METODE PENELITIAN
C. Rencana Tindakan
2. Rencana Tindakan setiap siklus
Setelah diperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan tindakan kelas sebagai berikut:
a. Siklus I
Siklus ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan, dimana setiap pertemuan beralokasikan 2 JP.
1) Perencanaan
Peneliti mendalami silabus, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), LKS, bahan ajar, dan membagi siswa dalam 8 kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 siswa.
2) PelaksanaanTindakan I Pertemuan 1
Kegiatan Awal
a) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran.
b) Motivasi
Siswa menyanyikan lagu nasional bangun pemudi pemuda c) Apersepsi
Guru menggali pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa terkait materi peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan Inti d) Eksplorasi
peristiwa sumpah pemuda. e) Elaborasi
Siswa dibagi dalam 7 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa 8 kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 siswa.
f) Setiap kelompok mengerjakan soal LKS g) Konfimasi
Siswa beserta guru membahas hasil kerja kelompok melalui presentasi kelompok
Kegiatan Penutup
h) Setiap siswa mengerjakan soal evaluasi Pertemuan 2
Kegiatan Awal
a) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran.
b) Motivasi
Siswa menyanyikan lagu nasional Indinesia Raya c) Apersepsi
Guru menggali pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa terkait materi tokoh yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan Inti d) Eksplorasi
Siswa menyimak penjelasan singkat dari guru mengenai tokoh yang terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda.
e) Elaborasi
Siswa dibagi dalam 7 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa 8 kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 siswa.
f) Setiap kelompok mengerjakan soal LKS g) Konfimasi
Siswa beserta guru membahas hasil kerja kelompok melalui presentasi kelompok
Kegiatan Penutup
h) Setiap siswa mengerjakan soal evaluasi 3) Observasi
Mengobservasi keaktifan belajar siswa dengan menggunakan rubrik pengamatan keaktifan yang telah tersedia pada siklus I, serta mengobservasi mengenai aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa.
4) Refleksi
Refleksi dilakukan peneliti pada siklus I akhir pertemuan pertama dan akhir pertemuan kedua, yaitu sebagai berikut:
1) Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa.
2) Menilai keaktifan belajar siswa dengan menggunakan lembar observasi, dan wawancara guru serta sebagian siswa.
3) Membandingkan hasil ulangan atau tes yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
4) Merencanakan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi dan observasi untuk dilakukan pada siklus ke II.
b) Siklus II
Siklus ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan, dimana setiap pertemuan beralokasikan 2 JP.
1) Perencanaan
Peneliti memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), LKS berdasarkan hasil refleksi, dan diakhiri dengan tes di akhir siklus II.
2) PelaksanaanTindakan II Pertemuan 1
Kegiatan Awal
a) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran. Pembagian kelompok pada sklus II ini menggunakan pembagian kelompok pada siklus 1.
b) Motivasi
Siswa menyanyikan lagu nasional satu nusa satu bangsa c) Apersepsi
terkait materi nilai nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda.
Kegiatan Inti d) Eksplorasi
Siswa menyimak penjelasan singkat dari guru mengenai nilai nilai yang terkandung dalam peristiwa sumpah pemuda
e) Elaborasi
Siswa dibagi dalam 7 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa 8 kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 siswa.
f) Setiap kelompok mengerjakan soal LKS g) Konfimasi
Siswa beserta guru membahas hasil kerja kelompok melalui presentasi kelompok
h) Siswa melakukan kegiatan kuis cerdas cermat dengan bimbingan guru
Kegiatan Penutup
i) Setiap siswa mengerjakan soal evaluasi Pertemuan 2
Kegiatan Awal
a) Menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran yang akan dicapai, dan langkah-langkah pembelajaran.
b) Motivasi
Siswa menyanyikan lagu nasional satu nusa satu bangsa c) Apersepsi
Guru menggali pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa terkait materi penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari
Kegiatan Inti d) Eksplorasi
Siswa menyimak penjelasan singkat dari guru mengenai penerapan nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari e) Elaborasi
Siswa dibagi dalam 7 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 siswa 8 kelompok beranggotakan 4 siswa dan ada 2 kelompok yang beranggotakan 5 siswa.
f) Setiap kelompok mengerjakan soal LKS g) Konfimasi
Siswa beserta guru membahas hasil kerja kelompok melalui presentasi kelompok
h) Siswa melakukan kegiatan cerdas cermat dibimbing oleh guru Kegiatan Penutup
i) Setiap siswa mengerjakan soal evaluasi 4) Observasi
Mengobservasi keaktifan belajar siswa dengan rubrik pengamatan keaktifan yang telah tersedia pada siklus II, serta
mengobservasi mengenai aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa.
a) Refleksi
Refleksi dilakukan peneliti pada siklus II akhir pertemuan pertama dan akhir pertemuan kedua, yaitu sebagai berikut:
a) Mengevaluasi apa yang dilakukan pada pelaksanaan siklus II, tentang apa yang berhasil, kendala, dan hambatan yang dihadapi siswa.
b) Membandingkan hasil observasi mengenai keaktifan siswa yang didukung dengan lembar observasi, dan panduan wawancara terhadap guru serta sebagian siswa pada siklus I dengan siklus II.
c) Membandingkan hasil evaluasi yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan untuk menarik kesimpulan.
D. Teknik Pengumpulan data
1. Tes
Tes menurut Sanjaya (2013: 251) adalah instrumen atau alat untuk mengumpulkan data tentang kemampuan subjek penelitian dengan cara pengukuran Instrumen. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam ranah kognitif.
Pada penelitian ini tes yang digunakan adalah tes pilihan ganda. Pada tes objektif yang berupa pilihan ganda ini disediakan 20 soal dengan tiga alternatif jawaban. Tiap soal mempunyai satu jawaban
yang benar. Bila jawaban benar maka diberi skor 1 dan bila jawaban salah atau tidak menjawab diberi skor 0.
2. Observasi
Observasi menurut Trianto (2010: 266) adalah pengamatan langsung dengan menggunakan pengelihatan, penciuman, pendengaran, perabaan atau kalau perlu dengan menggunakan pengecapan. Menurut Widoyoko (2013: 56)mengartikan observasi sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsure unsure yang nampak dalam suatu gejala pada objek penelitian. Observasi digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung. Observasi ini digunakan untuk menilai keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Obsevasi dilakukan pada siklus I dan siklus II untuk melihat keaktifan belajar siswa, meningkat atau tidak. Peneliti mengobservasi mengenai keaktifan siswa siklus I maupun siklus II dengan cara member turus pada lembar pengamatan keaktifan.
3. Wawancara
Sanjaya (2013: 263) menjelaskan bahwa wawancara adalah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung (tatap muka) maupun melalui saluran media tertentu antara pewawancara dan yang diwawancarai sebagai sumber data. Menurut Widoyoko (2013: 40) wawancara merupakan suatu proses tanya jawab antara pewawancara dan responden untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis wawancara
terpimpin atau terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Wawancara dilakukan kepada guru dan sebagian siswa setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung. Melalui wawancara, peneliti akan mengetahui informasi mengenai keaktifan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran PKn.
4. Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen dokumen yang dibuat sendiri atau oleh orang lain tentang subjek penelitian. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data awal penelitian prestasi belajar siswa kelas 3 SDN Kledokan sleman yogyakarta. Dokumentasi yang dipakai dalam penelitian ini adalah daftar nilai mata pelajaran PKn kelas 3 tahun ajaran 2013/2014.
E. Instrumen Penelitian
Penelitian ini memiliki dua variabel (peubah) berdasarkan judul penelitian, yakni keaktifan dan prestasi belajar. Berikut ini akan diuraikan indikator keberhasilan dari masing-masing variabel (peubah) dari kegiatan penelitian ini.
1. Variabel keaktifan
Untuk memperoleh data mengenai keaktifan dilakukan kegiatan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung serta wawancara kepada guru dan siswa diakhir setiap siklus. Peubah dan instrumen penelitian keaktifan dapat dilihat pada tabel III.1 dibawah
Tabel III.1. Peubah dan Instrumen Penelitian Keaktifan
No Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen
1 Keaktifan a. Kemauan siswa dalam mengikuti pembelajaran. b. Kesadaran siswa untuk
ikut terlibat dalam pembelajaran
c. Perhatian siswa terhadap materi dan guru.
Jumlah siswa yang terlibat yaitu 33 siswa Observasi saat pembelajaran berlangssung dan wawancara setelah pembelajaran berlangsung (siswa dan guru) Lembar obsevasi keaktifan dan lembar wawancara (siswa dan guru)
2. Variabel prestasi belajar
Untuk memperoleh data mengenai prestasi belajar dilakukan dengan tes tertulis pada akhir setiap siklus. Peubah dan instrumen prestasi belajar dapat dilihat pada tabel III.2 di bawah ini.
Tabel III.2. Peubah dan Instrumen Prestasi Belajar
No Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen 1 Prestasi
belajar siswa
a. Rata-rata nilai ulangan b. Persentase jumlah siswa
yang mencapai KKM atau target
Nilai tes Tes tertulis Lembar soal tes
Instrumen penelitian ini akan menggunakan 3 jenis instrumen, yakni tes tertulis, lembar observasi keaktifan dan pedoman wawancara.
a) Tes tertulis
Tes tertulis menurut Masidjo (2010: 38) adalah alat ukur untuk mengukur kemampuan siswa di bidang kognitif dengan cara siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi setelah melakukan proses belajar. Kisi-kisi soal evaluasi siklus I sebelum divalidasi dapat dilihat pada tabel III.3 dibawah ini.
Tabel III.3. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus I Sebelum di Validasi
Satuan Pendidikan: SDN Kledokan
Mata Pelajaran: Pendidikan Kewarganegaraan Kelas / Semester: 3 / 1
Standar Kompetensi: 1. mengamalkan makna sumpah pemuda
Kompetensi Dasar: 1.1 Mengenal makna satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
No Indikator Nomor Soal Jumlah
Soal
1 Mengidentifikasi peristiwa sumpah pemuda. 21, 22, 23, 34, 35, 37, 38, 39, 40, 24, 28,
30, 32, 36, 29, 31, 32 17 2 Menjelaskan organisasi apa saja yang
terlibat dalam peristiwa sumpah pemuda 25, 26, 27 3 3 Menyebutkan tokoh yang terlibat dalam
sumpah pemuda.
1, 11, 14, 17, 20, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 12, 16,
18, 3, 5, 10, 13, 15 , 18 18
Jumlah Soal Siklus I = 40
Soal evaluasi pada siklus pertama yang belum divalidasi terbagi menjadi tiga indikator. Indikator pertama berjumlah 17 soal, indikator kedua berjumlah 3 soal dan indikator ketiga berjumlah 18 soal. Total dari soal siklus pertama yang belum divalidasi adalah 40 soal. Kisi-kisi soal evaluasi siklus II sebelum divalidasi dapat dilihat pada tabel III.4 dibawah ini.
Tabel III.4. Kisi-kisi Soal Evaluasi Siklus II Sebelum di Validasi
Satuan Pendidikan: SDN Kledokan
Mata Pelajaran: Pendidikan Kewarganegaraan Kelas / Semester: 3 / 1
Standar Kompetensi: 1. mengamalkan makna sumpah pemuda
Kompetensi Dasar: 1.2 Mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari
No Indikator Nomor Soal Jumlah
Soal
1 Menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam sumpah pemuda
3, 26, 32, 34, 35, 36, 1, 10, 11, 12, 31,
33, 37, 38, 2, 8 16 2 Menyebutkan penerapan nilai-nilai yang
terkandung dalam sumpah pemuda dalam kehidupan sehari hari
4, 5, 6, 13, 14, 15, 16, 21, 24, 28, 29, 30,7, 17 , 5, 20, 22, 23, 25, 27, 39, 40, 19
24
Jumlah Soal Siklus II = 40
Soal evaluasi pada siklus kedua yang belum divalidasi terbagi menjadi dua indikator. Indikator pertama berjumlah 16 soal dan indikator kedua berjumlah 24 soal. Total dari soal siklus
pertama yang belum divalidasi adalah 40 soal. Rincian Pemberian Skor Siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel III.5 dibawah ini.
Tabel III.5. Rincian Pemberian Skor Siklus I dan Siklus II
No Jenis Soal Jumlah Soal Skor Maksimal Tiap Nomor
Jumlah Skor Maksimal 1 Pilihan Ganda 40 1 Poin 40 Poin
Jumlah 40 Poin
Pemberian skor untuk soal pilihan ganda yang digunakan pada siklus pertama dan kedua adalah setiap butir soal yang benar diberi skor 1 sedangkan butir soal yang salah diberi skor 0, sehingga jika semua butir soal dijawab benar maka akan mendapatkan skor 40.
b) Lembar Observasi keaktifan
Penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan yang dibuat dari indikator keaktifan yang didapat dari pendapat para ahli yang kemudian setiap indikator dijabarkan kedalam beberapa diskripsi yang nantinya digunakan saat melakukan observasi. Berikut adalah lembar observasi keaktifan.
Tabel III.6. Kisi – kisi Lembar Observasi Keaktifan
No Indikator Nomor Deskripsi 1 Kemauan siswa dalam mengikuti pelajaran 1, 2, 3, 4 2 Kesadaran siswa untuk ikut terlibat dalam pembelajaran 5, 6 3 Perhatian siswa terhadap materi, siswa lain dan guru 7, 8, 9, 10, 11
c) Pedoman wawancara
Penelitian ini juga menggunakan lembar wawancara guru dan siswa sebagai panduan wawancara. Wawancara digunakan sebagai data pelengkap untuk melengkapi data yang diperoleh
melalui observasi. Berikut adalah lembar panduan wawancara untuk wawancara siswa dan guru.
Tabel III.7. Kisi-kisi Pedoman Wawancara Kepada Siswa dan Guru
No Indikator Nomor Item
1 Perasaan siswa saat mmengikuti kegiatan pembelajaran 1, 2
2 Antusias siswa terhadap kediatan pembelajaran 3, 4
3 Ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran 5, 6
4 Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran 7, 8
.F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
1. Validitas
Validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Masidjo, 2010: 242). Alat ukur dikatakan valid bila tepat/ dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria.
Penelitian ini menggunakan dua jenis validitas yaitu validitas konstruk dan validitas isi. Validitas konstruk adalah untuk mengukur sejauh mana memeriksa kisi-kisi. Instrumen yang dibuat mengacu pada indikator yang diukur pada penelitian.
Sedangkan validitas isi yang dimaksud adalah untuk memeriksa sejauh mana alat ukur dapat mengukur ranah isi yang jelas dan tepat, khususnya tes prestasi belajar. Dalam hal ini, validitas konstruk dan validitas isi didapatkan melalui expert judgement, kemudian validitas tersebut ditempuh secara empiris.Expert judgement ditempuh dengan cara bertanya kepada ahli. Alat ukur dalam pembuatan instrumen penelitian dibuat dan selanjutnya dikonsultasikan kepada yang ahli.
a. Validitas Lembar Observasi Keaktifan
Lembar observasi keaktifan yang dibuat peneliti kemudian divalidasi melalui expert judgement atau dikonsultasikan kepada validator. Validator 1, 2, dan 3 yang menilai lembar observasi keaktifan adalah dosen yang berlatar belakang pendidikan psikologi. Hasil validasi perangkat pembelajaran sebagai berikut.
Tabel III.8. Hasil validasi lembar observasi keaktifan
No Komponen Penilaian Validator Rata – rata
1 2 3
1 Kelengkapan unsur unsur rubrik keaktifan 4 4 5 4,3 2 Kesesuaian indikator dengan deskripsi 4 2 5 3,7 3 Kalimat tidak bermakna ganda 4 4 5 4,3 4 Kualitas perilaku yang dituntut dalam
indikator mencerminkan keutuhan perkembangan keaktifan siswa
4 2 5 3,7 5 Penggunaan bahasa indonesia dan tata tulis
baku
4 4 5 4,3 Rata - rata 4 3.2 5 4.06
Penilaian ini dilakukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian tiap validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target skor untuk merevisi atau tidak merevisi, jika rata-rata nilai dibawah 3 maka peneliti akan melakukan revisi apabila rata-rata nilai diatas 3 maka peneliti tidak akan melakukan revisi. Rata-rata nilai dari validator 1 adalah 4, validator 2 adalah 3,2, dan validator 3 adalah 5. Pada komponen penilaian kesesuaian indikator dengan deskripsi validator dan pada komponen penilaian kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan siswa oleh validator 2 diberikan nilai dua sehingga peneliti melakukan perbaikan pada komponen tersebut. Validator juga menyarankan perlu ditambahkan penjelasan mengenai detail indikator keaktifan yang di observasi sehingga antara observer satu dan observer yang lain menghasilkan data
yang reliabel, dan juga adanya pengelompokan perilaku antara yang bisa diobservasi dan tidak bisa diobservasi agar tidak terjadi hasil yang bias. Peneliti memperbaiki lembar observasi keaktifan sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator yaitu merubah indikator indikator-keaktifan yang digunakan menjadi lebih rinci sehingga tidak terjadi hasil yang bias.
b. Validitas Perangkat pembelajaran
1) Silabus
Silabus yang dibuat peneliti kemudian divalidasi melalui expert judgement atau konsultasikan kepada validator. Validator 1 adalah dosen, validator 2 adalah kepala sekolah dan validator 3 adalah guru kelas. Hasil validasi perangkat pembelajaran sebagai berikut.
Tabel III.9. Hasil Validasi Silabus
No Komponen Penilaian Validator Rata – rata
1 2 3
1 Kelengkapan unsur-unsur silabus 5 4 5 4.7 2 Kesistematisan kegiatan pembelajaran 5 4 4 4.3 3 Kualitas perumusan pengalaman belajar 4 4 4 4 4 Ketepatan pilihan perilaku esensial dalam
indicator
4 4 4 4
5 Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa
5 4 4 4.3 6
Tingkat kecukupan sumber belajar yang digunakan
4 4 5 4.3 7 Ketepatan dalam memilih media 4 4 5 4.3 8 Kesesuaian teknik penilaian yang digunakan
dengan indikator
4 4 4 4
9 Penggunaan bahasa Indonesia dan tata tulis baku
5 4 4 4.3 10 Kesesuaian antara SK, KD, dan indicator 4 4 4 4
Rata – rata 4.4 4 4.3 4.2
Penilaian ini dilakukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian tiap validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target skor rata-rata 3 untuk merevisi atau tidak
merevisi perangkat pembelajaran, jika rata-rata nilai dibawah 3 maka peneliti akan melakukan revisi apabila rata-rata nilai diatas 3 maka peneliti tidak akan melakukan revisi. Rata-rata nilai dari validator 1 adalah 4,4, validator 2 adalah 4, dan validator 3 adalah 4,3. Validator memberikan masukan silabus yang disusun sudah baik namun pada komponen ketepatan dalam memilih media perlu ditambah gambar gambar. Sumber belajar yang digunakan perlu ditambah. Peneliti memperbaiki silabus dengan merubah media yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator yaitu dengan menambahkan media berupa gambar-gambar.
2) RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibuat peneliti kemudian divalidasi melalui expert judgement atau konsultasikan kepada validator. Validator 1 adalah dosen, validator 2 adalah kepala sekolah dan validator 3 adalah guru kelas Hasil validasi perangkat pembelajaran sebagai berikut.
Tabel III.10. Hasil validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1
No Komponen Penilaian Validator Rata – rata
1 2 3
1 Kelengkapan unsur-unsur RPP 5 5 5 5 2 Kesesuaian Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD)
4 4 4 4
3 Kesesuaian indikator pencapaian kompetensi dengan SK dan KD
4 2 4 3.3 4 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran
dengan indicator
4 4 4 4
5 Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5 4 5 4.7 6 Kesesuaian rumusan kegiatan pembelajaran
dengan pendekatan pembelajaran yang dipilih
5 4 4 4.3 7 Penilaian yang dilakukan mencerminkan
indikator yang digunakan
4 4 4 4
digunakan
9 Ketepatan dalam memilih media pembelajaran
4 4 5 4.3 10 Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan
kegiatan pembelajaran
4 4 4 4
11 Kesesuaian materi ajar dengan materi pokok 5 4 5 4.7 12 Kelengkapan instrumen penilaian 4 2 5 3.7 13 Penggunaan bahasa indonesia dan tata tulis
baku
4 4 4 4
Rata – rata 4.3 3.6 4.5 4.1
Penilaian ini dilakukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian tiap validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target skor rata-rata 3 untuk merevisi atau tidak merevisi perangkat pembelajaran, jika rata-rata nilai dibawah 3 maka peneliti akan melakukan revisi apabila rata-rata nilai diatas 3 maka peneliti tidak akan melakukan revisi. Rata-rata nilai dari validator 1 adalah 4,3, validator 2 adalah 3,6, dan validator 3 adalah 4,5. Validator memberikan saran pada komponen kesesuaian LKS dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dibuat lebih kongkret dan ditambah dengan gambar gambar supaya siswa tidak kesulitan dalam memahami kegiatan pada LKS. Kegiatan pembelajaran pada siklus satu akan lebih baik lagi jika dibuat lebih rinci.
Pada komponen penilaian kelengkapan instrumen penilaian, validator 2 menyarankan untuk memperinci instrumen penilaian pada bagian afektif dan psikomotorik. Peneliti memperbaiki RPP sesuai dengan komentar validator yaitu mengubah LKS yang digunakan dalam pembelajaran dengan disisipi gambar untuk membantu siswa dalam memahami maksud dari LKS dan membantu siswa dalam memahami materi. Peneliti juga merubah
instrumen penilaian pada aspek afektif dan psikomotorik menjadi lebih rinci dengan menambahkan kriteria untuk setiap skor yang diberikan pada siswa.
Tabel III.11. Hasil Validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 2
No Komponen Penilaian Validator Rata – rata
1 2 3
1 Kelengkapan unsur-unsur RPP 5 5 5 5 2 Kesesuaian Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD)
4 4 4 4
3 Kesesuaian indikator pencapaian kompetensi dengan SK dan KD
4 2 4 3.3 4 Kesesuaian rumusan tujuan pembelajaran
dengan indicator
4 4 4 4
5 Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD 5 4 5 4.7 6 Kesesuaian rumusan kegiatan pembelajaran
dengan pendekatan pembelajaran yang dipilih
5 4 4 4.3 7 Penilaian yang dilakukan mencerminkan
indikator yang digunakan
4 4 4 4
8 Tingkat Kecukupan sumber belajar yang digunakan
4 2 5 3.7 9 Ketepatan dalam memilih media
pembelajaran
4 4 5 4.3 10 Kesesuaian Lembar Kerja Siswa dengan
kegiatan pembelajaran
4 4 4 4
11 Kesesuaian materi ajar dengan materi pokok 5 4 5 4.7 12 Kelengkapan instrumen penilaian 4 2 5 3.7 13 Penggunaan bahasa indonesia dan tata tulis
baku
4 4 4 4
Rata –rata 4.3 3.6 4.5 4.1
Penilaian ini dilakukan dengan menghitung rata-rata dari hasil penilaian tiap validator. Peneliti dan kelompok studi menentukan target skor rata-rata 3 untuk merevisi atau tidak merevisi perangkat pembelajaran, jika rata-rata nilai dibawah 3 maka peneliti akan melakukan revisi apabila rata-rata nilai diatas 3 maka peneliti tidak akan melakukan revisi. Rata-rata nilai dari validator 1 adalah 4,3, validator 2 adalah 3,6, dan validator 3 adalah 4,5. Validator memberikan saran pada komponen kesesuaian LKS dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dibuat lebih kongkret dan ditambah dengan gambar gambar supaya siswa tidak kesulitan dalam memahami kegiatan pada LKS.
Kegiatan pembelajaran pada siklus satu akan lebih baik lagi jika dibuat lebih rinci. Pada komponen penilaian kelengkapan instrumen penilaian, validator 2 menyarankan untuk memperinci instrumen penilaian pada bagian afektif dan psikomotorik. Peneliti memperbaiki RPP sesuai dengan komentar validator yaitu mengubah LKS yang digunakan dalam pembelajaran dengan disisipi gambar untuk membantu siswa dalam memahami maksud dari LKS dan membantu siswa dalam memahami materi. Peneliti juga merubah instrumen penilaian pada aspek afektif dan psikomotorik menjadi lebih rinci dengan menambahkan kriteria untuk setiap skor yang diberikan pada siswa.
c. Validitas Soal Evaluasi