• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENERIMAAN PENGADAAN BAHAN KIMIA

a) Prosedur Operasional Standar Penerimaan Pengadaan Bahan Kimia digunakan untuk memastikan bahwa bahan kimia yang diterima, diperiksa/diverifikasi terlebih dahulu apakah sesuai standar yang telah ditetapkan.

b) Model Prosedur Penerimaan Pengadaan Bahan Kimia LOGO dan KOP

UNIT SPAM: PENGELOLAAN ASPEK TEKNIS NO. POS 7 JUDUL POS

Penerimaan Pengadaan Bahan Kimia

REVISI KE: HALAMAN: 1. Tujuan

Untuk memastikan bahwa bahan kimia yang diterima,

diperiksa/diverifikasi terlebih dahulu apakah sesuai standar yang telah ditetapkan.

2. Ruang Lingkup

Lingkup kegiatan penerimaan pengadaan bahan kimia meliputi :

a. mempersiapkan dengan melakukan komunikasi dengan bagian gudang tentang kedatangan bahan kimia;

b. melaksanakan kegiatan pemeriksaan bahan kimia dengan mengambil sampel bahan kimia secara keseluruhan, memeriksa bahan kimia untuk dilakukan pengujian kualitas bahan kimia, mengevaluasi hasil pemeriksaan bahan kimia dengan standar yang sudah berlaku; dan c. melakukan kegiatan laporan hasil pemeriksaan bahan kimia.

3. Definisi 3.1

Unit pengelolaan

sarana dan prasarana SPAM yang telah terbangun siap dioperasikan dengan membentuk organisasi penyelenggara SPAM yang dapat melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan SPAM berupa pemeliharaan, perlindungan sumber air baku, penertiban sambungan liar, dan sosialisasi dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM.

3.2

Bahan kimia

bahan kimia yang diterima dari suplier dan belum digunakan dalam proses pengolahan air minum.

3.3 Kapur

bahan kimia untuk menaikkan pH. 3.4

Tawas

56

3.5 Chlorine

bahan kimia untuk desinfektan. 3.6

Kaporit

bahan kimia untuk desinfektan. 3.7

PAC

bahan kimia untuk koagulan. 3.8

Soda Ash

bahan kimia untuk mengontrol kadar pH. 3.9

Pemantauan

kegiatan memantau kemajuan sebuah kegiatan agar tetap berjalan dalam prosedur yang telah ditetapkan.

3.10

Pelaporan

kegiatan pengumpulan dan penyajian data kinerja dan informasi penyelenggara SPAM untuk mengetahui kemajuan pekerjaan dan kualitas hasil pelayanan serta dijadikan dasar untuk perbaikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.

4. Referensi/Dokumen Terkait

Referensi/dokumen yang berkaitan dengan prosedur ini meliputi:

a. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.

PER/04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan Dan

Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan.

c. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

d. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.

PER/15/MEN/VIII/2008 tentang Pertolongan Pertama Pada

Kecelakaan di Tempat Kerja.

e. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.

PER/08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.

5. Perlengkapan K3L (Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Lingkungan) Perlengkapan K3L yang digunakan meliputi:

a. Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

berfungsi penanganan apabila terjadi kebakaran kecil. b. Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

kotak yang berisi obat-obatan dan peralatan yang menunjang kegiatan pertolongan pertama pada kecelakaan yang berisi antara lain perban, obat merah dan lain-lain.

c. Alat Pelindung Diri (APD)

57

dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya. Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departement Tenaga Kerja Republik Indonesia. Adapun bentuk dari alat tersebut untuk operator atau teknisi adalah : g) Safety helmet atau pelindung kepala berfungsi sebagai pelindung

kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. h) Boot shoes atau sepatu boot berfungsi sebagai alat pengaman saat

bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

i) Gloves atau sarung tangan berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.

j) Safety shoes atau sepatu pelindung seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

k) Respirator atau masker berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu, zat-zat kimia beracun, dsb).

l) Wearpack atau pakaian pelindung berfungsi alat pelindung dari kotoran yang menempel pada pakaian dinas atau pakaian kantornya.

6. Uraian Prosedur 6.1 Persiapan

Tahap persiapan meliputi:

a. melakukan komunikasi dengan bagian gudang tentang kedatangan bahan kimia

6.2 Pelaksanaan kegiatan/pengoperasian

Tahap pelaksanaan kegiatan/pengoperasian meliputi:

a. mengambil sampel bahan kimia secara keseluruhan setelah pembukaan segel kemasan bahan kimia dilakukan oleh petugas gudang sesuai dengan Instruksi Kerja Pengujian Bahan Kimia;

b. melakukan uji kualitas bahan kimia di laboratorium untuk menentukan kualitas bahan kimia berdasarkan IK/standar yang berlaku;

c. mengevaluasi hasil uji kualitas bahan kimia tersebut dan mengisi formulir hasil uji bahan kimia apakah sesuai dengan standar yang berlaku;

d. mencatat hasil uji bahan kimia untuk diserahkan ke bagian produksi,

apakah hasil analisis bahan kimia tersebut sesuai

permintaan/spesifikasi;

e. mengembalikan bahan kimia ke suplier untuk ditukar sesuai dengan

permintaan apabila hasil analisis tidak sesuai standar

permintaan/spesifikasi; dan

f. melakukan instruksi pembongkaran bahan kimia sesuai dengan prosedur permintaan dan penyimpanan barang apabila status bahan kimia telah disetujui oleh bagian produksi.

58

6.3 Pelaporan

Tahap pelaporan meliputi:

a. membuat laporan hasil penerimaan pengadaan bahan kimia. 7. Lampiran

Lampiran yang diperlukan meliputi:

a. Formulir Isian (FI) tentang Laporan Hasil Pemeriksaan Bahan Kimia b. Formulir Isian (FI) tentang Pengiriman dan Penerimaan Bahan Kimia c. Formulir Isian (FI) tentang Hasil Uji Bahan Kimia

d. Formulir Isian (FI) tentang Laporan Hasil Pemeriksaan Bahan Kimia e. IK Pengambilan Sampel Bahan Kimia

f. IK Analisa Kualitas Bahan Kimia g. IK Pembuatan Laporan

h. IK K3L APD i. IK K3L APAR

59

LOGO dan KOP UNIT SPAM:

PENGELOLAAN ASPEK TEKNIS NO. POS

7

JUDUL POS

Penerimaan Pengadaan Bahan Kimia

REVISI KE: HALAMAN:

Alur Proses Dokumen

Pendukung/Laporan Pelaksana • Supervisor Analis Kimia, Fisika dan Mikrobiologi • Spervisor Pergudang/ Logistik • Staf Penerimaan Barang/ Staf yang Terkait • Staf Sampling • Analis Kimia & Fisika/ Analis yang Terkait • Analis Kimia & Fisika/ Analis yang Terkait Tahap persiapan : • melakukan komunikasi

dengan Bagian Gudang

tentang kedatangan bahan kimia.

• FI Pengiriman dan Penerimaan Bahan Kimia • IK K3L APD

Pengambilan sampel bahan kimia:

• mengambil sampel bahan kimia secara keseluruhan setelah pembukaan segel kemasan bahan kimia oleh

petugas gudang sesuai

dengan instruksi kerja

pengujian bahan kimia.

• IK Pengambilan Sampel Bahan Kimia • IK Analisa Kualitas Bahan Kimia • IK K3L APD

Pemeriksaan kualitas bahan kimia di laboratorium:

• melakukan uji kualitas

bahan kimia di laboratorium untuk menentukan kualitas bahan kimia berdasarkan IK/standar yang berlaku.

Mulai • IK Analisa Kualitas Bahan Kimia • IK K3L APD • IK K3L APAR

Evaluasi hasil uji kualitas bahan kimia:

• mengevaluasi hasil uji

kualitas bahan kimia

tersebut dan mengisi

formulir hasil uji bahan kimia apakah sesuai dengan standar yang berlaku.

• FI Hasil Uji Bahan Kimia • IK Analisa Kualitas Bahan Kimia • IK K3L APD • IK K3L APAR B A

60

Alur Proses Dokumen

Pendukung/Laporan Pelaksana • Supervisor Analis Kimia, Fisika dan Mikrobiologi • Supervisor Analis Kimia, Fisika dan Mikrobiologi • Supervisor Operasi IPA/ Supervisor yang Terkait • Spervisor Pergudang/ Logistik • Supervisor Analis Kimia, Fisika dan Mikrobiologi A B

Pengecekan kualitas sampel

permintaan/kebutuhan:

• Mencatat hasil uji bahan

kimia untuk diserahkan ke Bagian Produksi apakah hasil analisis bahan kimia tersebut sesuai permintaan/spesifikasi. • FI Hasil Uji Bahan Kimia • IK K3L APD • IK K3L APAR • IK K3L APD • IK K3L APAR • POS Pengelolaan Gudang Hasil analisis sesuai standar permintaan/ spesifikasi? Tidak Ya • FI Laporan Hasil Pemeriksaan Bahan Kimia • IK Pembuatan Laporan • IK K3L APD • IK K3L APAR Pelaporan:

• membuat laporan hasil pemeriksaan bahan kimia. Pembongkaran bahan kimia : • melakukan instruksi

pembongkaran bahan kimia sesuai dengan prosedur

permintaan dan penyimpanan barang. Selesai Pengembalian bahan kimia : • mengembalikan bahan kimia ke suplier untuk ditukar sesuai dengan permintaan.

61

Keterangan :

alur proses selanjutnya

batasan tugas sesuai dengan jabatan kerja dan/atau area kerja suatu kegiatan/ pekerjaan yang dilakukan dan pengecekan menggambarkan suatu keputusan yang diambil

konektor ke halaman berikutnya

tanda pekerjaan POS tersebut mulai atau selesai dokumen pendukung/laporan Disusun Supervisor/Manajer Terkait Diperiksa Dirtek/Dirum/Manajer Terkait Disetujui Direktur/Dirut Tanggal

62

8. PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR SARANA DAN PRASARANA