• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses dan Hasil Konsultasi di Tiap-tiap Regional

Dalam dokumen JALAN PANJANG PENATAAN KEMBALI KEBIJAKAN (Halaman 61-71)

Konsultasi Publik

PROVINSI YANG TERCAKUPREGIONAL

7. Pertemuan Persiapan Prakonsultasi (Preparedness Meeting)

4.1.2 Proses Konsultasi Regional

4.1.2.2 Proses dan Hasil Konsultasi di Tiap-tiap Regional

a ) Ko n s u lta s i Re gio n a l J a w a

Konsultasi regional J awa dilaksanakan pada 30 Septem ber-1 Oktober 20 10 di Yogyakarta. Grafik 4 m enggam barkan unsur peserta dari pemerintah sangat mendominasi, mencapai 35 peserta atau lebih dari 55%. Sem entara unsur nonpem erintah hanya 25 peserta (45%) atau masing-masing CSO 12 peserta, akademisi 10 peserta, dan hanya 3 peserta dari total perserta yang berjum lah 60 orang.

GRAFIK 3. KOMPOSISI PESERTA BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Perempuan Laki-laki

J ika dilihat dari aspek keterwakilan berdasarkan kom posisi jenis kelam in, Grafik 5 bisa m enunjukkan bahwa dom inasi peserta laki- laki m encapai 90 % dibandingkan peserta perem puan 10 %. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan presentase peserta perempuan dalam seluruh konsultasi publik di 7 wilayah regional.

GRAFIK 4. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL JAWA

Pemerintah CSO

Akademisi Swasta

GRAFIK 5. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL JAWA BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Perempuan Laki-laki

Dari grafik ini dapat disimpulkan bahwa keterlibatan perempuan dalam proses kon sultasi Stran as REDD+ di region al J awa m asih sa n ga t m in im . Wa la u p u n ju m la h p eser t a p er em p u a n b u ka n m erupakan penentu ada tidaknya pem bahasan isu keadilan gender, p r o s e s ko n s u lt a s i m e n u n ju kka n b a h wa t e r b a t a s n ya ju m la h perem puan berpen garuh terh adap pem aparan h ubun gan an tara m asalah kehutan an den gan ketidakadilan gen der. Ada satu (dan

hal ini, tetapi tidak mendapat respons apa pun dari fasilitator maupun peserta lainnya.

Ad a beber apa isu kr u sial yan g m u n cu l d alam pelaksan aan konsultasi di Regional J awa, yaitu:

a. Kondisi di Pulau J awa tidak lagi m enunjukkan kecenderungan peningkatan deforestasi, m elainkan kecenderungan reforestasi. Kencenderungan ini tidak terbaca dengan baik di dalam Stranas. b. Min im n ya upaya pelibatan para pihak di tin gkat subn asion al

dalam m enentukan REL tiap-tiap provinsi.

c. Belu m d ica n t u m ka n n ya m et od e p er h it u n ga n REL d a la m dokum en Stranas.

d. P e r lu n ya la n d a s a n h u k u m ya n g k u a t u n t u k m e wa d a h i im plem entasi Stranas m aupun kelem bagaan REDD+ .

b . Ko n s u lta s i Re gio n a l N u s a Te n gga ra d a n S e kita rn ya

Konsultasi regional Nusa Tenggara dan sekitarnya dilaksanakan pada 7-8 Oktober 20 10 di Kota Mataram . Hanya diikuti 35 peserta yang terdiri dari 23 wakil pem erintah dan 17 wakil COS (lihat Grafik 6). Dari grafik terlihat bahwa konsultasi regional Mataram hanya dihadiri oleh 2 unsur pihak, yaitu CSO dan sektor pem erintah, m inus unsur akadem isi dan swasta.

GRAFIK 6. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL MATARAM

CSO Pemerintah

Unsur CSO yang hadir m ewakili tiga pihak, yaitu m asyarakat adat (12%), perem puan (6%), dan NGO secara um um (8 2%). Grafik 7 m enunjukkan unsur kepesertaan berdasarkan jenis kelam in. J ika dibandingkan dengan konsultasi regional di wilayah J awa, unsur keterwakilan perem puan di Mataram lebih tinggi, yaitu m encapai 15% (6 orang) dari total peserta konsultasi.

GRAFIK 7. JUMLAH PESERTA KONSULTASI REGIONAL MATARAM BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Laki-laki Perempuan

Beberapa isu krusial yang m uncul dalam proses konsultasi di Mataram antara lain adalah persoalan hak-hak m asyarakat adat dan t en u r ial. J u ga p en in gkat an kap asit as bagi p ar a p ih ak d i level subnasional untuk m engim plem entasikan REDD+.

c. Ko n s u lta s i Re gio n a l S u m a te ra I

Konsultasi regional di wilayah Sumatera I dilaksanakan di Banda Aceh pada 11-12 Oktober 20 10 . Dihadiri oleh 69 peserta yang terdiri dari 39 peserta yang m ewakili pem erintah, 25 peserta m ewakili CSO, dan 5 peserta m ewakili kalangan akadem isi (lihat Grafik 8 ).

GRAFIK 8. JUMLAH PESERTA KONSULTASI REGIONAL SUMATERA I

Grafik di atas m enunjukkan bahwa unsur kepesertaan m asih didom inasi oleh sektor pem erintah yang m encapai 57% (39 orang) dari total peserta konsultasi. Salah satu pihak yang tidak terwakili dalam proses konsultasi ini adalah sektor swasta. Meskipun demikian, proses perdebatan didominasi peserta yang mewakili CSO dibanding- kan den gan perdebatan di dalam kon sultasi region al J awa yan g didom inasi wakil pem erintah.

Seperti halnya konsultasi di regional lainnya, kom posisi peserta p er em p u an d an laki-laki d i r egion al Su m at er a I m asih san gat tim pang. Grafik 9 m enunjukkan bahwa peserta perem puan hanya m en capai 7% dari total peserta kon sultasi. H al in i m en un jukkan bahwa proses pengam bilan keputusan m engenai REDD+ di regional Sum atera I m asih identik dengan fungsi dan peran laki-laki.

Pemerintah CSO

Akademisi Swasta

GRAFIK 9. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL SUMATRA I BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Perempuan Laki-laki

Beberapa isu krusial yang m uncul dalam konsultasi ini, antara la in , a d a la h p er lu n ya m eka n ism e f eed b a ck p a sca kon su lt a si, perbedaan antara REL dan RL, perbedaan definisi hutan dan kawasan hutan , dan pen yusun an draf Stran as yan g tidak m elibatkan para pihak di tingkat subnasional. Isu krusial lain yang mengemuka adalah persoalan draf Stranas REDD+ yang dinilai telah mengabaikan status keistim ewaan daerah Nanggroe Aceh Darussalam m aupun inisiatif pengem bangan REDD+ yang sudah berjalan di Aceh.

4 . Ko n s u lta s i Re gio n a l Ka lim a n ta n

Kon su lt a si r egion a l Ka lim a n t a n d ila ksa n a ka n p a d a 14 -15 Okt ob er 2 0 10 d i P a la n gka r a ya , Ka lim a n t a n Ten ga h . P a n it ia pelaksana adalah Kem itraan Indonesia yang bekerja sam a dengan Bappeda Kalteng. Unsur kepesertaan konsultasi dapat dilihat pada Grafik 10 .

GRAFIK 10. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL KALIMANTAN

Pemerintah CSO

Akademisi Swasta

Pelaksan aan kon sultasi region al Kalim an tan adalah region al yan g dihadiri oleh peserta den gan kom posisi yan g lebih len gkap dengan rasio perbandingan CSO dan sektor pem erintah yang tidak terlalu tim pang. Selain itu, keterlibatan perem puan dalam proses

regional yang lain walaupun jum lahnya m asih tetap jauh dari standar m inim um keterlibatan perem puan dalam pengam bilan keputusan (lihat Grafik 11).

Beberapa isu krusial yang muncul dalam proses konsultasi antara lain ad alah m ekan ism e feed ba ck pascakon su ltasi. Par a peser ta m en yatakan san gat peduli dan in gin m em berikan m asukan yan g kom preh en sif agar Stran as REDD+ ben ar-ben ar m en cerm in kan situasi nyata dan kepentingan keadilan. Nam un, banyak peserta yang m em pertanyakan kejelasan m ekanism e pengelolaan m asukan dan tanggapan yang sudah disam paikan dan dibahas dalam konsultasi. Beberapa peserta m em inta jam inan bahwa m asukan atau aspirasi mereka diakomodasi di dalam dokumen Stranas, di samping perlunya

feedback terhadap status m asukan m ereka.

GRAFIK 11. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL KALIMANTAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Perempuan Laki-laki

5 . Ko n s u lta s i Re gio n a l S u la w e s i

Konsultasi di regional Sulawesi dilaksanakan di Palu, Sulawesi Ten gah, pada 14-15 Oktober 20 10 dalam waktu yan g bersam aan d en ga n p ela ksa n a a n kon su lt a si r egion a l Ka lim a n t a n . Un su r kepesertaan berbanding terbalik dengan peserta konsultasi publik di wilayah regional lainnya. Kalangan CSO mendominasi kepesertaan dengan jum lah peserta 45% (19 orang) dibandingkan dengan peserta kalangan pem erintah yang hanya 33% (14 orang) (lihat Grafik 12).

GRAFIK 12. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL SULAWESI

Keterlibatan perem puan dalam kon sultasi region al Sulawesi m erupakan angka yang tertinggi sebesar 19% dari total peserta jika dibandingkan dengan regional yang lain (lihat Grafik 13). Peserta perem puan juga tercatat sebagai peserta dengan jum lah terbanyak yan g m en ggu n akan kesem patan u n tu k ber bicar a d iban d in gkan peserta perem puan pada konsultasi publik di regional lainnya. Hal in i m e n u n ju k k a n a d a n ya k e s a d a r a n d a n p e r a n a k t if u n t u k m en ga r u su t a m a ka n keset a r a a n gen d er d a la m seb u a h p r od u k kebijakan.

Pemerintah CSO Akademisi

Kon su lt a si r egion a l Su la wesi ju ga m er u p a ka n sa la h sa t u kon su lt a si p u b lik ya n g b a n ya k d iwa r n a i b er b a ga i p er d eb a t a n m engenai isu tentang REDD+ sebagai akal-akalan negara-negara industri (Annex 1) untuk m engalihkan beban pengurangan em isi gas rumah kaca ke nagara-negara tropis. Selain itu, ada beberapa isu yang m encuat dalam proses konsultasi, antara lain:

• Lem ahnya perspektif dan pertim bangan-pertim bangan keadilan gender di dalam dokum en Stranas REDD+ m aupun dalam proses konsultasi publik.

• Substansi Stranas lem ah dalam analisis terhadap isu-isu tenurial, t er u t am a m en yan gku t h ak-h ak m asyar akat ad at , t er m asu k p e n ga k u a n t e r h a d a p k a wa s a n h u t a n s e b a ga i b a gia n t a k t e r p is a h k a n d e n ga n wila ya h a d a t d a n p o la p e n ge lo la a n lingkungan/ sum ber daya hutan yang didasarkan pada kearifan m asyarakat adat.

• Ada kekhawatiran bahwa REDD+ adalah kebijakan kom prom i

pem erintah terhadap kepentingan negara-negara industri. • Ket er bat asan d an ket er lam bat an in for m asi yan g ber akibat

terbatasnya kesiapan peserta untuk m engikuti proses konsultasi publik.

• Soal definisi hutan dan kawasan hutan di dalam dokum en Stranas yang dinilai berbeda-beda dan m ultitafsir.

GRAFIK 13. KOMPOSISI PESERTA REGIONAL SULAWESI BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Perempuan Laki-laki

6 . Ko n s u lta s i Re gio n a l P a p u a

Konsultasi regional di Papua dilaksanakan pada 18 -19 Oktober 20 10 d i Sen t an i, J ayap u r a. Sep er t i h aln ya d i Su lawesi, u n su r kepesertaan dalam konsultasi regional di Papua didom inasi oleh CSO (lihat Grafik 14). Bahkan, dom inasi ini m encapai lebih dari 58 % (36 orang) dari total seluruh peserta. Dari total peserta yang berasal dari CSO, sebanyak 31% adalah perwakilan dari m asyarakat adat.

GRAFIK 14. KOMPOSISI PESERTA KONSULTASI REGIONAL PAPUA

Pemerintah CSO

Akademisi Swasta

Beberapa isu krusial yang muncul dalam proses konsultasi adalah m engenai strategi pelaksanaan REDD+ di Papua yang dinilai tidak m em perhitungkan status otonom i khusus dan keberagam an sosio- kultural di Provinsi Papua. Selain itu, persoalan tenurial dan peng- akuan terhadap hak masyarakat adat maupun pandangan kosmologis m asyar akat ad at Pap u a d alam p en gelolaan h u tan m en gem u ka dengan tajam dalam proses konsultasi. Isu ini telah m em unculkan p er n yataan tegas wakil m asyar akat ad at m en gen ai p en tin gn ya m enyelesaikan persoalan tenurial dan pengakuan hak m asyarakat adat sebagai syarat suksesnya im plem entasi REDD+ di Papua.

Dalam dokumen JALAN PANJANG PENATAAN KEMBALI KEBIJAKAN (Halaman 61-71)