• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANGKA PENGUATAN KELEMBAGAAN UAB ”TIRTA KENCANA”

Kegiatan pertemuan atau diskusi lanjutan dilaksanakan di rumah bapak ketua RW 07 Jetisharjo pada tanggal 4 Desember 2007 dimulai pukul 19.30 WIB sampai dengan pukul 22.30 WIB dihadiri 16 peserta terdiri dari anggota, pengurus PKK (RW dan RT) dan pengurus UAB ”Tirta Kencana” kecuali ketua, perwakilan kelurahan, dinas PU ijin tidak dapat menghadiri pertemuan.

Proses diskusi sebagai berikut:

1. Pertemuan dibuka oleh fasilitator yang dilanjutkan pengurus ”Tirta Kencana” mewakili ketua, dengan menyampaikan agenda pertemuan dimaksud.

2. Sambutan pengurus ”Tirta Kencana”

Sambutan dari pengurus diawali dari adanya beberapa pendapat maupun keluhan sebelumnya atas pelayanan yang diberikan ”Tirta Kencana” selama ini yang dirasa belum memuaskan. Untuk mengatasi keluhan-keluhan anggota perlu dipikirkan solusinya. Pada kesempatan ini saya berharap agar bapak ibu yang hadir bisa memberikan pendapatnya kira-kira usaha apa yang perlu dilakukan oleh pengurus selain melakukan sosialisasi yang kaitannya dengan rencana kenaikan tarif, untuk keberlangsungan ”Tirta Kencana”. Kalau bapak ibu cermati listrik itu juga akan naik, ini berpengaruh pada besarnya biaya yang harus dibayar oleh ”Tirta Kencana”. Oleh karena itu perlu dipikirkan selain kenaikan listrik ataupun penggantian alat-alat, ini semua untuk keberlangsungan ”Tirta Kencana”. Apabila kenaikkan tarif telah disetujui oleh seluruh anggota, diharapkan selain dapat menutup biaya operasional untuk perawatan maupun penggantian peralatan yang rusak atau sudah saatnya diganti seperti pompa yang usianya 5-6 tahun perlu diganti. Seperti dikatakan oleh pak Ms pada pertemuan sebelumnya bahwa ”iuran dari anggota selama ini belum mampu mencukupi seluruh biaya operasinal, termasuk honor pengurus yang masih kecil”. Hal tersebut dikawatirkan akan mempengaruhi warga atau anggota yang bersedia menjadi pengurus, padahal kerjanya pengurus itu kan memberikan pelayanan serta untuk organisasi. Sedang yang berkaitan dengan masalah teknis saya harapkan bapak ketua dapat memberikan pembinaan pada petugas.

Sambutan ditutup dengan harapan agar seluruh anggota dapat memahami dan menerima rencana pengurus terkait dengan menaikkan iuran bulanan.

3. Pemaparan tujuan pertemuan, hasil temuan, dan hasil pertemua pada tanggal 27 November 2007.

Pemaparan dimulai dengan mengungkapkan maksud tujuan pada pertemuan yaitu:

o Untuk menyelesaikan studi dengan tugas akhir di IPB Bogor

o Melakukan kajian pengembangan masyarakat khususnya dalam hal penguatan kelembagaan pengelolaan air untuk keberlanjutan pelayanan air bersih.

Selanjutnya memaparkan hasil temuan/pengamatan pelaksanaan ”Tirta Kencana” di Jetisharjo khususnya hasil pengamatan situasi, pola kegiatannya, pendanaan.

4. Pelaksanaan diskusi

Dari pemaparan diatas kemudian fasilitator mengajak diskusi mengenai penyusunan progam berdasarkan permasalahan di atas, berikut pendapat peserta yang hadir:

Bapak An (anggota): untuk kelanjutan UAB ”TK” pada dasarnya saya setuju kalau tarif dinaikkan, tapi sebelumnya anggota diberi tahu lebih dulu ya istilahnya diajak omong-omomg atau sosialisasi 2 atau 3 bulan dari rencana kenaikan, misalnya pengurus merencanakan besuk bulan April ya mulai Januari pengurus sudah melakukan sosialisasi. Besuk kalau tarif sudah dinaikkan saya harap diimbangi pelayanan yang lebih bagus, jangan sampai ada keluhan dari warga air tidak lancar atau sering mati.

Bapak Sp (ketua RT): kalau ada rencana dari pengurus menaikkan tarif iuran saya setuju, meskipun dulu UAB ”TK” sebagai usaha yang bersifat sosial. Kenaikkan tarif hendaknya disesuaikan dengan kemampuan anggota, bapak ibu juga memahami to kondisi masyarakat disini yang kebanyakan kemampuannya rendah.

Ibu Kd (pengurus PKK dan mantan ketua RT): rencana pengurus akan menaikkan tarif ya tidak apa-apa saya setuju saja asalkan ada pemberitahuan lebih dulu, biar masyarakat tahu. Saya setuju dengan pendapat bapak An sebelum kenaikkan tarif direalisasikan diakan sosialisasi lebih dulu, selama ini kan belum pernah ada pertemuan antara pengurus dengan anggota yang membicarakan masalah ”Tirta Kencana”...sudah sewajarnya apabila warga ingin mengetahui rencana pengurus ke depan mau melakukan apa saja. Sebetulnya saya malu mengatakan hal ini mumpung ada kesempatan saya sampaikan saja, meskipun pak Sd (suami ibu Kd) sebagai sesepuh kampung, selama ini ya belum pernah diajak ngomomg-ngomong tentang”Tirta Kencana”. Sehingga kalau istilahnya mau urun rembug ya nggak bisa karena belum pernah ada pertemuan atau diajak untuk membicarakan tentang ”Tirta Kencana”.

Ibu Sg (anggota): pada dasarnya saya setuju dengan rencana kenaikkan tarif langganan yang tujuannya untuk menutup biaya operasinal dan biaya-biaya lainnya seperti honor petugas/pengurus yang masih kecil. Namun juga perlu dipikirkan kalau kemampuan anggota, karena ya maaf...tingkat kemampuan anggota tidak sama seperti dikatakan bapak Sp kalau kebanyakan anggota merupakan keluarga yang kurang mampu. Besuk saatnya sosialisasi kalau perlu anggota ditanya atau diberi alternatif kenaikan iuran per bulan berapa rupiah biar tidak menimbulkan gejolak. Besuk setelah tarif dinaikan saya harapkan pelayanannya juga semakin bagus, air lancar tidak macet lagi.

Bapak Tk (mantan ketua UAB ”TK”): rencana kenaikan tarif memang betul utamanya untuk biaya operasional dan lainnya. Tarif sekarang yang berlaku murah sekali, jadi tidak trus terusan untuk sosial kalau dulu awalnya bisa dikatakan sosial karena belum menggunakan pompa yang digerakan dengan listrik jadi ya biayanya relatif ringan. Tapi sekarang kan lain pompa air yang kita gunakan tergantung dengan listrik, tarif yang berlaku saat ini murah sekali..tarif tersebut bisa bapak ibu bandingkan dengan segelas air kemasan atau anak-anak yang bermain PS (Play Stations). Sehingga rencana pengurus tadi perlu kita pikirkan bersama untuk kelangsungan ”Tirta Kencana”, atau kalau perlu kita melakukan kunjungan ke lembaga yang sama semacam ”TK” yang ada telah berkembang di sekitar Yogya, agar bisa mengetahui bagaimana cara mengelola usaha air yang dikelola masyarakat..

Ibu Md (anggota, istri ketua UAB ”TK”): rencana pengurus menaikan tarif langganan air saya kurang setuju. Mengingat beban ibu-ibu disini sudah berat jadi kalau dinaikkan rasanya...kok memberatkan. Selain itu saya juga nggak enak kalau nanti pak Md (ketua UAB ”TK”) dikatakan ’mata duitan’, listrik naik langganan air juga ikut naik. Meskipun kenaikan itu untuk biaya pelayanan.

Bapak Ag (dari PDAM, hasil wawancara): usaha air seperti ”TK” di Jetisharjo diperlukan kerjasama khususnya dengan anggota, apabila akan menaikkan tarif langganan sebaiknya dimusyawarahkan meskipun nanti yang memutuskan pengurus. Peran pemerintah terhadap ”Tirta Kencana” seperti dalam hal teknis, memberikan pelatihan cara menentukan/menghitung tarif langganan, menghitung biaya operasional, perawatan alat-alat. Dulu saya pada saat proyek P3P selesai dan pengelolaanya diserahkan pada warga Jetisharjo, saya pernah memberikan pelatihan pada warga yang diwakili pengurus kampung cara menentukan/menghitung tarif iuran bulanan.

3. Hasil diskusi merumuskan masalah dan kebutuhan untuk keberlanjutan ”TK”: a. Pokok masalah : kurangnya dana sebagai pendukung kegaiatan UAB ”TK”. b. Prioritas masalah adalah:

- Rendahnya pengetahuan dan kemampuan anggota.

- Kurangnya dana/modal untuk mencukupi biaya operasional. - Terbatasnya pengetahuan tentang pengelolaan usaha air. - Kurangnya kerjasama antara pengurus dengan anggota.

4. Hasil diskusi berdasarkan masalah yang ada, alternatif pemecahan masalah disepakati:

a. Tarif iuran bulanan dinaikkan, kenaikkannya disesuaikan dengan kemampuan

masyarakat.

b. Perlu adanya sosialisasi, waktunya 2-3 sebelumnya tarif baru diberlakukan. c. Perlu sosialisasi aturan-aturan yang diberlakukan (proses pembayaran iuran

bulanan, yang dilakukan langsung ke bendahara)

d. Perlunya kesadaran dari seluruh anggota dan pengurus tentang usaha air yang

memerlukan biaya yang relatif besar.

e. Merencanakan forum pertemuan bulanan untuk menampung aspirasi anggota dengan waktu yang disepakati bersama, mengundang seluruh anggota, tokoh masyarakat. Pertemuan diadakan membahas masalah kaitannya dengan program pada tahun mendatang yaitu Program Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Air Untuk Keberlanjutan Pelayanan Air Bersih UAB ”Tirta Kencana”