• Tidak ada hasil yang ditemukan

Puaskan kehausan jiwa Anda!

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 38-42)

Judul : Puaskan kehausan jiwa Anda! Pemenuhan arti dan tujuan hidup dapat digambarkan dengan pemuasan dahaga. Cinta, harta, pangkat, serta kenikmatan tidak dapat memuaskan dahaga terdalam manusia. Hanya Allah yang sanggup memberi kepuasan sejati!

Saat berada di sumber air di Samaria, Yesus bertemu perempuan Samaria yang ingin mengambil air. Saat itu tengah hari. Sebenarnya itu bukan waktu yang lazim untuk mengambil air karena para perempuan biasanya mengambil air pada pagi atau sore hari. Mungkin perempuan itu sengaja datang pada waktu itu untuk menghindari pertemuan dengan perempuan lain. Melihat perempuan Samaria itu, Yesus meminta air kepada dia (ayat 6-7). Ini mengejutkan si perempuan (ayat 9). Dia mengenali orang itu sebagai orang Yahudi. Padahal orang Yahudi menghindari kontak langsung dengan orang Samaria. Lagi pula tak lazim bagi seorang pria terhormat untuk bicara dengan perempuan di tempat seperti itu. Namun Yesus tidak menghiraukan keheranan perempuan Samaria. Ia malah menawarkan air hidup yang merupakan karunia Allah (ayat 10), yang lebih berarti daripada air yang sehari-hari diminum oleh perempuan itu. Yesus ingin

perempuan itu menyadari adanya kebutuhan rohani yang juga harus dipenuhi. Dan kebutuhan itu hanya bisa dipuaskan oleh Allah, yang penuh dengan kasih karunia.

Apa yang dimaksud Yesus dengan air hidup? Di dalam PL, Tuhan disebut sebagai sumber air

(Yer. 17:13) atau sungai (Mzm. 36:9) yang menjawab kehausan manusia akan Allah (Mzm. 42:2;

Yes. 55:1; Yer. 2:13; Zak. 13:1). Yesus berkata bahwa Ia akan menganugerahkan air hidup yang

dapat memuaskan kehausan manusia akan Allah. Ini berarti Yesus menyatakan bahwa diri-Nyalah penggenap firman tsb. Ialah Mesias dari Allah yang sanggup memuaskan kerinduan jiwa manusia.

Jika kita tidak mau mengabaikan tubuh ketika merasa lapar atau haus, mengapa kita sering tak peduli terhadap kehausan jiwa kita? Tanpa Yesus sesungguhnya jiwa akan selalu kehausan. Undanglah Dia untuk memuaskan jiwa Anda.

39

Sabtu, 26 Januari 2008

Bacaan : Yohanes 4:15-26

(26-1-2008)

Yohanes 4:15-26

Berpusat pada Allah

Judul : Berpusat pada Allah Bertemu dengan Yesus membuat orang harus berhadapan dengan kebenaran. Saat itulah segala dosa dan ketidaklayakan tersingkap dan menjadi nyata.

Pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria membongkar kebejatan dirinya. Ia tinggal bersama seorang laki-laki tanpa menikah. Laki-laki itu adalah laki-laki keenam yang pernah tinggal bersama dia (ayat 16-18). Lalu terbongkar juga konsepsi yang salah tentang penyembahan. Orang Samaria, sama seperti orang Israel, memiliki pandangan bahwa ibadah harus dilakukan di satu tempat tertentu saja (ayat 20). Bedanya orang Samaria menyembah yang tidak mereka kenal (ayat 22). Ini berkaitan dengan kesalahan nenek moyang mereka, yang mencampuradukkan penyembahan kepada dewa asing dan kepada Yahweh sebagai akibat kawin campur.

Yesus menyatakan bahwa penyembahan kepada Allah tidak dibatasi oleh tempat (ayat 21). Allah adalah Roh. Keberadaan-Nya tidak terbatas di satu tempat tertentu saja. Ia dapat ditemui umat-Nya di mana saja dan kapan saja. Maka yang penting bukanlah di mana tempat kita menyembah, tetapi bagaimana kita menyembah Dia. Allah adalah roh maka orang harus menyembah Dia di dalam roh dan kebenaran (ayat 23). Hanya orang yang dilahirkan dari roh (Yoh. 3:5) yang dapat menyembah Dia di dalam roh (ayat 24). Hanya orang yang percaya penyataan Allah di dalam Yesus, yang dapat dibebaskan dari dosa dan menyembah Allah di dalam kebenaran.

Kini pun banyak orang yang beribadah dalam ketidaklayakan, kesalahan, dan mengutamakan hal-hal yang bersifat eksternal. Pendukung terciptanya suasana ibadah seperti tempat yang nyaman, liturgi yang menggugah, atau paduan suara yang megah tidaklah salah, tetapi bukan yang utama. Ibadah yang sejati adalah persekutuan manusia seutuhnya dengan Allah dalam segenap kemuliaan dan kebenaran-Nya. Ibadah sedemikian bukan sesuatu yang bersifat mekanis, bukan juga ritual belaka. Ibadah adalah hasil karya Roh Kudus di dalam hidup orang beriman.

40

Minggu, 27 Januari 2008

Bacaan : Yohanes 4:27-42

(27-1-2008)

Yohanes 4:27-42

Hidup orang bermisi

Judul : Hidup orang bermisi Beberapa tembok perintang antara Tuhan Yesus dan perempuan itu telah dengan sengaja Tuhan runtuhkan. Rintangan geografis, religius, dan moral tidak Tuhan biarkan menjadi penghalang dalam menemukan orang yang mencari pemuasan hidup secara salah. Tindakan Tuhan tersebut sungguh luar biasa dan membuat para murid kaget (ayat 27). Namun mereka tidak berani mengutarakan keheranan yang menyeruak ke dalam hati mereka. Mereka hanya bisa mengajak Yesus makan.

Jawaban Tuhan Yesus membukakan pengajaran penting bagi para murid-Nya. Bagi Tuhan Yesus, yang mengenyangkan dan menguatkan bukan saja makan makanan biasa, melainkan juga saat mewujudkan dan melakukan kehendak Allah. Artinya terlibat dalam misi ilahi untuk

menyelamatkan orang-orang yang belum menemui makna hidup sejati. Inilah misi hidup Yesus. Menggenapi misi ini merupakan prioritas utama kehidupan-Nya dan yang menjadi sumber kesukaan dan kekuatan bagi Dia.

Para murid, juga kita, cenderung menyesuaikan prioritas dan misi dengan kondisi dan kenyataan yang sedang terjadi. Kita beranggapan belum saatnya melakukan penginjilan bila orang belum menunjukkan tanda terbuka pada Injil. Anggapan ini persis seperti anggapan bahwa musim menuai belumlah tiba karena masa menabur baru saja mulai. Namun gejala bahwa orang hidup dalam kesia-siaan dan pencarian makna merupakan tanda bahwa dunia sangat memerlukan Injil! Kita lihat bahwa perempuan itu kemudian mengalami perubahan hidup. Bahkan ia juga

menyebabkan penuaian ke seluruh penduduk kampungnya segera mulai (ayat 28-30, 41-42). Tuhan ingin agar orang yang mengikut Dia pun memiliki misi yang diprioritaskan seperti juga misi yang Ia telah jalani dan teladankan! Oleh karena itu pastikan bahwa dalam segala segi, hidup dan tindakan Anda menjadi semacam berita yang menunjuk kepada Yesus Kristus dan membawa berkat bagi orang lain!

41 Senin, 28 Januari 2008 Bacaan : Yohanes 4:43-54

(28-1-2008)

Yohanes 4:43-54

Tanda kedua

Judul : Tanda kedua Sambutan orang-orang Samaria terhadap Yesus (Yoh. 4:1-42) begitu baik. Mereka percaya pada Yesus meski tak ada satu mukjizat pun yang Dia lakukan. Berbeda dengan orang-orang di Yerusalem dan Galilea. Mereka tertarik mengikuti Yesus karena mukjizat yang Dia lakukan (ayat 45). Sambutan salah mereka kelak akan bermuara pada penolakan terhadap Yesus, yang datang dengan misi utama menggenapi rencana penyelamatan Allah, bukan berbuat mukjizat. Namun mengapa Yesus tetap menuju Galilea, meski Ia tahu bahwa Ia akan tidak diterima?

Peristiwa anak pegawai istana ini menunjuk pada transisi yang benar. Semula pegawai istana mencari Yesus karena butuh mukjizat. Ia tipikal semua orang Galilea yaitu percaya kalau ada tanda. Namun oleh anugerah Allah melalui teguran Yesus, orang itu akhirnya percaya karena perkataan Yesus (ayat 50). Inilah iman sejati yaitu iman yang berdasarkan firman dan

menyambut Yesus, dengan atau tanpa mukjizat.

Yesus menyuruh dia pulang karena anaknya hidup. Lalu dengan iman pada perkataan Yesus ia kembali ke rumah (ayat 50). Benar saja, ketika di dalam perjalanan ia diberi tahu bahwa anaknya hidup (ayat 51). Pegawai istana menyaksikan mukjizat (ayat 52) dan ia percaya. Iman pegawai istana ini dikaitkan dengan perkataan Yesus, bukan dengan mukjizat (ayat 50, 53). Perkataan yang berkuasa itulah yang membuat ia dan seluruh keluarganya menjadi percaya (ayat 53). Yohanes secara selektif mencatat mukjizat yang Yesus lakukan. Mukjizat pertama adalah air menjadi anggur di pesta nikah di Kana. Penyembuhan ini adalah tanda kedua. Kedua tanda itu memperjelas fakta bahwa Yesus adalah pembaru hidup (ayat 4:14). Mukjizat Yesus dalam catatan Yohanes bukan sekadar keajaiban, tetapi petunjuk yang mengarahkan orang untuk percaya pada Yesus, Sang pemberi hidup.

Janganlah kebutuhan akan pertolongan dan mukjizat bagi kebutuhan sementara kita membuat fokus dan motif iman kita bergeser, tidak lagi pada yang kekal dan pada Yesus!

42

Selasa, 29 Januari 2008

Bacaan : Yohanes 5:1-18

(29-1-2008)

Yohanes 5:1-18

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 38-42)