Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank dan peraturan lain
yang berlaku, rapat Direksi diselenggarakan secara berkala dengan ketentuan dan prosedur sebagai berikut:
1. Rapat Direksi diadakan minimal sekali setiap bulannya dan dapat diadakan setiap waktu bilamana dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah
2. Direksi harus menjadwalkan Rapat Direksi untuk tahun berikutnya sebelum berakhirnya tahun buku
3. Direksi menetapkan kebijakan dan keputusan strategis melalui mekanisme rapat direksi
4. Pemanggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi Bank
5. Pemanggilan Rapat Direksi wajib disampaikan secara
tertulis dan disampaikan atau diserahkan langsung dengan tanda terima yang memadai atau dengan pos
tercatat atau dengan jasa kurir atau dengan telex,
faksimili atau sarana komunikasi lain. Pemanggilan Rapat Direksi harus dikirimkan kepada para anggota Direksi selambat-lambatnya 5 (lima) hari kalender sebelum Rapat Direksi diadakan atau dalam waktu yang lebih singkat dalam keadaan yang mendesak yaitu selambat-lambatnya 1 (satu) hari kelender sebelumnya. Keadaan mendesak tersebut ditetapkan oleh Direktur Utama atau mayoritas anggota Direksi, dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku
6. Pemanggilan Rapat Direksi terlebih dahulu tidak dipersyaratkan, apabila semua anggota Direksi hadir/ atau diwakili dalam Rapat Direksi atau apabila Rapat Direksi tersebut telah dijadwalkan berdasarkan keputusan Rapat Direksi yang diadakan sebelumnya yang dihadiri atau diwakili oleh mayoritas anggota Direksi yang menjabat
7. Pemanggilan Rapat Direksi harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat Rapat
8. Pada Rapat Direksi yang telah dijadwalkan, bahan rapat disampaikan kepada peserta paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat diselenggarakan
9. Dalam hal Rapat Direksi yang diselenggarakan di luar jadwal yang telah disusun, bahan rapat disampaikan kepada peserta rapat paling lambat sebelum rapat diselenggarakan
10. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Bank atau di tempat Bank melakukan kegiatan usaha utamanya atau di ibukota provinsi dimana tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha utama Bank atau di provinsi tempat kedudukan Bursa Efek dimana
saham Bank dicatatkan, asal saja dalam wilayah
Republik Indonesia
Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, pemanggilan terlebih dahulu tidak dipersyaratkan dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun juga di dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat
11. Direktur Utama mengetuai Rapat Direksi, dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan untuk menghadiri Rapat Direksi, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Wakil Direktur Utama memimpin Rapat Direksi, dalam hal Wakil Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan hadir, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Direksi dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi yang hadir dalam rapat tersebut
12. Seorang anggota Direksi yang berhalangan hadir dalam Rapat Direksi, dapat diwakili hanya oleh seorang anggota Direksi yang lain berdasarkan Surat Kuasa. Anggota Direksi yang berhalangan tersebut harus memberikan informasi kepada Sekretaris Perusahaan sebelum Rapat Direksi dimulai
13. Rapat Direksi dapat dilangsungkan, sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 (satu perdua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir dalam rapat
14. Kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi wajib diungkapkan dalam laporan tahunan Bank
Laporan Tata Kelola Perusahaan
15. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak
tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan
suara berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah suara Direksi yang dikeluarkan dengan sah dalam Rapat tersebut
16. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang setuju sama banyaknya, maka Ketua Rapat Direksi yang memutuskan
17. Setiap anggota Direksi yang hadir dalam Rapat berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Direksi lainnya yang diwakili
18. Setiap anggota Direksi yang secara pribadi dengan cara apapun baik secara langsung maupun secara tidak
langsung mempunyai benturan kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan dalam mana Bank menjadi salah satu pihaknya, maka anggota Direksi tersebut harus menyatakan benturan kepentingan yang dimiliki dalam Rapat Direksi dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
transaksi atau kontrak tersebut, kecuali Rapat Direksi
menentukan lain
19. Pemungutan suara mengenai orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan
secara lisan kecuali Ketua Rapat menentukan lain
tanpa ada keberatan dari yang hadir
20. Hasil Rapat Direksi wajib dituangkan dalam risalah rapat, ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi yang hadir dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi serta didokumentasikan dengan baik.
21. Dalam hal terdapat anggota Direksi yang tidak menandatangani hasil rapat, yang bersangkutan wajib
menyebutkan alasannya secara tertulis dalam surat
tersendiri yang dilekatkan pada risalah rapat
22. Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi,
wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat
beserta alasan perbedaan pendapat tersebut
23. Risalah rapat merupakan bukti yang sah mengenai keputusan-keputusan yang diambil dalam Rapat Direksi yang bersangkutan, baik untuk para anggota Direksi maupun untuk pihak ketiga
24. Segala keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Direksi, yang diputuskan sesuai dengan ketentuan Bank yang berlaku, mengikat dan menjadi tanggung jawab Direksi
25. Direksi dapat juga mengambil keputusan-keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Direksi dengan ketentuan bahwa semua anggota
Direksi telah diberitahukan secara tertulis tentang
usul-usul yang bersangkutan dan semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul
yang diajukan secara tertulis serta menandatangani
persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan
cara demikian mempunyai kekuatan yang sama
dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi
26. Rapat Direksi dapat juga dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya yang memungkinkan semua peserta Rapat Direksi saling melihat dan/atau mendengar
secara langsung serta berpartisipasi dalam Rapat
Direksi, dengan ketentuan bahwa Rapat tersebut harus diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku dan
notulen Rapat dibuat secara tertulis dan diedarkan
diantara seluruh anggota Direksi yang berpartisipasi dalam rapat untuk ditandatangani. Keputusan yang
diambil dengan cara demikian mempunyai kedudukan
yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi
Pada tahun 2015, Direksi telah menyelenggarakan rapat
sebanyak 23 (dua puluh tiga) kali dengan mata acara termasuk:
1. Update dan tinjauan kinerja Bankwide
2. Update dan tinjauan kinerja bisnis 3. Update peta strategi
4. Rencana permodalan
5. Kewenangan kredit 6. Tindak lanjut temuan audit
7. Tindak lanjut temuan dan rekomendasi OJK 8. Penjualan dan akuisisi tanah dan gedung 9. Update peraturan terkini
10. Peringkat Bank
11. Hasil Peringkat Bank Berbasis Risiko
12. Update kinerja peer bank
13. Pengajuan inisiatif dan proyek baru 14. Update terkait operasional Bank 15. Revisi budget tahun 2015
16. Pembaharuan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi 17. Budget tahun 2016