai
syarat untuk asuransi sset perusahaan.
b. Pengajuan Permohonan untuk Persetujuan Direksi
• mengajukan dan menyerahkan daftar perusahaan berikut premi asuransi sset beresiko yang harus dikeluarkan perusahaan untuk disetujui direksi.
c. Pembukuan
• mencatat nilai premi asuransi yang telah disetujui ke dalam laporan keuangan.
6.3 Pelaporan
Tahap pelaporan meliputi:
a. membuat laporan terkait dengan asuransi sset-aset beresiko. 7. Lampiran
Lampiran yang diperlukan meliputi:
a. Formulir Isian (FI) tentang Daftar Inventarisasi Aset Beresiko b. Formulir Isian (FI) tentang Daftar Perusahaan Asuransi c. IK K3L APAR
d. IK Pembuatan Laporan
e. Surat Permohonan Asuransi Aset Beresiko ke Direksi f. SK Direksi Terkait Asuransi Aset Beresiko
135
LOGO dan KOP UNIT SPAM:
PENGELOLAAN ASPEK NON TEKNIS NO. POS
17
JUDUL POS Asuransi Aset Beresiko
REVISI KE: HALAMAN:
Alur Proses Dokumen
Pendukung/Laporan Pelaksana • Manager Umum • Manager Keuangan/ Manager Terkait • Staf Inventarisasi Aset • Manager Umum • Manager Keuangan/ Manager Terkait • Direksi • Manager Umum • Manager Keuangan/ Manager Terkait Persiapan :
• membuat daftar inventaris aset-aset vital perusahaan yang rentan terhadap resiko kerusakan dan
kehilangan serta resiko-resiko
lainya yang dapat menggunggu operasional dari aset tersebut; dan
• menentapkan daftar aset
perusahaan yang akan
diasuransikan dan mengusulkan ke direksi untuk disetujui.
• FI Daftar Inventarisasi Aset Beresiko • IK K3L APAR • Surat Permohonan Asuranasi Aset Beresiko ke Direksi
Kerjasama dengan perusahaan
asuransi :
• membuat dan menyeleksi daftar perusahaan asuransi yang tepat untuk mengasuransikan aset-aset perusahaan;
• menetapkan perusahaan asuransi untuk mengasuransikan aset-aset perusahaan; dan
• menyepakati besarnya premi dan ketentuan-ketentuan lain sebagai
syarat untuk asuransi aset
perusahaan. Mulai • FI Daftar Inventarisasi Aset Beresiko • FI Daftar Perusahaan asuransi • IK K3L APAR • Surat Permohonan Asuransi Aset Beresiko ke Direksi A
Pengajuan permohonan untuk persetujuan direksi:
• mengajukan dan menyerahkan
daftar perusahaan berikut premi asuransi aset beresiko yang harus
dikeluarkan perusahaan untuk
disetujui direksi. • SK Direksi Terkait Asuransi Aset Beresiko • FI Daftar Perusahaan asuransi • IK K3L APAR
136
Alur Proses Dokumen
Pendukung/Laporan Pelaksana • Manager Umum • Manager Keuangan/ Manager Terkait • Manager Umum • Manager Keuangan/ Manager Terkait Keterangan :
alur proses selanjutnya
batasan tugas sesuai dengan jabatan kerja dan/atau area kerja suatu kegiatan/ pekerjaan yang dilakukan dan pengecekan menggambarkan suatu keputusan yang diambil
konektor ke halaman berikutnya
tanda pekerjaan POS tersebut mulai atau selesai dokumen pendukung/laporan Disusun Supervisor/Manajer Terkait Diperiksa Dirtek/Dirum/Manajer Terkait Disetujui Direktur/Dirut Tanggal Pelaporan :
• Membuat laporan terkait dengan asuransi aset-aset beresiko.
A
Pembukuan:
• mencatat nilai premi asuransi yang telah disetujui ke dalam laporan keuangan. Selesai • SK Direksi Terkait Asuransi Aset Beresiko • FI Daftar Perusahaan asuransi • IK K3L APAR • Dokumen Perjanjian Kerjasama dgn Perusahaan Asuransi • FI Daftar Inventarisasi Aset Beresiko • SK Direksi Terkait Asuransi Aset Beresiko • IK Pembuatan Laporan • IK K3L APAR • Dokumen Perjanjian Kerjasama dengan Perusahaan Asuransi
137
18. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENGAMANAN BANGUNAN