a. Letak dan Dimensi Pulau
Secara geografis Pulau Nai terletak antara 05º42'48" LS dan 134º34'06" BT, dengan Luas Pulau Nai adalah sebesar 1,16 km2 dan panjang garis pantai sejauh 6,95 km. Secara administratif Pulau Nai termasuk dalam wilayah kecamatan Kei Kecil. Pulau yang bentuknya seperti dinosaurus inimerupakan pulau kecil yang dihuni secara musiman oleh masyarakat desa Dian pulau maupun masyarakat Desa Debut yang mengusahakan sumber daya darat maupun laut yang ada di Pulau. Terdapat lokasi pemukiman yang cukup besar di Pulau Nai, kebanyakan masyarakat yang tinggal pada bulan tertentu, mereka akan kembali ke desa-desa mereka, namun ada yang sudah menetap cukup lama di pulau. Mereka yang tinggal umumnya adalah
nelayan yang mengusahakan budidaya rumput laut, dan petani yang juga berkebun dan membuat kopra (kelapa) untuk selanjutnya dijual ke Ibukota Kabupaten, atau kepada para pedagang pengumpul yang datang langsung ke Pulau Nai untuk membeli hasil produksi mereka. Pulau Nai adalah pulau kecil yang diakses cukup tinggi oleh masyarakat, terlihat dari aktivitas masyarakat di sekitar yang memanfaatkan sumberdaya di pulau.
b. Aksesibilitas
Pulau Nai dapat diakses melalui perjalanan darat dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari Ibukota Kabupaten menuju Desa Namar dusun Selayar selama kurang lebih 20-30 menit perjalanan, selanjutnya akan menggantikan alat transportasi darat dengan transportasi laut berupa ketinting atau perahu menuju ke Pulau Nai dengan waktu tempuh sekitar 20-30 menit. Kebanyakan masyarakat yang mengakses Pulau Nai adalah masyarakat desa Debut dan Dian pulau dan juga oleh sebagian masyarakat dari desa-desa di kawasan konservasi perairan Kabupaten Maluku Tenggara untuk kepentingan kegiatan budidaya rumput laut, penangkapan (pancing, jaring, bubu, Sero dan bameti) mencari kerang-kerangan udang atau kepting yang ada di perairan pantai P. Nai. Sedangkan sebagian masyarakat yang bekerja sebagai petani mengusahakan lahan darat untuk berkebun,membuat kopra, menanam tanaman dan sayur-sayuran untuk dijual ke desa-desa sekitar maupun di Ibukota Kabupaten atau Kota Tual.
c. Lingkungan Biofisik c.1. Geomorfologi Pulau
Pulau Nai memiliki luas 1,16 km2 dengan panjang garis pantai 6,95067 km.
Sebagian besar wilayah perairan pesisir pantai Pulau Nai bersubstrat karang, dangkal dengan kemiringan landai. Umumnya pantai Timur, Utara dan Selatan bersubstrat karang (cadas dan keras) berlereng terjal. Pantai barat didominasi pantai berpasir. Di Pulau Nai terdapat area pantai berpasir.
Luasan tutupan lahan pasir pada wilayah pesisir Pulau Nai sebesar 1,77%
atau 0,02 km2. Substrat pasir di Pulau Nai umumnya merupakan pasir putih yang mengandung carbonates dan berasal dari terumbu karang. Perairan pesisir dibagian selatan pulau cederung lebih dalam bila disbanding dengan bagian lainnya. Terdapat satu alur dengan kedalaman perairan yang lebih dalam dibagian Barat pulau. Bagian Tenggara pulau memiliki substrat dasar karang yang sempit bila dibandingkan dengan wilayah lainnya.
c.2. Vegetasi Darat
Vegetasi terestrial di lingkungan ekosistem P. Nai ditunjukkan dengan adanya kawasan hutan alam yang memiliki tingkat heterogenitas tumbuhan dan satwa. Jenis jenis tumbuhan yang teridentifikasi mendominasi daratan P. Nai yakni vegetasi semak belukar (0,06 km2), hutan lahankering (1,1 km2) dan sisanya pasir putih sebesar 0,02 km.
Substrat dasar lahan P. Nai terdiri dari tanah berpasir hingga berlumpur.
Berkaitan dengan sebaran vegetasi menurut tanah lahan, maka bagian lahan
pesisir di dominasi oleh jenis-jenis vegetasi kasuari, dan pandan. Jenis vegetasi lainnya adalah Kayu Mata Ikan, Kayu Sesel Pantai, Kayu Kakoya dan terbesar adalah Kayu Kasuari. Datavegetasi teresterial memberikan indikasi bahwa bila ada gangguan yang cukup berarti terhadap ekosistem teresterial, dibutuhkan waktu yang relative lama untuk pemulihan.
Untuk kategori pohon, pemulihan jenis Kayu Besi akan berlangsung lama karena jumlahnya lebih sedikit dan memiliki pertumbuhan yang lama. Selain itu jenis-jenis Vegetasi yang dominan itu, dijumpai beberapa jenis tumbuhan khas pesisir dan pulau pulau kecil lainnya di antaranya pohon kayu besi, pohon kayunani dan lain-lain. Didasarkan pada jumlah pohon vegetasi untuk kategori pohon yang demikian besar, dapat dikatakan komunitas teresterial Pulau Nai memiliki kecenderungan untuk berkembang bila dikelola secara baik.
Kondisi flora yang terdapat di lingkungan ekosistem daratan maupun pesisir di duga mempengaruhi keanekaragaman jenis fauna di kawasan ekosistem tersebut. Lingkungan teresterial P. Nai memiliki beberapa jenis fauna. Jenis fauna dimaksud adalah beberapa jenis fauna liar dari kelompok burung (termasuk burung laut), serta salah satu reptilian yang termasuk kategori dilindungi yaitu biawak endemik Maluku (Varanusindicu) dan penyu hijau.
c.3. Padang Lamun
Di Pulau Nai, terdapat lima jenis lamun pada perairan pulau ini. Jenis-jenis dimaksud yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Thalassodendron ciliatum, Halodule uninervis dan Halophila ovalis. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Cymodocea rotundata yaitu 25,85 teg/m2 sementara nilai kepadatan terendah ditemukan pada jenis Halodule uninervis yang hanya ditemukan sebanyak 4,25 teg/m2. Pada saat survey dilakukan, kondisi perairan dengan substrat dasar berpasir ini adalah cukup tenang namun diduga kuat sedang terjadi pengayaan nutrien. Hal ini diobservasi melalui kondisi daun-daun lamun, khususnya jenis Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii yang dipenuhi atau padanya melekat sejumlah nutrien/unsur hara.
Frekuensi kehadiran tertinggi pada jenis Thalassodendron ciliatum dengan nilai 0,98. Namun demikian letak spasial distribusi jenis ini biasanya berada paling depan dari sebaran vertikal padang lamun dari arah laut. Sementara jenis Halodule uninervis merupakan jenis dengan frekuensi kehadiran terendah yaitu 0,14. Untuk persentase tutupan karang, jenis Thalassodendron ciliatum masih merupakan jenis dengan persen tutupan tertinggi pada perairan ini, yang mencapai 73%. Sementara persentase tutupan terendah yaitu pada jenis Thalassia hemprichii dan Halodule uninervis dengan masing-masing memiliki persen tutupan sebesar 45%.
c.4. Terumbu Karang
Panjang terumbu karang Pulau Nai mencapai 13,82 km, dengan luas terumbu sekitar 9,15 km2. Hasil pengamatan menunjukan bahwa terumbu karang Pulau Nai memiliki kekayaan spesies karang batu tergolong rendah, yaitu hanya 108 spesies, serta termasuk dalam 44 genera dan 16 famili.
Famili karang Acroporidae dan Faviidae memiliki kekayaan spesies karang tergolong tinggi dibanding 14 famili karang lainnya. Persen tutupan karang batu di terumbu karang PulauNai tergolong dan kondisi terumbu karangnya termasuk kategori baik (Good). Nilai persen tutupan komponen abiotik tergolong relative rendah dan didominasi oleh patahan karang mati(rubbles).
Persen tutupan karang batu kategori Non-Acropora di terumbu karang Pulau Nai lebih tinggi (46,04%) dibanding karang batu kategori Acropora (21,24%).
Selain itu, spesies karang batu dengan nilai persen penutupan tinggi adalah Poriteslutea, Porite scylindrica, Acropora palifera dan Acroporanobilis.
c.5. Ikan Karang
Terumbu karang Pulau Nai memiliki variasi taksan ikan karang serta jumlah spesies Ikan karang tergolong relative tinggi, yaitu sebanyak 139 spesies yang termasuk dalam 73 genera dan 28 famili,serta berada diatas kekayaan spesies ikan karang rata-rata per terumbu karang (124 spesies) pulau-pulau di dalam kawasan konservasi.
Kekayaan spesies ikan karang kategori spesies ikan indikator tergolong moderat karena sama dengan nilai rata-rata kekayaan spesies ikan indikator (15 spesies) di dalam kawasan konservasi. Pada bagian lain, kepadatan (ind/m2) dan potensi ikan karang (ind/ha) pada areal terumbu karang Pulau Nai tergolong tinggi. Hal ini berkaitan sangat erat dengan kondisi terumbu karang Pulau Nai yang masih termasuk kategori baik, sehibgga secara fungsional memberi pengaruh positif terhadap tingginya nilai kepadatan serta potensi ikan karang tersebut.
Hasil analisis menunjukan spesies ikan karang memberi kontribusi besar terhadap Nilai kepadatan individu dan potensi ikan karang yang tinggi di terumbu karang Pulau Nai adalah Spratelloides sp., Pterocaesio tile dan Rastrelliger kanagurta merupakan kelompok ikan ekonomis penting, serta Amblglyphidodon curacao dan Cheilodipterus quenquelineatus yang tergolong ikan hias.Nilai sediaan cadang ikan karang tergolong sangat tinggi (31.288.480 ind.) di terumbu karang Pulau Nai, karena terumbu karangnya termasuk panjang. Spesies ikan karang yang memiliki nilai sediaan cadang (standing stock) yang tinggi di terumbu karang Pulau Nai ini adalah Spratelloidessp, Rastrelliger kanagurta dan Pterocaesiotile.
2.2.4.4. Pulau Verkukur