• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Proses Pengembangan

a. Potensi dan Masalah

Peneliti melaksanakan observasi pembelajaran dan wawancara terhadap Guru Kelas dan Guru Tari di Sekolah yang berbeda. Observasi pembelajaran dilakukan hanya satu Sekolah Dasar sedangkan untuk wawancara dilakukan didua Sekolah yang berbeda. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui potensi dan masalah yang

62

terdapat di Sekolah Dasar sehingga dapat digunakan oleh peneliti sebagai pedoman pengembangan produk yang dikembangkan.

Potensi yang terlihat mengenai pembelajaran matematika materi sudut di SD Negeri Sardonoharjo 2 kelas IV. Peserta Didik kelas IV perlu lebih serius dalam memahami pembelajaran matematika materi sudut agar dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut, tentunya pembelajaran matematika materi sudut di kelas IV merupakan dasar untuk mempelajari materi yang dikembangkan pada tingkat lanjut. Pembelajaran tersebut dapat melatih Intelegensi matematis-logis dan kinestetik-badani

Masalah yang peneliti temukan dalam melakukan observasi dan wawancara, peneliti melihat masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan ketika mempelajari materi sudut. Hal tersebut dikarenakan penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, sehinga menurunkan minat Peserta Didik dalam mengikuti pembelajaran matematika materi sudut yang berakibat pada kurangnya peserta didik dalam memahami pembelajaran.

Tabel 4.1 Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran

No Aspek yang Diamati Deskripsi Hasil Kegiatan

1 Penggunaan metode pembelajaran untuk membantu peserta didik

Guru menggunakan metode ceramah dan penugasan Guru menggunakan metode ceramah penugasan serta observasi keadaan di

63

memahami pembelajaran. sekitar untuk mengetahui benda-benda yang memiliki sudut

2 Kesulitan Peserta Didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Terdapat beberapa siswa yang masih belum jelas dalam memahami penjelasan guru ketika menjelaskan materi sudut

3

Kesulitan yang sering muncul pada peserta didik ketika memahami pembelajaran.

Terdapat beberapa peserta didik yang masih belum dapat menentukan dan membedakan jenis sudut.

Berdasarkan hasil observasi pembelajaran dapat dilihat bahwa kurangnya inovasi pembelajaran sehingga menyebabkan beberapa peserta didik belum dapat memahami penjelasan guru dengan baik yang berakibat peserta didik kesulitan dalam menentukan dan membedakan bentuk sudut.

Tabel 4.2 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas IV

No Daftar Pertanyaan Wawancara Jawaban

1

Sejauh mana kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika materi sudut?

Beberapa peserta didik masih ada yang belum dapat memahami materi sudut terutama dalam menentukan jenis-jenis sudut

2

Kesulitan apa yang Bapak/Ibu alami ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut pada peserta didik?

Karena peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda maka kesulitannya ketika harus menggunakan metode pembelajaran yang tepat serta perlu inovasi yang lebih

64

agar semua anak bisa menerima materi dan mampu memahaminya.

3

Apakah Bapak/Ibu memerlukan/

menginginkan metode

pembelajaran yang baru ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut kepada peserta didik?

Memerlukan sekali apalagi dengan metode pembelajaran yang tidak sulit tetapi semua anak dapat menerimanya.

4

Apakah Bapak/Ibu pernah melaksanakan pembelajaran matematika materi sudut menggunakan tarian?

Belum pernah sama sekali

5

Jika terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam memahami materi sudut apakah Bapak/Ibu akan menggunakannya sebagai metode pembelajaran?

Tentu saja jika tarian tersebut bisa saya gunakan dan dapat mempermudah anak dalam memahami materi sudut maka saya akan menggunakannya.

Setelah melakukan wawancara kepada Guru Kelas IV SD Negeri Sardonoharjo 2, peneliti menemukan permasalahan yang dialami guru ketika melaksanakan pembelajaran matematika materi sudut. Guru mengatakan bahwa perlu adanya inovasi metode pembelajaran yang mudah diterapkan serta bermanfaat bagi guru maupun peserta didik, salah satunya menggunakan tarian. Guru juga sangat antusias ketika ada metode pembelajaran baru yang dapat digunakan untuk membantu dalam

65

proses pembelajaran terutama dalam pelajaran matematika materi sudut, salah satunya dengan menggunakan tarian.

Tabel 4.3 Hasil Wawancara dengan Guru Tari

No Daftar Pertanyaan Wawancara Jawaban

1

Gerak tari seperti apa yang cocok untuk diajarkan pada peserta didik kelas IV?

Untuk Peserta didik kelas IV gerakan tarian tradisional sudah bisa diajarkan, gerakan tari kreasi yang sederhana juga sudah bisa diajarkan.

2

Apakah terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam

memahami pembelajaran

matematika?

Belum ada.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas IV sudah dapat menirukan gerakan tari sehingga mudah untuk diajarkan. Dengan belum adanya tarian yang digunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran matematika ini menjadi satu kesempatan penulis untuk menciptakannya.

b. Pengumpulan Data

Peneliti membagikan kuisioner kepada peserta didik sebagai instrumen pra-penelitian. Kuisioner tersebut dibagikan kepada peserta didik SD N Sardonoharjo 2 yang berjumlah 17 orang. Kuisioner ini

66

digunakan untuk memperkuat data hasil dari wawancara dan observasi yang sebelumnya dilakukan. Hasil Kuisioner ini juga digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dan minat peserta didik dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan tarian.

Tabel 4.4 Hasil Penyebaran Kuisioner Pra- Penelitian di SD Negeri Sardonoharjo 2

No Aspek Indikator Pertanyaan

Jawaban Persentasi

67

68

69

70

Data di atas merupakan hasil dari kuisioner yang dibagikan kepada peserta didik kelas 4 SD Negeri Sardonoharjo 2, dari hasil kuisioner peneliti mendapatkan data 76% peserta didik mengalami kesulitan menentukan jenis-jenis sudut, 71% peserta didik mengalami kesulitan membedakan jenis-jenis sudut, 18% peserta didik mengaku tidak senang mengikuti pembelajaran Matematika materi sudut dan 65% peserta didik menginginkan tarian yang dapat membantu belajar tentang Matematika materi sudut.

c. Desain Produk

Langkah awal yang dilakukan sebelum pembuatan produk yaitu dengan mengamati jaring-jaring tema yang terdapat pada Kurikulum 2013, kemudian menentukan tema yang sesuai dengan rencana

ketika

71

pembuatan produk, setelah itu memilih sub tema dan memilih pembelajaran yang sesuai dengan apa yang direncanakan dalam pembuatan produk. Tahap selanjutnya pembuatan gerak tari yang akan digunakan dalam pembelajaran terkait yang akan dijelaskan dalam isi yang terdapat pada prototipe pembelajaran. Pembuatan prototipe ini berdasarkan pada kompetensi dasar yang terdapat pada buku kurikulum 2013 kelas 4 Tema 1 (indahnya kebersamaan), Subtema 2 (kebersamaan dalam keberagaman), Pembelajaran 2 dan 5, serta didasarkan pada indikator dan tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti. Berikut komponen yang terdapat pada prototipe pembelajaran yang dikembangkan.

1) Sampul Buku

Dalam sampul buku terdapat judul “ Prototipe Rancangan Pembelajaran Tematik Matematika Materi Sudut Dengan Menggunakan Tarian”. Sampul buku dibuat menggunakan aplikasi corel draw x7, menggunakan jenis huruf Calibri, dengan ditambahkan gambar sudut dan gambar orang menari, dan ukuran kertas A4.

72

Gambar 4.1 Sampul Depan 2) Isi Prototipe

Prototipe ini terdapat 2 bagian, yaitu:

a) Bagian 1

Bagian 1 ini terbagi dalam 2 sub-sub judul yaitu:

Pertama membahas mengenai materi pembelajaran matematika mengenai sudut yang diawali dengan penjelasan pengertian sudut, jenis-jenis sudut dan cara mengukur sudut, serta dilengkapi dengan gambar disetiap pembahasan.

Kedua membahas mengenai tarian yang digunakan dalam pembelajaran yaitu “ Tari Tani” yang terbagi dalam beberapa penjelasan yaitu:

(1) Bentuk gerak dasar yang digunakan dalam menarikan

“Tari Tani”

73

Gambar 4.2 Salah Satu Gerak Dasar “Tari Tani”

(2) Urutan gerak “ Tari Tani” yang terdiri dari 8 urutan gerak

Gambar 4.3 Salah Satu Urutan Gerak “Tari Tani”

(3) Pola Lantai Pada “ Tari Tani” terdapat 3 bentuk pola lantai yaitu membentuk sudut tumpul, lancip dan siku-siku

74

Gambar 4.4 Salah Satu Pola Lantai “ Tari Tani”

(4) Bentuk Sudut yang terdapat pada setiap pose dalam “Tari Tani”

Ketika melakukan gerakan dalam “ Tari Tani” dengan sendirinya tangan dan kaki membentuk sudut

Gambar 4.5 Contoh Gerak Tari Tani yang membentuk sudut

Sudut siku-siku Sudut lancip

Sudut tumpul

75 b) Bagian 2

Bagian kedua memuat tentang 2 RPP. RPP tersebut disusun berbasis kurikulum 2013 . RPP pertama memuat 3 mata pelajaran terkait yang terdapat pada pembelajaran 2. Mata pelajaran pertama adalah matematika, KD pada matematika adalah: 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur, dan 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Kedua adalah SBdP KD: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah dan 4.3 Memperagakan dasar-dasar gerak tari daerah. Ketiga adalah PPKn dengan KD : 3.4 Memahami berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia yang terkait dengan persatuan dan kesatuan, dan 4.4 Bekerjasama dalam berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia yang terkait persatuan dan kesatuan.

RPP kedua juga berisi 3 mata pelajaran terkait yaitu Matematika, SBdP dan IPS. KD pada Matematika adalah: 3.8 Menjelaskan segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan, dan 4.8 Mengidentifikasi segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan. KD pada SBdP: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah, dan 4.4 Menerangkan dasar-dasar gerak tari daerah. KD pada IPS: 3.2 Memahami Keragaman

76

sosial, ekonomi, budaya, etnis agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia, dan 4.2 Menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia. Setiap RPP dilengkapi dengan LKPD ( Lembar Kerja Peserta Didik).

d. Validasi Desain

Prototipe divalidasi oleh 2 Dosen Ahli, Guru Kelas dan Guru Tari.

Berikut ini adalah hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh 4 ahli tersebut.

Tabel 4.5 Hasil Validasi Produk

NO Komponen yang dinilai Skor (1-4) Saran

1 Bahasa

Prototipe pembelajaran memuat huruf, kata, dan tanda baca yang sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.

Susunan kalimat dalam prototipe pembelajaran

menjelaskan tentang isi

Dosen Ahli 1: 4 Dosen Ahli 1: -

77

Daftar isi menunjukkan informasi yang terdapat dalam prototipe yang dikembangkan. referensi dalam prototipe pembelajaran yang dengan kompetensi dasar yang terdapat pada tema

78

matematika materi sudut

Dosen Ahli 1: 3

79

Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Validasi Produk

Validator Skor Total Rata-rata Rata-rata

keseluruhan Komentar 3,29, Dosen ahli 2 dengan total skor 45 dan rata-rata 3,21, guru kelas IV dengan total skor 50 dan rata-rata 3,57, sedangkan dari guru tari dengan total skor 48 dan rata-rata 3,42. Sehingga total rata-rata keseluruhan yang didapat adalah 13,49 dan didapat rata-rata sebesar 3,37 . Jika dilihat dari tabel 3.7 rata-rata yang didapat menunjukkan kualifikasi produk tersebut

80

adalah sangat baik. Kesimpulan yang didapat bahwa kualitas produk yang dibuat peneliti sangat baik, namun peneliti menyadari bahwa produk yang peneliti buat jauh dari sempurna, karena masih ada beberapa perbaikan yang harus peneliti lakukan yaitu berkaitan dengan penulisan yang sesuai dengan EYD, kemudian keterangan gambar yang kurang jelas, ada juga keterangan dalam LKPD yang kurang jelas.

e. Revisi Produk

Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh validator maka peneliti melakukan beberapa revisi produk, revisi yang dilakukan peneliti sebagai berikut.

(a) (b)

Gambar 4.6 (a) Penjelasan sudut sebelum direvisi, (b) Penjelasan sudut setelah direvisi

81

Pada gerakan 1 terdapat penulisan yang salah pada keterangan gerakan, dan juga terdapat penandaan keterangan sudut yang kurang jelas.

(a) (b)

Gambar 4.7 (a) Keterangan gerakan sebelum direvisi, (b) Keterangan gerakan setelah direvisi

Pada gerakan 2 terdapat kesalahan penulisan dalam keterangan gerakan.

(a) (b)

Gambar 4.8 (a) Sebelum direvisi (b) Sesudah direvisi

82

Terdapat juga beberapa pembenaran terkait dengan kesalahan penulisan yang belum sesuai dengan EYD pada produk.