• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pulau Ohoiyeu a. Letak dan Dimensi Pulau

Dalam dokumen BUPATI MALUKU TENGGARA (Halaman 32-35)

Secara geografi Pulau Ohoiyeu terletak antara 05º41'21" LS dan 132º36'00"

BT, dengan luas Pulau Ohoiyeu yakni 0,23km2 serta panjang garis pantai sebesar 2,93 km. Secara administratif Pulau Ohoiyeu termasuk dalam wilayah kecamatan Kei Kecil. Berdasarkan dokumen inisiatif pengusulan kawasan konservasi perairan Kabupaten Maluku Tenggara, maka P. Ohoiyeu merupakan salah satu pulau kecil di bagian Utara kawasan yang juga diusulkan untuk dilindung keberadaannya. Pulau Ohoiyeu adalah pulau yang tidak berpenghuni, namun demikian akses terhadap pulau ini cukup tinggi, terlihat dari aktivitas masyarakat disekitar yang memanfaatkan sumberdaya di pulau yakni berupa kegiatan budidaya rumput laut, maupun aktivitas penangkaran penyu,pancing,jaring maupun bameti di pesisir pantai pulau ini.

b. Aksesibilitas

Pulau Ohoiyeu dapat dicapai melalui perjalanan darat dengan menggunakan Kendaraan roda dua atau roda empat dari Ibukota Kabupaten menuju Desa Ohoililir, atau Desa Namar selama kurang lebih 20-30 menit perjalanan, selanjutnya akan menggantikan alat transportasi darat dengan transportasi laut berupa ketinting atau perahu menuju ke Pulau Ohoiyeu dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Kebanyakan masyarakat yang mengakses Pulau adalah masyarakat sekitar desa Namar untuk kepentingan kegiatan budidaya rumput laut,memancing dan bameti mencari kerang-kerangan, udang atau kepting yang ada di perairan pantai P.Ohoiyeu.

c. Lingkungan biofisik c.1. Geomorfologi Pulau

Pulau Ohoiyeu memiliki luasan 0,23 km2 dan panjang garis pantai 2,93105 km. Daerah pantai Pulau Ohoiyeu didominasi oleh substrat pasir yang

dicirikan oleh pasir putih yang tersusun dari patahan karang. Berdasarkan luasan tutupan lahan, maka ditemukan tutupan pasir sebesar 0,02 km2 atau 9,12% dari luas pulau Ohoiyeu. Di pesisir Pulau Ohoiyeu juga ditemukan komunitas mangrove pada pantai bagian barat pulau. Total luasan tutupan mangrove adalah sebesar 0,04 Km2 atau 6,34%. Pantai yang ditumbuhi vegetasi mangrove bersubstrat berbatu (pecahan-pecahan batu karang) hingga pasir bercampur lumpur. Pantai didaerah mangrove diklasifikasikan dalam pantai dengan lereng miring yakni sekitar10,32 sedangkan pada pesisir pantai berpasir substratnya terdiri atas pasir halus hingga kasar yang bercampur dengan patahan karang dengan kemiringan12,75% yang dikatagorikan dalam pantai miring. Pantai berbatu karang memiliki luasan yang sangat kecil dan hanya ditemukan dibagian barat laut dan barat daya pulau. Pantai berbatu dicirikan oleh batu karang yang keras dan cadas dengan kemiringan lereng tipe terjal.

c.2. Vegetasi Darat

Sebagian besar daratan P. Ohoiyeu dihiasi dengan vegetasi hutan lahan kering, sedangkan pada zona pantai ditemukan hutan mangrove yang cukup baik perkembangannya. Disamping itu sebagian besar pantai dikelilingi oleh pasir putih yang halus dan putih, sehingga pulau ini dapat dikembangkan bagi kegiatan pariwisata pantai. Jenis-jenis vegetasi pantai yang terdapat di pulau ini antara lain kangkung laut (Ipomea pescapre), Kasuari (Casuarina sp), Ketapang (Terminalia catapa), Bintanggor (Canophyllu minophyllum), serta berbagai jenis mangrove ikutan lainnya. Substrat dasar lahan P.

Ohoiyeu terdiri dari tanah berpasir hingga berlumpur. Berkaitan dengan sebaran vegetasi menurut tanah lahan,maka bagian lahan pesisir didominasi oleh jenis-jenis vegetasi kasuari, ketapang dan pandan, sedangkan bagian tengah didominasi oleh jenis-jenis Semarah dan Madawal (nama lokal).

Kerapatan total vegetasi terestrial pulau ini mencapai 0,26 tegakan/m2 atau sekitar 8.64 tegakan/ha.

c.3. Hutan Mangrove

Pulau Ohoiyeu adalah salah satu pulau pada daerah konservasi Maluku Tenggara luas Mangrove pada pulau ini adalah 0,0371km2 komunitas mangrove pada kordinat 05° 41'14,3" LS dan 132°37'55,3" BT, dari hasil pengamatan maupun hasil koleksi bebas pada daerah ini dijumpai beberapa sepsis mangrove yang tumbuh dan berkembang pada substrat pasir,pasir berlumpur maupun daerah karang, ada jenis dari family yang dijumpai, mangrove dari famili Rhizophoraceae merupakan famili yang menduduki urutan pertama dalam jumlah jenis.

c.4. Padang Lamun

Di Pulau Ohoiyeu, ditemukan lima jenis lamun yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Thalassia hemprichii memiliki nilai kerapatan tertinggi yaitu 21 teg//m2. Sementara kerapatan terendah ditemukan pada jenis Halodule pinifolia yaitu 3,14teg/m2. Untuk frekuensi kehadiran,nilai tertinggi ditemukan pada dua jenis yaitu Cymodocea Rotundata dan Enhalus acoroides

yaitu 0,88. Sementara frekuensi kehadiran terendah ditemukan pada jenis Halodule pinifolia sebesar 0,06. Jenis Cymodocea rotundata merupakan jenis dengan persen tutupan tertinggi pada perairan ini. Sementara Halodule pinifolia ditemukan dengan persen tutupan terendah sebesar 45%.

c.5. Terumbu Karang

Panjang terumbu karang Pulau Ohoiyeu mencapai 5,06 km, dengan luas terumbu sekitar1,08 km2. Terumbu karang Pulau Ohoiyeu memiliki kekayaan spesies karang batu sebanyak hanya 93 spesies, yang termasuk dalam 43 genera dan 15 famili. Famili karang Acroporidae dan Faviidae memiliki kekayaan spesies karang tergolong relatif tinggi disbanding 13 famili karang batu lainnya. Persen tutupan karang batu di terumbu karang Pulau Ohoiyeu tergolong rendah, yaitu 44,16% dan kondisi terumbu karangnya termasuk kategori rusak (Fair), dengan nilai persen tutupan komponen abiotik yang tinggi (45,48%) dan didominasi oleh patahan karang mati (rubbles) sebasar 16,98%. Persen tutupan karang batu kategori Non-Acropora lebih tinggi (33,20%) dibanding karang batu kategori Acropora (10,96%).

Spesies karang batu Dengan nilai persen penutupan tinggi di terumbu karang Pulau Ohoiyeu ini adalah Poriteslutea, Porite scylindrica, dan Acropora palifera.

c.6. Ikan Karang

Kekayaan spesies dan taksa ikan karang di terumbu karang Pulau Ohoiyeu tergolong tinggi (137 spesies, 76 genera dan 30 famili), serta berada di atas nilai rata-rata kekayaan spesies ikan karang per terumbu (124 spesies) dalam kawasan konservasi. Kekayaan spesies ikan karang kategori spesies ikan indicator di terumbu karang ini tergolong rendah (9 spesies) dan berada dibawah rata-rata kelimpahan spesies ikan idikator (15 spesies) per terumbu dalam kawasan konservasi.Kepadatan(ind/m2) dan potensi (ind/ha) ikan karang pada areal terumbu karang Pulau Ohoiyeu ini tergolong relative rendah. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi terumbu karang Pulau Ohoiyeu yang termasuk kategori rusak, sehingga secara fungsional kurang menunjang kekayaan spesies dan kelimpahan individu, kepadatan dan nilai potensi ikan karang pada areal terumbu karang ini.

Spesies ikan karang yang memberi kontribusi besar terhadap nilai kepadatan dan potensi ikan karang pada terumbu karang Pulau Nura adalah Spratelloides sp. dan Caesioteres yang merupakan ikan ekonomis penting, kemudian di ikuti oleh spesies ikan Amblgly phidodoncuracao, Amblgly phidodonleucogaster, Abudef dufsexfasciatus, Cheilodipterus quenquelineatus dan Pseudanthias squamipinnis yang merupakan jenis-jenis ikan karang kategori ikan hias. Pada bagian lain, hasil analisis menunjukan nilai sediaan cadang ikan karang di areal terumbu karang Pulau Ohoiyeu ini tergolong rendah (3.306.710ind), dimana fakta ini memiliki korelasi yang kuat dengan kondisi terumbu karang Pulau Ohoiyeu yang telah termasuk kategori rusak.

Spesies ikan karang yang memiliki nilai sediaan cadang tertinggi pada areal terumbu karang ini adalah Spratelloides sp. (kelompok ikan konsumsi).

Dalam dokumen BUPATI MALUKU TENGGARA (Halaman 32-35)