RENCANA ALOKASI RUANG DAN ATURAN PEMANFAATAN RUANG TAMAN PULAU KECIL (TPK) KEI KECIL
3.2. Zona Pemanfaatan Terbatas
3.2.2. Sub Zona Perikanan Budidaya Laut
Sub Zona Perikanan Budidaya Laut di TPK Kei Kecil merupakan sub zona pemanfaatan untuk perlindungan habitat dan populasi ikan serta budidaya perikanan dengan tidak merusak ekosistem perairan aslinya. Semua kegiatan yang dikembangkan di dalam sub zona ini harus berdasarkan azas perlindungan dan pelestarian. Sub Zona Perikanan Budidaya laut seluas 7.556 Ha (Enam ribu sembilan ratus sembilan puluh dua) Ha.
Tabel 35. Lokasi dan Titik Koordinat Batas Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil
No Lokasi Koordinat Luas (Ha) 11. Batas sub zona pariwisata
3 Pulau Ohoiyeu,
RPZTPK Kei Kecil 15. Batas sub zona pariwisata
16. Garis pantai Pulau Ohoiyeu, Ohoiwa, dan Ohoitir
RPZTPK Kei Kecil 11. Batas sub zona pariwisata
12. Garis pantai Pulau Menir, Waha, dan Warbal
7. Garis pantai Pulau Tangwain
14 Teluk Hoat 1. 5° 38' 12.072" LS - 132° 38' 09.317" BT 19
RPZTPK Kei Kecil
2. 5° 38' 08.639" LS - 132° 38' 19.594" BT 3. Garis pantai Pulau Kei Kecil
15 Hoat Sorbay
1. 5° 45' 12.520" LS - 132° 41' 21.621" BT
593 2. 5° 45' 10.090" LS - 132° 41' 38.993" BT
3. Garis Pantai Teluk Hoat Sorbay
Peta sub zona pariwisata Taman Pulau Kecil Kei Kecil secara keseluruhan dalam skala 1:50.000 dapat dilihat pada Gambar 13 higga Gambar 18.
RPZTPK Kei Kecil
Gambar 13. Peta Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil Lembar Peta 2910-233
RPZTPK Kei Kecil
Gambar 14. Peta Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil Lembar Peta 2910-231
RPZTPK Kei Kecil
Gambar 15. Peta Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil Lembar Peta 2910-213
RPZTPK Kei Kecil
Gambar 16. Peta Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil Lembar Peta 2910-232
RPZTPK Kei Kecil
Gambar 17. Peta Sub Zona Perikanan Budidaya Laut Taman Pulau Kecil Kei Kecil Lembar Peta 2910-214
RPZTPK Kei Kecil
RPZTPK Kei Kecil
Berdasarkan usulan penetapan sub zona perikanan budidaya sebagai bagian dari zonasi TPK Kei Kecil, terdapat beberapa hal penting sebagai berikut:
1. Penetapan sub zona perikanan budidaya TPK Kei Kecil didasarkan pada kriteria sebagai berikut:
a) Adanya potensi dan kondisi sumberdaya alam hayati perairan laut pesisir yang telah dan akan dikembangkan untuk pemanfaatan bagi usaha perikanan pelagis (termasuk usaha pembudidayaan rumput laut dan kerang mutiara) baik secara tradisional maupun modern dengan cara yang ramah lingkungan sebagai sumber penghasilan masyarakat daerah Kabupaten Maluku Tenggara; dan dimanfaatkan melalui kegiatan pengusahaan berdasarkan ketentuan yang berlaku;
b) Di wilayah perairan tersebut terdapat potensi dan kondisi sumber daya alam hayati tertentu yang telah dimanfaatkan melalui kegiatan pengambilan, pengembangbiakan, perbanyakan dan pembesaran oleh masyarakat settiga guna memenuhi kebutuhan hidupnya dan peningkatan kesejahteraan;
c) Adanya keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya;
d) Kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekossitem aslinya;
e) Luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat;
f) Adanya karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi.
2. Sub Zona Perikanan Budidaya ditetapkan mengacu pada potensi yang dimiliki oleh zona ini sebagai area perlindungan habitat dan populasi ikan, budidaya ramah lingkungan dan pariwisata rekreasi, penelitian dan pengembangan serta pendidikan. Zona ini memiliki potensi daya tarik wisata dan keterwakilan sumberdaya penting yang merupakan daya tarik wisata alam dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya berupa ekosistem mangrove, daerah pemijahan ikan (SPAGS), pantai pasir putih, keterwakilan ekosistem karang penghalang (barrier reef), yang harus dilindungi untuk menjaga keutuhan dan kelestarian keterwakilan ekosistem asli dan fungsi ekologisnya serta mendukung zona inti.
3. Tujuan penetapan sub zona perikanan budidaya adalah sebagai berikut:
a) Untuk mengakomodasi pemanfaatan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara tradisional dan modern baik oleh penduduk settiga/lokal dalam rangka budidaya perikanan ramah lingkungan dengan tidak merusak bahkan mengganggu ekosistem aslinya;
RPZTPK Kei Kecil
b) Mengakomodasi pengembangan usaha perikanan pelagis/laut dalam yang akan mendukung pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Potensi yang ada di sub zona perikanan budidaya adalah sumberdaya alam laut berupa ikan karang dan biota laut ekonomis lainnya yang dapat dikembangkan untuk usaha perikanan karang dan perikanan budidaya bagi masyarakat pesisir dan kepulauan Kabupaten Maluku Tenggara berdasarkan ketentuan yang berlaku.
5. Berdasarkan usulan zonasi TPK Kei Kecil, fungsi dan peruntukan sub zona perikanan budidaya sebagai berikut:
a) Sub zona pemanfaatan lokal berfungsi dan diperuntukan bagi:
pengembangan budidaya potensi sumber daya alam tertentu di Kawasan konservasi oleh masyarakat settiga secara lestari;
b) Dapat dimanfaatkan juga oleh nelayan/pengusaha perikanan dari luar Kabupaten Maluku Tenggara dengan konsep budidaya ramah lingkungan dalam rangka pengembangan usaha perikanan pelagis/laut dalam yang akan mendukung pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara sesuai ketentuan yang berlaku;
c) Pariwisata dan rekreasi;
d) Penelitian dan pengembangan; dan e) Pendidikan.
6. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan pada sub zona perikanan budidaya sebagai berikut:
a) Perlindungan dan pengamanan proses-proses ekologis yang menunjang kelangsungan hidup ikan pelagis dan ekosisitemnya;
b) Pengamanan, pencegahan dan atau pembatasan kegiatan-kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan potensi kawasan dan perubahan funsi kawasan;
c) Pengelolaan jenis sumber daya ikan pelagis serta habitatnya untuk dapat menghasilkan keseimbangan antara populasi dan habitatnya;
d) Alur migrasi biota perairan;
e) Pemulihan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan terumbu karang;
f) Penangkapan ikan dengan alat penangkapan yang bersifat statis atau pasif dengan memperhatikan daya dukung habitat dan tidak mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan;
g) Inventarisasi dan monitoring potensi jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat;
h) Pembinaan habitat dan populasi;
i) Pengembangan kegiatan budidaya yang memperhatikan jenis ikan yang dibudidaya, jenis pakan, teknologi, jumlah unit usaha budidaya dan daya dukung serta kondisi lingkungan sumber daya ikan;
RPZTPK Kei Kecil
j) Penelitian dan pengembangan untuk kepentingan perikanan berkelanjutan dan konservasi;
k) Pemanfaatan potensi dan kondisi sumberdaya alam sesuai dengan kesepakatan dan ketentuan yang berlaku;
l) Pengembangan pariwisata seperti pariwisata minat khusus, perahu wisata, pariwisata pancing, pembuatan video, foto dan film;
m) Kegiatan pendidikan untuk memberikan wawasan dan motivasi yang meliputi biologi, ekologi, sosial, ekonomi, budaya dan tata kelola serta pengelolaannya;
n) Budidaya rumput laut menggunakan metode longline dengan tancap dan jangkar pemberat batu; dan
o) Pemasangan pelampung tanda budidaya.
7. Kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilakukan pada sub zona perikanan budidaya sebagai berikut:
a) Segala kegiatan pemanfaatan yang merusak dengan atau tanpa alat seperti; bom, racun, bius, akar tuba, trawl, balik batu dan kegiatan merusak lainnya;
b) Kegiatan penangkapan semua biota yang dilindungi Undang-undang seperti, penyu belimbing, penyu hijau, penyu sisik, paus, dugong, lumba-lumba, kima, dan biota lainnya yang dilindungi;
c) Penangkapan/pemanfaatan juvenil atau benih ikan karang untuk tujuan budidaya;
d) Kegiatan wisata seperti: penyelaman baik dengan atau tanpa alat, berenang, dan snorkeling; dan
e) Pembangunan infrastruktur yang tidak berhubungan langsung dengan pariwisata seperti, pembangunan pabrik, dan gudang.