BAB IV PROFIL ORGANISASI
4.1 Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)
Dalam rangka mewujudkan misi Mengembangkan Penelitian dan mempromosikan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi berkelas dunia guna meningkatkan daya saing bangsa maka dibentuklah Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M). P3M sendiri dibentuk dengan visi yang
sangat strategis yaitu “Menjadikan Lembaga Penelitian Yang Memiliki Komitmen Tinggi Terhadap Keunggulan Dalam Penelitian di Tingkat Nasional dan Internasional.” Untuk mendukung pencapaian program P3M, maka ditetapkanlah beberapa tujuan agar program kerja yang dilaksanakan oleh P3M dapat terarah dan berhasil dengan baik. Tujuan utama dari dibentuknya P3M yaitu Melaksanakan dua dari tiga Dharma Perguruan Tinggi yaitu “Teraihnya Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi Bidang Penelitian” yang dijabarkan ke dalam:
1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kegiatan Penelitian;
2. Meningkatnya kemampuan dosen dalam kegiatan Penelitian di tingkat nasional dan internasional;
3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kerjasama PPPM dengan Stakeholder;
4. Meningkatnya kegiatan Penelitianbyang berorientasi produk (fisik atau non fisik) dan/atau perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI);
5. Terdiseminasinya hasil Penelitian oleh Stakeholders;
6. Terbangunnya sistem informasi hasil Penelitian;
7. Meningkatnya pemanfaatan hasil Penelitian untuk pengembangan proses pembelajaran;
8. Terbentuknya budaya akademik dan kewirausahaan (enterpreneurship) di kalangan sivitas akademika PNJ;
9. Meningkatnya jumlah mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan Penelitian.
4.2 Susunan Organisasi di P3M
Sebagai upaya menjalanan sebuah tata kelola organisasi yang baik serta untuk mempermudah dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya dalam pelayanan kegiatan penelitian, maka dalam P3M dibagi atas beberapa bagian. Bagian tersebut ditunjukkan seperti gambar di bawah ini:
Gambar 4.1 Susunan Organisasi P3M
Direktur Akademik merupakan orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan penelitian yang dilakukan oleh PNJ. Oleh sebab itu maka P3M sebagai organisasi yang menangani penelitian berkedudukan langsung di bawah Direktur Akademik.
Semua kegiatan penelitian dijalankan di PNJ dilakukan atas siizin dan sepengetahuan dari Direktur Akademik.
Kepala P3M merupakan orang yang bertanggung jawab atas operasional kegiatan penelitian, mulai dari pengumuman proposal penelitian, seleksi proposal, monitoring penelitian, dan evaluasi. Dalam menajalankan tugasnya ini, kepala P3M tidak sendiri, namun tetap dibantu oleh sekretaris P3M. Sementara di level staf P3M dibagi menjadi tiga orang staf. Masing-masing staf antara lain yaitu staf administrasi, staf dokumentasi dan staf keuangan. Pembagian ini hanya untuk memudahkan tanggung jawab pekerjaan masing-masing. Namun dalam kenyataan kesehariannya tugas dan tanggung jawab ini dijalankan secara bersama-sama.
4.3 Ragam Penelitian di P3M
Berbagai jenis program penelitian telah dirancang dalam satu tahun ajaran.
Program penelitian tersebut diupayakan agar meningkkan motivasi dan inovasi dari dosen untuk meneliti lebih banyak. Pihak P3M percaya, bahwa melalui ketekunan dan motivasi yang tinggi dari dosen, maka akan meningkatkan mutu yang dihasilkan dari penelitian yang dilakukan. Secara garis besar penelitian yang diselenggarakan dibagi menjadi:
1. Internal
Program strategis dituangkan dalam pelaksanaan riset unggulan, riset “non unggulan”, riset nasional, penguatan riset internasional dan riset tindakan (reseach action, partisipatory research). Riset Unggulan direncanakan secara semi top down dan ditentukan berdasarkan Borang Dikti 2010, Payung Riset, dan keunggulan setiap Jurusan serta kebijakan tentang riset di tingkat Nasional, regional, dan tingkat Politeknik yaitu “Pengembangan Penelitian Terapan yang Berorientasi Produk dan Jasa dengan mengedapankan Produk Bersih (clean production)”.
Seluruh riset unggulan adalah kajian interdisiplin yang berorientasi kepada dan berkontribusi nyata dalam penyelesaian sebagian masalah di masyarakat. Riset Unggulan berorientasi pada teknologi tepat guna yang berwawasan pada ‘clean production”. Untuk tahun 2011-2016, PNJ menentukan 8 (delapan) Riset Unggulan yaitu:
1. Inovasi control system berbasis on wire dan wireless;
2. Beton, Struktur, Geoteknik, Keairan , Tata laksana & manajemen Konstruksi;
3. Lingkungan dan Inovasi Pengolahan Limbah;
4. Proses Manufaktur dan Energi: Diversifikasi dan Konservasi Energi;
5. Ekonomi dan Bisnis;
6. Inovasi desain grafis dan Publikasi berbasis ICT;
7. Humaniora, Budaya dan Informasi;
8. Inovasi rekayasa material lanjut ramah lingkungan.
PPPM PNJ juga membuat beberapa skema untuk riset unggulan perguruan tinggi di luar skema Dit. Litabmas Dikti. Skema Riset tersebut adalah:
1. Riset Kompetensi Perguruan Tunggi
Kegiatan Penelitian Hibah Kompetitif diselenggarakan sebagai salah satu model Penelitian kompetitif yang tergolong dalam kelompok Penelitian
mandiri yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks).
2. Riset Unggulan Perguruan Tinggi
Riset ini adalah riset unggulan bagi dosen yang mengusulkan riset berdasarkan hasil riset-riset sebelumnya. Skema riset ini mensyaratkan pengembangan riset dengan orientasi kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
3. Riset Kompetensi Keilmuan Laboratorium (Kilab)
Kilab adalah riset unggulan untuk penguatan riset di unit kerja riset. Skema ini mensyaratkan pengembangan riset yang berorientasi kepada road map unit kerja riset.
4. Riset Kemitraan dengan Industri
Riset ini memberikan dana untuk koordinasi dengan mitra luar negeri dan pendampingan pelaksanaan riset dalam skema kerjasama internasional.
2. Eksternal atau Desentralisasi
Program eksternal P3M salah satunya mengikuti program SIM-LITABMAS dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Program Simlitabmas dilaksanakan Berdasarkan Permendikbud Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Ditlitabmas) yang mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan, standarisasi, pemberian bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Maka, untuk menyelenggarakan fungsi tersebut, Ditlitabmas mempunyai struktur yang mengemban tugas menyusun bahan perumusan kebijakan, menyusun program dan anggaran, mengevaluasi pelaksanaan program, membuat standarisasi teknis, memfasilitasi penelitian, memfasilitasi kreativitas mahasiswa dan pengabdian kepada masyarakat, memfasilitasi perolehan hak kekayaan intelektual serta publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan membuat pelaporan direktorat. Agar pelaksanaan tugas tersebut dapat berjalan secara efektif, efisien dan akuntabel, maka dikembangkan suatu sistem informasi. Sistem
informasi ini menjadi tool dan media komunikasi dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta kegiatan kreativitas mahasiswa.
Disamping itu, sistem informasi ini juga berfungsi sebagai sumber data yang dapat memberikan layanan kepada pihak internal maupun ekssternal. Jenis program penelitaian yang dilaksanakan yaitu:
1. Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi
Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi dilatarbelakangi oleh belum termanfaatkannya secara optimal dan terpadu potensi dan ketersediaan sumber daya manusia di perguruan tinggi dalam memenuhi kebutuhan pembangunan lokal dan nasional. Kurangnya program penelitian di perguruan tinggi yang terkait dengan sektor riil dan berorientasi pada kebutuhan pasar (market driven), mengakibatkan kurang berkembangnya sektor produksi strategis karena lemahnya penguasaan teknologi dan rekayasa bidang terkait. Penelitian ini juga diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan ipteks-sosbud untuk jangka menengah dan panjang melalui penelitian unggulan.
2. Penelitian Tim Pascasajana
Hibah tim pascasarjana merupakan upaya nyata dari Ditjen Dikti untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pascasarjana dalam meneliti dan menyelesaikan tugas akhirnya. Keberadaan hibah tim pascasarjana diharapkan dapat meningkatkan mutu penelitian mahasiswa pascasarjana sehingga menghasilkan karya ilmiah yang siap dipublikasikan.
3. Penelitian Hibah Bersaing
Kegiatan penelitian Hibah Bersaing dilaksanakan sebagai salah satu model penelitian kompetitif yang tergolong dalam kelompok penelitian mandiri yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan ipteks-sosbud (penelitian terapan). Perbedaan penting dengan Penelitian Fundamental adalah penelitian Hibah Bersaing harus berorientasi pada produk yang memiliki dampak ekonomi dalam waktu dekat. Produk juga
dapat bersifat tak-benda (intangible), misalnya kajian untuk memperbaiki kebijakan institusi pemerintah. Penelitian Hibah Bersaing diperuntukkan bagi dosen yang produktif dalam penelitiannya.
4. Penelitian Kerjasama antar Perguruan Tinggi (PEKERTI)
Tujuan Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi adalah untuk memberikan wadah bagi dosen/kelompok peneliti yang relatif baru berkembang dalam kemampuan menelitinya agar dapat memanfaatkan sarana dan keahlian, serta mengadopsi dan mencontoh budaya penelitian yang baik dari kelompok peneliti yang lebih maju di perguruan tinggi lain dalam melaksanakan penelitian yang bermutu dan membangun kerjasama penelitian antar perguruan tinggi di Indonesia.
5. Penelitian Dosen Pemula
Program Penelitian Dosen Pemula dimaksudkan sebagai kegiatan penelitian dalam rangka membina dan mengarahkan para peneliti pemula untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan penelitian di perguruan tinggi. Cakupan program ini adalah penelitian-penelitian yang dahulu diwadahi dalam Penelitian Dosen Muda dan Kajian Wanita yang meliputi bidang kesehatan, hukum, sosial-humaniora, pertanian, MIPA, pendidikan, rekayasa, ekonomi, keolahragaan, agama, sastra-filsafat, psikologi, seni, dan budaya. Penelitian ini diperuntukkan bagi dosen pemula yang belum mempunyai jabatan fungsional lektor kepala dan belum bergelar doktor dari perguruan tinggi dengan status perguruan tinggi binaan.
BAB V
ANALISA KEBUTUHAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Pada bab ini akan membahas tentang kebutuhan knowledge management system (KMS) yang didapatkan dari sebuah proses analisa dengan menggunakan Soft System Metodology (SSM) dan Ecology of Knowledge Management pada kegiatan penelitian di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
5.1 Identifikasi Situasi Permasalahan (Tahapan Soft System Metodology) Sistem Aktivitas Manusia yang digambarkan dalam SSM bukanlah suatu abstrak yang mewakili dunia nyata secara mutlak, namun sistem aktivitas manusia yang digambarkan merupakan sebagian kecil dari sebuah model yang mewakili dari dunia nyata dimana pada kasus ini mewakili kegiatan penelitian yang ada di lingkungan PNJ.
Dalam konsep SSM, penelitian dianalogikan sebagai sebuah sistem yang ada pada dunia nyata dimana proses pembelajaran pada sistem tersebut merupakan sebuah unit terkecil dari sebuah sistem yang memiliki mekanisme dan aturan yang dijalankan oleh pihak-pihak yang terlibat dengan kegiatan penelitian. Penulisan karya akhir ini, secara khusus mengembangkan sistem yang berguna untuk mewujudkan sebuah iklim penelitian yang mampu mendorong dosen lain untuk ikut meneliti sekaligus berdampak terhadap meningkatnya kualitas hasil penelitian.
Sebagai langkah pemahaman terhadap situasi problematis yang terjadi pada situasi penelitian ini, maka diperlukan beberapa analisis dasar dimana dalam konsep SSM analisis tersebut dikenal dengan analisis satu (the intervention itself), analisis dua (analisis sosial), dan analisis tiga (analisis politik). Hal ini dilakukan agar fenomena permasalahan dan sudut pandang yang terjadi pada kegiatan penelitian dapat digambarkan secara utuh, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan seputar penelitian dalam kerangka interaksi antar manusia. Analisis untuk pengenalan situasi permasalahan tersebut digambarkan sebagai berikut:
5.1.1 Analisis Satu (The Intervention Itself)
Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Checkland dan Poulter (2006), disarankan bahwa sebagai langkah awal pengenalan situasi problematis (analisis satu) dilakukan penetapan tiga pihak yang berperan penting dalam kaitannya dengan situasi problematis yang menjadi kajian. Ketiga pihak tersebut antara lain yaitu klien (clients) yaitu orang atau sekelompok orang yang menyebabkan terjadinya intervensi terkait dengan situasi yang sedang dikaji sehingga dalam hal ini ditetapkan bahwa yang menjadi klien pada penulisan karya akhir yaitu pihak Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), manajemen PNJ, dan dosen sebagai peneliti. Elemen kedua adalah praktisi (Practitioners), yaitu orang atau sekelompok orang yang melakukan kajian dengan menggunakan SSM sebagai metodologi penelitiannya. Pada penulisan karya akhir ini, ditetapkan bahwa penulis (Muhammad Nor Prayoga) adalah sebagai praktisi. Elemen ketiga adalah pihak yang berperan sebagai pemilik isu (owners of the issues addressed) yaitu sekelompok orang yang berkepentingan atau terkena dampak dari situasi atau dampak dari hasil upaya perbaikan atas situasi problematis, yang dalam hal ini adalah dosen.
Tabel 5.1 Hasil Analisis Satu (The Intervention Itself)
Roles Pihak pihak yang berperan
Clients Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Manajemen PNJ, dan dosen
Practitioners Penulis (Muhammad Nor Prayoga) Owners of the issues
addressed
Dosen/peneliti
5.1.2 Analisis Dua (Analisis Sosial)
Tahapan ini mempunyai peran yang penting untuk membuat gambaran yang makin komprehensif terkait dengan situasi dunia nyata. Hal ini penting untuk
diketahui agar sistem aktivitas manusia yang dipilih dapat mewakili dunia nyata dan relevan bagi proses tersebut.
Analisis sosial dimulai dengan mengemukakan pokok-pokok elemen sosial yang mempresentasikan fokus dari analisis ini. Adapun ketiga elemen sosial dalam penulisan karya akhir ini adalah:
Peran (roles)
Posisi sosial mampu menunjukkan peran seseorang. Peran tersebut menandai perbedaan antara semua anggota atau kelompok yang berada dalam lingkungan penelitian. Dapat dipahami bahwa penelitian merupakan sebuah proses untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bermanfaat utamanya bagi aplikasi teknologi. Penelitian yang sedang dibahas saat ini adalah sebuah kewajiban bagi dosen untuk memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD), sementara bagi PNJ sendiri, penelitian tersebut merupakan suatu bahan untuk meningkatkan akreditasi dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Ada tiga komponen pokok yang berperan dalam terselenggaranya penelitian ini.
Komponen tersebut antara lain yaitu Dosen, P3M, dan jajaran manajemen PNJ yang terdiri atas Direktur, Pembantu Direktur, dan Ketua Jurusan. Dosen sebagai subjek dari penelitian ini, akan melakukan penelitian sesuai dengan bakat dan minat yang mereka tekuni. Meskipun dalam kategori perguruan tinggi yang berbasis vokasi, namun di PNJ mulai bermunculan dosen muda yang berminat untuk melakukan penelitian dan menjadikan aktivitas penelitian sebagai aktivitas utama disamping aktivitas mengajar. Namun jumlah ini belum berimbang dengan dosen yang masih belum termotivasi untuk melakukan penelitian. Dengan tantangan tersebut, P3M selaku penyelenggara penelitian, mempunyai tanggung jawab lebih yaitu bagaimana menyelenggarakan sebuah penelitian yang mampu meningkatkan minat dosen sekaligus meningkatkan kualitas hasil penelitian yang sudah dilakukan sehingga menghasilkan penelitian dengan kualitas internasional atau menghasilkan sebuah produk yang dapat dipatenkan.
Dari tinjauan ragam penelitian (skema) yang sudah diselenggarakan, saat ini P3M sudah cukup mampu menyelenggarakan skema penelitian dengan kategori
penelitian yang beragam. Dari hasil diskusi yang dilakukan dengan pihak-pihak terkait dengan penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran yang akan berwujud tantangan bagi P3M kedepannya akan semakin berat, adapun hal tersebut yaitu :
Menciptakan sebuah iklim yang kondusif bagi kegiatan penelitian;
Menciptakan sebuah budaya untuk berbagi pengetahuan yang baik antar dosen;
Menyimpan dan menata pengetahuan penelitian yang sudah dimiliki dosen dengan baik;
Memberikan sebuah fasilitas yang memadai bagi dosen untuk mendapatkan dokumen penelitian, sumber referensi/jurnal;
Meningkatkan kualitas hasil penelitian.
Dalam melaksanakan tugasnya memfasilitasi kegiatan penelitian dosen, P3M tidak bisa lepas dari arahan dan masukan manajemen PNJ. Pihak manajemen telah memberikan dukungan yang cukup untuk melaksanakan penelitian. Kesempatan luas diberikan kepada dosen untuk memanfaatkan laboratorium dan fasilitas penunjang lain yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana dukungan kegiatan penelitian. Disamping dukungan tersebut, pada setiap tahun PNJ selalu mengalokasikan dana baik itu dari Dikti maupun dana dari hibah luar negeri yang di alokasikan untuk membiayai kegiatan penelitian dosen.
Norma-norma (norms)
Secara prinsip, peneliti memiliki sebuah independensi dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Independensi tersebutlah yang membuat peneliti bebas menentukan langkah-langkah terkait materi dan isi dari sebuah penelitian. Hanya saja hal ini tetap dilakukan pembatasan bahwa kegiatan penelitian harus terbebas dari peniruan atau yang sering disebut dengan plagiat. Dukungan terhadap perilaku independensi dari peneliti ini harus mendapat jaminan dari pihak P3M.
Secara aktif sudah seharusnya P3M melakukan monitoring dan kontrol atas apa
yang sudah dihasilkan oleh peneliti. Sehingga dengan adanya mekanisme pengendalian secara dua arah akan semakin mempersempit ruang gerak untuk dihasilkannya plagiat dalam penelitian.
Dengan adanya larangan plagiat, peneliti dianjurkan untuk banyak memanfaatkan semua sumber daya, baik itu berbetuk data ataupun sharing pengetahuan antar peneliti lainnya untuk memperkaya bahan dan metodologi yang akan digunakan.
Kenyataan yang terjadi saat ini yaitu peneliti mengeluh mengenai sulitnya mencari sumber data sebagai bahan untuk memperkaya penelitian yang sedang dilakukan. Beberapa peneliti yang terampil banyak memanfaatkan ketrampilan mereka dalam melakukan elaborasi terhadap internet untuk mencari data yang mereka butuhkan, namun hal ini tetap dibatasi terutama untuk jurnal berlangganan dan berbayar, sehingga lebih banyak mengandalkan referensi yang didapatkan dari perpustakaan atau bahan ajar yang telah dimiliki sebelumnya.
Dosen dituntut untuk membagi keilmuannya secara sukarela baik dengan sesama dosen maupun dengan mahasiswa. Berbagi keilmuan dengan dosen yang lainnya selama ini belum dilakukan. Belum ada forum maupun media yang memfasilitasi untuk berbagi keilmuan tersebut, sehingga menyebabkan keilmuan yang diperoleh dosen yang bersumber dari hasil ekplorasi maupun penelitian yang sudah dilakukan belum disimpan dengan baik.
P3M dituntut untuk bisa melakukan kegiatan pelayanan kepada peneliti secara efektif dan efisien sehingga apa yang menjadi hambatan dan kendala dari peneliti dapat terselesaikan. Berdasarkan uraian tersebut, maka ada dua isu pokok yang saat ini harus dipenuhi oleh P3M selaku penyelenggara penelitian di PNJ.
Pertama, menjaga kemurnian hasil penelitian. Kedua, dukungan Manajemen PNJ untuk kegiatan penelitian dengan menciptakan sebuah organisasi yang efektif dan efisien.
Nilai-nilai (values)
Sebagai peneliti, dosen juga dituntut untuk memiliki nilai dasar sebagai seorang peneliti. Nilai dasar ini perlu dicermati sehingga dalam kegiatan penelitian yang
dilakukan dapat dihasilkan sebuah hasil yang sesuai dengan harapan pihak manajemen PNJ. Adapun nilai tersebut antara lain yaitu:
Peneliti harus memilki ketekunan yang cukup dalam menyelesaikan persoalan terkait dengan penelitian yang dilakukan;
Peneliti memiliki inovasi yang tinggi dalam menciptakan sebuah ide baru untuk penelitian;
P3M berkomitmen untuk melakukan eksplorasi terhadap ilmu pengetahuan;
P3M menjaga komunikasi dengan peneliti lainnya agar terjalin sebuah sinergi.
Tabel 5.2 Hasil Analisis Dua (analisis sosial)
Elemen Subject Perilaku Terhadap Elemen Sosial
Peran Peneliti Melakukan kegiatan penelitian dengan menggali semua pengetahuan, informasi, dan bahan dari PNJ;
Meningkatkan kualitas hasil penelitian;
P3M Menciptakan sebuah budaya untuk berbagi pengetahuan yang baik antar dosen dan menata pengetahuan untuk penelitian yang sudah dimiliki dosen dengan baik;
Memberikan dukungan yang memadai bagi kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen seperti dokumen penelitian, sumber referensi/jurnal, dan dukungan teknologi.
Norma Peneliti Tidak melakukan plagiat atas penelitian yang dilakukan orang lain.
Tabel 5.2 Hasil Analisis Dua (analisis sosial) (lanjutan) P3M Melakukan monitoring dan kontrol atas hasil
penelitian agar terbebas dari plagiat;
Menciptakan organisasi penelitian yang efektif dan efisien.
Nilai Peneliti Peneliti harus memilki ketekunan yang cukup dalam menyelesaikan permasalahan penelitian;
Peneliti memiliki inovasi yang tinggi dalam menciptakan sebuah ide baru untuk penelitian.
P3M Berkomitmen untuk melakukan eksplorasi terhadap ilmu pengetahuan;
Menciptakan sinergi antar peneliti.
5.1.3 Analisis Tiga (Analisis Politik)
Menurut Checkland dan Poulter (2006), menegaskan bahwa analisis sosial dan analisis politik pada dasarnya dimaksudkan untuk “to capture, informally, the main entities, structure and view point in the situation, the processes goin on, the current recognized issues and any potential ones”, Sehingga penulis berkesimpulan bahwa analisis tiga yaitu analisis politik telah dijabarkan pada bahasan sebelumnya.
5.2 Penggambaran Situasi Problematis
Situasi problematis yang terjadi pada kegiatan penelitian di PNJ cukup kompleks dan panjang bila digambarkan dengan sebuah tulisan. Sebagai alat bantu untuk mempermudah pemahaman terhadap situasi problematis tersebut, maka dibuatlah sebuah diagram rich picture yang memuat berbagai simbol dan gambar dimana dengan rich picture tersebut akan melibatkan banyak aktivitas dan perangkat yang
akan digunakan dalam mendukung saat kegiatan penelitian yang sedang berlangsung. Menurut Checkland dan Poulter (2006), dibutuhkan membangun sebuah persepsi mengenai bagaimana mendefinisikan sebuah situasi yang problematis tersebut dengan cara memformulasikan pandangan tertentu dari masing-masing pemangku kepentingan yang terlibat yang digambarkan secara visual yang disebut sebagai rich picture. Adapun untuk rich picture kegiatan penelitian di PNJ ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.
Gambar 5.1 Rich Picture
Dari rich picture di atas, dapat diketahui bahwa ada beberapa perbedaaan pandangan terkait dengan situasi penelitian di PNJ. Adapun diantaranya adalah sebagai berikut:
Karakteristik Dosen PNJ terbagi menjadi dua, yaitu dosen yang berminat untuk melakukan penelitian dan dosen yang hanya minat untuk mengajar;
Pengetahuan yang dimiliki oleh peneliti tidak ditangkap dengan baik sehingga pada saat proses penelitian, peneliti kesulitan untuk mencari sumber data, referensi, dan tempat untuk bertanya mengenai materi penelitian yang sedang mereka hadapi;
Banyak diketemukan bahwa proposal penelitian yang masuk masih minim inovasi dan metodologi;
Kebanyakan dari penelitian yang dikerjakan, secara konsep belum matang sehingga hasil yang diharapkan berbeda dengan tujuan awal seperti pada proposal;
Pada pengelolaan administrasian penelitian, banyak hal yang seharusnya bisa dipublikasikan kepada peneliti.
5.3 Pembuatan Root Definition dan Analisis CATWOE
Root definition adalah sebuah deskripsi terstruktur dari sistem aktivitas manusia yang relevan dengan situasi problematis dan menjadi perhatian dari SSM dengan berbasis tindakan. Sistem yang dirumuskan merupakan sistem yang relevan dengan situasi problematis pada dunia nyata dan digunakan sebagai alat bantu untuk merumuskan langkah perbaikan terhadap masalah pada dunia nyata. Pada tahapan pembuatan root definition, tidak bisa terlepas dari penentuan tahapan hasil analisa sebelumnya yaitu analisa terhadap situasi problematis. Analisa tersebut digunakan untuk menentukan definisi sistem yang paling relevan sehingga mampu menggambarkan sebuah keadaan nyata bagi penyelesaian permasalahan. Adapun root definition yang terkait dengan situasi penelitian adalah:
“Sebuah sistem penelitian yang mendapatkan dukungan penuh dari PNJ dan melibatkan peran aktif dosen untuk menyimpan dan berbagi pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki dengan cara mengintegrasikan sejumlah sistem pendukung tersebut sehingga akan berdampak secara positif terhadap peningkatan jumlah peneliti dan peningkatan kualitas penelitian”
Sedangkan analisa CATWOE dari sistem relevan yang akan dibangun adalah
Sedangkan analisa CATWOE dari sistem relevan yang akan dibangun adalah