HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Proses Penelitian Tindakan Kelas
Hasil dari penelitian yang didapatkan dan di olah oleh peneliti berupa hasil penelitian kualitas proses (keaktifan belajar siswa) dan kualitas hasil (prestasi belajar siswa) yang dipaparkan dalam gambaran umum penelitian.
1. Siklus I
Penelitian ini kegiatan siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 18 September 2014 dan 20 September 2014. Materi pembelajaran yang diajarkan adalah peristiwa dilakukannya sumpah pemuda dan organisasi yang terlibat di dalamnya, serta tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda.
a. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti pada pertemuan ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian siklus I. Persiapan tersebut meliputi penyusunan materi pelajaran tentang peristiwa sumpah pemuda dari organisasi yang terlibat di dalamnya, serta tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda, menyiapkan silabus, RPP dan LKS, mencari gambar-gambar yang terkait dengan materi dan merangkum materi. Gambar dan rangkuman materi tersebut digunakan untuk membuat LKS dan
menyusun Power Point membantu guru dalam menjelaskan materi. Perencanaan untuk observasi, peneliti menyiapkan lembar observasi keaktifan, lembar wawancara guru, lembar wawancara siswa serta instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1
Kegiatan belajar pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari kamis tanggal 18 September 2014 dengan berpedoman pada RPP dan power point yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pertemuan pertama siklus 1 ini, siswa belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Materi yang dipelajari pada pertemuan ini adalah peristiwa sumpah pemuda dan organisasi yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah memberikan salam pada siswa,sebagai bentuk motivasi siswa menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”. Apersepsi dilakukan dengan tanya jawab siswa dengan guru terkait dengan materi.
Kegiatan inti guru memberikan penjelasan singkat terkait dengan materi dibantu dengan rangkuman materi yang ditampilkan dalam bentuk Power Point di depan kelas. Siswa materi yang diberikan oleh guru untuk membantu siswa dalam
mengerjakan LKS nantinya. Kegiatan setelah penjelasan dari guru adalah guru melakukan tanya jawab singkat terkait dengan materi. Tahap berikutnya adalah siswa satu kelas dibagi kedalam 8 kelompok kecil yang heterogen, dimana satu kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada satu kelompok yang beranggotakan 5 siswa. Sebelum siswa masuk dalam kelompok-kelompok kecil, guru memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan soal LKS dalam kelompok. Semua siswa duduk pada kelompoknya masing-masing, siswa bekerja sama antar anggota kelompok untuk menyelesaikan LKS yaitu menempelkan peristiwa pada garis waktu yang telah disediakan dan menuliskan tempat asal organisasi sumpah pemuda pada peta Indonesia yang telah disediakan, namun dapat telihat 4 siswa dalam kelompoknya masing masing tidak mau ikut mengerjakan LKS dan hanya melihat anggota kelompoknya yang tergolong pintar mengerjakan soal LKS sendiri. Kegiatan inti selanjutnya adalah presentasi kelompok. Kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, dalam presentasi kelompok ini semua anggota kelompok ikut terlibat karena hasil pekerjaan dibacakan secara bersama-sama seluruh anggota kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi menjadi penilai kelompok yang presentasi. Kelompok penilai di pilih secara acak oleh guru. Aspek yang dinilai oleh siswa adalah ketepatan jawaban.
Kegiatan akhir pertemuan pertama ini adalah siswa kembali ke tempat duduk masing masing dan mengerjakan soal evaluasi secara individu, namun nantinya skor pengerjaan kuis dibandikan dengan skor pertemuan 2 dan dijadikan skor kelompok dan kelompok yang mempunyai rata-rata skor tertinggi mendapatkan hadiah. Kegiatan berikutnya adalah siswa dibimbing oleh guru menarik kesimpulan pembelajaran, setelah itu guru meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya di rumah.
2) Pertemuan 2
Kegiatan belajar pada pertemuan kedua ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 20 September 2014 dengan berpedoman pada RPP dan Power Point yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pertemuan kedua siklus 1 ini, siswa belajar mengenai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan awal yang dilakukan adalah guru memberikan salam pada siswa. Sebagai Motivasi siswa menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Apersepsi dilakukan dalam bentuk tanya jawabsiswa dengan guru mengenai lagu yang telah dinyanyikan.
Kegiatan inti siswa mendengarkan penjelasan singkat terkait dengan materi, dibantu dengan melihat rangkuman materi yang ditampilkan dalam bentuk Power Point di depan
kelas. Siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru untuk membantu dalam mengerjakan LKS nantinya. Kegiatan setelah penjelasan dari guru adalah guru melakukan tanya jawab singkat terkait dengan materi. Tahap berikutnya adalah siswa satu kelas dibagi kedalam 8 kelompok kecil yang heterogen, pembagian kelompok pada pertemuan kedua ini sama dengan pembagian kelompok sebelumnya, dimana satu kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada satu kelompok yang beranggotakan 5 siswa. Sebelum siswa masuk dalam kelompok-kelompok kecil, siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang cara mengerjakan soal LKS dalam kelompok. Setelah semua siswa duduk pada kelompoknya masing-masing siswa bekerja sama antar anggota kelompok untuk menyelesaikan LKS yaitu memasangkan persistiwa dan hal penting yang ada pada potongan kertas dalam amplop ke dalam tabel tokoh sumpah pemuda yang tepat. Siswa yang sebelumnya hanya diam dan melihat temannya mengerjakan pada kali ini mulai ikut mengerjakan karena tertarik dengan kegiatan menempel. Kegiatan inti selanjutnya adalah presentasi kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, dalam presentasi kelompok ini semua anggota kelompok ikut terlibat karena hasil pekerjaan dibacakan secara bersama-sama seluruh anggota kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi menjadi
penilai kelompok yang presentasi. Kelompok penilai dipilih secara acak oleh guru. Aspek yang dinilai oleh siswa adalah ketepatan jawaban. Pertemuan kedua ini tidak semua kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya karena waktu yang sedikit dengan kegiatan pembelajaran masih banyak yang belum terlaksana.
Kegiatan akhir pertemuan pertama ini adalah siswa kembali ke tempat duduk masing masing dan mengerjakan soal evaluasi secara individu, namun nantinya skor pengerjaan kuis dibandikan dengan skor pertemuan 1 dan dijadikan skor kelompok dan kelompok yang mempunyai rata-rata skor tertinggi mendapatkan hadiah. Kegiatan berikutnya adalah siswa menarik kesimpulan pembelajaran dengan bimbingan guru, sebelum pulang siswa mengerjakan tes akhir siklus berupa 20 soal pilihan ganda yang telah disiapkan untuk mengukur prestasi siswa. Pemberian hadiah diberikan di luar jam pelajaran karena peneliti butuh waktu untuk merekap nilai kelompok dan tidak mungkin dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung
c. Observasi
Sejalan dengan proses kegiatan belajar yang dilaksanakan, peneliti dibantu oleh satu orang teman melakukan kegiatan observasi. Observasi ini berpedoman pada lembar observasi keaktifan yang sudah yang sudah disiapkan. Observasi yang
dilaksanakan pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 siklus I ini terlihat siswa masih sulit bekerja sama dan cendrung bermalas malasan dalam kelompok. kebiasaan siswa tersebut mengakibatkan hasil pekerjaan siswa kurang maksimal. Hal tersebut dikarenakan pembagian kelompok secara heterogen yaitu dalam satu kelompok beranggotakan siswa yang pintar, cukup pintar dan kurang pintar. Siswa yang kurang pintar cenderung mengandalkan siswa yang pintar sehingga siswa yang kurang dalam kelompok lebih cenderung hanya melihat dan mengobrol dengan teman lain. Anggota kelompok yang pintar tidak mau menerima jawaban dari siswa yang kurang sehingga siswa yang pintar lebih memilih mengerjakan sendiri. Materi untuk siklus 1 pertemuan satu juga dirasa sulit oleh siswa karena bersifat hafalan dan tidak ada dalam kehidupan sehari-hari mereka, siswa yang tidak benar benar memperhatikan akan kesulitan dalam memahami materi.
d. Refleksi
Pelaksanaan kegiatan penelitian pada siklus I ini, keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sudah sedikit meningkat karena adanya kegiatan presentasi kelompok, namun keaktifan siswa dalam kelompok masih belum terlihat meningkat karena masing masing anggota kelompok belum bisa menerima anggota kelompok lain yang mempunyai kekurangan dalam prestasinya dan kurangnya percaya diri siswa dalam mengikuti
pembelajaran. Melihat dari kegiatan belajar mengajar siklus satu ini, masih banyak yang perlu diperhatikan dan diperbaiki, diantaranya:
1) Perlu adanya koordinasi yang lebih baik dengan guru kelas supaya tidak terjadi salah pengertian saat melaksanakan kegiatan pembelajaran.
2) Membuat LKS semenarik dan sekongkret mungkin sehingga siswa tertarik untuk mengerjakan dan tidak cepat meras bosan. 3) Siswa dalam kelompok masih belum bisa menerima satu sama lain sehingga perlu peraturan yang tegas mengenai pembagian kelompok agar siswa dapat berproses dengan baik dalam kelompok
4) Siswa masih belum bisa bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok sehingga perlu dorongan dari guru dan penjelasan yang jelas mengenai penskoran yang akan dilakukan.
5) Lebih memperhitungkan waktu sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Prestasi belajar yang diperoleh oleh siswa meningkat dari kondisi awal. Rata-rata prestasi siswa yang pada awalnya 67,1 kini menjadi 75,3. Angka tersebut sudah berada di atas KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu 75, dari 33 jumlah siswa kelas 3 masih ada 14 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM, hal tersebut dikarenakan kemampuan siswa yang kurang dalam
memahami materi dan siswa kurang tertarik dengan pelajaran yang diberikan sehingga siswa saat pembelajaran berlangsung hanya bermain dan mengobrol dengan temannya, serta siswa tidak serius dalam mengerjakan soal atau mengarang. Berdasarkan dengan hal di atas peneliti merencanakan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar pada siklus II, karena peneliti ingin membuktikan bahwa peningkatan prestasi dan keaktifan siswa sungguh-sungguh dikarenakan oleh penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Devision.
2. Siklus II
Penelitian ini, kegiatan siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 25 September 2014 dan 27 September 2014. Materi pembelajaran yang diajarkan adalah nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda dan penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari.
a. Perencanaan
Perencanaan yang dilakukan peneliti pada pertemuan ini adalah mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian berdasarkan refleksi pada siklus I. Persiapan tersebut meliputi penyusunan materi pelajaran tentang nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda dan penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari, menyiapkan silabus, RPP dan LKS, mencari gambar-gambar yang akan digunakan untuk menjelaskan nilai-nilai sumpah pemuda,
mencari gambar dan contoh penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari siswa agar siswa mudah memahami materi, membuat soal dan kunci jawaban untuk kegiatan ”cerdas cermat” dan menyusun Power Point membantu guru dalam menjelaskan materi. Perencanaan untuk observasi, peneliti menyiapkan lembar observasi keaktifan, lembar wawancara guru, lembar wawancara siswa serta instrumen penilaian dalam bentuk tes tertulis yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1
Kegiatan belajar pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 25 September 2014 dengan berpedoman pada RPP dan power point yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pertemuan pertama siklus II ini, siswa masuh belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division). Materi yang dipelajari pada pertemuan ini adalah nilai-nilai yang tekandung dalam peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan awal yang dilakukan adalah guru memberikan salam pada siswa. Sebagai Motivasi siswa menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Apersepsi dilakukan dalam bentuk tanya jawabsiswa dengan guru mengenai lagu yang telah dinyanyikan.
Kegiatan inti siswa mendengarkan penjelasan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda dibantu dengan rangkuman materi yang ditampilkan dalam bentuk Power Point di depan kelas. Siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru untuk membantu dalam mengerjakan LKS nantinya. Kegiatan setelah penjelasan dari guru adalah guru melakukan tanya jawab mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda. Tahap berikutnya adalah siswa satu kelas dibagi kedalam 8 kelompok kecil yang heterogen, dimana satu kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada satu kelompok yang beranggotakan 5 siswa. Pembagian kelompok pada pertemuan kali ini masih sama dengan pertemuan sebelumnya. Sebelum siswa masuk dalam kelompok kelompok kecil, guru memberikan penjelasan tentang cara mengerjakan soal LKS dalam kelompok. Setelah semua siswa duduk pada kelompoknya masing-masing siswa bekerja sama antar anggota kelompok untuk menyelesaikan LKS. Kegiatan LKS berupa menempelkan potongan nilai sumpah pemuda pada contoh peristiwa sumpah pemuda yang tepat. Siswa yang sebelumnya tidak mau ikut mengerjakan dan hanya mengandalkan teman lain yang mengerjakan kini mulai ikut mengerjakan dan mau bertanya pada teman yang biasanya mengerjakan. Siswa lain yang sering mengerjakan sendiri pun mulai bisa menerima dan membantu siswa yang
tidak bisa agar dapat mengikuti pelajaran, karena siswa tersebut sudah mengetahui bahwa nantinya akan pengakumulasian skor individu. Kegiatan inti selanjutnya adalah presentasi kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, dalam presentasi kelompok ini semua anggota kelompok ikut terlibat karena hasil pekerjaan dibacakan secara bersama-sama seluruh anggota kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi menjadi penilai kelompok yang presentasi. Kelompok penilai dipilih secara acak oleh guru. Aspek yang dinilai oleh siswa adalah ketepatan jawaban. Peneliti juga menambahkan kegiatan tambahan pada siklus II ini yaitu kegiatan cerdas cermat. Siswa melakukan cerdas cermat setelah mereka kembali ke tempat duduk masing-masing. Kegiatan cerdas cermat dilakukan dengan peraturan, jika siswa yang mengangkat tangan paling cepat setelah guru selesai membacakan soal maka siswa tersebut berhak untuk menjawab soal. Kuis ini dilakukan secara individu namun skor yang diperoleh siswa nantinya akan diakumulasikan dalam skor kelompok.
Kegiatan akhir pertemuan pertama ini adalah siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu di tempat duduk masing-masing. Skor pengerjaan kuis akan dibandikan dengan skor pertemuan 2 dan dijadikan skor kelompok kemudian
kelompok yang mempunyai rata-rata skor tertinggi akan mendapatkan hadiah. Kegiatan berikutnya adalah siswa menarik kesimpulan pembelajaran dibimbing oleh guru. Setelah itu siswa mempelajari materi berikutnya di rumah. 2) Pertemuan 2
Kegiatan belajar pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 September 2014 dengan berpedoman pada RPP dan Power Point yang sudah dipersiapkan oleh peneliti. Pertemuan kedua siklus II ini, siswa diajak untuk belajar mengenai penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda pada kehidupan sehari hari.
Kegiatan awal yang dilakukan adalah guru memberikan salam pada siswa. Sebagai Motivasi siswa menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Apersepsi dilakukan dalam bentuk tanya jawabsiswa dengan guru mengenai lagu yang telah dinyanyikan.
Kegiatan inti siswa mendengarkan penjelasan mengenai penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari dibantu dengan melihat rangkuman materi yang ditampilkan dalam bentuk Power Point di depan kelas. Siswa mencatat materi yang diberikan oleh guru untuk membantu dalam mengerjakan LKS nantinya. Kegiatan setelah penjelasan dari guru adalah siswa melakukan tanya jawab singkat mengenai penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari.
Tahap berikutnya adalah siswa satu kelas dibagi dalam 8 kelompok kecil yang heterogen, pembagian kelompok pada pertemuan kedua ini sama dengan pembagian kelompok sebelumnya, dimana satu kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada satu kelompok yang beranggotakan 5 siswa. Sebelum siswa masuk dalam kelompok-kelompok kecil, siswa mendengarkan penjelasan tentang cara mengerjakan soal LKS dalam kelompok. Setelah semua siswa duduk pada kelompoknya masing masing siswa bekerja sama antar anggota kelompok untuk menyelesaikan LKS yaitu menempelkan potongan contoh kegiatan pada tabel nilai sumpah pemuda yang benar dan siswa diminta untuk memberikan alasan untuk setiap gambar yang mereka pasangkan pada tabel nilai sumpah pemuda. Semua siswa ikut aktif berdinamika dalam pengerjaan LKS ini, karena gambar yang diberkan menarik dan berwarna, selain itu dalam pemberian alasan semua siswa dalam kelompok memberikan alasannya masing-masing sehingga jawaban yang diperoleh beragam. Kegiatan inti selanjutnya adalah presentasi kelompok. setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas, dalam presentasi kelompok ini semua anggota kelompok ikut terlibat karena hasil pekerjaan dibacakan secara bersama-sama seluruh anggota kelompok. Kelompok lain yang tidak presentasi menjadi penilai
kelompok yang presentasi. Kelompok penilai dipilih secara acak oleh guru. Aspek yang dinilai oleh siswa adalah ketepatan jawaban. Pada pertemuan kedua ini tidak semua kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya karena waktu yang sedikit dan adanya kegiatan tambahan yaitu kegiatan “cerdas cermat”. Siswa melakukan cerdas cermat setelah siswa kembali ke tempat duduk masing-masing, Kegiatan cerdas cermat dilakukan dengan peraturan, jika siswa yang mengangkat tangan paling cepat setelah guru selesai membacakan soal, maka siswa tersebut berhak untuk menjawab soal. Kuis ini dilakukan secara individu namun skor yang diperoleh siswa nantinya akan diakumulasikan dalam skor kelompok.
Kegiatan akhir pertemuan pertama ini adalah siswa mengerjakan soal evaluasi secara individu di tempat duduknya masing-masing, skor pengerjaan kuis akan akan dibandikan dengan skor pertemuan 1 dan dijadikan skor kelompok dan kelompok yang mempunyai rata-rata skor tertinggi mendapatkan hadiah. Kegiatan berikutnya adalah siswa menarik kesimpulan pembelajaran dibimbing oleh guru. Sebelum pulang siswa untuk mengerjakan tes akhir siklus berupa 20 soal pilihan ganda yang telah disiapkan untuk mengukur prestasi siswa. Pemberian hadiah diberikan di luar jam pelajaran karena peneliti butuh waktu untuk merekap nilai
kelompok dan tidak mungkin dilakukan saat proses belajar mengajar berlangsung
c. Observasi
Sejalan dengan proses kegiatan belajar yang dilaksanakan, peneliti dibantu oleh guru kelas dan satu orang teman melakukan kegiatan observasi. Observasi ini berpedoman pada lembar observasi keaktifan yang sudah yang sudah disiapkan. Observasi yang dilaksanakan pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 siklus 1 ini semua siswa terlihat aktif, baik aktif berdinamika dalam kelompok, presentasi di depan kelas maupun aktif saat kegiatan cerdas cermat. Dilihat dari nilai soal kuis, pemahaman siswa terkait materi siklus II ini juga meningkat. Hal tersebut dikarenakan siswa sudah mengetahui bahwa kelompok yang mendapatkan skor tertinggi akan mendapatkan hadiah, sehingga setiap siswa berusaha untuk memahami materi agar dapat memahami materi dan mendapatkan nilai yang baik. Kegiatan cerdas cermat juga berdampak baik pada keaktifan siswa di kelas karena sikap bersaing siswa sangat tingggi sehingga setiap siswa antusias mengangkat tangan agar bisa menjawab walaupun jawaban yang diberikan siswa belum tentu benar. Peningkatan prestasi siswa dikarenakan materi yang diberikan pada siklus II ini bersifat lebih kongkret dari materi siklus I karena materi yang diajarkan tidak banyak yang hafalan dan ada dalam kehidupan sehari-hari siswa.
d. Refleksi
Pelaksanaan kegiatan penelitian pada Siklus II ini, keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran meningkat dibandingkan dengan siklus I. Setiap siswa sudah mau menerima anggota kelompoknya tanpa membeda-bedakan. Siswa yang tidak mau ikut mengerjakan dan hanya mengandalkan teman kelompok yang lebih pintar sudah mau ikut mengerjakan. Siswa yang biasanya ingin mengerjakan sendiri juga sudah mau menerima jawaban dari temanya. Berdasarkan pada kegiatan belajar mengajar siklus II ini, masih harus ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperbaiki oleh peneliti, diantaranya:
1) Adanya koordinasi yang lebih baik antara peneliti dan guru kelas, agar dalam pelaksanaan tidak terjadi kesalah pahaman. 2) Siswa harus dibimbing ketika bekerja dalam kelompok agar
dapat berjalan dengan lancar.
3) Lebih memperhitungkan waktu sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Prestasi belajar yang diperoleh siswa meningkat dari siklus I. Rata-rata prestasi siswa yang pada siklus I 75,3 kini menjadi 77, 12. Angka tersebut sudah memenuhi target yang ditentukan oleh peneliti dan guru yaitu 77. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai dibawah target juga sudah berkurang yaitu dari 33 siswa kelas 3 yang pada siklus I ada 14 siswa yang nilai belum mencapai target,
kini pada siklus II berkurang menjadi 6 siswa. Berdasarkan peningkatan yang dialami oleh siswa pada siklus II baik keaktifan maupun prestasi, maka peneliti beserta guru memutuskan untuk tidak melanjutkan ke siklus III.