• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Rasio Keuangan

1. Pengertian Rasio keuangan

Rasio keuangan merupakan suatu metode dan teknik analisis yang digunakan untuk mengukur hubungan antara pos -pos yang ada dalam laporan keuangan seperti laporan rugi laba dan neraca sehingga dapat diketahui perubahan –perubahan dari masing -masing pos dalam laporan keuangan dan rasio tersebut bisa membandingkan suatu prestasi keuangan dari tahun ke tahun.

Ada berbagai teknik analisis yang dapat digunakan dalam analisis untuk menghitung rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio leverage, rasio rentabilitas, rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Adapun perhitungan untuk mengukur return on investment untuk mengukur suatu prestasi perusahaan yang digunakan oleh penelit i yaitu teknik Du pont.

Untuk menilai posisi perusahaan pada suatu waktu tertentu maupun operasinya selama beberapa periode diperlukan sebuah perhitungan rasio keuangan yang akurat sehingga prestasi keuangan dari tahun ke tahun dapat diukur dan diketahui apakah prestasi keuangan perusahaan tersebut baik, konstan atau sebaliknya buruk. Rasio keuangan disini dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan perusahaan serta mengukur seberapa baik prestasi perusahaan dapat diketahui.

Analisis rasio keuan gan menyangkut dua jenis perbandingan. Pertama analisis dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio -rasio di masa lalu dan di harapkan di masa

yang akan datang akan memperoleh tingkat perbandingan yang relatif lebih baik daripada masa sebelumnya. Metod e-metode pembanding kedua adalah membandingkan rasio -rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya yang sejenis dan kira -kira sama ukurannya atau dengan rata-rata industri pada saat yang sama. Perbandingan semacam itu memberikan pemahaman atas prestasi dan kondisi finansial suatu perusahaan (Budi Raharjo;1993:10).

Adapun macam-macam rasio keuangan yaitu (Suad Husnan; 1989 : 54-73) : Rasio Likuiditas

1). Rasio Lancar (Current Ratio)

Current Ratio yaitu membandingkan total aktiva lancar dengan utang lanc ar. Aktiva lancar pada umumnya terdiri atas kas, surat berharga, piutang, dan persediaan. utang lancar terdiri dari utang dagang, utang wesel , utang pajak dan lain -lain. Rumusnya adalah:

aktiva lancar Current Ratio = --- Hutang lancar

2). Rasio Cepat (Quick Ratio)

Quick Ratio yaitu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar dan tidak memperhitungkan persediaan karena perusahaan memerlukan waktu yang relatif lama untuk direalisir sebagai kas, walaupun mungkin persediaan lebih likuid daripada piutang. Rumusnya adalah:

Aktiva lancar - persediaan Quick ratio = Hutang lancar

9 Rasio Leverage

1). Total Debt to Total Asset Ratio (Rasio hutang atas aktiva)

Rasio jumlah hutang dibagi dengan jumlah aktiva adalah perbandingan jumlah seluruh hutang perusahaan terhadap kekayaan atau aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rumusnya adalah ;

Jumlah hutang Rasio hutang atas aktiva = --- Jumlah aktiva 2). Rasio modal atas Hutang (networth to total debt)

Rasio ini membandingkan antara modal sendiri perusahaan dengan jumlah seluruh hutang (baik jangka pendek mau pun jangka panjang). Dari hasil perhitungan rasio modal atas hutang akan diketahui kemampuan perusahaan untuk menjamin hutangnya dengan menggunakan modal sendiri. Rumusnya adalah :

Total Modal Sendiri Rasio modal atas hutang =

Total Hutang

Rasio Rentabilitas dan Profitabilitas 1). Imbalan Modal Perusahaan

Rentabilitas ekonomi (ROA = return on total assets atau earning power of total investment ) adalah perbandingan antara keuntungan sebelum biaya dan pajak dengan seluruh aktiva atau kekayaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dengan seluruh modal y ang ada didalamnya untuk menghasilkan keuntungan. Rumusnya adalah :

Laba sebelum biaya bunga dan pajak

Imbalan Modal Perusahaan = Jumlah aktiva perusahaan 2). Imbalan Modal Sendiri

Rentabilitas modal Sendiri (Return On Equity = ROE) adalah perbandingan antara keutungan bersih perusahaan dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan bagian keuntungan yang berasal dari modal sendiri dan sering di pakai oleh para investor dalam pembelian saham suatu perusahaan (karena modal sendiri menjadi bagian pemilik). Rumusnya a dalah :

Laba bersih Imbalan Modal Sendiri = Jumlah modal sendiri

3). Rasio keuntungan bersih atas aktiva

Rasio keuntungan bersih terhadap jumlah aktiva ( ROI = rate of return on investment /net profit to assets) adalah perbandingan antara keuntungan bersih perusahaan dengan seluruh aktiva perusahaan. Rumusnya adalah :

Keuntungan bersih Keuntungan bersih

atas jumlah aktiva = --- Penjualan bersih

4). Marjin Laba Usaha

Marjin laba usaha (operating profit ratio) adalah perbandingan antara laba usaha (penjualan dikurangi harga pokok penjualan, dikurangi biaya administrasi dan umum) dengan penjualan bersih. Rumusnya adalah :

Laba usaha Marjin Laba Usaha = ---

11 5). Marjin Laba Bersih

Marjin laba bersih ( net profit margin) perbandingan antara laba bersih (laba sesudah biaya bunga dan pajak) dengan penjualan bersih perusahaan. Marjin keuntungan digunakan untuk mengetahui efisisensi perusahaan dengan melihat pada besar kecilnya laba dalam hubungannya dengan penjualan. Marjin keuntungan tinggi apabila kenaikan penjualan relatif besar daripada kenaikan biaya usaha. Rumusnya adalah :

Laba bersih Marjin Laba Bersih = --- Penjualan bersih

Rasio Aktivitas

1). Perputaran Persediaan

Perputaran persediaan (inventory turnover) adalah perbandingan antara jumlah penjualan dengan rata-rata jumlah persediaan selama satu tahun.

Jumlah penjualan Perputaran persediaan = Rata-rata persediaan 2). Periode rata-rata perputaran persediaan

Periode rata-rata perputaran persediaan adalah lamanya dana yang tertanam dalam persediaan selama satu periode perputaran. Rumusnya adalah :

Jumlah penjualan Periode rata-rata = perputaran persediaan Perputaran persediaan

3). Perputaran Piutang

Perputaran piutang adalah perbandingan antara jumlah penjualan selama satu tahun dengan rata-rata jumlah piutang selama satu tahun. Rumusnya adalah : penjualan

Perputaran piutang piutang = Rata-rata piutang 4). Periode rata-rata pengumpulan piutang

Periode rata-rata pengumpulan piutang adalah piutang kali jumlah hari dalam satu tahun dengan perputaran piutang. Rumusnya adalah :

360 hari

Periode rata-rata pengumpulan piutang = ---

Perputaran piutang

D Laporan Keuangan

1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi -transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku tersebut. Laporan keuangan ini dibuat manajemen dengan tujuan mempertanggung -jawabkan tugas-tugas yang dibebankan oleh para pemilik perusahaan (Zaki, Baridwan, 1993:17). Disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan lain yaitu sebagai laporan kepada pihak -pihak diluar perusahaan.

Laporan keuangan yang lengkap biasanya akan meliputi neraca, laporan rugi/laba, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan (Dwi Prastowo, 1995:16). Dua jenis laporan keuangan (utama) yang umumnya dibuat oleh setiap perusahaan adalah ; neraca dan laporan rugi/laba (dan biasanya dengan laporan perubahan modal), yang masing -masing dijelaskan sebagai berikut (Dwi Prastowo, 1995:16) :

13 a. Neraca (Balance Shee t)

Laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai posisi keuangan (aktiva, kewajiban, dan ekuitas) perusahaan pada saat tertentu).

b. Laporan rugi/laba

Laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai kemampuan (potensi) perusahaan dalam menghasilkan laba (prestasi) selama periode tertentu.

2. Tujuan Laporan keuangan

Adapun tujuan dari laporan keuangan (Standar Akuntansi keuangan, 1994:5) adalah :

a. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, prestasi keuangan dari tahun ke tahun, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dan pengambil keputusan ekonomi. b. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu (historis).

c. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Laporan keuangan disusun untuk menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan prestasi keuangan suatu perusahaan dari tahun ke tahun yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Informasi mengenai posisi keuangan, prestasi dan perubahan possi keuangan dari tahun ke tahun sangat diperlukan unt uk dapat melakukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas), dan waktu serta kepastian dari hasil perhitungan laporan keuangan dalam satu tahun. Posisi keuangan perusahaan dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, st ruktur keuangan likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Pada rasio profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa yang akan datang, sehingga dap at memprediksikan kapasitas perusahaan dalam beroperasi serta merumuskan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

3. Unsur-unsur Laporan Keuangan

Unsur-unsur laporan keuangan yang berkaitan langsung dengan pengukuran posisi keuang an adalah aktiva, kewajiban dan modal. Sedangkan unsure yang berkaitan dengan pengukuran prestasi perusahaan adalah penghasilan dari beban (biaya). Posisi keuangan perusahaan biasanya disajikan dalam neraca sedangkan prestasi perusahaan disajikan dalam lap oran rugi laba. Unsur-unsur laporan keuangan:

a. Posisi keuangan perusahaan (IAI, 1995;17)

Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perubahan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh laba perusahaan. Kewaj iban merupakan hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan mengandung manfaat ekonomi. Ekuitas atau modal adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurang semua kewajiban.

15

b. Penghasilan atau laba perusahaan

Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi peranan m odal.

4. Pemakai dan Kebutuhan informasi.

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan dengan pihak -pihak yang bersangkutan. Banyak pihak yang mempunyai kepentingan un tuk mengetahui lebih mendalam tentang laporan keuangan perusahaan karena masing -masing pihak mempunyai kepentingan yang berbeda, maka mereka akan memberikan tekanan metode analisis maupun teknik analisis yang berbeda pula sesuai dengan sifat dan kepentinga n masing -masing pihak.

Para pemakai laporan keuangan ini menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda, yang meliputi (Dwi prastowo , 1995:34). a. Investor

Investor perlu mengetahui seberapa besar resiko investasi bil a menanamkan modalnya pada perusahaan. Risiko investasi tersebut dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan.

Kreditor memerlukan informasi dalam laporan keuangan untuk mengetahui kemungkinan bisa atau tidak perusahaan membayar pinjaman dan bunga pada saat jatuh tempo.

c. Pemasok dan kreditor usaha lainnya

Pemasok dapat mengetahui kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang -hutang pada saat jatuh tempo dengan menganalisis laporan keuangan.

d. Pelanggan

Pelanggan membuat informasi menyangkut kelangs unagn hidup perusahaan terutama bila meraka memiliki ketergantungan pada perusahaan.

e. Pemerintah

Pemerintah baru dapat menentukan besar pajak yang harus ditanggung perusahaan setelah mengetahui keuntungan perusahaan yang dapat dianalisis dari laporan keuangan.

f. Karyawan

Karyawan membutuhkan informasi dari laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memberi balas jasa kepada mereka.

g. Masyarakat

Dari laporan keuangan perusahaan, masyarakat dapat mengetahui kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional, disamping itu juga dapat mengetahui kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja.

5. Peranan Laporan Keuangan

Peranan laporan keuangan Peranan laporan keuangan dalam dunia bisnis atau ekonomi dapat digunakan sebagai: (1) alat untuk menganalisi, (2) laporan

17 pertanggungjawaban manajemen, (3) tanda -tanda peringatan bagi perusahaan, (4) untuk meramalkan keuntungan suatu perusahan dan (5) ukuran dalam akuntansi (Revsine dkk, 1995:2).

Dokumen terkait