2.11. Pulau Tanimbar Kei a. Letak dan Dimensi Pulau
2.2.4.17. Pulau Ohoitir a. Letakdan Dimensi Pulau
Secara geografi pulau Ohoitir terletak antara 05º43'22" LS dan 132º37'58"
BT, dengan Luas Pulau Ohoitir yakni 0,45 km2 serta panjang garis pantai sebesar 3,15 km. Secara administratif Pulau Ohoitir termasuk dalam wilayah kecamatan Kei Kecil. Berdasarkan dokumen inisiatif pengusulan kawasan konservasi perairan Kabupaten Maluku Tenggara, maka P. Ohoitir merupakan salah satu pulau kecil di bagian Tengah kawasan yang ditetapkan sebagai batas kawasan konservasi. Pulau Ohoitir adalah pulau yang berpenghuni, karena ada aktivitas usaha yang dilakukan yakni terdapat Perusahaan Mutiara.
b. Aksesibilitas
Pulau Ohoitir dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan menggunakan ketinting dari desa Debut., yang merupakan kota Kecamatan Kei Kecil Barat.
Aksesbiltas masyarakat ke pulau ini cukup tinggi karena masyarkat yang bekerja pada pulau ini terdapat pada beberapa desa yakni dari Debut, Dian Pulau dan Tetoat yang merupakan karyawan dari perusahaan mutiara tersebut. Perjalanan dari Debut ke P. Ohoitir ditempuh dengan waktu berkisar 45-50 menit, jika menggunakan ketinting, tertapi jika dengan transport kapal motor dari peruhasaan dapat di tempuh dengan waktu hanya sekitar 30 menit.
c. Lingkungan biofisik c.1. Geomorfologi Pulau
Pantai Pulau Ohoitir didominasi oleh pantai berbatu yang tersusun oleh batu karang dengan lereng terjal. Substrat berpasir hanya ditemukan di bagian timur laut dan di bagian selatan pulau dengan luasan yang sempit. Luas tutupan lahan pasir yang merupakan darah pantai berpasir hanya sebesar 0,44% dari total luas Pulau Ohoitir yang luasnya mencapai 0,45 km2 dengan panjang garis pantai 3,153 km. Luas daerah pasut Pulau Ohoitir berbeda
antara bagian timur dan barat pulau. Bagian timur Pulau Ohoitir memiliki daerah pasut lebih luas bila dibandingkan dengan bagian selatan atau barat pulau.
c.2. Vegetasi Darat
Pulau Ohoitir sebagian besar daratannya dihiasi dengan vegetasi hutan lahan kering, sedangkan pada zona pantai ditemukan hutan mangrove yang cukup baik perkembangannya. Di samping itu sebagian pantai dikelilingi oleh pasir putih yang halus dan putih, sehingga pulau ini dapat dikembangkan bagi kegiatan pariwisata pantai. Jenis-jenis vegetasi pantai yang terdapat di Pulau Ohoitir antara lain warylau (Thespesia populnea) kangkung laut (Ipomea pescapre), Kasuari (Casuarina sp), Ketapang (Terminalia catapa), Bintanggor (Canophyllum inophyllum), serta berbagai jenis mangrove ikutan lainnya.
Substrat dasar lahan P. Ohoitir terdiri dari tanah berpasir hingga berlumpur.
Berkaitan dengan sebaran vegetasi menurut tanah lahan, maka bagian lahan pesisir didominasi oleh jenis-jenis vegetasi kasuari, ketapang dan pandan, sedangkan bagian tengah didominasi oleh jenis-jenis Semarah dan Madawal (nama lokal).
c.3. Padang Lamun
Jenis Cymodocea rotundata menjadi jenis dengan kerapatan tertinggi (22,75 teg/m2) pada saat survei sumberdaya lamun dilakukan di perairan Pulau Ohoitir. Sementara Halodule uninervis hadir sebagai jenis dengan kerapatan terendah (2,06 teg/m2). Frekuensi kehadiran tertinggi ditemukan pada Enhalus acoroides yang ditemukan dalam semua kotak pengamatan.
Sedangkan frekuensi kehadiran terendah dimiliki oleh Halodule uninervis (0,06). Untuk kategori persen tutupan, jenis Enhalus acoroides tetap hadir sebagai jenis dengan persen tutupan tertinggi yang mencapai 75% sedangkan jenis Halodule pinifolia menjadi jenis dengan persen tutupan terendah (40%).
Bentuk tubuh dari jenis ini yang sangat “ramping” membuat jenis ini memiliki persen tutupan yang sangat rendah.
c.4. Terumbu Karang
Dimensi panjang terumbu Pulau Ohoitir hanya mencapai 4,81 km, dengan luas terumbunya sekitar 0,81 km2. Terumbu karang Pulau Ohoitir memiliki kekayaan spesies karang batu sebanyak 76 spesies, yang termasuk dalam 43 genera dan 16 famili. Famili karang Acroporidae dan Faviidae memiliki kekayaan spesies karang tergolong relatif tinggi dibanding 14 famili karang batu yang lain. Persen tutupan karang batu di terumbu karang Pulau Ohoitir tidak termasuk tinggi tetapi kondisi terumbu karangnya termasuk kategori bai (Good). Nilai persen tutupan komponen abiotik tidak menonjol dan didominasi oleh patahan karang mati (rubbles) sebesar 15,92%. Persen tutupan karang batu kategori Non-Acropora lebih tinggi (44,14%) dibanding karang batu kategori Acropora (15,22%). Spesies karang batu dengan nilai persen penutupan tinggi di terumbu karang Pulau Ohoitir ini adalah Porites lutea, Porites cylindrica, Acropora palifera dan Acropora nobilis.
Tabel 15. Kekayaan Taksa dan Persen Tutupan Karang di Terumbu Karang
Berdasarkan hasil analisis, ternyata kekayaan spesies dan taksa ikan karang di terumbu karang Pulau Ohoitir tergolong relatif rendah (110 spesies, 66 genera dan 29 famili), serta berada di bawah nilai rata-rata kekayaan spesies ikan karang per terumbu karang (124 spesies) dalam kawasan konservasi.
Kekayaan spesies ikan karang kategori spesies indikator di terumbu karang ini tergolong relatif tinggi (16 spesies) dan berada di atas nilai rata-rata kekayaan spesies ikan indikator per terumbu (15 spesies) di dalam kawasan konservasi. Kepadatan (ind/m2) dan potensi (ind/ha) ikan karang pada areal terumbu karang Pulau Ohoitir tergolong moderat, sementara nilai potensi ikan karangnya tergolong relatif rendah. Walaupun kondisi terumbu karang Pulau Ohoitir termasuk kategori baik, tetapi nilai persen tutupan karang hidupnya berada dekat batas bawah kategori baik. Dengan demikian, secara fungsional terumbu karang ini kurang menunjang kekayaan spesies beserta kelimpahan individunya, kepadatan dan terutama besaran potensi ikan karangnya.
Spesies ikan karang yang mempunyai kontribusi yang besar terhadap nilai kepadatan dan potensi ikan karang di areal terumbu karang Pulau Ohoitir adalah Pterocaesio tile, Caesio caerulaurea, Rastrelliger kanagurta dan Caesio diagramma yang merupakan ikan ekonomis penting, kemudian diikuti oleh spesies ikan Amblglyphidodon curacao, Cheilodipterus quenquelineatus, Chromis atripectoralis, Chromis ternatensis dan Pseudanthias squamipinnis yang merupakan jenis-jenis ikan karang yang termasuk kategori ikan hias.
Hasil analisis menunjukan nilai sediaan cadang ikan karang di areal terumbu karang Pulau Ohoitir tergolong rendah (5.625.295 ind.), dimana hal ini memiliki korelasi yang kuat dengan dimensi panjang terumbu karangnya yang relatif pendek. Spesies ikan karang yang memiliki nilai sediaan cadang tertinggi di terumbu karang ini adalah Pterocaesio tile, Caesio caerulaurea dan Rastrelliger kanagurta yang merupakan kelompok ikan ekonomis penting.
2.2.4.18. Pulau Warhu