2.11. Pulau Tanimbar Kei a. Letak dan Dimensi Pulau
2.2.4.13. Pulau Watokmas a. Letak dan Dimensi Pulau
Secara geografi pulauWatokmas terletakantara 05º43'59" LS dan 132º35'24"
BT, Dengan luas Pulau Watok masyakni 0,02 km2 serta panjang garis pantai sebesar 0,78 km. Secara administratif PulauWatokmas termasuk dalam wilayah kecamatan Kei Kecil. Berdasarkan dokumen inisiatif pengusulan kawasan konservasi perairan Kabupaten Maluku Tenggara, maka Pulau Watok mas merupakan salah satu pulau kecil dibagian tengah kawasan yang ditetapkan sebagai batas kawasan konservasi. Pulau Watokmas adalah pulau yang tidak berpenghuni, namun desa-desa disekitarnya yakni desa Selayar, Debut dan Warbal menanfaatkan sumberdaya di pulau ini, dengan aktivitas penangkapan berupa, pancing dan jaring.
b. Aksesibilitas
Pulau Watokmas dapat diakses melalui perjalanan laut dengan menggunakan ketinting dari desa Selayar, dengan waktu tempuh hanya sekitar 15-20 menit. Masyarakat yang mengakses pulau ini lebih banyak untuk kepentingan penangkapan ikan. Dan aktivitas penangkapan yang banyak dilakukan di Pulau ini adalah masyarakat dari desa Selayar. Aktivitas lainnnya belum banyak diakses di Pulau ini, sementara pulau Watkmas memiliki pesisir pantai berpasir putih yang indah, dan bias dikembangkan untuk kegiatan pariwisata.
c. Lingkunganbiofisik c.1. Geomorfologi Pulau
Pesisir Pulau ini didominasi oleh substrat batu karang. Substrat pantai pada bagian timur pulau bersubstrat batu karang dengan lereng terjal sedangkan di bagian barat didominasi oleh substrat batu karang papan. Kemiringan pantai di bagian barat pulau yang dicirikan dengan bersubstrat berbatu karang yang memiliki kemiringan lereng berkatagori sangat miring (14,16%).
Di bagian barat pulau terdapat pantai berpasir. Di daerah tersebut terjadi penumpukan pasir dengan panjang kawasan sekitar ±150 m dan lebarnya ± 75 m. Bentuk dan besarnya tumpukan pasir di daerah tersebut mengalami perubahan secara musiman. Pasir tersebut memiliki karakteristik halus dan tersusun dari patahan karang. Kemiringan pantai untuk daerah tumpukan pasir sebesar 11,21 % yang dikatagorikan sebagai pantai berlereng miring.
Luas tutupan lahan pasir pada Pulau Watokmas sebesar 0,00198 km2 atau 9,91% dari luas pulau. Daerah pasut pada kedua sisi pulau yakni bagian barat dan timur memiliki luasan yang berbeda. Bagian pantai barat memiliki wilayah pasut yang lebih luas bila dibandingkan dengan bagian timur.
Perairan pesisir sebagian besar bersubstrat karang, dangkal dengan kemiringan landai. Total panjang garis pantai Pulau Watokmas adalah 0,77879 Km.
c.2. Vegetasi Darat
Sebagian besar daratan P. Waktokmas dihiasi dengan vegetasi hutan lahan kering , sedangkan pada zona pantai ditemukan hutan mangrove yang cukup
baik perkembangannya. Di samping itu sebagian besar pantai dikelilingi oleh pasir putih yang halus dan putih, sehingga pulau ini dapat dikembangkan bagi kegiatan pariwisata pantai. Jenis-jenis vegetasi pantai yang terdapat di pulau ini antara lain wary lau (Thespesia populnea) kangkung laut (Ipomea pescapre), Kasuari (Casuarina sp), Ketapang (Terminalia catapa), Bintanggor (Canophyllum inophyllum), serta berbagai jenis mangrove ikutan lainnya.
Substrat dasar lahan P. Waktokmas terdiri dari tanah berpasir hingga berlumpur. Berkaitan dengan sebaran vegetasi menurut tanah lahan, maka bagian lahan pesisir didominasi oleh jenis-jenis vegetasi kasuari, ketapang dan pandan, sedangkan bagian tengah didominasi oleh jenis-jenis Semarah dan Madawal (nama lokal).
c.3. Padang Lamun
Hamparan pasir putih yang cukup melimpah pada substrat dasar perairan Pulau Watokmas merupakan preferensi substrat bagi beberapa jenis lamun.
Jenis-jenis lamun dimaksud yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Thalassodendron ciliatum, Halodule uninervis dan Halophila ovalis. Cymodocea rotundata hadir sebagai jenis dengan kerapatan lamun tertinggi yaitu 25,58 teg/m2. Sementara yang terendah terdapat pada jenis Halodule uninervis dengan nilai kerapatan 5,52 teg/m2.
Tabel 8. Jenis, Kerapatan, Frekuensi Kehadiran dan Persen Tutupan Lamun di Pulau Watokmas
Fekuensi kehadiran lamun tertinggi juga dimiliki oleh jenis Cymodocea rotundata dengan nilai 0,68 sedangkan nilai frekuensi kehadiran terendah dimiliki oleh jenis Halodule uninervis sebesar 0,13. Untuk nilai persen tutupan, jenis Thalassodendron ciliatum hadir dengan persen tutupan tertinggi yang mencapai 68%, diikuti oleh jenis Cymodocea rotundata dengan nilai tutupan 66%. Persen tutupan terendah pada perairan ini ditemukan
pada dua jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii dan Halophila ovalis dengan nilai 43%.
c.4. Terumbu Karang
Sesuai hasil analisis, diperoleh panjang terumbu karang Pulau Watokmas mencapai 1,43 km, dengan luas terumbunya yang kecil, yaitu sekitar 0,12 km2. Hasil analisis menunjukan terumbu karang Pulau Watokmas hanya memiliki 68 spesies karang batu, yang termasuk dalam 36 genera dan 14 famili. Famili karang Acroporidae dan Faviidae memiliki kekayaan spesies karang tergolong relatif tinggi dibanding 12 famili karang lainnya. Persen tutupan karang batu di terumbu karang Pulau Watokmas tergolong rendah dan kondisi terumbu karangnya termasuk kategori rusak (fair). Kondisi terumbu karang yang rusak tersebut berkaitan dengan nilai persen tutupan komponen abiotik yang cukup tinggi, dan didominasi oleh patahan karang mati (rubbles) sebesar 19,9%. Persen tutupan karang batu kategori Non-Acropora lebih tinggi (29,96%) dibanding karang batu kategori Non-Acropora (13,60%). Spesies karang batu dengan nilai persen penutupan tinggi di terumbu karang Pulau Watokmas ini adalah Porites lutea, Porites cylindrica dan Acropora palifera.
Tabel 9. Kekayaan Taksa dan Persen Tutupan Karang di Terumbu Karang Pulau Watokmas
Taksa Karang Jumlah Penyusun Terumbu
Nilai Tutupan (%)
Spesies 68 Karang batu 43,56
Genera 36 Komponen abiotik 44,12
Famili 14 Biota bentik lain 12,32
c.5. Ikan Karang
Terumbu karang Pulau Watokmas memiliki kekayaan spesies dan variasi taksa ikan karang tergolong moderat, yaitu mencapai 125 spesies yang termasuk dalam 66 genera dan 23 famili. Kekayaan spesies ikan karang tersebut relatif sama dengan nilai rata-rata kekayaan spesies ikan karang per terumbu (124 spesies) dalam kawasan konservasi. Selain itu, terumbu karang Pulau Watokmas ini memiliki jumlah spesies ikan indikator tergolong moderat dan hampir sama dengan nilai rata-rata kekayaan spesies ikan indikator (15 spesies) per areal terumbu dalam kawasan konservasi, walaupun kondisi terumbu karangnya termasuk kategori rusak. Hal ini menunjukan bahwa tidak selamnya kelimpahan spesies ikan karang kategori ikan indikator menjadi acuan untuk menilai kesehatan suatu terumbu karang, termasuk terumbu karang Pulau Watokmas. Faktanya, walaupun kondisi terumbu karang pulau Watokmas termasuk kategori rusak, tetapi kekayaan spesies ikan karang dan spesies ikan indikatornya tergolong relatif
banyak (13 spesies). Pada bagian lain, Kepadatan (ind/m2) dan potensi (ind/ha) ikan karang pada areal terumbu karang Pulau Watokmas termasuk rendah. Hal ini menunjukan terumbu karangnya yang termasuk kategori rusak itu memberi kontribusi fungsional yang nyata terhadap kepadatan individu dan potensi ikan karangnya.
Spesies ikan karang yang memberi kontribusi besar terhadap nilai kepadatan dan potensi ikan karang pada areal terumbu Pulau Watomas adalah Pterocaesio tile dan Caesio caerulaurea (ikan ekonomis penting), serta Pseudanthias huchtii dan Amblglyphidodon curacao (ikan hias). Nilai sediaan cadang ikan karang di terumbu Pulau Watokmas tergolong rendah (3.261.900 ind.), dimana hal ini berkaitan erat dengan nilai panjang terumbu karangnya yang relatif kecil. Spesies ikan karang yang memiliki nilai sediaan cadang tinggi di terumbu karang Pulau Watokmas adalah Pterocaesio tile, Pseudanthias huchtii, Amblglyphidodon curacao, Caesio caerulaurea dan Cheilodipterus quenquelineatus.