• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Direks

Dalam dokumen Bank QNB Indonesia Tbk 2015 (Halaman 178-180)

Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank dan peraturan lain

yang berlaku, rapat Direksi diselenggarakan secara berkala dengan ketentuan dan prosedur sebagai berikut:

1. Rapat Direksi diadakan minimal sekali setiap bulannya dan dapat diadakan setiap waktu bilamana dianggap perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis 1 (satu) pemegang saham atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu persepuluh) bagian dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan oleh Perseroan dengan hak suara yang sah

2. Direksi harus menjadwalkan Rapat Direksi untuk tahun berikutnya sebelum berakhirnya tahun buku

3. Direksi menetapkan kebijakan dan keputusan strategis melalui mekanisme rapat direksi

4. Pemanggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi Bank

5. Pemanggilan Rapat Direksi wajib disampaikan secara

tertulis dan disampaikan atau diserahkan langsung dengan tanda terima yang memadai atau dengan pos

tercatat atau dengan jasa kurir atau dengan telex,

faksimili atau sarana komunikasi lain. Pemanggilan Rapat Direksi harus dikirimkan kepada para anggota Direksi selambat-lambatnya 5 (lima) hari kalender sebelum Rapat Direksi diadakan atau dalam waktu yang lebih singkat dalam keadaan yang mendesak yaitu selambat-lambatnya 1 (satu) hari kelender sebelumnya. Keadaan mendesak tersebut ditetapkan oleh Direktur Utama atau mayoritas anggota Direksi, dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku

6. Pemanggilan Rapat Direksi terlebih dahulu tidak dipersyaratkan, apabila semua anggota Direksi hadir/ atau diwakili dalam Rapat Direksi atau apabila Rapat Direksi tersebut telah dijadwalkan berdasarkan keputusan Rapat Direksi yang diadakan sebelumnya yang dihadiri atau diwakili oleh mayoritas anggota Direksi yang menjabat

7. Pemanggilan Rapat Direksi harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat Rapat

8. Pada Rapat Direksi yang telah dijadwalkan, bahan rapat disampaikan kepada peserta paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat diselenggarakan

9. Dalam hal Rapat Direksi yang diselenggarakan di luar jadwal yang telah disusun, bahan rapat disampaikan kepada peserta rapat paling lambat sebelum rapat diselenggarakan

10. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Bank atau di tempat Bank melakukan kegiatan usaha utamanya atau di ibukota provinsi dimana tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha utama Bank atau di provinsi tempat kedudukan Bursa Efek dimana

saham Bank dicatatkan, asal saja dalam wilayah

Republik Indonesia

Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, pemanggilan terlebih dahulu tidak dipersyaratkan dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun juga di dalam wilayah Republik Indonesia dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat

11. Direktur Utama mengetuai Rapat Direksi, dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan untuk menghadiri Rapat Direksi, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Wakil Direktur Utama memimpin Rapat Direksi, dalam hal Wakil Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan hadir, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Direksi dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi yang hadir dalam rapat tersebut

12. Seorang anggota Direksi yang berhalangan hadir dalam Rapat Direksi, dapat diwakili hanya oleh seorang anggota Direksi yang lain berdasarkan Surat Kuasa. Anggota Direksi yang berhalangan tersebut harus memberikan informasi kepada Sekretaris Perusahaan sebelum Rapat Direksi dimulai

13. Rapat Direksi dapat dilangsungkan, sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 (satu perdua) bagian dari jumlah anggota Direksi hadir dalam rapat

14. Kehadiran anggota Direksi dalam Rapat Direksi wajib diungkapkan dalam laporan tahunan Bank

Laporan Tata Kelola Perusahaan

15. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak

tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan

suara berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah suara Direksi yang dikeluarkan dengan sah dalam Rapat tersebut

16. Apabila suara yang tidak setuju dan suara yang setuju sama banyaknya, maka Ketua Rapat Direksi yang memutuskan

17. Setiap anggota Direksi yang hadir dalam Rapat berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Direksi lainnya yang diwakili

18. Setiap anggota Direksi yang secara pribadi dengan cara apapun baik secara langsung maupun secara tidak

langsung mempunyai benturan kepentingan dalam suatu transaksi, kontrak atau kontrak yang diusulkan dalam mana Bank menjadi salah satu pihaknya, maka anggota Direksi tersebut harus menyatakan benturan kepentingan yang dimiliki dalam Rapat Direksi dan tidak berhak untuk ikut dalam pengambilan suara mengenai hal-hal yang berhubungan dengan

transaksi atau kontrak tersebut, kecuali Rapat Direksi

menentukan lain

19. Pemungutan suara mengenai orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan

secara lisan kecuali Ketua Rapat menentukan lain

tanpa ada keberatan dari yang hadir

20. Hasil Rapat Direksi wajib dituangkan dalam risalah rapat, ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi yang hadir dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi serta didokumentasikan dengan baik.

21. Dalam hal terdapat anggota Direksi yang tidak menandatangani hasil rapat, yang bersangkutan wajib

menyebutkan alasannya secara tertulis dalam surat

tersendiri yang dilekatkan pada risalah rapat

22. Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi,

wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat

beserta alasan perbedaan pendapat tersebut

23. Risalah rapat merupakan bukti yang sah mengenai keputusan-keputusan yang diambil dalam Rapat Direksi yang bersangkutan, baik untuk para anggota Direksi maupun untuk pihak ketiga

24. Segala keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Direksi, yang diputuskan sesuai dengan ketentuan Bank yang berlaku, mengikat dan menjadi tanggung jawab Direksi

25. Direksi dapat juga mengambil keputusan-keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat Direksi dengan ketentuan bahwa semua anggota

Direksi telah diberitahukan secara tertulis tentang

usul-usul yang bersangkutan dan semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul

yang diajukan secara tertulis serta menandatangani

persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan

cara demikian mempunyai kekuatan yang sama

dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi

26. Rapat Direksi dapat juga dilakukan melalui media telekonferensi, video konferensi atau sarana media elektronik lainnya yang memungkinkan semua peserta Rapat Direksi saling melihat dan/atau mendengar

secara langsung serta berpartisipasi dalam Rapat

Direksi, dengan ketentuan bahwa Rapat tersebut harus diselenggarakan sesuai ketentuan yang berlaku dan

notulen Rapat dibuat secara tertulis dan diedarkan

diantara seluruh anggota Direksi yang berpartisipasi dalam rapat untuk ditandatangani. Keputusan yang

diambil dengan cara demikian mempunyai kedudukan

yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi

Pada tahun 2015, Direksi telah menyelenggarakan rapat

sebanyak 23 (dua puluh tiga) kali dengan mata acara termasuk:

1. Update dan tinjauan kinerja Bankwide

2. Update dan tinjauan kinerja bisnis 3. Update peta strategi

4. Rencana permodalan

5. Kewenangan kredit 6. Tindak lanjut temuan audit

7. Tindak lanjut temuan dan rekomendasi OJK 8. Penjualan dan akuisisi tanah dan gedung 9. Update peraturan terkini

10. Peringkat Bank

11. Hasil Peringkat Bank Berbasis Risiko

12. Update kinerja peer bank

13. Pengajuan inisiatif dan proyek baru 14. Update terkait operasional Bank 15. Revisi budget tahun 2015

16. Pembaharuan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi 17. Budget tahun 2016

Frekuensi dan Tingkat Kehadiran Rapat

Dalam dokumen Bank QNB Indonesia Tbk 2015 (Halaman 178-180)

Dokumen terkait