BAB III METODE PENELITIAN
F. Instrumen Penelitian
2. Daftar Pedoman Wawancara
Peneliti memilih menggunakan wawancara tidak terstruktur, dimana peneliti tidak menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk mewawancarai.
Peneliti menyiapkan garis besar pertanyaan yang akan ditanyakan. Pertanyaan tersebut digunakan untuk menganalisis kebutuhan terhadap produk yang akan dikembangkan. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas IV dan guru tari.
Tabel 3.3 Daftar Pertanyaan Wawancara untuk Guru Kelas IV
No Daftar Pertanyaan Wawancara
1
Sejauh mana kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika materi sudut?
2
Kesulitan apa yang Bapak/ Ibu alami ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut kepada peserta didik?
3
Apakah Bapak/ Ibu memerlukan/menginginkan metode pembelajaran yang baru ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut kepada peserta didik?
54 4
Apakah Bapak/ Ibu guru pernah melakukan pembelajaran matematika materi sudut dengan menggunakan tarian?
5
Jika terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran matematika materi sudut apakah Bapak/ ibu guru akan menggunakannya sebagai metode pembelajaran?
6
Bagaimana jika pembelajaran matematika menggunakan tarian sebagai salah satu cara dalam membantu siswa memahami
Tabel 3.4 Daftar Pertanyaan Wawancara untuk Guru Seni Tari
No Daftar Pertanyaan Wawancara
1 Gerak tari seperti apa yang cocok diajarkan untuk peserta didik kelas IV?
2
Apakah terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran matematika dengan menggunakan tarian?
3. Kuesioner
Kuesioner Peneliti menggunakan dua jenis kuisioner, yaitu kuisioner analisis kebutuhan pra-penelitian dan kuisioner validasi produk.
a. Kuisioner Analisis Kebutuhan Pra-Penelitian
Kuisioner analisis kebutuhan digunakan untuk menganalisis kebutuhan siswa mengenai prototipe pembelajaran yang akan dikembangkan. Kuisioner analisis kebutuhan ini dibagikan kepada 17 peserta didik kelas VI SD Negeri Sardonoharjo 2. Berikut ini merupakan kisi-kisi kuisioner analisis kebutuhan siswa:
55
Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuisioner Analisis Kebutuhan Pra-penelitian untuk Peserta Didik
No Aspek Indikator Pertanyaan
1 Sudut Jenis-jenis, ciri-ciri dan besar Sudut mengerjakan soal matematika materi sudut.
8. Saya bersemangat ketika mengerjakan soal matematika materi sudut.
Ketertarikan siswa pada materi dan
metode yang
digunakan guru:
9. Saya mengikuti pembelajaran matematika materi sudut dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran.
10. Saya tertarik mempelajari pembelajaran matematika materi sudut.
11. Saya tertarik belajar matematika dengan menari.
56
12. Saya tertarik belajar matematika materi sudut dengan menari.
Perhatian Peserta didik: Menyimak atau memperhatikan penjelasan guru
13. Saya memperhatikan penjelasan guru ketika menerangkan pembelajaran matematika materi sudut.
14. Saya memperhatikan penjelasan guru ketika menerangkan cara mengukur sudut.
Keterlibatan peserta didik: Peserta didik aktif menjawab pertanyaan dari guru selama kegiatan belajar mengajar
15. Saya aktif menjawab pertanyaan dari guru mengenai jenis-jenis sudut.
16. Saya aktif menjawab pertanyaan dari guru mengenai ciri-ciri sudut.
3 Seni Tari
Gerak
17. Saya menginginkan tarian yang dapat membantu saya dalam belajar tentang matematika materi sudut.
18. Saya menginginkan gerakan yang mudah ketika mempelajari matematika materi sudut.
19. Saya menginginkan gerakan yang mudah ketika mengidentifikasi sudut.
Irama
20. Saya menghendaki tarian yang diiringi dengan irama dalam membantu saya memahami pembelajaran matematika materi sudut.
57 b. Kuisioner Validasi Produk
Kuisioner validasi produk digunakan untuk mengetahui kualitas produk yang dikembangkan. Kuisioner ini akan diberikan ahli matematika, ahli tari dan guru kelas IV SD. Berikut adalah kisi-kisi dari kuisioner validasi produk.
Tabel 3.6 Kisi-kisi Kuisioner Validasi Produk
No Komponen yang dinilai
BAHASA
1 Prototipe pembelajaran memuat huruf, kata, dan tanda baca yang sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar
2 Susunan kalimat dalam prototipe pembelajaran mudah dipahami oleh guru maupun peserta didik
SISTEMATIKA PENYAJIAN BUKU
1 Judul tarian sesuai dengan isi dari prototipe pembelajaran yang dikembangkan 2 Pendahuluan menjelaskan tentang isi prototipe yang dikembangkan
3 Daftar isi menunjukkan informasi yang terdapat dalam prototipe yang dikembangkan
4
Isi prototipe memuat 2 bagian:
a. Bagian 1 berisi tentang penjelasan mengenai pembelajaran matematika materi sudut dan gerak tari yang digunakan dalam mempelajari sudut
58
b. Bagian 2 berisi tentang perangkat pembelajaran yaitu silabus dan RPP yang dilengkapi dengan LKS (Lembar Kerja Siswa)
5 Kepustakaan sesuai dengan sumber yang digunakan sebagai refrensi dalam prototipe pembelajaran yang dikembangkan
6 Tarian yang dikembangkan sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat pada tema 1 subtema 2 pembelajaran 2 dan 5
ISI PROTOTIPE
1 Bagian 1 berisi tentang penjelasan mengenai pembelajaran matematika materi sudut dan gerak tari yang digunakan dalam proses pembelajaran
2
Bagian 2 berisi perangkat pembelajaran, yaitu:
a. Silabus yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang terdapat pada tema 1 subtema 2 pembelajaran 2 dan 5
b. 2 RPP yang sesuai dengan pembelajaran yang terdapat pada tema 1 subtema 2 pembelajaran 2 dan 5
PEMILIHAN METODE DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1 Kesesuaian tarian dengan tujuan pembelajaran
2 Kesesuaian tarian dengan materi pembelajaran
3 Komponen dalam pengembangan prototipe pembelajaran matematika materi sudut dengan menggunakan tarian lengkap (KI, KD, Indikator, Tujuan)
4 Prototipe yang dikembangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik
59 G. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu data kualitatif dan data kuantitatif.
1. Data Kualitatif
Teknis analisis data kualitatif diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan komentar pada kuisioner yang disebarkan. Komentar tersebut diperoleh dari validator yang memberikan penilaian terhadap kelayakan produk yang berupa prototipe pembelajaran yang sudah dirancang oleh peneliti.
2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif yang digunakan oleh peneliti berupa perhitungan dari hasil validasi dari ahli matematika, ahli tari, dan guru kelas IV SD. Kategori penskoran ditentukan dengan mengadopsi aturan pemberian skor dan klasifikasi hasil penilaian berdasarkan Widoyoko (2014: 144).
a. Jumlah skor tertinggi ideal = jumlah pertanyaan atau aspek penilaian x jumlah pilihan (gradasi skor dalam rubik).
b. Skor akhir = (jumlah skor yang diperoleh : skor tertinggi ideal) x jumlah kelas interval.
c. Jumlah kelas interval = skala hasil penilaian. Artinya jika penilaian menggunakan skala 4 maka hasil penilaian diklasifikasikan menjadi 4 kelas interval.
60
d. Penentuan jarak interval (Ji) diperoleh dengan rumus
Keterangan: t = skor tertinggi ideal dalam skala r = skor terendah ideal
Jk = jumlah kelas interval
Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dibuat klasifikasi hasil penilaian dengan skala 4 sebagai berikut:
1) Skor tertinggi ideal = 4 2) Skor terendah ideal = 1
3) Jarak interval = (4-1) / 4 = 0,75 4) Klasifikasi hasil penilaian
Tabel 3.7 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif
Interval Tingkat Pencapaian Kualifikasi
3,25≤M≤4,00 Sangat Baik
2,50≤M<3,25 Baik
1,75≤M<2,50 Kurang Baik
0,00≤M<1,75 Tidak Baik
Ji = (t – r) / Jk
61 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan mengenai proses pengembangan protipe pembelajaran matematika dengan tarian dan penjabaran kualitas prototipe pembelajaran matematika materi sudut kelas IV SD dengan tarian.
A. Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian pengembangan ini dilakukan sesuai dengan prosedur pengembangan Borg & Gall dalam Sugiono (2012:298), yang telah dimodifikasi sehingga penelitian ini hanya sampai uji coba terbatas. Pada bagian ini akan dibahas mengenai prosedur dan kualitas pengembangan prototipe rancangan pembelajaran.
1. Proses Pengembangan
a. Potensi dan Masalah
Peneliti melaksanakan observasi pembelajaran dan wawancara terhadap Guru Kelas dan Guru Tari di Sekolah yang berbeda. Observasi pembelajaran dilakukan hanya satu Sekolah Dasar sedangkan untuk wawancara dilakukan didua Sekolah yang berbeda. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mengetahui potensi dan masalah yang
62
terdapat di Sekolah Dasar sehingga dapat digunakan oleh peneliti sebagai pedoman pengembangan produk yang dikembangkan.
Potensi yang terlihat mengenai pembelajaran matematika materi sudut di SD Negeri Sardonoharjo 2 kelas IV. Peserta Didik kelas IV perlu lebih serius dalam memahami pembelajaran matematika materi sudut agar dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sudut, tentunya pembelajaran matematika materi sudut di kelas IV merupakan dasar untuk mempelajari materi yang dikembangkan pada tingkat lanjut. Pembelajaran tersebut dapat melatih Intelegensi matematis-logis dan kinestetik-badani
Masalah yang peneliti temukan dalam melakukan observasi dan wawancara, peneliti melihat masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan ketika mempelajari materi sudut. Hal tersebut dikarenakan penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, sehinga menurunkan minat Peserta Didik dalam mengikuti pembelajaran matematika materi sudut yang berakibat pada kurangnya peserta didik dalam memahami pembelajaran.
Tabel 4.1 Hasil Observasi Kegiatan Pembelajaran
No Aspek yang Diamati Deskripsi Hasil Kegiatan
1 Penggunaan metode pembelajaran untuk membantu peserta didik
Guru menggunakan metode ceramah dan penugasan Guru menggunakan metode ceramah penugasan serta observasi keadaan di
63
memahami pembelajaran. sekitar untuk mengetahui benda-benda yang memiliki sudut
2 Kesulitan Peserta Didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Terdapat beberapa siswa yang masih belum jelas dalam memahami penjelasan guru ketika menjelaskan materi sudut
3
Kesulitan yang sering muncul pada peserta didik ketika memahami pembelajaran.
Terdapat beberapa peserta didik yang masih belum dapat menentukan dan membedakan jenis sudut.
Berdasarkan hasil observasi pembelajaran dapat dilihat bahwa kurangnya inovasi pembelajaran sehingga menyebabkan beberapa peserta didik belum dapat memahami penjelasan guru dengan baik yang berakibat peserta didik kesulitan dalam menentukan dan membedakan bentuk sudut.
Tabel 4.2 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas IV
No Daftar Pertanyaan Wawancara Jawaban
1
Sejauh mana kesulitan peserta didik dalam pembelajaran matematika materi sudut?
Beberapa peserta didik masih ada yang belum dapat memahami materi sudut terutama dalam menentukan jenis-jenis sudut
2
Kesulitan apa yang Bapak/Ibu alami ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut pada peserta didik?
Karena peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda maka kesulitannya ketika harus menggunakan metode pembelajaran yang tepat serta perlu inovasi yang lebih
64
agar semua anak bisa menerima materi dan mampu memahaminya.
3
Apakah Bapak/Ibu memerlukan/
menginginkan metode
pembelajaran yang baru ketika mengajarkan pembelajaran matematika materi sudut kepada peserta didik?
Memerlukan sekali apalagi dengan metode pembelajaran yang tidak sulit tetapi semua anak dapat menerimanya.
4
Apakah Bapak/Ibu pernah melaksanakan pembelajaran matematika materi sudut menggunakan tarian?
Belum pernah sama sekali
5
Jika terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam memahami materi sudut apakah Bapak/Ibu akan menggunakannya sebagai metode pembelajaran?
Tentu saja jika tarian tersebut bisa saya gunakan dan dapat mempermudah anak dalam memahami materi sudut maka saya akan menggunakannya.
Setelah melakukan wawancara kepada Guru Kelas IV SD Negeri Sardonoharjo 2, peneliti menemukan permasalahan yang dialami guru ketika melaksanakan pembelajaran matematika materi sudut. Guru mengatakan bahwa perlu adanya inovasi metode pembelajaran yang mudah diterapkan serta bermanfaat bagi guru maupun peserta didik, salah satunya menggunakan tarian. Guru juga sangat antusias ketika ada metode pembelajaran baru yang dapat digunakan untuk membantu dalam
65
proses pembelajaran terutama dalam pelajaran matematika materi sudut, salah satunya dengan menggunakan tarian.
Tabel 4.3 Hasil Wawancara dengan Guru Tari
No Daftar Pertanyaan Wawancara Jawaban
1
Gerak tari seperti apa yang cocok untuk diajarkan pada peserta didik kelas IV?
Untuk Peserta didik kelas IV gerakan tarian tradisional sudah bisa diajarkan, gerakan tari kreasi yang sederhana juga sudah bisa diajarkan.
2
Apakah terdapat tarian yang dapat membantu peserta didik dalam
memahami pembelajaran
matematika?
Belum ada.
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas IV sudah dapat menirukan gerakan tari sehingga mudah untuk diajarkan. Dengan belum adanya tarian yang digunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran matematika ini menjadi satu kesempatan penulis untuk menciptakannya.
b. Pengumpulan Data
Peneliti membagikan kuisioner kepada peserta didik sebagai instrumen pra-penelitian. Kuisioner tersebut dibagikan kepada peserta didik SD N Sardonoharjo 2 yang berjumlah 17 orang. Kuisioner ini
66
digunakan untuk memperkuat data hasil dari wawancara dan observasi yang sebelumnya dilakukan. Hasil Kuisioner ini juga digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dan minat peserta didik dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan tarian.
Tabel 4.4 Hasil Penyebaran Kuisioner Pra- Penelitian di SD Negeri Sardonoharjo 2
No Aspek Indikator Pertanyaan
Jawaban Persentasi
67
68
69
70
Data di atas merupakan hasil dari kuisioner yang dibagikan kepada peserta didik kelas 4 SD Negeri Sardonoharjo 2, dari hasil kuisioner peneliti mendapatkan data 76% peserta didik mengalami kesulitan menentukan jenis-jenis sudut, 71% peserta didik mengalami kesulitan membedakan jenis-jenis sudut, 18% peserta didik mengaku tidak senang mengikuti pembelajaran Matematika materi sudut dan 65% peserta didik menginginkan tarian yang dapat membantu belajar tentang Matematika materi sudut.
c. Desain Produk
Langkah awal yang dilakukan sebelum pembuatan produk yaitu dengan mengamati jaring-jaring tema yang terdapat pada Kurikulum 2013, kemudian menentukan tema yang sesuai dengan rencana
ketika
71
pembuatan produk, setelah itu memilih sub tema dan memilih pembelajaran yang sesuai dengan apa yang direncanakan dalam pembuatan produk. Tahap selanjutnya pembuatan gerak tari yang akan digunakan dalam pembelajaran terkait yang akan dijelaskan dalam isi yang terdapat pada prototipe pembelajaran. Pembuatan prototipe ini berdasarkan pada kompetensi dasar yang terdapat pada buku kurikulum 2013 kelas 4 Tema 1 (indahnya kebersamaan), Subtema 2 (kebersamaan dalam keberagaman), Pembelajaran 2 dan 5, serta didasarkan pada indikator dan tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti. Berikut komponen yang terdapat pada prototipe pembelajaran yang dikembangkan.
1) Sampul Buku
Dalam sampul buku terdapat judul “ Prototipe Rancangan Pembelajaran Tematik Matematika Materi Sudut Dengan Menggunakan Tarian”. Sampul buku dibuat menggunakan aplikasi corel draw x7, menggunakan jenis huruf Calibri, dengan ditambahkan gambar sudut dan gambar orang menari, dan ukuran kertas A4.
72
Gambar 4.1 Sampul Depan 2) Isi Prototipe
Prototipe ini terdapat 2 bagian, yaitu:
a) Bagian 1
Bagian 1 ini terbagi dalam 2 sub-sub judul yaitu:
Pertama membahas mengenai materi pembelajaran matematika mengenai sudut yang diawali dengan penjelasan pengertian sudut, jenis-jenis sudut dan cara mengukur sudut, serta dilengkapi dengan gambar disetiap pembahasan.
Kedua membahas mengenai tarian yang digunakan dalam pembelajaran yaitu “ Tari Tani” yang terbagi dalam beberapa penjelasan yaitu:
(1) Bentuk gerak dasar yang digunakan dalam menarikan
“Tari Tani”
73
Gambar 4.2 Salah Satu Gerak Dasar “Tari Tani”
(2) Urutan gerak “ Tari Tani” yang terdiri dari 8 urutan gerak
Gambar 4.3 Salah Satu Urutan Gerak “Tari Tani”
(3) Pola Lantai Pada “ Tari Tani” terdapat 3 bentuk pola lantai yaitu membentuk sudut tumpul, lancip dan siku-siku
74
Gambar 4.4 Salah Satu Pola Lantai “ Tari Tani”
(4) Bentuk Sudut yang terdapat pada setiap pose dalam “Tari Tani”
Ketika melakukan gerakan dalam “ Tari Tani” dengan sendirinya tangan dan kaki membentuk sudut
Gambar 4.5 Contoh Gerak Tari Tani yang membentuk sudut
Sudut siku-siku Sudut lancip
Sudut tumpul
75 b) Bagian 2
Bagian kedua memuat tentang 2 RPP. RPP tersebut disusun berbasis kurikulum 2013 . RPP pertama memuat 3 mata pelajaran terkait yang terdapat pada pembelajaran 2. Mata pelajaran pertama adalah matematika, KD pada matematika adalah: 3.12 Menjelaskan dan menentukan ukuran sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur, dan 4.12 Mengukur sudut pada bangun datar dalam satuan baku dengan menggunakan busur derajat. Kedua adalah SBdP KD: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah dan 4.3 Memperagakan dasar-dasar gerak tari daerah. Ketiga adalah PPKn dengan KD : 3.4 Memahami berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia yang terkait dengan persatuan dan kesatuan, dan 4.4 Bekerjasama dalam berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia yang terkait persatuan dan kesatuan.
RPP kedua juga berisi 3 mata pelajaran terkait yaitu Matematika, SBdP dan IPS. KD pada Matematika adalah: 3.8 Menjelaskan segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan, dan 4.8 Mengidentifikasi segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan. KD pada SBdP: 3.3 Memahami dasar-dasar gerak tari daerah, dan 4.4 Menerangkan dasar-dasar gerak tari daerah. KD pada IPS: 3.2 Memahami Keragaman
76
sosial, ekonomi, budaya, etnis agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia, dan 4.2 Menceritakan keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia. Setiap RPP dilengkapi dengan LKPD ( Lembar Kerja Peserta Didik).
d. Validasi Desain
Prototipe divalidasi oleh 2 Dosen Ahli, Guru Kelas dan Guru Tari.
Berikut ini adalah hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh 4 ahli tersebut.
Tabel 4.5 Hasil Validasi Produk
NO Komponen yang dinilai Skor (1-4) Saran
1 Bahasa
Prototipe pembelajaran memuat huruf, kata, dan tanda baca yang sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.
Susunan kalimat dalam prototipe pembelajaran
menjelaskan tentang isi
Dosen Ahli 1: 4 Dosen Ahli 1: -
77
Daftar isi menunjukkan informasi yang terdapat dalam prototipe yang dikembangkan. referensi dalam prototipe pembelajaran yang dengan kompetensi dasar yang terdapat pada tema
78
matematika materi sudut
Dosen Ahli 1: 3
79
Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Validasi Produk
Validator Skor Total Rata-rata Rata-rata
keseluruhan Komentar 3,29, Dosen ahli 2 dengan total skor 45 dan rata-rata 3,21, guru kelas IV dengan total skor 50 dan rata-rata 3,57, sedangkan dari guru tari dengan total skor 48 dan rata-rata 3,42. Sehingga total rata-rata keseluruhan yang didapat adalah 13,49 dan didapat rata-rata sebesar 3,37 . Jika dilihat dari tabel 3.7 rata-rata yang didapat menunjukkan kualifikasi produk tersebut
80
adalah sangat baik. Kesimpulan yang didapat bahwa kualitas produk yang dibuat peneliti sangat baik, namun peneliti menyadari bahwa produk yang peneliti buat jauh dari sempurna, karena masih ada beberapa perbaikan yang harus peneliti lakukan yaitu berkaitan dengan penulisan yang sesuai dengan EYD, kemudian keterangan gambar yang kurang jelas, ada juga keterangan dalam LKPD yang kurang jelas.
e. Revisi Produk
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh validator maka peneliti melakukan beberapa revisi produk, revisi yang dilakukan peneliti sebagai berikut.
(a) (b)
Gambar 4.6 (a) Penjelasan sudut sebelum direvisi, (b) Penjelasan sudut setelah direvisi
81
Pada gerakan 1 terdapat penulisan yang salah pada keterangan gerakan, dan juga terdapat penandaan keterangan sudut yang kurang jelas.
(a) (b)
Gambar 4.7 (a) Keterangan gerakan sebelum direvisi, (b) Keterangan gerakan setelah direvisi
Pada gerakan 2 terdapat kesalahan penulisan dalam keterangan gerakan.
(a) (b)
Gambar 4.8 (a) Sebelum direvisi (b) Sesudah direvisi
82
Terdapat juga beberapa pembenaran terkait dengan kesalahan penulisan yang belum sesuai dengan EYD pada produk.
B. Pembahasan
Peneliti akan membahas mengenai pengembangan Prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV sekolah dasar dengan teori penelitian Borg & Gall dan kualitas Prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV sekolah dasar dengan teori penelitian Borg & Gall.
1. Pengembangan Prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV Sekolah Dasar
Langkah awal peneliti dalam mengembangkan produk prototipe, yaitu mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada di SD Negeri Sardonoharjo 2.
Peneliti menemukan potensi dan masalah melalui hasil observasi di kelas IV saat melakukan pembelajaran Matematika. Hasil observasi di kelas IV dapat disimpulkan bahwa ditemukan potensi tentang pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan tarian untuk kelas IV SD. Masalah yang peneliti temukan dari hasil observasi adalah peserta didik kurang tertarik dalam mempelajari Matematika sehingga peserta didik cenderung kurang memperhatikan saat guru memberikan penjelasan, banyak peserta didik yang mencari kesibukan sendiri seperti berbicara dengan teman, bermain sendiri,
83
dan mengganggu teman. Peneliti melakukan wawancara tidak terstruktur kepada guru kelas IV yang mengatakan bahwa peserta didik cenderung kurang memperhatikan saat guru memberikan penjelasan, peserta didik banyak mencari kesibukan sendiri seperti berbicara dengan teman, bermain sendiri, dan mengganggu teman. Sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan Kurikulum 2013 guru tersebut belum sepenuhnya menggunakan pembelajaran tematik integratif khususnya untuk materi sudut.
Hal yang menyebabkan guru tersebut belum sepenuhnya menggunakan pembelajaran tematik integratif karena beliau merasa lebih mudah menggunakan sistem pembelajaran lama (KTSP) dari pada yang baru (Kurikulum 2013). Belum semua karakteristik yang terdapat pada pembelajaran tematik diterapkan saat mengajar, seperti sudah diterapkannya karakteristik berpusat pada peserta didik dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain namun pemisah antar mata pelajaran masih sangat terasa Guru Kelas IV memberitahukan bahwa beliau tidak selalu mengaitkan suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya. Begitu pula dengan penerapan mata pelajaran Matematika menggunakan tarian. Guru memerlukan buku pegangan guru sebagai pedoman untuk mengajarkan Matematika melalui seni tari tersebut sehingga beliau lebih mudah mengajar dengan mengikuti buku pedoman pegangan guru.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti mengembangkan produk berupa prototipe rancangan pembelajaran tematik Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian untuk kelas IV Sekolah Dasar agar dapat
84
membantu guru dalam menyampaikan dan menjelaskan materi pembelajaran khususnya pelajaran Matematika materi sudut dengan menggunakan tarian kepada peserta didik. Langkah tersebut sesuai dengan potensi dan masalah.
Langkah kedua yaitu pengumpulan data. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan membagikan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 18 peserta didik kelas IV SD. Kuesioner tersebut berisi 20 pertanyaan mengenai kesulitan peserta didik pada pembelajaran Matematika mengenai materi sudut dan minat pada pembelajaran seni tari. Penyebaran kuesioner digunakan untuk memperkuat data hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Kuesioner juga digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dan minat peserta didik dalam mempelajari Matematika menggunakan tarian. Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan data 76% peserta didik mengalami kesulitan menentukan jenis-jenis sudut, 71% peserta didik mengalami kesulitan membedakan jenis-jenis sudut, 18% peserta didik mengaku tidak senang
Langkah kedua yaitu pengumpulan data. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan membagikan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 18 peserta didik kelas IV SD. Kuesioner tersebut berisi 20 pertanyaan mengenai kesulitan peserta didik pada pembelajaran Matematika mengenai materi sudut dan minat pada pembelajaran seni tari. Penyebaran kuesioner digunakan untuk memperkuat data hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya. Kuesioner juga digunakan untuk mengetahui kesulitan peserta didik dan minat peserta didik dalam mempelajari Matematika menggunakan tarian. Dari hasil penyebaran kuesioner didapatkan data 76% peserta didik mengalami kesulitan menentukan jenis-jenis sudut, 71% peserta didik mengalami kesulitan membedakan jenis-jenis sudut, 18% peserta didik mengaku tidak senang