BAB III METODE PENELITIAN
B. Prosedur Pengembangan
Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menghasilkan produk yang berupa pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak untuk siswa kelas 1 tema 4 subtema 3. Peneliti mengembangkan produk berdasarkan langkah-langkah modifikasi pengembangan menurut Borg & Gall (dalam Sugiyono, 2015: 35-36). Berikut merupakan bagan lengkap yang digunakan peneliti dalam prosedur pengembangan.
Potensi
53
3.2 Bagan Pengembangan Rancangan Pengembangan Produk
Berdasarkan bagan di atas, peneliti akan menjelaskan tujuh langkah yang digunakan peneliti dalam pengembangan modul pembelajaran. Alasan peneliti memotong 10 langkah Sugiyono menjadi 7 langkah yang digunakan dalam proses penelitian yaitu, keterbatasan waktu dalam proses penelitian dan Borg & Gall (dalam Yuliawati, 2013: 7) memperbolehkan membatasi penelitian dan pengembangan dalam skala kecil. Berikut merupakan ke tujuh langkah hasil modifikasi tersebut:
1. Potensi dan Masalah
Penelitian ini berawal dari adanya potensi dan masalah, untuk mengetahui potensi dan masalah tersebut peneliti berangkat dari analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan melalui kegiatan observasi proses pembelajaran pada kelas 1, observasi kegiatan siswa kelas 1 ketika jam istirahat, dan wawancara secara langsung oleh guru kelas 1 SD Kanisius Pugeran 1 pada hari rabu, tanggal 9 Januari 2019. Observasi dan wawancara yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi fakta dan masalah yang terjadi di lapangan menyangkut dengan ketersediaan modul pembelajaran yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran tematik, dan peran permainan tradisional anak yang ada di lapangan sebagai strategi untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sehingga diharapkan modul pembelajaran yang akan dikembangkan sesuai dengan kurikulum 2013 di SD, serta peranan permainan tradisional sebagai strategi untuk menyampaikan materi pembelajaran untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar.
2. Pengumpulan Data
54
Pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan observasi dan wawancara. Hasil observasi dan wawancara yang telah diperoleh peniliti tersebut digunakan sebagai pedoman atau bahan pertimbangan dalam perencaan produk berupa modul pembelajaran sebagai bahan refrensi atau pegangan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum SD 2013 dan peranan permainan tradisional anak sebagai strategi untuk menyampaikan materi pembelajaran untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar.
3. Desain Produk
Desain produk dimulai dengan menentukan desain awal modul pembelajaran berupa modul bergambar. Desain awal produk dimulai dengan menentukan tema setelah memilih tema kemudian peneliti memilih subtema yang di dalamnya terdapat pembelajaran satu sampai enam untuk dikembangkan dalam media pembelajaran. Peneliti kemudian melakukan pemetaan Kompetensi Isi dan Kompetensi dasar (KI dan KD). Setelah melakukan pemetaan KI dan KD, peneliti manentukan materi dari setiap pembelajarn satu sampai enam sesuai dengan KI dan KD yang terkait dalam pembelajaran tersebut. Kemudian peneliti menentukan permainan tradisional anak yang sesuai dan dapat digunakan untuk menyampaikan materi tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya siswa mengetahui keterkaitan permainan tradisional anak dan materi. Langkah selanjutnya peneliti membuat ilustrasi gambar mengenai permainan yang akan di sampaikan guna membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
4. Validasi Desain
Pada langkah ini, setelah pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional dibuat, produk tersebut kemudian divalidasi oleh dua
55
orang dosen sebagai validator ahli/pakar dan satu orang guru kelas 1 SD.
Validasi produk ini bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran serta penilaian produk yang dikembangkan. Kritik dan saran tersebut digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk yang akan dikembangkan sebagai bahan perbaikan terhadap media pembelajaran.
5. Revisi Desain
Pada langkah ini, peneliti melakukan revisi produk berdasarkan kekurangan produk yang yang dilihat berdasarkan kritik dan saran dari dua orang dosen sebagai validator ahli/pakar dan satu orang guru kelas 1 SD.
6. Uji Coba Produk
Produk yang telah direvisi oleh peneliti, kemudian diberikan kepada guru serta lembar uji coba produk untuk diujicobakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba tersebut digunakan oleh peneliti untuk mengetahui keefektifan dari produk yang dihasilkan.
7. Revisi Produk
Revisi produk dilakukan setelah melakukan uji coba lapangan. Produk yang sudah dilakukan uji coba oleh guru 1 SD dalam proses pembelajaran, akan memperoleh masukan melalui kuesioner yang telah disedikan. Hasil revisi produk ini akan menjadi desain produk akhir modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak.
56 C. Setting Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian pengembangan ini dilakukan di SD Kanisius Pugeran I yang beralamat di Jl. Suryodiningratan No.17, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55142.
2. Subjek Penelitian
Penelitian dan pengembangan ini peneliti mengembangkan modul pembelajaran sebagai bahan ajar untuk guru dalam menyampaikan materi ajar.
Sehingga subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah tiga validator yaitu dua dosen ahli dan satu guru kelas 1 SD Kanisius Pugeran 1 serta guru kelas 1 SD Kanisius Pugeran 1 tersebut yang melakukan uji coba produk terbatas kepada 6 siswa dalam proses pembelajaran.
3. Waktu penelitian
Penelitian dan pengembangan produk yang menghasilkan pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak untuk kelas 1 tema 4 subtema 3 di SD Kanisisus Pugeran 1 dilaksankan pada bulan Januari 2019 sampai dengan Maret 2019.
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penggunaan teknik dan alat untuk mengukur data yang tepat memungkinkan peneliti memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan (Margono, 2010: 158). Dalam proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan ini, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah sebagai berikut:
57 4.1 Wawancara
Wawancara adalah suatu proses tanya jawab yang dilakukan antara narasumber dan pewawancara dengan tujuan untuk memperoleh informasi sesuai dengan harapan peneliti (Widyoko, 2012: 40). Menurut (Umar, 2013: 51) menjelaskan bahwa terdapat dua jenis wawancara, yaitu wawancara langsung dan wawancara tidak langsung. Wawancara langsung merupakan wawancara yang dilakukan secara langsung antara narasaumber dan pewawancara sedangakan wawancara tidak langsung merupakan daftar pertanyaan selanjutnya pertanyaan tersebut dijawab pada kesemapatan lain.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis wawancara langsung atau tersetruktur pada penelitian ini. Alasan peneliti menggunakan wawancara langsung dengan tujuan dapat memudahkan peneliti untuk memperoleh informasi mengenai potensi dan masalah yang terdapat pada lapangan. Pedoman wawancara yang digunakan peneliti digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan wawancara dengan tujuan peneliti mampu memperoleh data dari narasumber secara lebih lengkap dan jelas. Peneliti memperoleh data dengan melakukan wawancara bersama guru kelas 1 SD kanisius Pugeran 1.
4.2 Observasi
Menurut (Widyoko, 2012: 46) mengatakan bahwa observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dimana pengumpulan data tersebut dilakukan dengan cara mengamati secara visual berdasarkan kejadian yang akan diamati serta menginterprestasikan pengamatan tersebut dalam bentuk catatan. Sedangakan menurut (Arifin, 2009: 153) menjelaskan bahwa observasi ialah kegiatan
58
pengamatan dan pencatatan yang dilakukan secara sistemastis, logis, objektif, serta rasional berdasarkan kejadian, baik dalam situasi yang sederhana maupun dalam situasi buatan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sejalan dengan hal tersebut, observasi memiliki beberapa jenis dalam pelaksanaannya antara lain, observasi systematic, unsystematic, observasi eksperimental, observasi natural, observasi partisipan, observasi non partisipan, observasi unobtrusive, obstrusive, obsevasi formal, dan informal.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis observasi non partisipan.
Observasi non partisipan yaitu proses pengamatan dimana observer tidak ambil bagian dalam kegaiatan observee. Observasi dilakukan dengan cara mengamati proses pembelajaran di kelas pada kelas, kegiatan yang dilakukan siswa pada jam istirahat, serta peneliti melakukan pengamatan ketika guru melakukan uji coba produk yang dikembangkan oleh peneiti dengan tujuan peneliti dapat mengetahui keefektifan produk yang dikembangkan yang digunakan guru untuk menyampaikan materi ajar.
4.3 Kuesioner
Menurut (Sugiyono, 2014: 230) mengatakan bahwa kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner dalam penelitian ini memliki dua tujuan yaitu, pertama untuk mengetahui validasi yang dapat membantu peneliti untuk melakukan revisi produk. Kedua, untuk mengetahui hasil uji coba produk yang dilakukan oleh guru dengan tujuan peneliti dapat mengetahui keefektifan produk yang dikembangkan.
59 D. Instrumen Penelitian
Menurut (Sugiyono, 2015: 156) mengungkapkan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat ukur seperti tes, kuesioner, pedoman wawancara, dan pedoman observasi yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan suatu data dalam sebuah penelitian. Pada penelitian ini, instrument yang digunakan peneliti adalah wawancara dan kuesioner. Daftar pertanyaan wawancara digunakan untuk menganlisis kebutuhan sesuai dengan pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak sebagai sumber refresnsi atau pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Sedangkan kuesioner digunakan untuk melakukan validasi modul pembelajaran yang digunakan oleh peneliti. Selain itu, validasi digunakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan produk berdasarkan saran atau masukan dari ahli.
1. Pedoman Wawancara
Wawancara yang dilakukan oleh peneliti digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap modul pembelajaran permainan tradisional anak pada kelas 1 sekolah dasar. Wawancara yang dilakukan secara langsung oleh peneliti bersama guru kelas 1 di SD kanisius Pugeran 1 yang dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 9 Januari 2019 bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai modul pembelajaran sebagai sumber refrensi atau pengangan guru untuk melaksanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran tematik, dan sebagai strategi untuk menyampaikan materi pembelajaran untuk siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Berikut merupakan panduan wawancara analisis kebutuhan kepada guru kelas 1 sekolah dasar:
60
Tabel 3.1 Daftar Pertanyaan Wawancara
No Daftar Pertanyaan
1 Bagaimana karakter belajar siswa kelas 1?
2 Bagaimana kondisi proses belajar mengajar di dalam kelas?
3 Metode apa yang biasanya digunakan untuk menghadapi situasi di dalam kelas?
4 Mengapa Bapak/Ibu guru memilih metode tersebut yang digunakan dalam proses belajar mengajar?
5 Apa saja langkah-langkah untuk mencapai metode tersebut?
6 Apakah Bapak/Ibu guru pernah mencoba metode lain dalam proses belajar mengajar?
7 Menurut Bapak/Ibu apakah metoe lain yang digunakan tersebut lebih efektif dari yang biasanya digunakan?
8 Menurut Bapak/Ibu sejauh mana hasil dari penerapan metode yang digunakan tersebut?
9 Apakah saat proses pembelajaran siswa sering melakukan aktivitas lain, seperti halnya bermain?
10 Adakah rencana untuk mengimplementasi sebuah permainan tradisional ke dalam proses pembelajaran?
11 Menurut Bapak/Ibu guru apakah siswa mengetahui jenis-jenis permainan tradisional?
12 Apa saja permainan tradisional yang sering dimainkan siswa di lingkungan sekolah?
13 Apakah Bapak/Ibu guru memiliki sumber refrensi/ modul panduan pembelajaran tematik selain modul guru?
14 Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu guru jika permainan tradisional sebagai sarana implementasi proses pembelajaran tematik?
15 Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu guru apabila ada modul pembelajaran sebagai pegangan guru dengan mengimplementasikan permainan tradisional dalam menyampaikan materi yang akan dicapai?
16 Apakah lingkungan sekolah mendukung proses implementasi permainan tradisonal untuk menyampaikan pembelajaran berbasis tematik?
2. Observasi
Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi secara langsung berdasarkan tiga hal antara lain: pertama, peneliti melakukan observasi proses pembelajaran di kelas. Observasi proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui bahan ajar yang digunakan guru untuk menyampaikan materi ajar, cara guru menyampaikan materi ajar, serta kondisi siswa dalam proses
61
pembelajaran berlangsung. Kedua, obeservasi mengenai kegiatan yang dilakukan siswa di jam istirahat. Pada tahap ini observasi yang dilakukan peneliti digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan mengamati bagaimana peranan permainan tradisional yang dapat dimainkan oleh siswa dilingkungan sekolah. Ketiga, observasi uji coba produk yang dilakukan oleh guru. Pada tahapan ini peneliti melakukan observasi pada saat guru melakukan uji coba produk sebagai bahan ajar guru untuk menyampaikan materi ajar, dengan tujuan peneliti dapat mengetahui keefektifan produk yang dikembangkan.
3. Kuesioner
Dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menggunakan dua kuesioner yang digunakan untuk melihat keefektifan dari produk yang dikembangkan. Adapun dua kuesioner tersebut ialah sebagai berikut.
3.1 Kuesioner Validasi Produk
Dalam penelitian ini untuk menghasilkan produk yang berkualitas peneliti membuat kuesioner sebagai pedoman untuk melakukan penilaian dan memvalidasi produk. Kuesinoer ini berisikan indikator pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak. Indikator tersebut berisikan pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan spesifikasi dengan produk yang dikembangkan.
Lembar kuesioner tersebut akan diberikan kepada dua orang dosen sebagai pakar/ahli dan satu orang guru kelas 1 SD. Hasil penilaian dan validasi ahli tersebut digunakan oleh peneliti sebagai pedoman untuk memperbaiki produk.
Adapun kisi-kisi uji validasi pakar dan guru yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu dengan mengadopsi karakteritik modul pembelajaran menurut
62
(Yuliawati, 2013: 9) yang mengungkapkan bahwa modul pembelajaran yang baik memiliki komponen modul pembelajaran yang sistematis, menarik, dan jelas.
Berikut merupakan kisi-kisi kuesioner uji validasi pakar dan guru:
Tabel 3.2 Kisi-kisi Uji Validasi untuk Pakar dan Guru.
No. Aspek yang Dinilai
A. Isi modul dan Bahasa
1. Modifikasi permainan tradisional anak sesuai dengan materi pembelajaran yang terkait
2. Kelengkapan materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar 3. Modul pembelajaran memuat kejelasan materi pembelajaran
4. Isi dari pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak runtut
5. Penggunaan bahasa Indonesia yang baku 6. Bahasa mudah dipahami oleh guru
7. Langkah permainan tradisional runtut serta mudah di pahami B. Desain modul
8. Tampilan cover modul menarik 9. Ilustrasi gambar mudah dipahami
10. Warna yang digunakan antara modul , tulisan, dan gambar kontras dan sesuai 11. Tampilan bentuk huruf dan ukuran pada modul sesuai
12. Ukuran modul praktis di bawa kemanapun C. Tujuan pembuatan modul
13. Sebagai bahan ajar guru saat pembelajaran
14. Modul dibuat sesuai dengan kebutuhan belajar siswa
15. Permainan tradisional dapat menjadi media penyampaian materi ajar
63 3.2 Kuesioner Uji Coba Produk
Dalam penelitian ini untuk mengetahui keefektifan produk yang telah dikembangkan, peneliti membuat kuesioner sebagai pedoman untuk melakukan uji coba produk. Kusioner tersebut berisikan indikator yang memuat pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan uji coba produk yang dikembangkan. Lembar kuesioner tersebut akan diberikan kepada guru kelas 1 SD selaku guru yang melakukan uji coba produk.
Adapun kisi-kisi uji coba produk secara terbatas yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu dengan mengadopsi tujuan dari pembuatan modul menurut (Yuliawati, 2013: 9) yang mengungkapkan bahwa membuka membantu pendidik dalam menyampaikan materi ajar, memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar berdasarkan cara masing-masing, memberikan pilihan dari sejumlah dalam rangka suatu mata pelajaran, dan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal kelebihan dan kekurangannya dalam proses pembelajaran.
Berikut merupakan kisi-kisi kuesioner uji coba produk yang dilakukan oleh guru kelas 1 SD:
64
Tabel 3.3 Kisi-kisi Uji Coba Produk untuk Guru.
No. Aspek yang Dinilai
A. Hasil Penerapan Modul Saat Proses Pembelajaran 1. Membantu guru dalam menyampaikan materi 2. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan 3. Efektivitas pelaksanaan pembelajaran
4. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran 5. Memudahkan siswa memahami materi
B. Respon Siswa Terhadap Penerapan Modul
6. Meningkatkan interaksi antara siswa dan guru dalam pembelajaran
7. Meningkatkan interaksi antara siswa satu dengan siswa lainnya dalam pembelajaran
8. Menumbuhkan sikap sosial pada diri siswa 9. Menumbuhkan antusias belajar siswa
10. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri
3.6 Teknik Analisis Data
Berdasarkann penelitian yang dilakukan, data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, dengan penjelasan sebagai berikut:
3.6.1 Data Kualitatif
Menurut (Sugiyono, 2015: 365) mengungkapkan mengungkapkan bahwa sebuah data akan dinyatakan akurat apabila tidak terdapat perbandingan antara yang dilaporkan oleh peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diamati. Sejalan dengan hal tersebut untuk memperoleh data yang akurat, data kualitatif dalam penelitian ini peneliti peroleh dari hasil observasi, wawancara, validasi, dan uji coba produk. Data kualitatif berupa hasil pengamatan langsung
65
pada proses pembelajaran di kelas 1 SD dan kegiatan yang dilakukan siswa kelas 1 SD pada jam istirahat, wawancara dengan guru kelas 1 SD, komentar, saran, yang dikemukakan oleh dua dosen ahli dan guru kelas 1 SD. Data analisis dibandingkan sebagai dasar untuk peneliti memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang akan dihasilkan berupa modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak.
3.6.2 Data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini berasal dari hasil validasi yang dilakukan oleh dua dosen pakar dan satu guru kelas 1 SD, serta penilaian uji coba produk yang diperoleh dari satu guru kelas 1 SD yang berupa angka. Data yang dianalisis dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval. Skala penilaian pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional yang dikembangkan oleh peneliti yaitu dapat dilihat sebagai berikut: sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3) kurang baik (2), dan sangat tidak baik. Skor yang telah diperoleh tersebut kemudian dikonversikan dengan data kualitatif dengan acuan menurut (Widoyoko, 2012: 106). Berikut merupakan konversi data dari data kuantitatif dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif Skala Lima
Interval Skor Kategori
66
Berdasarkan perhitungan peneliti dari data tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima. Hasil dari perolehan skor dari masing-masing validasi dan hasil uji coba produk yang telah dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya, kemudian akan dikonversikan dari data kuantitatif menjadi data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel skala lima.
67 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Prosedur Penelitian
Dalam penelitian pengembangan ini terdapat dua masalah yang akan dipaparkan berdasarkan rumusan masalah yang ada. Pertama, mengenai proses pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak untuk kelas 1 tema 4 subtema 3. Kedua, mengenai kualitas modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak untuk kelas 1 tema 4 subtema 3.
1. Hasil Penelitian Pengembangan
Langkah awal dalam penelitian dan pengembagan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak untuk kelas 1 tema 4 subtema 3 adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan berdasarkan langkah-langkah pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak yang telah diuraikan dalam bab III, peneliti mengembangkan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak hingga langkah ketujuh yaitu:
1.1 Potensi dan Masalah
Proses yang dilakukan sebagai langkah awal penelitian dan pengembangan modul pembelajaran menggunakan permainan tradisional anak adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan observasi dan wawancara dengan guru kelas I SD Kanisius Pugeran 1. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru kelas I SD Kanisius Pugeran 1 peneliti
68
menemukan tiga potensi yaitu mengenai peranan permainan tradisional, penggunaan metode diskusi dan tanya jawab, penggunaan metode belajar di luar kelas, dan lingkungan sekolah yang mendukung kegiatan pembelajaran.
Potensi pertama yang ditemui oleh peneliti ialah dari hasil observasi, adapun potensi tersebut yaitu peranan permainan tradisonal anak dalam aktivitas siswa di lingkungan sekolah. Pada saat jam istirahat terlihat 3 siswa dan 2 siswi kelas 1 SD melakukan permainan tradisional hula hoop. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan dari hasil wawancara dengan guru kelas 1 SD yang mengungkapkan bahwa permianan tradisional anak yang dimainkan siswa dilingkungan sekolah ialah hula hoop. Dikatakan sebagai potensi apabila permainan tradisional dapat dimanfaatkan dengan baik pada proses pembelajaran, hal tersebut dapat membantu siswa memahami materi. Selain siswa dapat bermain, siswa juga dapat memahami matei yang disampaikan melalui permainan.
Selanjutnya, melalui permainan tradisional tersebut siswa mampu meningkatkan interaksi antara siswa satu dengan siswa yang lain. Selain itu, peranan permainan tradisional dalam kegiatan belajar tersebut dapat membantu guru dalam merencakana strategi pembelajaran agar siswa lebih fokus dan aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga dibutuhkan bahan ajar bagi guru yang di dalamnya memuat permainan tradisional anak dengan tujuan guru dapat menyampaikan materi ajar dengan cara yang kreatif dan inovatif. Namun sayangnya dalam hal ini permainan tradisional yang sering dimainkan oleh siswa hanya hula hoop saja. Seharusnya ada kegiatan pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mengenal dan memainkan permainan tradisional lain yang dapat dilakukan oleh siswa kelas 1 SD.
69
Potensi selanjutnya diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas 1 SD. Berikut merupakan rangkuman hasil wawancara guru kelas 1 SD yang mendukung adanya potensi:
Tabel 4.1 Rangkuman Hasil Wawancara Pemerolehan Potensi Penelitian
No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Pertanyaan Wawancara
1 Metode apa yang biasanya digunakan untuk menghadapi situasi di dalam kelas?
Metode yang digunakan ialah diskusi dan tanya jawab.
2 Mengapa Bapak/Ibu guru memilih metode tersebut yang digunakan dalam proses belajar mengajar?
Metode tanya jawab digunakan dengan tujuan agar siswa lebih fokus dan sedikit tenang dalam proses pembelajaran.
3 Apa saja langkah-langkah untuk mencapai metode tersebut?
Langkah-langkah yang digunakan dalam mencapai metode tanya jawab tersebut ialah guru menjelaskan tujuan tanya jawab hal ini digunakan agar siswa tetap berpusat dengan kegiatan pembelajaran. Guru menetapkan kemungkinan pertanyaan yang akan dikemukakan. Kemudian, guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya.
4 Apakah Bapak/Ibu guru pernah mencoba metode lain dalam proses belajar mengajar?
Guru pernah menggunakan metode lain untuk belajar yaitu dengan cara mengajak siswa belajar di luar kelas.
5 Menurut Bapak/Ibu apakah metode lain yang digunakan tersebut lebih efektif dari yang biasanya digunakan?
Metode yang digunakan efektif, karena siswa lebih aktif mereka sedikit belajar secara mandiri.
6 Menurut Bapak/Ibu sejauh mana hasil dari penerapan metode yang digunakan tersebut?
Hasil dari penerapan metode lainyang digunakan tersebut siswa terlihat lebih aktif dan siswa dapat belajar lebih mandiri untuk
Hasil dari penerapan metode lainyang digunakan tersebut siswa terlihat lebih aktif dan siswa dapat belajar lebih mandiri untuk