• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tetap tinggal bersama Yesus

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 49-54)

Judul : Tetap tinggal bersama Yesus Situasi jadi berkembang. Sebelumnya orang-orang Yahudi yang bersungut-sungut karena mendengar perkataan Yesus. Kemudian malah murid-murid Yesus yang mengundurkan diri karena tidak sanggup menerima pengajaran-Nya. Memang ada orang yang mengikut Yesus sebagai murid. Mereka ikut Dia ke padang belantara, di mana Ia mengajar mereka dan memberi mereka makan. Namun mereka tidak sungguh-sungguh percaya kepada Dia, pada misi dan pelayanan-Nya sebagai Mesias bagi Israel. Mereka menyatakan bahwa pengajaran Yesus terlalu berat. Padahal faktanya tidaklah demikian. Mereka hanya tidak suka pada apa yang mereka dengar. Oleh sebab itu, mereka tidak ingin mendengar lebih banyak lagi. Yesus tahu yang sesungguhnya ada di dalam hati mereka. Sebenarnya mereka tidak dapat menangkap makna rohani dari perkataan-Nya. Mereka bingung, bagaimana mungkin orang dapat memperoleh hidup kekal melalui makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Namun Yesus tahu bahwa orang tidak mungkin percaya bila tidak ditarik Bapa. Bahkan orang seperti Yudas Iskariot yang telah mendengar dan melihat semua yang Yesus lakukan, tidak memiliki iman yang sungguh-sungguh kepada Yesus.

Banyak orang yang seperti itu. Mengikut Yesus hanya sementara waktu, yakni sepanjang pengajaran Yesus dan konsekuensi menyangkut Yesus tidak bertabrakan dengan faham,

kebiasaan, atau keinginan-keinginan manusiawi mereka. Namun ketika harus menerima seluruh pengajaran Yesus dan juga kehendak-Nya, saat itulah iman semu menjadi runtuh. Mereka tidak mau lagi mendengar perkataan Tuhan dan menolak untuk mengikut Yesus secara serius. Kiranya kita menjadi seperti para murid sejati, yang meskipun tidak memahami pengajaran Yesus pada waktu itu, tetapi mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Mereka percaya bahwa hanya melalui Dia mereka mendapat hidup kekal. Mereka tetap bersama Yesus dan menyilakan Yesus membentuk dan mengubah mereka!

50

Rabu,, 6 Februari 2008

Bacaan : Yohanes 7:1-13

(6-2-2008)

Yohanes 7:1-13

Berani pro Yesus?

Judul : Berani pro Yesus? Yesus bekerja bukan untuk mencari popularitas. Juga bukan untuk mengikuti kemauan banyak orang. Sebaliknya Ia senantiasa bekerja menuruti kehendak Bapa. Hari Pondok Daun adalah hari berkumpulnya orang Yahudi di Bait Allah untuk mengucap syukur atas hasil panen. Sangat banyak orang yang akan hadir di sana. Saudara-saudara Yesus mendorong Dia menggunakan kesempatan itu untuk menampakkan diri kepada dunia. Mereka berkata demikian bukan karena ingin memotivasi Yesus, sebab mereka sendiri tidak percaya kepada Dia (ayat 3-5). Mereka mungkin hanya menyindir. Yesus memang tidak pergi karena tahu bahwa Ia harus melakukan segala sesuatu sesuai waktu yang Bapa tetapkan. Ia tidak mau mendahului waktu yang Bapa tetapkan sebab ada pekerjaan yang Dia harus lakukan, yaitu memberi kesaksian tentang pekerjaan-pekerjaan dunia yang jahat. Karena itulah Ia akan dibenci (ayat 7).

Walau tidak pergi bersama saudaranya, Yesus berangkat juga ke Bait Allah. Bukan karena Yesus terbujuk oleh saudara-saudara-Nya. Ia datang karena sebagai orang Yahudi, Ia patut ambil bagian dalam perayaan tsb. Untuk tidak menimbulkan kejutan, Ia datang diam-diam (ayat 10). Ternyata di sana, gaung popularitas Yesus sampai juga. Meski tidak berani bicara keras-keras karena takut terhadap orang-orang Yahudi (ayat 13), orang banyak tetap membicarakan Yesus. Opini publik terbagi dua. Ada yang menyebut Dia orang baik. Pendapat ini muncul mungkin karena telah melihat kebaikan yang Yesus lakukan kepada orang-orang sakit dan kepada semua orang yang memerlukan pertolongan. Namun ada juga yang tidak setuju. Mereka mencap Dia sebagai penyesat rakyat (ayat 12).

Bila Anda berada di tengah-tengah mereka saat itu, termasuk kelompok yang manakah Anda? Bila Anda berada di tengah-tengah ancaman, kelompok yang manakah Anda? Percaya Yesus dan mengikut Dia memang membuat kita harus menentukan sikap dan berani berbeda sikap dari orang-orang di sekitar kita. Beranikah Anda?

51

Kamis, 7 Februari 2008

Bacaan : Yohanes 7:14-24

(7-2-2008)

Yohanes 7:14-24

Nyata di depan Yesus

Judul : Nyata di depan Yesus Pertentangan antara orang Yahudi dengan Yesus semakin terbuka. Namun pertentangan ini justru menjadi kesempatan bagi Yesus untuk menyampaikan kebenaran.

Ketika mendengar pengajaran Yesus di Bait Allah, orang-orang Yahudi yang mendengar Dia melontarkan komentar yang bernada kagum dan heran (ayat 15). Mereka heran karena Orang yang berlatarbelakang tukang kayu memiliki kemampuan mengajar. Ini membuka kesempatan bagi Yesus untuk mengulangi pengajaran penting tentang kesatuan Bapa dan diri-Nya, yakni bahwa Dia diutus Bapa dan Bapa menjadi sumber pengajaran-Nya (ayat 16). Pengajaran itu kemudian dikembalikan untuk kemuliaan Bapa (ayat 17). Bukan seperti mereka yang mengakui Musa sebagai pemimpin besar yang telah mengajarkan Taurat, tetapi tidak mereka patuhi. Bahkan mereka melanggarnya karena memiliki rencana untuk membunuh Yesus (ayat 19). Bukankah ini melanggar Hukum Taurat keenam? Selain itu, mereka menyunat orang pada hari Sabat, tetapi menganggap upaya penyembuhan terhadap penyakit yang Yesus lakukan pada hari Sabat merupakan pelanggaran (ayat 23-24). Mereka telah bertindak seperti polisi Taurat,

mengawasi agar setiap orang bertindak sesuai Taurat. Padahal mereka sendiri melanggarnya dengan berbagai alasan yang mereka buat sendiri. Bukankah ini berarti mereka telah bertindak sewenang-wenang dan memutarbalikkan Taurat?

Pertemuan Yesus dengan para pemimpin agama Yahudi ternyata jadi membuka "kedok" yang selama itu menyelubungi wajah mereka. Sekian lama mereka bersembunyi di balik pengakuan diri sebagai ahli Taurat dan mengelabui banyak orang, tetapi saat itu di hadapan Yesus semua terlihat begitu jelas. Terbukti banyak orang yang tidak mengetahui konspirasi mereka untuk membinasakan Yesus (ayat 20).

Berhadapan dengan Yesus juga akan membuat kita tidak dapat bersembunyi di balik selubung apa pun. Semuanya akan nyata terlihat. Yang perlu kita lakukan adalah mengakui keberadaan kita dan memohon kasih karunia Tuhan.

52

Jumat, 8 Februari 2008

Bacaan : Yohanes 7:25-36

(8-2-2008)

Yohanes 7:25-36

Asal usul Yesus

Judul : Asal usul Yesus Tidak mudah memberi penjelasan kepada orang yang mau tahu, tetapi tak mau mengerti. Sebenarnya orang-orang Yerusalem sedang bingung. Setahu mereka, para pemimpin agama menentang ajaran Yesus. Namun para pemimpin agama justru terlihat

berdialog serius dengan Yesus di Bait Allah. Bukankan ini membingungkan? Jangan-jangan para pemimpin agama keliru tentang Yesus. Bila demikian, malah timbul kebingungan yang lain. Menurut para pemimpin agama, tidak seorang pun yang mengetahui asal usul Kristus, sementara sebenarnya mereka tahu keluarga Yesus. Mereka juga tidak boleh beralasan bahwa mereka tidak tahu ajaran PL tentang Mesias (Misalnya Mi. 5:2).

Di tengah-tengah kebingungan itu, Yesus menjelaskan keberadaan-Nya. Kembali muncul dua macam reaksi. Reaksi positif membuat orang datang dan percaya kepada Dia (ayat 31), meski terus bertanya-tanya benarkah Dia sama dengan Kristus yang dijanjikan itu. Reaksi negatif ditunjukkan dalam keinginan untuk menangkap dan membunuh Yesus. Mereka yang termasuk di dalamnya adalah orang-orang Farisi dan para imam. Meski saat kematian Yesus belum tiba (ayat 30), rencana jahat mereka terhadap Yesus memperlihatkan bahwa waktu-Nya makin dekat. Tinggal sedikit waktu lagi yang tersisa untuk tinggal bersama-sama dengan murid-murid-Nya karena Ia akan kembali kepada Bapa-Nya.

Sampai kini pun hidup dan ajaran Yesus selalu membagi orang ke dalam dua kelompok. Lebih-lebih kini, sesudah jelas bahwa jalan hidup Yesus yang menyelamatkan justru menjadi

"kelemahan" dalam kematian-Nya. Banyak orang yang menolak bahwa kuasa Allah yang melepaskan manusia dari belenggu dosa terjadi di dalam salib yang lemah dan hina. Maka berbahagialah kita yang telah dimungkinkan Bapa untuk percaya akan kabar baik yang ajaib itu. Kita perlu tekun memberitakan bahwa di dalam salib Yesus itulah hal mustahil untuk manusia telah diubahkan Allah sehingga kuasa dan kedatangan-Nya justru terjadi melalui salib.

53 Sabtu, 9 Februari 2008 Bacaan : Yohanes 7:37-52

(9-2-2008)

Yohanes 7:37-52

Merespons Yesus

Judul : Merespons Yesus Pengajaran Yesus tentang air hidup (ayat 37-39) menimbulkan berbagai tanggapan. Perbedaan tanggapan memunculkan konflik di antara para pendengar Yesus (ayat 43).

Di antara orang banyak sendiri muncul tiga tanggapan. Kelompok pertama menganggap bahwa Yesus adalah nabi (ayat 40). Kelompok kedua mengakui Yesus sebagai Mesias (ayat 41). Sementara kelompok ketiga menolak kemesiasan Yesus karena sepanjang pengetahuan mereka, Yesus berasal dari Galilea dan bukan dari Betlehem (ayat 41-42, band. Mi. 5:2). Jika saja mereka menyelidiki lebih jauh, tentu mereka tidak akan memiliki kesimpulan yang salah. Ini

membuktikan betapa sedikitnya pengenalan mereka tentang Yesus. Kelompok yang keempat ingin menangkap Yesus, tetapi tidak berani (ayat 44).

Para penjaga Bait Allah ada di dalam kelompok tersendiri. Mereka diperintahkan untuk

menangkap Yesus, tetapi tidak berani. Tampaknya mereka jadi segan karena takjub pada ajaran-Nya. Orang Farisi adalah kelompok yang menyuruh penjaga Bait Allah untuk membawa Yesus. Mereka makin kesal karena menyadari pengaruh Yesus pada banyak orang. Yang cukup

mencengangkan adalah reaksi salah seorang Farisi, yaitu Nikodemus. Ia menyatakan

ketidakkonsistenan rekan-rekan sejawatnya. Ia meluruskan bahwa Taurat tidak mengizinkan hukuman terhadap orang yang belum memberikan kesaksian untuk melawan tuduhan kepadanya. Bagaimana respons Anda sendiri? Undangan Yesus untuk menikmati kelimpahan air hidup, yaitu Roh Kudus ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Dia. Janji itu sejalan dengan peran Roh Kudus yang akan mengajar dan memberi pemahaman yang benar tentang siapa Yesus. Roh Kuduslah yang akan memimpin orang untuk sampai pada respons yang benar, yaitu

mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Bila Roh Kudus sudah menolong Anda untuk sampai pada respons itu, bersyukurlah. Namun jangan lupa, doakanlah agar Tuhan

berbelaskasihan atas orang lain di sekitar Anda juga agar mereka dapat memiliki pengenalan akan Yesus.

54

Minggu, 10 Februari 2008

Bacaan : Yohanes 7:53-8:11

(10-2-2008)

Yohanes 7:53-8:11

Dalam dokumen publikasi e-sh (Halaman 49-54)