BAB IV PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENYATAKAN UNSUR
B. Putusan Dan Pertimbangan Hakim
2. Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 387/Pdt/2010/PT.Medan 91
Dalam Amar (Diktum) Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 387/Pdt/2010/PT.Medan
MENGADILI
a. Menerima permohonan banding dari penggugat/ pembanding;
a. Menguatkan putusan pengadilan negeri medan tanggal 20 Januari 2010 Nomor 119/Pdt.G/2009/PN.Medan, yang dimohonkan banding tersebut;
b. Menghukum penggugat/ pembanding untuk membayar ongkos perkara ini dikedua tingkat peradilan yang untuk tingkat banding sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah);
Adapun yang menjadi pertimbangan-pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam memutuskan kasus di atas pada pokoknya adalah:
Bahwa setelah majelis hakim pengadilan tinggi membacakan dan meneliti dengan cermat berkas perkara Nomor 119/Pdt.G/2009/PN.Medan, yang dimohonkan banding beserta seluruh dokumen terkait, dan mengemukakan masing-masing dalam memori banding dan kontra memori banding dari kuasa hukum terbanding II (Arifin Tio) dan III (Syahri) yang diterima di kepenitraan pengadilan tinggi medan pada tanggal 11 Oktober 2010 dan tanggal 23 Desember 2010, ternyata didalam memori dan didalam kontra memori tidak dapat hal-hal baru yang dapat dijadikan sebagai alasan untuk membatalkan putusan hakim tingkat pertama, oleh karena itu majelis hakim pengadilan tinggi tidak akan mempertimbangkan lebih lanjut;
Bahwa setelah majelis hakim pengadilan tinggi memeriksa dan memperlajari serta meniliti secara seksama keseluruhan dari berkas perkaranya, berikut salinan resmi putusan pengadilan negeri medan tanggal 20 januari 2010 Nomor 119/Pdt.G/2009/PN.Medan, pengadilan tinggi berpendapat bahwa pertimbangan-pertimbangan majelis hakim tingkat pertama sudah tepat dan benar, sehingga dengan mengambil alih pertimbangan-pertimbangan majelis hakim tingkat pertama, maka putusan pengadilan negeri medan tersebut yang dimohonkan banding harus dikuatkan;
Dengan demikian apa yang menjadi pertimbangan hakim, bahwa tidak benar dalil gugatan (penggugat) Riswandi Husin yang menyatakan (Tergugat IV) Irwan santoso, Sarjana Hukum mengutus pegawainya untuk datang menjumpai penggugat dirutan tanjung Gusta dan memberikan ketas kosong untuk ditandatangani, karena faktanya (Tergugat IV) Irwan Santoso, Sarjana Hukum hadiri dihadapan (Penggugat) Riswandi Husin demikian juga (Tergugat II) Arifin Tio, Abang dari Arifin Tio serta
Syahri dan saksi-saksi dirutan tanjung Gusta Medan, untuk membuat dan menandatangani akta pembatalan No.15 tertanggal 29 september 2003 pernyataan No.147/L/2003 tanggal 29 september 2003 yang dibuat dan dilegalisasi dihadapan (Tergugat IV) Irwan Santoso, Sarjana Hukum, sedangkan istrinya (Penggugat) Riswandi Husin saudari Sri mulyani menadatangani akta pembatalan No.15 tertanggal 29 sepember 2003dirumah penggugat yakni objek terpekara, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku yaitu bahwa Tugas seorang Notaris adalah mengkonstantir hubungan hukum antara para pihak dalam bentuk tertulis dan format tertentu, sehingga merupakan suatu akta otentik yang menjadi dokumen yang kuat dalam suatu proses hukum dalam hal pembuktian yang akan dibuktikan dalam hukum perdata formil dan materil yaitu dapat tidaknya diterima dipersidangan serta sebagai kekuatan pembuktian yang sah menurut hukum kepada hakim yang memeriksa perkara guna memberikan kepastian tentang kebenaran suatu peristiwa yang dikemukan.
3. Putusan Mahkamah Agung Nomor 943 K/Pdt/2012
Dalam amar (Diktum) Putusan Mahkamah Agung Nomor 943 K/Pdt/2012.
MENGADILI
a. Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi : Riswandi Husin tersebut;
b. Menghukum pemohon kasasi/penggugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah);
Adapun yang menjadi pertimbangan-pertimbangan Kasasi dalam memutuskan kasus di atas pada pokoknya adalah:
Bahwa Alasan-alasan kasasi tersebut tidak dapat dibenarkan, sebab judex facti tidak salah dalam menerapkan hukum, oleh karena akta jual beli No.55/2003 tanggal 2 oktober 2003 yang dibuat dihadapan Notaris Pangit Maria Tarigan,SH, Notaris selaku PPAT telah dibuat seusai dengan prosedur yang ditentukan dalam undang-undang tanpa adanya paksaan, penipuan ataupun kekeliruan, sehingga jual beli objek sengketa tersebut, antara tergugat I dengan tergugat II adalah sah menurut hukum dan tergugat II sebagai pembeli yang beritikad baik harus dilindungi. Demikian pula SHM No 365 Kelurahan Sei Kera Hulu Medan perjuangan atas nama syahri adalah sah dan berkekuatan hukum dan tergugat III sebagai ahli waris yang sah mengantikan almarhum syahri;
Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, ternyata bahwa putusan judexfacti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/undang-undang, maka permohonan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi Riswandi Husin tersebut harus ditolak;
Dengan demikian apa yang menjadi pertimbangan hakim tersebut, Notaris sudah melaksanakan tugasnya sesuai dengan wewenang Notaris dan tidak dapat disalahkan apalagi dituntut untuk mengganti kerugian. Karena perjanjian yang dibuat oleh Para pihak atas dasar saling setuju dan mufakat dan atas persetujuan istrinya dimana istrinya Sri Mulyani juga turut menadatangani dan pengugat juga memberikan kuasa lisan kepada saudara Ismayadi husin selaku pembeli atas objek yang dibuat dihadapan Pangit Maria Tarigan, Sarjana Hukum, kedua akta tersebut sah dan tidak cacat hukum, yang diatur dalam ketentuan Pasal 15 undang-undang jabatan notaris No. 30 Tahun 2004 yang berbunyi :
a. Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus;
b. Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus;
c. Membuat copy dari asli surat-surat di bawah tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana ditulis dan digambarkan dalam surat yang bersangkutan;
d. Melakukan pengesahan kecocokan fotocopy dengan surat aslinya;
e. Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta;
f. Membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan, dan
g. Membuat akta risalah lelang.
Dengan demikian apa yang menjadi pertimbangan hakim tersebut, (Tergugat II) Arifin Tio sebagai Kuasa dari (Tergugat I) Ismail hendak menjual sebidang tanah berikut bagunan “Hak Milik” Sertifikat No.365 seluas 158 M2 terletak dikelurahan sei kera Hulu Kota Medan kepada Ismayadi Husin sebagai Kuasa Penggugat, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku diatur didalam Pasal 1792 KUHPer, berbunyi sebagai berikut “Pemberian kuasa adalah suatu persetujuan dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan”. Terdapat dua pihak yaitu pemberi kuasa dan penerima kuasa, kedua belah pihak telah mengadakan persetujuan mengenai pemberian kekuasaan/wewenang lastgeving dari satu orang atau lebih kepada orang lain yang menerimanya Penerima kuasa dengan fungsi dan kewenangan yang telah ditentukan dalam surat kuasa tersebut, guna menyelenggarakan/melaksanakan sesuatu pekerjaan/urusan (perbuatan hukum) untuk dan atas nama (mewakili/mengatas namakan) orang yang memberikan kuasa (pemberi kuasa).
Gugatan pengugat yang menyatakan Irwan Santoso, Sarjana Hukum menerbitkan akta pembatalan No.15 tanggal 29 september 2003 dan surat pernyataan Nomor 147/L/2003, tanggal 29 September 2003 untuk ditandatangani oleh penggugat didalam rutan tanjung gusta Medan pada saat penggugat dalam keadaan pikiran tidak normal karena dibayangi ancaman hukuman yang berat, sudah tepat karena pada saat penandatangan akta tersebut keadaan terdakwa atau Penggugat tidak dalam keadaan
bebas atau tertekan, yaitu berada dalam tahanan, sehingga dapat mengakibatkan terjadi penyalah gunaan keadaan yang dilakukan seseorang. Yang diatur dalam Pasal 1326 KUHPerdata, yaitu: “rasa takut karena hormat terhadap ayah, ibu atau keluarga lain dalam garis lurus ke atas, tanpa disertai kekerasan, tidak cukup untuk membatalkan persetujuan”.
Dengan demikian apa yang menjadi pertimbangan hakim tersebut, dalam gugatan pengugat pada halaman pertama akta pembatalan menyebutkan berhadapan dengan Irwan Santoso, Sarjana Hukum dst, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tidak ada larangan hukum untuk melakukan perbuatan hukum menyangkut hak keperdataan terpidana (Pengugat), diatur didalam Kitab undang-undang Hukum Perdata Pasal 3 menyatakan bahwa: “tiada suatu hukuman pun mengakibatkan kematian perdata, atau kehilangan segala hak kewarganegaraan”.
Serta Tata tertib lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan negara undang-undang No.6 tahun 2013 menyatakan juga tidak ada larangan hukum untuk melakukan perbuatan hukum menyangkut hak keperdataan terpidana (Pengugat), diatur dalam dalam Pasal 4 berbunyi:
1. mempunyai hubungan keuangan dengan Narapidana atau Tahanan lain maupun dengan Petugas Pemasyarakatan;
2. melakukan perbuatan asusila dan/atau penyimpangan seksual;
3. melakukan upaya melarikan diri atau membantu pelarian;
4. memasuki Steril Area atau tempat tertentu yang ditetapkan Kepala Lapas atau Rutan tanpa izin dari Petugas pemasyarakatan yang berwenang;
5. melawan atau menghalangi Petugas Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas;
6. membawa dan/atau menyimpan uang secara tidak sah dan barang berharga lainnya;
7. menyimpan, membuat, membawa, mengedarkan, dan/atau mengkonsumsi narkotika dan/atau prekursor narkotika serta obat-obatan lain yang berbahaya;
8. melengkapi kamar hunian dengan alat pendingin, kipas angin, televisi, dan/atau alat elektronik lainnya;
Dalam undang-undang No.30 tahun 2004 tentang jabatan notaris tidak ada juga larangan seseorang yang berstatus terpidana dilarang untuk melakukan perbuatan hukum menyangkut hak keperdataan terpidana (Pengugat), diatur dalam Pasal 17 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris (UUJN) yang berbunyi:
a. Menjalankan jabatan diluar wilayah jabatannya;
b. Meninggalkan wilayah jabatannya lebih dari 7 (tujuh) hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang sah;
c. Merangkap sebagai pegawai negeri;
d. Merangkap jabatan sebagai pejabat negara;
e. Merangkap jabatan sebagai advokat;
f. Merangkap jabatan sebagai pemimpin atau pegawai badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah atau badan usaha milik swasta;
g. Merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah diluar wilayah jabatan Notaris;
h. Menjadi Notaris Pengganti; atau
i. Melakukan pekerjaan lain yang bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, atau kepatutan yang dapat mempengaruhi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Secara Normatif untuk menyatakan adanya unsur paksaan yang dapat membatalkan perjanjian, apabila perbuatan itu sedemikian rupa hingga dapat menakutkan seorang yang berpikir sehat dan apabila dan apabila perbuatan itu dapat menimbulkan ketakutan pada orang tersebut bahwa dirinya atau kekayaannya terancam dengan suatu kerugian yang terang dan nyata, sebagaimana diatur dalam Pasal 1324 KUHPerdata. Unsur paksaan sebagaimana diatur pada Pasal 1324 KUHPerdata tersebut, dapat membatalkan perjanjian apabila dilakukan terhadap orang yang membuat suatu perjanjian dan juga dilakukan oleh pihak ketiga sebagaimana diatur dalam Pasal 1323 KUHPerdata dan juga dilakukan terhadap suami atau istri atau keluarga dalam garis ke atas maupun ke bawah salah satu pihak sebagaimana diatur dalam Pasal 1325 KUHPerdata.
2. Akibat dari Unsur Paksaan yang ternyata hakim tidak menemukan sebagai unsur paksaan, sebagaimana diatur dalam Pasal 1326 KUHPerdata, yaitu: “rasa takut karena hormat terhadap ayah, ibu atau keluarga lain dalam garis lurus ke atas, tanpa disertai kekerasan, tidak cukup untuk membatalkan persetujuan”. Unsur paksaan tidak dapat diketahui tanpa adanya laporan dari orang yang dirugikan, sehingga hakim dalam menjalankan tugas untuk menemukan kebenaran adanya
unsur paksaan tersebut dengan memperhatikan nilai-nilai keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan.
3. Bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 943 K/PDT/2012, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku yaitu bahwa Tugas seorang Notaris adalah mengkonstantir hubungan hukum antara para pihak dalam bentuk tertulis dan format tertentu, sehingga merupakan suatu akta otentik yang menjadi dokumen yang kuat dalam suatu proses hukum dalam hal pembuktian yang akan dibuktikan dalam hukum perdata formil dan materil yaitu dapat tidaknya diterima dipersidangan serta sebagai kekuatan pembuktian yang sah menurut hukum kepada hakim yang memeriksa perkara guna memberikan kepastian tentang kebenaran suatu peristiwa yang dikemukan.
B. Saran
1. Hendaknya Ikatan Notaris Indonesia (INI) memberikan penyuluhan kepada Notaris sebagai Pejabat Umum untuk penyempurnaan UUJN tentang mengenai pembatasan tanggung jawab notaris terhadap akta yang dibuat dihadapannya.
2. Hendaknya Dalam membuat perjanjian dengan bentuk apapun agar setiap kata yang dimaksud mempunyai arti tunggal sehingga dalam perjanjian tersebut tidak ada yang merasa dirugikan oleh salah satu pihak.
3. Hendaknya Mahkamah Agung memberikan pelatihan-pelatihan kepada hakim‐hakim yang ada dibawahnya dengan ketentuan surat edaran Mahkamah Agung mengenai luasnya penapsiran‐penapsiran hukum baik tertulis maupun yang tidak tertulis khususnya mengenai syarat sahnya perjanjian atau persetujuan beserta batasan‐batasannya.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-Buku
Adjie, Habib, Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris, Cet 1, Bandung, PT. Refika Aditama, 2011
Ali, Achmad, Teori Hukum dan Teori Peradilan, Jakarta, PT.Kencana Prenada Media Group, 2009
Ashshofa, Burhan, Metodologi Penelitian Hukum, Jakarta, Rineka Cipta, 1996
Badudu, J.S, Sutan Mohammad Zain, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan, 2001
Badrulzaman, Mariam Darus, KUHPerdata – Buku III, Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, Bandung, Alumni, 1983
___________ Menuju Hukum Perikatan Indonesia, Fakultas Hukum Usu,1990
_________________, Kompilasi Hukum Perikatan, Bandung, Citra Aditya Bakti, 2001
Budiono, Herlien, Kumpulan Tulisan Hukum Perdata dibidang Kenotariatan, Buku II, Bandung, PT.Citra Aditya Bakti, 2013
Erawati, Elly dan Herlien Budiono, Penjelasan Hukum Tentang Kebatalan Perjanjian, Jakarta, PT.Gramedia, Nasional Legal Reform Program, NLRP, 2010
Fuady, Munir, Perbuatan Melawan Hukum Kontemporer, Bandung, PT.Citra Aditya Bakti, 2005
_________, Hukum Kontrak (Dari Sudut Pandang Hukum Bisnis),Cet III, Bandung, PT.Citra Aditya Bakti, 2007
Friedrich, Carl Joachim, Filsafat Hukum Perspektif Historis, Bandung: Nuansa Dan Nusamedia, 2004
Gilissen, Emeritus John & Emeritus Frits Gorle, Sejarah Hukum Suatu Pengantar, Cet I, Bandung, PT.Refika Aditama, 2005
Gunawan, Johannes, Reorientasi Hukum Kontrak Di Indonesia, Jakarta, Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 22, No. 6 Tahun 2003
Harahap, M.Yahya, Hukum Acara Perdata, Jakarta: PT.Sinar Grafika, 2011
Hernoko, Agus Yudha, Asas Proporsionalitas dalam Kontrak Komersial, Yogyakarta, Laksbang Mediatama, 2008
H.S., Salim, Perancangan Kontrak dan Memorandum of Understanding (MOU), Jakarta, PT.Sinar Grafika, 2008
_______, Hukum Kontrak, Teori & Teknik Penyusunan Kontrak, Jakarta, PT. Sinar Grafika, 2008
Huijbers, Theo, Filsafat Hukum Dalam lintasan Sejarah, Cet VIII, Yogyakarta, Kanisius, 1995
Hutagalung, Sophar Maru, Praktik Peradilan Perdata Teknisi Mengenai Perkara di Pengadilan, Jakarta, PT.Sinar Grafika, 2010
Kansil, C.S.T dan Christine S.T. Kansil, Pokok-Pokok Etika Profesi Hukum, Jakarta, Pradnya Paramita, 2003.
____________, Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 2002
____________, Modul Hukum Perdata (termasuk asas-asas hukum perdata), Jakarta, Pradnya paramita, 1999.
Kanter, E.Y, dan S.R Sianturi, Asas – Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, (Jakarta PT.Storia Grafika, 2002).
________, Etika Profesi Hukum; Sebuah Pendekatan Religius, Jakarta: Storia Grafika, 2001
Kie, Tan Thong, Studi Notariat dan Serba-Serbi Praktek Notaris, Buku I, Jakarta, Ichtiar Baru Van Hoeve, 2000
Lubis, M.Solly, Filsafat Ilmu dan Penelitian, Bandung, Mandar Maju, 1994 Lumban Tobing, G.H.S. Peraturan Jabatan Notaris, (Jakarta, PT. Erlangga, 1999
Meiala Djaja S, Pemberian Kuasa Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Bandung, PT.Tarsito, 1982
Makarao Taufik, Pokok-Pokok Hukum Acara Perdata, Jakarta : PT.Rineka Cipta,2009
Mertokusumo, Sudikno, Penemuan Hukum Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Liberty, 2001
__________________, Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta: Liberty Yogyakarta, 2006
Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2004
Muhammad, Abdulkadir, Hukum Perdata Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bakti, 2014
Muljadi, Kartini dan Gunawan Widjaja, Perikatan Pada Umumnya, Jakarta, PT.Rajawali Pers, 2004
Nasir, Muhammad, Hukum Acara Perdata, Cet-II, Jakarta, PT.Djambatan, 2005 Patrik, Purwahid, Asas Iktikad Baik dan Kepatutan dalam Perjanjian, Cet I,
Semarang, UNDIP, 1986
_______________, Dasar-Dasar Hukum Perikatan, Bandung, Mandar Maju, 1999 Posner, Richard A., Teori Kesalahan, Boston, Brown and Company, 1990
Prakoso, Abintoro, Hukum & Psikologi Hukum, Yogyakarta, PT.Laksbang Grafika, 2014
Prodjodikoro, R.Wirjono, Asas-asas Hukum Perjanjian, Bandung, Sumur, 1991 ___________________, Perbuatan Melanggar Hukum, Bandung, Mandar Maju,
2000
Prodjohamidjojo, Martiman, Hukum Pembuktian Dalam Sengketa Tata Usaha Negara, Jakarta, Pradnya Paramita, 1997
Rahardjo, Satjipto, Ilmu Hukum, Bandung, Citra Aditya Bakti, 2000
Satrio J., Hukum Perikatan, Perikatan Yang Timbul dari Perjanjian, Buku I, Bandung, Citra Aditya Bakti, 1995
__________, Hukum Perikatan (perikatan yang lahir dari undang-undang), Bagian I, Bandung, Citra aditya Bakti, 1993.
Setiawan, Rachmat, Tinjauan Elementer Perbuatan Melawan Hukum, Bandung, Alumni, 1982
_______________, Pokok-Pokok Hukum Perikatan, Bandung, PT. Binacipta, 1987 Sjahdeini, Sutan Remy, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan Yang Seimbang
Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank Di Indonesia, Jakarta, IBI, 1993
Soekanto , Soerjono, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, UI Press, 1986
________________ dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Rajawali Press,1995
_____________, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI-Press,1986 Subekti R, Hukum Perjanjian, Jakarta: PT. Intermasa, 1984.
________, Hukum Perjanjian, Cet XII Jakarta : PT Intermasa, 1990.
________, Hukum Pembuktian, Jakarta : Pradnya Paramita, 1991.
________, Aneka Perjanjian, Cet 10, Bandung : PT.Citra Aditya Bakti, 1995.
________, Pokok-Pokok Hukum Perdata, Cet 31, (Jakarta : PT.Intermasa, 2003 Soebekti, Tafsiran Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Bandung, Citra Aditya
Bhakti, Cetakan Kelima, 1990
Sunggono, Bambang, Metode Penelitian Hukum, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 1997
Supranto, J., Metode Penelitian Hukum dan Statistik, Jakarta, Rineka Cipta, 2003.
Susanto, Herry, Peranan Notaris Dalam Menciptakan Kepatutan dalam Kontak, Cet I, FH UII Press, 2010
Sutantio, Retnowulan dan Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktek, Bandung, PT.Mandar Maju, 1995
Syahrani, Riduan, Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2009
Widjaja, Gunawan dan Ahmad Yani, Seri Hukum Bisnis Jaminan Fidusia, Cet II, Jakarta, PT.Raja Grafindo Persada, 2001
Winata, Frans Hendra, Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Hukum di Indonesia, 2003
Winanto, Asas Keadilan dalam Hukum Perjanjian berdasarkan KUH Perdata, Jakarta, PT.Bina Cipta, 2005
B. Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku HIR (Herziene Inlandsch Reglement)
RBG (Rechtsreglement voor de Buitengewesten
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan Dan Rumah Tahanan Negara
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris.
Undang-Undang Nomor 4 tahun 2004 Tentang Kekuasaan Kehakiman Undang-Undang nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Kode Etik Notaris Indonesia (I.N.I.).
C. Jurnal Ilmiah
Putusan Pengadilan Negeri No.119/Pdt.G/2009/PN.Medan Putusan Pengadilan Tinggi No.387/Pdt.G/2010/PT-Medan Putusan Mahkamah Agung No. 943 K/Pdt/2012
Bismar Nasution, Metode Penelitian Hukum Normatif dan Perbandingan Hukum, makalah disampaikan pada dialog interaktif tentang penelitian hukum dan hasil penulisan hukum pada majalah akreditasi, Medan, Fahkultas Hukum Universitas Sumatra Utara, 18 Februari 2003
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Ikhtisari Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta, Balai Pustaka, 2005.
D. Internet
Damang, Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstadiheden),Unsur unsur Kontrak dan Teori Terjadinya/Tercapainya Kesepakatan, www.negarahukum.com/hukum/penyalahguna an keadaa misbruik-van omstadigheden-unsur-unsur-kontrak-dan-teori terjadinya-tercapainya kesepakatan-pertemuan-kelima.html, PPS Fakultas Hukum UMI, Makassar, tanggal akses 18 Februari 2015, pukul 10.00 WIB
PedomanPerilakuHakim,https://www.mahkamahagung.go.id/fileyur/PEDOMANHAK IM, tanggal akses 18 Juli 2015
Kodeetikprofesihakim,www.pnsarolangun.go.id/documents/kode_etika_Profesi_Haki m.pdf 18 Februari 2015, pukul 11.00 WIB